Kritisisme Kedangkalan

Oleh Reza A.A Wattimena

Siapa yang tak menikmati keindahan sekuntum bunga? Warnanya indah. Baunya harum. Bunga kerap menjadi simbol cinta dan keindahan yang membahagiakan hati manusia.

Namun, bunga tak datang dari langit. Ia datang dari tanah dengan berbagai macam campuran yang ada. Jika anda ingin bunga, maka anda harus bekerja dengan tanah, dan segala campurannya, seperti pupuk, air dan sebagainya. Anda harus berani mengotori tangan anda. Lanjutkan membaca Kritisisme Kedangkalan

Iklan

Publikasi Terbaru: Mendidik Integritas

Marisol García Pulgar

KONSEP KESATUAN PRIBADI (EINHEIT DER PERSON) DI DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN JULIAN NIDA-RÜMELIN

Oleh Reza A.A Wattimena

dimuat dalam 

Studia Philosophica et Theologica, Vol. 18 No. 1, Maret 2018

Abstrak

Tulisan ini menjabarkan inti pandangan Julian Nida-Rümelin tentang konsep kesatuan pribadi sebagai proses pendidikan integritas di dalam tradisi pendidikan humanis. Metode yang digunakan adalah analisis kritis terhadap tulisan Nida-Rümelin di dalam buku Philosophie einer humanen Bildung, sekaligus dengan mengacu pada penelitian yang telah dilakukan oleh penulis artikel ini sebelumnya. Beberapa tanggapan kritis juga akan diberikan terhadap pandangan Nida-Rümelin ini. Mendidik integritas berarti mendidik manusia dalam keseluruhan unsur dirinya. Ia menciptakan keseimbangan yang merupakan hal yang amat penting di dalam tradisi pendidikan humanis.

Kata-kata kunci: Integritas, Kesatuan Pribadi, Pendidikan Humanis

Silahkan diunduh disini: Mendidik Integritas, Studia vol 18 no. 1 Maret 2018-29-39-1-10