Keadilan untuk Semua? Sebuah Tantangan

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden Cikarang, dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Naskah pemancing diskusi untuk Acara Diskusi dan Peluncuran Buku “Keadilan untuk Semua?” pada Rabu 26 Juli 2017 pukul 9.15 di Universitas Presiden, Cikarang, Indonesia

Mencari dan mempertahankan keadaan yang adil, itulah salah satu tantangan abadi di dalam kehidupan manusia. Plato sendiri, salah satu filsuf terbesar di dalam sejarah Filsafat Barat, juga menegaskan, bahwa keadilan merupakan keutamaan terpenting yang bisa dimiliki manusia. Kehidupan pribadi dan kehidupan bersama bisa berjalan lancar, jika ditata dengan adil. Sejahat apapun orang, namun jika ia bisa bersikap adil, maka kejahatannya akan menjadi relatif di hadapan sikap adilnya tersebut.

Sebagai sebuah keutamaan yang penting, keadilan juga memiliki beragam makna. Arti dari keadilan juga menentukan, bagaimana keutamaan tersebut dibentuk dan dikembangkan di dalam diri manusia. Pemahaman tentang keadilan juga berubah seturut dengan perubahan kehidupan manusia. Salah satu pertanyaan terpenting di sini adalah, apakah ada yang disebut sebagai konsep keadilan universal, ataukah keadilan amat tergantung dari pemahaman masing-masing orang dan kelompok yang memiliki latar belakang sosialnya masing-masing? Lanjutkan membaca Keadilan untuk Semua? Sebuah Tantangan

Dari Yunani sampai Tibet: Tentang Jalan Tengah Kehidupan

The Labyrinth Institute

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang, dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Menjadi ekstrimis di abad 21 adalah sebuah godaan besar. Orang berpikir hitam putih tentang banyak hal, sesuai dengan versi mereka. Tidak ada usaha untuk berpikir kritis untuk mempertanyakan anggapan-anggapan di dalam diri. Menjadi ekstrimis itu mudah, karena memang orang tak perlu banyak berpikir.

Menjadi radikal di abad 21 juga gampang. Kata radikal, sejatinya, menggambarkan usaha untuk mencari akar (radix) dari pemahaman tertentu. Namun, di abad 21, kata itu menggambarkan orang-orang yang justru tak pernah sampai ke akar pemahamannya, sehingga jatuh pada kedangkalan berpikir. Lanjutkan membaca Dari Yunani sampai Tibet: Tentang Jalan Tengah Kehidupan

Peluncuran dan Diskusi Buku: Keadilan untuk Semua?

Kami mengundang anda semua.

Silahkan datang dengan terlebih dahulu mengabari ke email library.program@president.ac.id

Kami tunggu kedatangan anda. 

 

Poster Peluncuran Buku Keadilan

Dunia Pasca Fakta

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Dunia memang terus berubah. Kadang, perubahannya begitu cepat, sampai tak masuk akal lagi. Di tahun 2016 lalu, kata masyarakat pasca fakta (postfaktische Gesellschaft) menjadi kata tahun ini di Jerman. Di tahun 2017 ini, yang mengalami keadaan “pasca fakta” bukan hanya masyarakat Jerman, tetapi juga dunia.

Di dalam dunia pasca fakta (postfaktische Welt), kebenaran tak lagi penting. Yang dicari adalah kehebohan sesaat. Politisi bisa memenangkan pemilu bukan karena ia berpijak pada nilai-nilai kebenaran, melainkan karena ia mampu menghibur massa dengan kebohongan dan kehebohan yang dangkal. Orang bisa menjadi pemimpin organisasi, bukan karena ia mampu memimpin dengan prinsip-prinsip yang benar, melainkan karena ia mampu berkelit dalam kebohongan dan tipu daya, sehingga mempesona penguasa. Lanjutkan membaca Dunia Pasca Fakta

Belajarlah Kepemimpinan dari… Air

Caucasian mid adult professional business woman holding up blank dry erase board in front of her face.

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang, dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Air adalah unsur terkuat di bumi. Ia mampu memadamkan apapun. Dalam jumlah  yang cukup, panas bumi pun bisa dipadamkannya. Ia bersifat lembut, lentur namun amat perkasa.

Ini sejalan dengan kebijaksanaan Timur kuno. Kekuatan tertinggi tidak datang dari sikap garang, atau marah, melainkan dari kelembutan, seperti air. Sikap lembut berarti menerima apapun yang terjadi, tanpa memilih. Dari keterbukaan total semacam itu, lahirlah rasa welas asih dan kebijaksanaan. Lanjutkan membaca Belajarlah Kepemimpinan dari… Air

Apa Permainanmu?

s.aolcdn.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang, Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Dunia ini… panggung sandiwara.. ceritanya mudah berubah…. Begitulah lirik lagu rock klasik Indonesia yang berjudul panggung sandiwara.  Ada untaian kebijaksanaan di dalam lirik tersebut. Memang, setiap orang memiliki peran di hidup ini. Namun, peran ini tidaklah tetap, melainkan terus berubah, sesuai keadaan.

Hidup ini bagaikan bermain sinetron. Kadang, kita memainkan peran orang yang berhasil. Kadang, kita memainkan peran orang yang gagal. Tak ada yang abadi. Lanjutkan membaca Apa Permainanmu?

Karya Terbaru: “Under the Same Sun”: The Roots of Cosmopolitanism in Stoic Worldview

19397157_10154858804932017_755277151037130867_n

“Under the Same Sun”: The Roots of Cosmopolitanism in Stoic Worldview

Oleh Reza A.A Wattimena, Dosen di Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang, dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

dalam AEGIS Journal of International Relations. School of International Relations, President University, Indonesia,

19424102_10154858804942017_5309257007079080670_n19424141_10154858804902017_152108208760457418_n