Pada dekade 1980 dan 1990-an, saya menjalani pendidikan dasar dan menengah di Jakarta Timur. Sekolah saya tepat berada di pinggir Kali Ciliwung. Setiap hujan deras, banjir pasti terjadi. Sekolah saya pun tenggelam, dan kami libur sekolah untuk beberapa hari.
Ketika masuk sekolah kembali, kami harus bersih-bersih. Begitu banyak kotoran tersisa, mulai dari sampah plastik sampai dengan kotoran manusia. Pada dekade 1990-an, sejauh pengalaman saya, masih banyak orang buang air di kali Ciliwung yang membelah Jakarta. Sungai ini langsung beririsan dengan banyak perkantoran modern, sekaligus gedung-gedung milik lembaga resmi negara. Lanjutkan membaca Demokrasi “Berak di Kali”



















