Tentang Menikah dan Punya Anak, Sebuah Pertimbangan Kritis

In These Surreal Times: Detecting Fake Reality with Pawel Kuczynski by  Shana Burleson
Pawel Kuczynski 

Satu lagi sahabat saya bercerai. Kata-kata kasar diungkapkan oleh dua orang yang dulunya saling mencinta. Dendam masa lalu diangkat keluar, terurai dalam pukulan dan air mata. Anak, yang sama sekali tak bersalah, harus menjadi saksi, dan mendekap luka di hati.

Setiap ada undangan pernikahan, saya selalu kagum. Di jaman seperti ini, orang masih berani menikah? Saya sudah mencobanya, dan lolos darinya. Saya bercerai, tanpa anak.

Lanjutkan membaca Tentang Menikah dan Punya Anak, Sebuah Pertimbangan Kritis

Zen di dalam Drama Keluarga

WhatsApp Image 2019-12-23 at 09.53.38
Ilustrasi Karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Jika anda sudah merasa tercerahkan, cobalah hidup bersama keluarga anda. Begitulah kata-kata seorang Zen master terhadap muridnya, setelah ia mendapat pencerahan. Hidup di dalam keluarga tak selalu seperti di dalam surga. Salah kata dan salah sikap bisa memicu konflik panjang yang menyesakkan jiwa.

Kita semua lahir di dalam keluarga. Keluarga bisa menjadi sumber kebahagiaan yang besar. Namun, ia juga bisa menciptakan derita tiada tara. Bahkan, menurut data yang dikumpulkan oleh UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) pada 2017, dari seluruh perempuan yang menjadi korban pembunuhan, 58% diantaranya terbunuh oleh anggota keluarganya sendiri. Lanjutkan membaca Zen di dalam Drama Keluarga