Kelas Menengah Jakarta di Tepi Jurang yang Bersih, April 2026
Oleh A. Rahadian
Di sebuah kedai kopi kecil di gang belakang Setiabudi, diapit kontrakan tiga lantai dan gerobak jagung manis yang asapnya naik pelan di pagi hari, seorang perempuan berusia tiga puluhan duduk dengan laptop yang sudah menyala sejak tadi. Di sebelah kirinya, tukang es krim Walls mendorong gerobaknya pelan tanpa tergesa. Di sebelah kanan, tukang seblak baru menyalakan kompor. Kedai ini tidak punya nama yang terkenal, tidak punya interior yang difoto orang, tidak punya playlist yang dikurasi. Yang ada hanya meja kayu, kipas angin, WiFi yang lumayan, dan kopi susu seharga dua puluh ribu yang rasanya tidak perlu dipertanyakan.
Perempuan itu membuka tiga tab. Spreadsheet anggaran. Berita soal blokade Selat Hormuz yang kembali memanas. Lowongan kerja yang sudah ia buka sejak seminggu lalu tapi belum pernah ia klik tombol apply. Lanjutkan membaca Kita Baik-Baik Saja (Bohong)



















