Jurnal Terbaru: Mencintai Secara Sempurna, Memahami Kaitan Antara Yesus dan Ajaran Sufi Islam

Sufi Islam: What you need to know | Middle East| News and analysis ...
DW

Oleh Reza A.A Wattimena

Mungkinkah manusia mencintai dengan sempurna? Pengalaman seringkali berbicara berbeda. Orang mencintai dengan ego dan kelekatan. Orang mencintai dengan kepentingan diri tersembunyi.

Akibatnya, cinta menjadi cacat. Cinta menjadi transaksi. Ketika kegagalan terjadi, cinta berubah menjadi benci. Cerita lama yang tak kunjung berubah di dalam hidup manusia. Lanjutkan membaca Jurnal Terbaru: Mencintai Secara Sempurna, Memahami Kaitan Antara Yesus dan Ajaran Sufi Islam

Seks dan Zen

Ilustrasi Karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Lebih dari 13 tahun, saya mengajar filsafat di berbagai perguruan tinggi. Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu secara kritis, sampai ke akarnya. Tema seks pun kerap kali muncul, terutama dalam kuliah terkait manusia. Lucunya, setiap kali berbicara soal seks, banyak mahasiswa malu tersipu-sipu, atau merasa cemas.

Mengapa? Karena di masyarakat kita, seks adalah barang tabu untuk dibicarakan. Hampir semua agama berbicara soal melarang atau membatasi seks. Hukumannya pun kejam, yakni api neraka bagi yang melanggar. Karena mutu pendidikan kita yang rendah, sehingga pikiran kritis dan rasional itu dianggap berbahaya, maka orang pun patuh buta pada ajaran terbelakang semacam itu. Lanjutkan membaca Seks dan Zen

Jika Kamu Mencintai Aku, Jangan Ciptakan “Aku”

Ilustrasi karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Jika kamu mencintai aku, jangan ciptakan “aku”. Begitulah kata Ajahn Amaro, seorang Bikkhu Buddhis, ketika diminta berbicara soal cinta. Saya langsung menampilkan kutipan itu di beberapa media sosial pribadi. Beberapa teman langsung bertanya, apa artinya? Saya tergelitik untuk memberikan jawaban.

Ini adalah soal cinta. Tema abadi dalam hidup manusia yang menjadi inspirasi untuk sejuta lagu, film, buku maupun puisi. Siapa yang tak suka, ketika cinta datang berkunjung? Hati berbunga, dan hari terasa seperti bernyanyi, tanpa ujung. Lanjutkan membaca Jika Kamu Mencintai Aku, Jangan Ciptakan “Aku”