Yang-Lain

immaculateheartacademy.org

Oleh Goenawan Mohamad

Beberapa saat sebelum ia tewas, Karna tahu ia akan kalah. Dan ia akan kalah dengan kesadaran yang pahit: ia akhirnya memang bukan apa-apa. Ia merasa diri telah bertempur dengan keberanian seorang pendekar perang, tapi siapakah dia sebenarnya? Bukan seorang dari keluarga Kurawa yang dibelanya. Bukan seorang ksatria seperti para pangeran di pertempuran di Kurusetra itu. Ia hanya seorang yang, ketika terpojok, tak bisa membaca lengkap mantra yang mungkin akan menyelamatkannya dari panah Arjuna.

Saat terlalu sempit untuk memaki atau menangisi nasib. Tapi ia ingat: mantra yang lengkap itu tak diberikan kepadanya oleh gurunya, Rama Bargawa. Sang guru membatalkan memberinya versi yang penuh, karena ia dianggap telah berdusta: ketika ia datang berguru, Karna tak mengaku ia datang dari kasta ksatria—kasta yang bagi Rama Bargawa, yang berasal dari kaum brahmana dan punya dendam khusus kepada para ksatria, harus dimusnahkan.

”Tapi hamba memang bukan dari kasta itu,” Karna ingin memprotes ketika sang guru membongkar ”kepalsuan” dirinya. Tapi protes itu, seperti air matanya, harus ia tahan. Ia segera kembali ke asrama, mengemasi pakaian dan busur serta panahnya, lalu pergi seperti dikehendaki: seorang murid yang diusir. Lanjutkan membaca Yang-Lain

Dekonstruksi Penampilan Profesional

chestofbooks.com

Dipresentasikan di Universitas Airlangga 24 Mei 2011

Oleh Reza A.A Wattimena

Apa artinya menjadi seorang profesional? Saya melihat setidaknya dua hal yang terkandung di dalam kata ini. Yang pertama adalah kompetensi seseorang di dalam satu bidang. Yang kedua adalah pemberian diri atau totalitas untuk melayani masyarakat di bidang tersebut. Saya akan coba bahas satu per satu tentang ini.

Profesional

Yang pertama; profesionalitas selalu terkait dengan kompetensi. Kompetensi adalah kemampuan pada satu bidang yang lahir dari latihan, ketekunan, kemampuan bertahan di dalam kesulitan, serta komitmen.

Misalnya saya adalah seorang dosen profesional di bidang filsafat. Artinya saya terlatih untuk berpikir dan menulis filsafat, terus bertahan di tengah kesulitan belajar dan mengajarkan filsafat, serta memiliki komitmen teguh untuk terus mengembangkan filsafat di Indonesia. Anda bisa deret banyak contoh lainnya. Lanjutkan membaca Dekonstruksi Penampilan Profesional

Mahasiswa, Ruang Publik, dan Pendidikan

3.bp.blogspot.com

Dipresentasikan di Universitas Airlangga Surabaya, 19 Mei 2011

Oleh Reza A.A Wattimena

Ruang publik adalah sebuah ruang tempat dibentuk dan dimatangkannya opini publik. Di dalamnya orang-orang berkumpul, saling bertukar pendapat, saling memahami, dan sampai pada satu keputusan tentang satu masalah di dalam hidup bersama. (Wattimena, 2007)

Misalnya ada masalah terkait seorang mahasiswa yang terpaksa putus kuliah. Pihak BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) Fakultas akan menanyakan penyebab utama dari peristiwa ini kepada dekanat. Lalu pihak BLM juga akan bertanya kepada mahasiswa terkait, apakah ia menerima keputusan ini dengan lapang dada. Jika ada masalah maka BLM akan membuat forum.

Forum ini bertujuan untuk dua hal, yakni perubahan keputusan, atau menjelaskan keputusan yang telah dibuat, sehingga seluruh pihak yang terkait bisa memahaminya. Tujuan forum adalah memberi legitimasi bagi setiap keputusan yang terkait dengan kepentingan bersama.  Lanjutkan membaca Mahasiswa, Ruang Publik, dan Pendidikan

Kebebasan dalam Demokrasi

2.bp.blogspot.com

Oleh A Tomy Trinugroho

Dari Harian Kompas 10 Mei 2011

Bayangkan pemilihan umum dilaksanakan secara bebas dan jujur, dan mereka yang terpilih adalah kaum rasis, fasis, separatis.” (Diplomat AS, Richard Holbrooke tentang Yugoslavia, tahun 1990-an).

Demokrasi, harus diakui, merupakan salah satu pencapaian terbaik umat manusia. Lewat sistem ini, rakyat di suatu negara dapat menentukan sendiri orang yang akan menjadi pemimpin mereka, menentukan sendiri orang yang menjadi wakil mereka di parlemen. Lewat sistem demokrasi pula, pemerintahan suatu negara tak dapat lagi bersikap sewenang-wenang. Lanjutkan membaca Kebebasan dalam Demokrasi

Arti Keluarga

wordpress.com

Soetikno Tanoko di Mata Adiknya, Suwandi Tanoko

Oleh Reza A.A Wattimena

                  Sosoknya masih terlihat perkasa, walau usianya sudah tua. Dari matanya kita bisa melihat, bahwa ia memiliki sifat yang keras. Suaranya lantang ketika bercerita. Memang di masa mudanya, ia terkenal sebagai jagoan di antara teman-temannya.

                  Sewaktu muda ia tak segan berkonflik dengan orang di jalan, jika ia merasa benar. Ya, ia memang pemberani yang sama sekali tak kenal takut. Itulah sosok Suwandi Tanoko, adik Pak Tik (Soetikno Tanoko), namun berbeda ibu.

                  Sewaktu Pak Tik sampai ke Indonesia, Suwandilah yang membantu Pak Tik belajar bahasa Indonesia, dan bahkan belajar naik sepeda. Itu semua mereka lakukan setiap hari, sampai akhirnya Pak Tik bisa berbicara dan menulis dalam bahasa Indonesia, serta naik sepeda. Lanjutkan membaca Arti Keluarga

Diktator

http://www.reverseshot.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Namanya ditakuti. Julukannya membuat orang gentar. Dialah diktator. Di alam demokratis diktator adalah sebutan yang diharamkan.

Namun bukankah itu yang kita butuhkan sekarang ini? Di tengah situasi negara lemah, krisis kepemimpinan, dan beragam krisis lainnya, kehadiran diktator yang kompeten justru dirindukan dan diperlukan.

Lemah

Beragam aksi terorisme dan makar belakang ini menunjukkan satu hal, bahwa pemerintah kita lemah. Pemerintah tidak bisa membuat keputusan yang tegas, apalagi melaksanakannya. Beragam perlawanan terhadap otoritas negara hadir tanpa bisa dibendung dengan nyata. Lanjutkan membaca Diktator

Nilai Moral di Balik Pendidikan Sains

nettieshue.files.wordpress.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Andi adalah seorang insinyur teknik sipil. Ia memperoleh IPK tertinggi di universitasnya. Banyak orang mengagumi kecerdasannya. Masa depan cerah menantinya, begitu anggapan banyak orang.

Kini ia bekerja di salah instansi pemerintah yang terkait dengan pembangunan jalan raya di berbagai kota di Indonesia. Di dalam proses kerja, ia seringkali membuat tender untuk para kontraktor yang paling sesuai dengan keperluan proyek pemerintah.

Ia seringkali bermain curang dengan meminta uang sampingan dari para kontraktor tersebut, supaya mereka mendapatkan tender. Walaupun seringkali kontraktor tersebut tidak cukup kompeten untuk menjalankan proyek terkait.

Selama berpuluh tahun ia menggunakan cara itu. Ia pun menjadi kaya raya. Gaya hidupnya jauh melampaui pendapatan resminya. Bagaimana kita menanggapi fenomena ini? Andi ternyata tidak sendirian. Lanjutkan membaca Nilai Moral di Balik Pendidikan Sains

Beriman secara Ilmiah, Mungkinkah?

3.bp.blogspot.com

Akan Dipresentasikan di Paroki Santo Yakobus Citra Raya Surabaya pada tanggal 29 Mei 2011.

Oleh Reza A.A Wattimena

            Apa artinya menjadi orang yang beriman? Beriman berarti meyakini seperangkat ajaran tertentu, sekaligus nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Beriman berarti percaya bahwa seperangkat ajaran tertentu bisa membawa hidup manusia ke arah yang lebih baik. Ini berlaku untuk semua agama, ataupun ideologi yang ada di dunia.

            Beriman tidak hanya memahami ajaran, tetapi juga menghayati nilai yang terkandung di dalam ajaran itu. Misalnya di dalam agama Katolik diajarkan, bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Di balik ajaran itu terkandung nilai, bahwa manusia haruslah rendah hati, karena Tuhan saja bersikap rendah hati dengan bersedia menjadi manusia. Tuhan saja rela berkorban untuk manusia. Masa kita tidak mau berkorban untuk orang-orang sekitar?

            Orang tidak boleh hanya beriman, atau memahami nilai-nilai hidup dari imannya. Orang juga mesti menerapkan secara konsisten nilai-nilai itu di dalam hidup kesehariannya. Jika tidak diterapkan maka iman dan penghayatan nilai hanya menjadi sesuatu yang sia-sia. Dengan kata lain harus ada kesesuaian antara keimanan yang diyakini, nilai-nilai hidup yang diperoleh, dan perilaku keseharian.

            Itulah artinya menjadi orang beriman sekarang ini. Lanjutkan membaca Beriman secara Ilmiah, Mungkinkah?

Filsafat Bisnis

x4b.xanga.com

Compassionate Business sebagai Bisnis Masa Depan, Mungkinkah?

Sebuah Tinjauan Filsafat Bisnis menurut Chade-Meng Tan

Dipresentasikan dalam Pertemuan Life and Business Club

22 Mei 2011 di Surabaya.

(Diinspirasikan dan dikembangkan dari Kuliah Chade-Meng Tan di TED Talks http://www.ted.com)

Oleh Reza A.A Wattimena

             Secara etimologis (akar kata), filsafat terdiri dari philo dan sophia, yang berarti pencinta kebijaksanaan. Orang yang berfilsafat adalah orang yang mencintai kebijaksanaan, dan berusaha mencarinya di dalam kehidupan. Kebijaksanaan bukanlah suatu situasi yang sudah jadi, melainkan sebuah proses yang masih harus dicari. Seorang filsuf bukanlah orang yang bijaksana, tetapi orang yang berusaha sedikit demi sedikit untuk menjadi bijaksana dalam hidupnya.   Lanjutkan membaca Filsafat Bisnis

Dewan Perwakilan Rakyat?

visualarts.synthasite.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Notulensi Diskusi COGITO Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya 29 April 2011

            Perlukah gedung DPR yang baru dibangun? Inilah yang menjadi tema diskusi Cogito 29 April 2011 yang diadakan di Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala Surabaya. Diskusi dimulai pada pukul 08.50, dan mengambil tempat di ruang kelas Fakultas Filsafat. Beragam argumen diajukan. Lalu semuanya diuji di dalam “pengadilan akal budi” filosofis. Lanjutkan membaca Dewan Perwakilan Rakyat?

Hak Milik

thecriticalarizonan.files.wordpress.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita semua bekerja. Katanya untuk hidup. Tetapi tidak hanya hidup. Kita bekerja untuk menciptakan hidup yang berkualitas.

Salah satu tanda kualitas hidup adalah kuantitas harta milik. Semakin banyak harta milik yang ada, semakin tinggilah kualitas hidup seseorang. Inilah asumsi yang menggerakan roda konsumsi di masyarakat kita. Asumsi yang begitu saja diterima sebagai benar, tanpa pernah dipertanyakan terlebih dahulu. Lanjutkan membaca Hak Milik

Diskusi Cogito: Pembangunan Gedung DPR

Eksistensi (Menjadi Bahagia)

fineartamerica.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Filsafat Politik, Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Pada tulisan ini Anda diajak untuk menemukan siapa diri Anda sebenarnya, dan apa yang membuat Anda menjadi begitu unik. Kunci utama kebahagiaan adalah mengetahui diri sendiri, dan menerimanya apa adanya. Dengan mengetahui diri sendiri, Anda bisa memahami di mana Anda memiliki kekuatan, dan di mana kelemahan Anda. Dan dengan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, identitas yang Anda miliki tidak akan terpengaruh oleh label yang diberikan orang lain.[1] Lanjutkan membaca Eksistensi (Menjadi Bahagia)

Modus Eksistensi Beragama

http://www.happiness-after-midlife.com

Oleh Yonky Karman

Fanatisme beragama kini menyeruak di ruang publik. Agama terang-terangan dipakai dalam proyek delegitimasi ideologi dan hukum negara. Negara dianggap sekuler, pejabatnya dajal, hukumnya bertentangan dengan agama, dan polisinya tentara setan.

Ironisnya, pemerintah dan organnya sibuk menghakimi kelompok agama yang secara ideologis tak berbahaya. Namun, radikalisme agama dalam bentuk kekerasan dan subversif tidak ditindak tegas. Lanjutkan membaca Modus Eksistensi Beragama

Kelas Atas Kita

http://www.zandlgroup.com

Oleh Bre Redana

Ada profesi yang pada dirinya tak melekat pengertian bekerja, yakni ”selebriti”. Cita-cita menjadi selebriti, kata remaja cantik. Televisi sering mengucapkan, dia adalah selebriti. Dia telah menjadi selebriti. Lanjutkan membaca Kelas Atas Kita

Mahluk yang Merasa

Oleh Reza A.A Wattimena

Resensi Buku
Brooks, David, The Social Animal: The Hidden Sources of Love, Character, and Achievement, Random House, New York, 2011, ISBN: 978-1-4000-6760-2

Rob dan Julia berjumpa. Entah bagaimana –tanpa pertimbangan rasional sedikit pun- mereka merasa, bahwa mereka telah menemukan pasangan jiwanya. Tak lama mereka makan malam. Waktu berlalu mereka pun menikah. Mereka melahirkan seorang putra, dan menjadi sebuah keluarga. Lanjutkan membaca Mahluk yang Merasa

Bersama yang Tersalib dan yang Terguncang

http://www.philvaz.com

Oleh Martin Lukito Sinaga

Kompas 21 April 2011

Guncangan dahsyat akibat gempa di Jepang, Maret lalu, bersama tsunami yang mengikutinya masih membekas.

Malah, dengan kebocoran reaktor nuklir di Fukushima, bencana itu sungguh tertoreh dalam kehidupan dan ingatan rakyat Jepang. Riaknya pun tersebar luas dan beragam. Di Jerman, reaktor-reaktor nuklir akan ditutup dan pendulum politik bergerak mendukung Partai Hijau. Lanjutkan membaca Bersama yang Tersalib dan yang Terguncang

“Nilai 90 Untuk Pak Tik”: Soetikno Tanoko (Avia Avian Paints) dimata Alex Sanjaya

1.bp.blogspot.comOleh Reza A.A Wattimena

       Namanya Alex Sanjaya. Ia adalah saudara sepupu dari Soetikno Tanoko (Pak Tik). Kini ia tinggal di Malang bersama istrinya. Matanya bercahaya. Wajahnya tampak sehat. Kulitnya segar. Tutur katanya jelas. Alur pikirannya juga jernih.

Ia adalah anak angkat dari pamannya Pak Tik. Mereka kenal sejak lama, bahkan pernah tinggal bersama. Ketika saya ajak bicara tentang Pak Tik , ia langsung tersenyum, dan matanya semakin bercahaya. Terlihat sekali betapa ia menyimpan rasa hormat sekaligus bangga dengan saudaranya tersebut.   Lanjutkan membaca “Nilai 90 Untuk Pak Tik”: Soetikno Tanoko (Avia Avian Paints) dimata Alex Sanjaya

Politik yang Bermartabat

jamigold.com

Oleh F Budi Hardiman

Izinkanlah saya mengutip nasihat seseorang dari lima abad silam yang paling banyak dihujat sekaligus diikuti dalam politik: Niccolo Machiavelli. ”Membunuh sesama warga, mengkhianati kawan, curang, keji, tak peduli agama,” demikian tulisnya, ”tidak dapat disebut kegagahan. Cara-cara macam ini dapat memenangkan kekuasaan, tetapi bukan kemuliaan.”

Gloria, itulah martabat dalam politik. Politik yang bermartabat tak digerakkan semata-mata oleh nafsu pencarian kekuasaan. Martabat memancar dari tindakan otentik yang penuh kedaulatan dari seorang pemimpin berkarakter. Itulah kemuliaan yang membuat dirinya dihormati rakyatnya. Sisi gagasan tentang martabat ini jarang dicermati para pembaca yang telanjur menilai Machiavelli sebagai guru kelicikan politis. Lanjutkan membaca Politik yang Bermartabat

Indonesia dan Demokrasi Mbulet

http://www.hemmy.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Mbulet itu artinya membingungkan, berbicara berputar, dan sulit dipercaya. Orang berbicara namun membuat orang lain bingung. Orang bertindak juga dengan memaksa orang lain untuk memutar otak, dan bingung. Setiap buih kata yang keluar hanya menghasilkan kegelapan bagi orang sekitar yang mendengar. Lanjutkan membaca Indonesia dan Demokrasi Mbulet