Biodata Penulis

IMG_7643Reza A.A Wattimena

(Reza Alexander Antonius Wattimena)

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang.

Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS).

Pendiri Program Pengembangan Diri dan Pengembangan Organisasi “Sudut Pandang“.

Penulis dan Peneliti di bidang Filsafat Sosial-Politik, Pengembangan Organisasi dan Kepemimpinan, Filsafat Ilmu Pengetahuan serta Filsafat Timur.

Doktor dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München Jerman dengan disertasi berjudul Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung.

Karya yang telah diterbitkan:

  1. Massa dan Kuasa (Jurnal Driyarkara, 2006)
  2. Melampaui Negara Hukum Klasik (Jurnal Driyarkara, 2005)
  3. Keutamaan Stoa (Jurnal Melintas, 2007)
  4. Melampaui Negara Hukum Klasik (2007)
  5. Filsafat dan Sains (2008)
  6. Filsafat Kritis Immanuel Kant (2010)
  7. Bangsa Pengumbar Hasrat (2010)
  8. Filsafat Perselingkuhan sampai Anorexia Kudus (2011)
  9. Filsafat Kata (2011)
  10. Ruang Publik (artikel dalam buku, 2010)
  11. Menebar Garam di atas Pelangi (artikel dalam buku, 2010)
  12. Membongkar Rahasia Manusia (editor, 2010)
  13. Metodologi Penelitian Filsafat (editor dan penulis, 2011)
  14. Filsafat Ilmu Pengetahuan (editor, 2011)
  15. Filsafat Politik untuk Indonesia (editor dan penulis, 2011)
  16. Penelitian Ilmiah dan Martabat Manusia (2011)
  17. Etika Komunikasi Politik (artikel dalam buku, 2011)
  18. Filsafat Anti Korupsi (2012)
  19. Menjadi Pemimpin Sejati (2012)
  20. Menjadi Manusia Otentik (2012)
  21. Tuhan dan Uang (artikel dalam buku, 2012)
  22. Komunitas Politis: Fenomenologi Politik (Jurnal Arete, 2012)
  23. Pendidikan Manusia-Manusia Demokratis (Jurnal Arete, 2012)
  24. Dunia dalam Gelembung (2013)
  25. Filsafat Sebagai Revolusi Hidup (2015)
  26. Matamatika (penulis bersama Falensius Nango dan Fransiskus, (2015)
  27. Bahagia, Kenapa Tidak? Sebuah Refleksi Filosofis (2015)
  28. Manusia dan Kekerasan Massa (Jurnal Filsafat Wisdom 2011)
  29. Menuju Indonesia yang Bermakna (Jurnal Studia 2011)
  30. Ekonomi Kesejahteraan Publik (Jurnal Respons 2013)
  31. Filsafat Pendidikan Humboldt (Jurnal Melintas 2014)
  32. Koan dan Zazen (Jurnal Ledalero 2016)
  33. Multikulturalisme Nancy Fraser (Jurnal Diskursus 2008)
  34. Demokrasi: Dasar Filosofis dan Tantangannya (2016)
  35. Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung (2016)
  36. Tentang Manusia: Dari Pikiran, Pemahaman sampai Perdamaian Dunia (2016)
  37. Krisis Peradaban sebagai Krisis Akal Budi Dialog dengan Pemikiran Edmund Husserl di dalam Die Krisis der europäischen Wissenschaft und die transzendentale Phänomenologie, eine Einleitung in die phänomenologische Philosophie (Jurnal Studi Philosophica et Theologia STFT Malang, 2015)
  38. Meneropong Perkembangan Demokrasi di Indonesia (Harian Kompas, 2016)
  39. Feodalisme sebagai Musuh Demokrasi (Harian Kompas, 2009)
  40. Zaman Omdo (Harian Kompas, 2014)
  41. Humanisme Lentur untuk Kemanusiaan (Harian Kompas, 2012)
  42. Supir Taksi, Globalisasi dan Rekonsiliasi (Proceeding Seminar Globalisasi, 2016)
  43. Melampaui Penderitaan, Menuju Kebebasan: Zen, Pandangan Hidup Timur dan Jalan Kebebasan (akan terbit 2016/2017)
  44. Pendidikan Filsafat untuk anak (Jurnal Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2016)
  45. Ecocity for Jakarta: Historical and Conceptual Approach, Jurnal Perkotaan Atma Jaya. (2016)
  46. Manager/Filsuf: Menata Dunia dengan Perspektif Filosofis (2017)
  47. Perspektif: Dari Spiritualitas Hidup sampai dengan Hubungan Antar Bangsa (2017)
  48. Kami Juga Ada (Harian Kompas, 18 Februari 2017)
  49. “Wake Up and Live”, Cosmopolitan in Oriental Worldview, (Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan, Bandung, 2017)
  50. “Under the Same Sun”, Cosmopolitan in Stoic Worldview,  (AEGIS Journal of International Relations, will be published in 2017)
  51. Agama dan Perdamaian Dunia (Artikel dalam buku, akan terbit 2017)
  52. Manusia Kosmopolis (Proceeding Seminar, Universitas Pendidikan Indonesia, akan terbit 2017)
  53. Jalan Panjang Menuju Perdamaian: Genosida Darfur dan Diplomasi Uni Afrika (artikel dalam buku, akan terbit 2017)
  54. Kosmopolitanisme, Akal sehat dan pendidikan kita, (Artikel dalam buku, 2017)
  55. Globalisation and World Citizenship (Proceeding International Conference, akan terbit 2017)
  56. Esei-esei Keadilan untuk Ahok (Bersama beberapa sahabat, 2017)
  57. Terorisme dan Transendensi (terbitan bersama untuk Jurnal Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta)
  58. Tolerance and Education: Developing Tolerance as A Way of Life in Indonesia (ASC Journal 2017)

Juga aktif menulis di jurnal-jurnal ilmiah, www.industry.co.id  dan artikel populer di www.rumahfilsafat.com

233 tanggapan untuk “Biodata Penulis”

  1. ajib… huiebat teman saya ini.. kapan professornya za? sekarang di Surabaya ya pak Dosen? salam hormat dan sehat selalu… jangan keseringan begadang mikirin filsafat ya… GBU (if God is still one of your truth ideas). Leo Jojon

    Suka

      1. Salam kenal saya kiki dari salatiga jateng bang..
        abang reza jenius sekali banyak mengulas banyak hal tentang filsafat 😀
        boleh minta tanggapan abang reza soal video ini bang.. Terima kasih 😀

        Suka

      1. Video ini akan menjelaskan bagaimana anda menjadi seperti sekarang ini, bahwa kehidupan kita semua sudah ditetapkan oleh semesta/sang maha kuasa..

        siapapun yang memiliki nasib kurang baik, buruk, atau bahkan nasib yang terburuk sekalipun agar sadar, bahwa nasib buruk yang sedang mereka alami merupakan bagian dari takdir yang memang seharusnya terjadi, agar mereka lebih dapat menerima dan bersyukur atas keadaan dan kondisi nasib yang sedang mereka jalani. Sehingga mereka dapat hidup dengan lebih baik tanpa ada beban tekanan depresi.

        Terima kasih sudah menyebarkan 🙂

        Suka

      2. Terima kasih atas linknya. Jangan membuat baik dan buruk. Jangan juga membuat takdir. Semua hanyalah konsep. Lepaskan semua konsep. Lepaskan semua pikiran. Kembali kesaat ini. Sadari saat ini. Jika anda bisa hidup dalam kesadaran disini dan saat ini, baik atau buruk, tidak ada masalah. Semua bisa dipakai untuk menolong semua mahluk. Ok?

        Suka

  2. salam pak reza saya rendy dari madiun
    gini pak saya ada tugas matakuliah Perilaku Organisasi dan saya dpt jatah bagian Merencanakan Masa Depan. Saya mencari artikel tentang itu tapi baru sedikit mohon bapk kasih materi atau bahan tentang matakuliah itu karena saya tadi ada materi kuliah bpk yg menyinggung tugas saya…. terim kasih
    mohon bantuannya..

    Suka

  3. Salam kenal Bung!!!
    Saya, Andreas, tinggal Di Bima, NTB
    saya suka baca apa saja, termasuk tulisan bung yg menyangkut Bpk “TIK”, Soetikno Tanoko,
    saya tidak kenal siapa pak Tik, yg penting pengalaman sepanjang hidupnya
    Kalo tdk keberatan ada alamat email saya yg saya cantumkan
    terima kasih
    G B U

    Suka

  4. Salam kenal Mas Reza. Saya sulit memahami filsafat. Bagaimana caranya supaya saya senang dan faham dengan ilmu ini ? terima kasih jawabannya.

    Suka

      1. Salam, kalau emang perlu pemikir2 kritis di indonesia. Tolong saling berbagi ilmu, apa yg harus dipersiapkan agar kritis seperti anda pak?

        Suka

  5. Pak Reza ytk.
    Saya senang membaca tulisan-tulisan anda. Ada yang ingin saya tanyakan ttg filsafat kehidupan. Apa anda boleh tuliskan ttg filasafat kehidupan di mana gereja menolak kontrasepsi tetapi membolehkan birth control disangkutkan dengan pengikatan tuba (bukan pemutusan permanen) sehingga makna prokreatif dan unitif sebenarnya tidak dihalangi. Terima kasih sebelumnya.
    Salam

    Suka

    1. Terima kasih. Saya kurang tahu soal ajaran Gereja tentang kontrasepsi. Namun saya berpendapat bahwa penggunaan kontrasepsi buatan sungguh harus dibatasi, karena bisa menimbulkan kelainan hormon, dan bahkan kanker.

      Suka

  6. Selamat Pagi, Bung Reza. Saya Ramayda Akmal, mahasiswi sastra FIB UGM. Saya sedang menulis tesis dengan beberapa konsep Zizek. Tulisan-tulisan Anda sangat membantu saya memahaminya. Bagaimana cara supaya saya bisa membaca lengkap tulisan Anda tentang Subjek Dialektis Zizek? Terima kasih.

    Suka

  7. Selamat malam, Mr. Reza.

    Saya tertarik dengan konsep-konsepnya Gilles Deleuze dalam tulisannya yang membahas tentang BOW. Ini teori sulit banget dan semoga Bapak dapat memberikan pencerahan.

    Kalau boleh tolong dong di email ke saya bentuk ‘aufklarung’ itu.

    Terima kasih.

    Suka

  8. salam kenal pak reza..saya lagi belajar tentang zizek. bisa tidak saya mendapatkan tulisan pak reza tentang zizek? (subjek dialektis zizek). saya tinggal di polewali, sebuah kota kecil di provinsi sulbar. saya sangat berharap pak reza dapat membantu saya. terima kasih sebelumnya.

    Suka

  9. masih muda sudah banyak buku abang satu ini. aku yakin, suatu saat, frater reza akan jadi pemikir besar negeri ini. mungkin lebih dari f.budi hardiman, ignas kleden, bambang sugiharto. hehehe. selamat berkarya, frater. 🙂

    Suka

  10. Selamat Malam Mas Reza
    Saya sudah beli buku Anda yang berjudul “Melampaui Negara Hukum Klasik”. Saat ini saya sedang menyusun tugas mengenai diskriminasi terhadap masyarakat adat. Saya membutuhkan materi tentang bagaimana memanusiakan manusia, saya sudah baca dari Prof Driyarkara, namun saya ingin mendapatkan bahan lebih khusus tentang manusia Indonesia. Terima kasih bantuannya
    Salam
    Sukirno.

    Suka

  11. Salam kenal pak Reza. Saya kagum dengan tulisan2 filsafat bapak, terkhusus tentang Ricuer yg bapak tulis di Majalah Basis. Saya sedang bergelut dengan Simbol-simbol Kejahatan Ricouer. Bisakah saya minta penjelasan lebih tentang simbol-simbol Ricouer? Bagaimana menjelaskan simbol Noda sebagai sesuatu yang ada di luar manusia? TK pak

    Suka

  12. Salam kenal pak Reza. Saya Alhamudin Sitorus, mahasiswa kriminologi UI. Saya sedang menulis skripsi ttg kejahatan dalam sudut pandang eksistensialisme sartre.. Tulisan-tulisan bpk sgt membantu sy memahami eksistensialisme.. ada beberapa hal yang ingin sy tanyakan mengenai kebebasan sartre.. apakah hukuman “mematikan” eksistensi manusia? jika ya, perlukah hukum? trm ksh sblmnya

    Suka

    1. Terima kasih. Salan kenal Pak Sitorus. Tema skripsi anda amat menarik. Menurut saya, hukum tetap perlu untuk mengelola hidup bersama. Justru sebaliknya, menurut saya, hukum, yang adil dan diterapkan secara konsisten, justru bisa mengembangkan eksistensi manusia. Untuk bisa menjadi otentik dan bahagia, eksistensi manusia membutuhkan eksistensi manusia lainnya. Hukum berfungsi untuk mengelola hubungan dari berbagai manusia tersebut secara adil dan konsisten.

      Suka

  13. Hai Pak Reza, Salam kenal. Saya baru saja mengenal filsafat dan ada tugas; senang sekali membaca tulisan bapak untuk menjadi referensi tugas diskusi saya.
    Semoga kesuksesan dan kesehatan yang baik selalu menyertai bapak.

    Suka

  14. Slm kenal buat p. Reza,,, Pak gmn bisa dapatkan buku karya p. Reza tentang Martabat Manusia. >?????. Bisa g’ mnt di kirim lwt paket, nnt fulus-nya gua transfer. d/a Jl. Plaosan 725 Kersikan Bangil Pasuruan an:Sdr. Abid

    Suka

  15. salam kenal pa reza,,,saya senang sekali membaca tulisan-tulisan anda,,,terus menulis pa,,,saya ingin belajar bersama pa reza

    Suka

  16. salam kenal mas Reza..nama saya Fahrurrozi , biasa dipanggil ozi. saya merasa beruntung bisa “menemukan” Rumah Filsafat. sudah sejak lama, bahkan sejak SMA, saya sudah tertarik dengan filsafat meskipun belakangan gairah saya untuk menyelami filsafat agak berkurang. mudah-mudahan dengan membaca tulisan-tulisan mas reza, saya lebih mudah memahami filsafat. terima kasih

    Suka

  17. salam kenal pak,,,saya senang membaca tulisan2 bpk..saya sedang tertarik memepelajari filsafat dan tokohnya,,,saya tertarik ingin membaca buku bpk tentang filsafat kritisisme kant,,knalo boleh saya minta info ama penerbit buku bpk dan referensi tentang kant yang lainya pak,,soalnya saya tinggal di daerah yang kesulitan mencari referensi. trimakasih…

    Suka

  18. salam kenal pak Reza. Saya suka sekali membaca karya-karya Anda di situs ini, cukup lugas dan bahasanya mudah dimengerti untuk pemula seperti saya. Perkenalkan saya lulusan Kriminologi UI, saat ini bekerja di Kementerian Hukum dan HAM. Saya saat ini sedang menulis tentang penyalahgunaan narkotika, ditinjau dari sisi kriminologis-filosofis. Saya menggunakan pemikiran empirisme terutama pemikiran John Locke (Essay Concerning Human Understanding) sambil dikaitkan dengan pemikiran aliran positivisme dalam kriminologi yaitu teori Differential Association dari Edwin Sutherland. Apakah ada tulisan-tulisan Bapak mengenai John Locke terutama pembahasan mengenai ide-ide simpel dan kompleks, pembentukannya dan proses terbentuknya sebuah pengetahuan? Jika ada, saya mohon bantuannya karena saya sedikit mengalami kesulitan dalam memahami Locke. Mungkin suatu saat kita bisa berkolaborasi 🙂
    Terima kasih.

    Suka

  19. Salam kenal Pak Reza. Perkenalkan saya Muja, pen-share tema2 filsafat di Universitas islam negeri makassar (dulunya dikenal IAIN, skr konversi menjdi UIN). Sebagai bagian dr institusi pendidikan yg memiliki tanggung jawab moral, sy memiliki kekhawatiran terhadap eksistensi jurusan filsafat di kampus saya, ini karena kurangnya peminat penstudi filsafat, antara alasan mereka yg tdk tertarik dgn jurusan ini ialah filsafat itu susah, tdk jelas, n tdk marketable. Berdasar kenyataan ini, saya ingin share kepada Bapak, gimana kira2 solusi dr masalah ini?sorry disturb ur time and thanks for ur sharing.
    salam
    MUJA

    Suka

    1. Itu juga menjadi masalah di tempat kami. Solusinya dua. PErtama, kita harus marketing dengan cara-cara baru tentang penting dan asiknya belajar filsafat. Dua, kita harus meningkatkan kualitas pendidikan filsafat yang ada, supaya sungguh-sungguh mencerahkan dan relevan, sehingga orang tidak lagi merasa bingung dan kesulitan belajar filsafat. Itu PR besar para filsuf di INdonesia.

      Suka

  20. Halo Pak Reza, terima kasih atas hasil pemikiran yang dibagikan di mari. Berharap menjadi pengunjung setia di blog yang sangat keren ini.

    Saya adalah ’nubie’ yang ingin belajar tentang filsafat dan untuk sekarang ini tertarik untuk membaca tentang estetika dan moral. Saya ingin tahu beberapa filsuf serta materi yang Pak Reza saran dan rekomendasikan untuk belajar tentang subjek tersebut.
    Terima kasih

    Suka

  21. salam pak Reza,
    saya ingin berterima kasih atas tulisan bapak tentang “berpikir kritis bersama Bourdieu”. selama ini sy (yang tidak memiliki dasar ilmu filsafat) seringkali kesulitan dalam membaca buku-buku tentang pemikiran Boudieu. Tulisan bapak itu sederhana namun merangkum hampir semua konsep Bourdieu. walhasil mampu memberikan pemahaman praktis dan efektif bagi pemula seperti saya.
    terima kasih.
    Lina M

    Suka

  22. malam pak dosen… sblumnya saya ngucapin terima kasih atas jwban yang saya tnyakan lalu..
    mau nanya lagi ni pak,,
    pak dosen, tlong jelaskan tentang hukum kesungguhan dan hukum berfikir dalam filsafat?
    trus, putusan bersyarat itu maksud nya apa ya pak? apa bedanya putusan bersyarat secara filsafat dengan hukum?

    Suka

  23. Pak, ini salah salah satu website terbaik yang saya ketahui mengenai filsafat, saya mau bertanya mengenai motif naif-fragmatis mengejar pendidikan demi kepentingan cinta, apa yang mendasar mereka berbuat seperti itu dan dimana saya bisa dapatkan untuk landasan filosifis naif-fragmatis. Terima Kasih

    Suka

      1. Haha.. 😥
        Jadi inget, Saya dulu pernah ditanya, “Kenapa belum lulus kamu..?”
        Saya jawab : “Malu ah, kalo dipaksain lulus cepet, belum ngerti apa2, malu2in diri sendiri dan almamater..”
        ditanya lagi : “Tapi anak orang dah pada lulus, dah KERJA..”
        jawab : “..Trus… harus lulus tepat waktu, trus kerja..uang..uang..uang.. heeeeuhftt” *ceritanya self-defend
        ditanya lagi : “..lah terus apa? Emang begitu semua orang.”
        Kesimpulannya, mostly anak2 di Indonesia sudah dibentuk pikirannya seperti itu ya Pak Reza, jd ya pasti jarang sekali yang punya kecintaan murni terhadap pengembangan ilmu pengetahuan haha 😥
        Beruntung yang kuliah filsafat/theologi/semacamnya, atau yg non-filsafat tapi suka/sempat mau tahu ttg filsafat, jd bisa memaknai lebih pengetahuan.
        Salam

        Disukai oleh 1 orang

  24. selamat malam pak..
    saya adalah seorang mahasiswa yang sudah mengerti tentang filsafat.. 😀
    saya mau nanya tentang teori kebenaran dalam filsafat.
    apa sih sebenarnya cakupannya?
    bagaimana pertimbangan tentang pertanggungjawaban dari sisi filsafat ilmu tentang objek, epistemologi, dan aksilogi yang menjadi tugas kita sebagai manusia?
    terimakasih banyak sebelumnya pak.. 🙂

    Suka

    1. Ada beragam teori tentang kebenaran. Yang paling mendasar adalah korespondensi, koherensi, konsensus, dan eksistensial. Saya setuju dengan pernyataan anda, bahwa ilmu pengetahuan harus dipertanggungjawabkan di depan masyarakat, tidak hanya soal obyek kajiannya, tetapi juga metodenya, dan moralnya. Tugas kita semua sebagai manusia untuk memastikan, bahwa pertanggungjawaban itu terjadi.

      Suka

  25. Salam kenal Pak Reza, saya mersa sangat terbantu dengan tulisan2 bapak, boleh saya minta tolong kalau ada tulisan tentang martabat manusia? terimakasih sebelumnya. semoga kesehatan dan keberkahan untuk kita semua….

    Suka

  26. salam kenal pa reza,….saya senang membaca tulisan2 bp,semoga bemanfaat bagi kemajuan negara kita Indonesia. saya ingin sekali baca buku2 karya bp,tp saya tdk punya karena sulitnya toko buku Di daerah saya,..saya sangat senang jika bp berkenan mengirim soft copyannya buku2 bp…o iya pa sy adalah guru di daerah terpencil jadi sy sulit mencari buku2,khususnya buku2 karya bp, terima kasih,Tuhan memberkati anda.

    Suka

      1. pa reza terimakasih atas bantuan pencerahnnya, buku karya bp sudah saya baca ber ulang Kali, yang di dalam rumah filsafatpun demikian berulang Kali saya baca, membaca karya bp seperti membaca kitab suci. semoga saya bisa bertemu langsung dengan pa Reza kemudian belajar langsung. semoga, semoga, dan semoga…!

        Suka

  27. Dear Pak Reza… artikel tentang Bourdieu-nya sangat bermanfaat sekali. Pak, bisakah saya berdiskusi dengan anda tentang teori-teori Bourdieu? karena saya merasa informasi yang saya dapatkan dari artikel bapak maupun artikel lain belum cukup bagi saya untuk lebih memahami teori-teori bourdieu.
    Terima kasih.

    Suka

    1. halo.. terima kasih. Saya hanya menggunakan beberapa teori Bourdieu untuk kepentingan analisis, jadi tidak mendalaminya lebih jauh. Mungkin anda bisa kontak Rm Haryatmoko di Uni Sanata Dharma Yogyakarta…

      Suka

  28. salam kenal pak filosof reza, terimaksih telah dikirim tulisan2nya. saya ada sedikit persoalan yg pragmatis yg mungkin menjadi persoalan bagi mahasiswa2 filsafat saat ini, setelah lulus dari jurusan filsafat menurut anda apa pekerjaan yg pas (yg tidak melenceng dari kefilsafatan)?..selain cuma berpikir tentunya..hehe

    Suka

  29. MAU MINTA PANDANGAN NEH BUAT PERSIAPAN PROPOSAL UTK S3…BIDANG KRIMONOLOGI….KALO BISA BANTU MAS….APA YA YANG MASIH ATAU BELUM DITELITI TERKAIT KRIMINOLOGI??SAYA FIFI

    Suka

  30. Halo Pak Reza, salam kenal Pak. From blog-walking, saya menemukan website Bapak. Content-nya bagus dan bermanfaat sekali. Bapak masih mengajar di Unika Widya Mandala Surabaya? Saya alumni Unika Widya Mandala tahun 2006,Pak. Non scholae, sed vitae discimus:))

    Suka

  31. Salam kenal pak Reza, saya Rafael tinggal di Dili…
    saya senang baca tulisan-tulisan bapak…kebetulan saya alumni dari Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang

    Suka

  32. Salam Kenal Bung Reza,, beta Icad di Ambon ,,beta sangat tertarik dengan tulisan -tulisan bung Reza,, Tuhan Pakai BUng Luar Biasa,

    Suka

  33. Pak Reza, saya sedang menempuh S2 dan sedang dapat tugas mengupas pemikiran hermeneutik Gadamer. Saya baca buku Kebenaran dan Metodenya Gadamer, yang tebalnya 676 halaman, tidak ada satu halaman pun yang secara penuh saya pahami maksudnya, atau bahkan satu kalimat. Namun saya baca tulisan Pak Reza tentang pemikiran Gadamer begitu mengasyikkan dan mudah dipahami.. Sebenarnya begitu sulitkah ilmu filsafat itu? Saya juga baca beberapa penjelasan tentang hermeneutik. Menurut Pak Reza hermeneutik itu makhluk apa? Makasih Pak Reza yang murah senyum..

    Suka

    1. Hermeneutik itu pemikiran tentang pola tafsir manusia atas kenyataan. Sebenarnya sederhana dan mendalam. Coba fokus pada kata2 penting saja. Banyak hal-hal tidka penting juga di dalam buku filsafat…

      Suka

  34. syaloom pak reza, saya ibra dari papua, kebetulan saya membaca tulisan-tulisan bapak dan saya meminta bantuannya apakah bapak punya banyak sumber tentang Filsafat Hedonisme menurut Epicuros? saya sedang bergelut dengan sumber penulisan skripsi saya, yang judulnya Hedonisme Sebagai Tantangan Kesederhanaan Hidup Kaum Berjubah (Suatu Tinjauan Filsafat Hedonisme Menurut Epicuros). Perpustakaan kami minim buku-buku tentang Hedonisme, jadi mohon bantuannya.

    Suka

  35. Setelah menyelesaikan pendidikan di jerman kapan kembali ke indo?ada nomer yang bisa di hubungi kah kak reza?sekembalinya… dari jerman

    Suka

  36. Halo, pak Reza! Saya Galuh dari bogor. Saya tertarik sekali untuk belajar mengenai filsafat, tapi saya tidak tahu harus dari mana saya memulai dan bagaimana kita bisa memilih aliran atau bidang yang ingin kita kritisi? Mohon nasehat dari bapak. Terima kasih!

    Suka

    1. halo mas Galuh. Salama kenal. Coba mulai dari mengajukan pertanyaan secara kritis atas hal-hal yang tampak sudah jelas. Misalnya, mengapa saya harus salaman dengan tangan kanan? Apa alasannya? Apakah alasan itu bisa dipertanggungjawabkan?

      Suka

      1. Sekiranya bapak berkenan, bisakah bapak memberikan rekomendasi buku yang harus saya baca? Atau mungkin ada tulisan bapak dalam blog ini yang dapat saya baca mengenai dasar-dasar yang harus saya ketahui hehehe. Semoga bapak selalu sehat dan diselumuti kebahagiaan.

        Suka

      2. Salaman dengan tangan kanan adalah hasil budaya. Lagi pula ketika manusia belum mengenal apapun dia (tidak mengenal berjabat tangan) apalagi dengan keharusan dengan tangan kanan. Jadi jawabannya tidak ada yang hakiki atau kebebasan diri. Simplenya mau pakai kanan-mau pakai kiri bebas. cuman di zaman saya bernafas sekarang hukum budaya saya menganjurkan ‘kanan’ karena alasannya tentang “kesopanan”. tapi tidak terpaku pada keharusan itu.

        karena saya memiliki wajah dan budi supaya terlihat sopan alangkah baiknya pakai tangan kanan. ada sebab dan akibat. jika kita berjabat tangan dengan tangan kiri mungkin manusia sekarang akan menyebut kita tidak sopan, Kesimpulannya itu semua kembali pada diri sendiri tentang keharusan atau tidaknya berjabat tangan memakai tangan kanan.

        kemungkinan berjabat tangan dengan tangan kanan di karenakan refleksi manusia lebih kuat tangan kanan di banding tangan kirinya. atau sebaliknya mungkin jika semua manusia kidal kemungkinan budaya jabat tangan akan menggunakan tangan kiri wkwkwk

        Pertanyaan baru muncul pada diri saya setelah menulis komentar ini adalah
        dari mana asal berjabat tangan
        bagaimana bisa terjadinya budaya berjabat tangan
        wkwkwk jadi males pusing lagi saya 😀 ko jadi ke sejarah ya bagaimana saya ini malah pusing sendiri mas reza

        mungkinkah sebelum ada budaya berjabat tangan ada yang sebelumnya seperti sebuah tanda perkenalan atau penghormatan di zaman dulu dan mungkin sebelumnya bukan berjabat tangan mungkin seperti adu pantat atau beradu kepala dengan pelan wkwkwkwk bodo amat ya wkwkwk

        sorry kalau jauh melenceng hehehe

        Suka

  37. Abang Reza, salam kenal. Membaca tulisan-tulisan Abang, saya senang karena banyak hal berharga yang saya dapat. Saya Eto Kwuta, sekarang masih bergumul dengan filsafat di Ledalero. Saya mau minta beberapa pendapat Abang mengenai hal esensial dalam agama, yaitu doa. Apa saja yang memengaruhi pengalaman doa kita (doa pemeluk agama) itu menjadi ekspresi keberimanan yang dangkal saat ini, karena doa tampil di ruang publik, dijadikan show besar-besaran? Saya mohon jawaban Abang. Terima kasih Sebelumnya.

    Suka

    1. Salam kenal. Saya kenal Pater Otto yang mengajar disana. Doa pada intinya adalah kontak dengan batin kita sendiri, karena Tuhan hidup di dalam batin kita. Doa massal itu bisa dilihat dengan dua cara. Yang pertama adalah sebagai ekspresi rasa komunitas. Artinya, iman sebagai sesuatu yang dirasakan bersama dalam kelompok. Yang kedua adalah sebagai penggalangan massa untuk kepentingan politik ataupun ekonomi semata. Kita harus kritis dalam hal ini.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Hehehe, ia Abang. Salam banyak dari kami. Saya juga dapatkan beberapa buku karya Abang dan itu berguna untuk tulisan skripsi saya. Sekali lagi terima kasih banyak.

        Suka

  38. Hello pak Reza. Salam kenal, saya Barli (di Tomohon-Sulut). Saya membaca beberapa artikel anda. Terima kasih untuk analisa-analisa menarik serta ulasan-ulasan yang inspiratif. Saya minta informasi pak… Bisakah bapak merekomendasi link web filsafat timur: jurnal filsafat timur, atau blog filsafat timur yang dikelolah kenalan anda, yang bisa menjadi alat bantu untuk belajar filsafat timur secara komprehensif? Mohon bantuannya jika ada. Terima kasih pak.

    Suka

  39. Selamat Malam mas Reza. Saya bisa minta softcopy dari “Tuhan dan Uang” (artikel dalam buku, 2012) & “Filsafat Ilmu Pengetahuan” (editor, 2011). Sebelumnya saya sangat berterima kasih atas kata-kata mas Reza di halaman ini. Terima Kasih banyak. Tuhan memberkati!

    Suka

  40. Tulisan Anda menceriminkan Anda berpikiran luas dan saya percaya anda orang progressive bukan conservative. Saya penasaran Apakah Anda saat ini menganut sebuah kepercayaan atau agama? Saya sangat merasa lonely hidup di negara ini, walaupun saya banyak teman, jarang ada yang memiliki pikiran luas dan terbuka. Kebanyakan orang berpikiran sempit dan tradisional, alhasil bila saya berbagi pandangan saya, saya dikucilkan, jadi saya sekarang hanya memakai topeng dan sangat terkukung. Tapi Anda memberi harapan kepada saya bahwa ada orang-orang di luar sana seperti Anda dan saya, tapi apakah banyak di Indonesia? Salam Kenal.

    Suka

  41. Selamat siang, Pak. Saya ingin menanyakan kesediaan Pak Reza untuk menulis resensi untuk esai filsafat yg akan terbit dari penerbit kami, Pionir Books. Esai tsb dikarang oleh filsuf Belanda Rob Riemen. Apabila tertarik, silakan hubungi saya lewat email: laurens [et] pionirbooks [dot] co [dot] id. Terima kasih dan saya tunggu kabarnya.

    Suka

  42. selamat malam pak reza. salam kenal saya Anis. Sangat beruntung sekali saya bisa menemukan alamat website bapak hingga setiap hari saya selalu menyempatkan waktu untuk membaca, karena saya merasa tercerahkan dengan tulisan-tulisan bapak. hingga akhirnya saya menemukan jawaban atas kebimbangan yang saya alami. Pak reza, bisakah memberikan saya referensi tentang ekonomi kesejahteraan? saya tertarik setelah membaca artikel Christian Felber, adakah referensi dari tokoh lain? terimakasih sebelumnya 🙂

    Suka

  43. salam pak reza, saya terinspirasi tulisan anda tentang fil kenikmatan marquis. saya ingin memahami perilaku negatif anak2 sd tempat kami yg 90% berlatar broken home. seakan terlihat anti moral religius (red; lingkungan mereka mayoritas preman, mantan dan anggota penghuni lapas). saya ingin memahami perilaku mereka dengan pendekatan pemikran marquis, bagaimana menurut bapak? mhon bimbinganya.

    Suka

    1. Terima kasih. Coba pahami, bahwa mereka adalah anak-anak yang kebingungan dan ketakutan. Perilaku mereka adalah ekspresi dari ketakutan dan kebingungan itu. Pemahaman ini akan melahirkan cinta. Dengan cinta, anda bisa menemani mereka dengan kelembutan. Coba hadir selalu untuk mereka dengan kelembutan. Selamat berkarya dan salam hangat

      Suka

  44. Selamat siang.
    Salam kenal Pak Reza, saya Gorby. Saya sudah baca biodata Bapak. Saya lihat banyak buku disana, bagaimana caranya supaya saya bisa mendapatkan buku-buku tersebut?
    Oh iya bapak, sekarang saya mahasiswa jurusan akuntansi Strata 1. Saya punya peluang di tahun 2017 untuk wisuda. Saya kira saya ketemu dengan blog anda ini bukan kebetulan saja. Saya senang. Terlebih saya punya minat yang sama dengan Bapak. Saya ingin menjadi dosen filsafat, dan ini baru saya putuskan beberapa hari yang lalu setelah proses yang panjang. Saya sudah mantap dengan pilihan saya, namun saya masih awam soal filsafat.
    Saya ingin menanyakan hal ini kepada Bapak, seandainya nanti saya meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya, apakah saya bisa meneruskan ke jurusan filsafat ini mengingat jurusan saya sekarang adalah akuntansi? Kemudian, dari mana saya harus memulainya?
    Sekian pertanyaan dari saya, saya akan sangat senang jika Bapak berkenan berbagi hal-hal ini dengan saya dan pembaca blog lainnya. Akan sangat banyak manfaatnya khususnya bagi saya pribadi. Terimakasih.

    Suka

      1. Terimakasih atas jawabannya pak. Saya sudah lihat buku-buku tersebut, beberapa sudah saya baca.
        Mengenai pertanyaan bapak, kenapa saya ingin menjadi dosen filsafat, sebetulnya saya punya beberapa alasan. Pertama saya sudah mencintai hal-hal yang berbau fundamental dari apa yang saya lihat dan saya jalani sejak dulu, sejak saya bisa bertanya tentang sesuatu. Biasanya orang tua saya memberikan jawabannya, namun makin kesini saya makin kurang puas dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh orang tua saya tadi. Dari sana saya banyak melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang saya rasa juga sudah dipertanyakan sejak dulu lama sekali. Kemudian saya bertemu dengan tulisan Jostein Gaarder – Dunia Sophie. Saya makin tertarik dengan hal ini, yaitu filsafat. Alasan selanjutnya, disamping filsafat ini merupakan hal yang saya suka, saya punya keinginan untuk mendidik, memberi inspirasi. Maka dari itu menjadi seorang dosen jurusan filsafat adalah pilihan saya. Disisi lain, hal yang menjadi indikasi kenapa saya ingin mendidik adalah ketika saya melihat dunia pendidikan khususnya lingkungan saya pribadi, saya menemukan bahwa mayoritas dari tenaga pengajarnya hanya “mengajar” anak didiknya, bukan mendidik.
        Saya ingin sesuatu berubah dalam diri saya, juga dalam pendidikan itu sendiri.
        Terimakasih, pak.

        Suka

  45. Selamat Siang. Kenalkan nama saya Firda. Saat ini saya sedang menyusun proposal disertasi tentang Critical Counsciousness. Saya gembira sekali sekiranya saya dapat diskusi dengan Bapak karena ada beberapa hal yang belum saya pahami. Terima kasih responnya.

    Suka

    1. salam. Silahkan berdiskusi di blog ini. Kesadaran kritis berarti mempertanyakan pengandaian-pengandaian yang telah diterima sebelumnya. Tujuannya adalah menyesuaikan cara berpikir kita dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Saya sudah sedikit bahas di diskusi dengan anda sebelumnya. Coba dilihat.

      Suka

  46. Salam kenal, Pak. Saya mahasiswa S1 jurusan Sastra dan kebetulan mendapat mata kuliah pengantar filsafat. Sebab tugas pertama saya, saya pun mampir ke blog Bapak dan tidak menyangka rupanya selama ini saya telah melewatkan banyak hal menarik untuk didalami yang bernama “filsafat”. Oh, iya Pak, saya ingin tahu apa ada filsuf lain yang sepemikiran seperti Friedrich Nietzshe, karena saya senang dengan hasil pemikiran-pemikirannya. Akhir kata, saya harap dengan rajin membaca, mempelajari, dan merenungkan hasil tulisan Bapak, maka dapat membantu saya mengenal lebih dalam mengenai filsafat dan meraih kebijaksanaan berpikir. Terima kasih atas ilmu yang dibagi.

    Suka

  47. salam sejahtera dan terima kasih untuk pemilik blog ini. Mohon bantuan, saya ingin memperdalam pengetahuan saya tentang intuisi Heidegger “onto-theo-logi” dan pembedaan “ontologis”. dalam buku Introduction to ‘ what is Metaphysics’, pathmarks, hl. 28. dalam paragraf-paragraf itu diterangkan bahwa esensi metafisika adalah cirinya yang “onto-theo-logis”. saya belum bisa menguraikaannya secara gamblang, apa maksud intuisi ini, juga dalam kaitannya dengan konsep “pembedaan ontologis” heidegger. lalu, apa kira-kira kritikan yang bisa kita sampaikan kepada heidegger mengenai hal itu, mengingat pemikiran beliau yang sangat rigor mengenai model pemikiran Barat dari Plato sampai Nietzsche merupakan sejarah Metafisika yang justru menurut Heidegger melupakan “sang ada” itu sendiri.

    mohon bantuannya, terima kasih. Salam.

    Suka

    1. Salam kenal mas. INtuisi, bagi Heidegger, adalah melihat kenyataan apa adanya, tanpa mediasi konsep yang berpijak pada metafisika Barat. Ia mendapat pengaruh ini dari Husserl, gurunya. Seluruh filsafat barat adalah kelupaan akan ada. Seluruh sejarah metafisika barat adalah sejarah kelupaan. Kelupaan itu ditandai dengan penggunaan akal budi secara sempit. Intuisi hendak melepaskan diri dari penggunaan akal budi tersebut.

      Suka

  48. Pak Reza, saya minta bantuan info referensi, saya sedang menyusun paper : relevansi pandangan plato tentang sosok pemimpin yang ideal dalam konteks kepemimpinan religius (imam).
    mungkin Pak Reza bisa memberi masukan berupa ide dan referensi, terimakasih Pak.

    Suka

    1. salam kenal. Anda harus mencari referensi sendiri. Google dan perpustakaan banyak membantu. Beberapa ide saya tentang kepemimpinan bisa dilihat disini: https://rezaantonius.files.wordpress.com/2012/07/naskah-reza-menjadi-pemimpin-sejati-b5.pdf … konsep utama Plato adalah filsuf raja, yakni pemimpin yang memiliki wawasan filosofis yang mendalam, sehingga menjadi bijak dalam berpikir dan bertindak. Keutamaan seorang filsuf adalah terang akal budinya. Sementara, keutamaan seorang agamawan adalah penguasaan ajaran agama, serta kepercayaan, atau iman. Apakah keduanya bisa berjalan berbarengan, antara akal budi filosofis dan iman agamis? Ataukah keduanya justru saling bertentangan?

      Suka

  49. Personal yang menarik dari pak Reza. Meski sudah bergelar Doktor Filsafat, keramahan dan kesantunannya patut dicontoh. Sukses selalu pak Reza. Semoga saya bisa menjadi penerusmu kelak. Menjadi salah satu pemikir untuk menyumbangkan karya bagi bangsa.

    Suka

  50. selamat malam pak, terima kasih untuk tulisan-tulisannya yang sudah sangat membantu saya. saya juga memohon bantuan bapak untuk menjelaskan kepada saya, bagaimana kritikan yang cocok atas teori Hegel tentang Roh Absolut. terima kasih.

    Suka

    1. Salam kenal. Hegel mereduksi sejarah ke dalam entitas metafisis: roh absolut. Kenyataan tak bisa dipersempit pada satu konsep seperti itu. Hegel juga masih percaya pada kemajuan sejarah. Sejarah, sebenarnya, tidak selalu bergerak maju.

      Suka

    1. Salam kenal. Hegel mereduksi sejarah ke dalam entitas metafisis: roh absolut. Kenyataan tak bisa dipersempit pada satu konsep seperti itu. Hegel juga masih percaya pada kemajuan sejarah. Sejarah, sebenarnya, tidak selalu bergerak maju.

      Suka

  51. salam kenal pak, diliat dari marga(fam) saya yakin itu punya orang maluku, kebetulan saya juga dr maluku, terimakasih pak,,, tulisan2nya sangat bermanfaat… banyak hal yang saya dapat untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah saya… salam hormat pak, sukses selalu…

    Suka

  52. selamat sore bang reza. mhon maaf bang reza saya dan rekan-rekan akan mengadakan seminar tentang filsavat. bila di izinkan saya boleh meminta kontak bang reza dan semoga bang reza bersedia menjadi narasumber kami. terimakasih banyak bang reza.

    Suka

  53. salam kenal pak reza.. saya sangat tertarik dengan tulisan anda,dan saya bersyukur mendapat website ini..bagaimana saya bisa mendaptkan karya karya yang pak reza buat. terima kasih

    Suka

  54. assalamualaikum bang… salam kenal bang..
    izin share tulisannya bang…

    sy misbah mahasiswa S1 UIN MALIKI MALANG,
    sy sangat suka tulisan-tulisan jenius bin inspiratif..

    izin share…
    tapi sy kasikkan pengantar di awal.. dan komentar di belakang..
    boleh ya bang….

    Suka

  55. Selamat pagi, Pak. Salam kenal. Saya Faisyal Manurung, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Unimed. Saya tertarik dengan filsafat ketika di semester 3. Dan saya sangat senang membaca tulisan Anda ini, Pak.

    Suka

  56. Hai pak reza salam kenal. saja mahasiswa dari Universitas Hein namotemo, prodi Filsafat keilahian, di Maluku Utara…
    Trima kasih untuj karya2 bpk..

    Suka

  57. Halo pak Reza. Terima kasih buat tulisan2nya. Sangat menginspirasi. Saya mau tanya, apakah bapak masih stay di Surabaya sekarang? Terima kasih

    Suka

  58. salam kenal pak reza.saya merasa selama ini sudah menjadi penghayat kehidupan. tapi baru sebulan ini mengenal filsafat secara mendalam sejak mengambil S3 sebulan lalu..Nah kok saya jadi tertarik filsafat..malah saya berencana setelah selesei S3 saya di bidang ilmu administrasi publik..saya akan mengisi sisa umur saya dg mendalami filsafat dg mengambil program s3 lag bidang filsafat. hal ini karena ketertarikan jiwa pribadi saya dan hobi saya..saya kok merasa penasaran dg sejarah filsafat sendiri yg terhenti di posmodern..padahal saya menemukan sumber pengetahuan manusia itu mencari jawaban samapai tdk tahu..kemudian Tuhan akan memberi tahu dia samapai kemudian dia tidak tahu..kemudian Tuhan memberi tahu dia lagi..terus sampai dia tidak tahu..

    Suka

  59. AKU PERNAH BELAJAR FILSAFAT PULUHA TAHUN YANG LALU, TETAPI TERTARIK SEKALI DENGAN KARYA TULIS SAUDARA, KARENA SEMUA MASALAH DITINJAU DARI SUDUT FILOSOFIS….MENARIK BAGI SAYA. SALAM HANGAT DARI TIMOR-LESTE.

    Suka

  60. salam kenal, saya membaca hermeneutik yg anda tulis. pertanyaannya bisakah diberikan refence asli atu buku induknya, mungkin alamat atu nama bukunya. kebetulan saya bagian jurnal, bisakah anda mengirimkan tulisan ke jurnl kami yang masih tahap belajar dan berkembang.

    Suka

  61. Salam kenal pak Reza. Kalau mau beli buku Manajer Filsuf gimana caranya ya? Sudah cari di Gramedia stocknya kosong. Sudah browsing juga nggak ketemu. Tolong dibantu dong. Salam

    Suka

  62. salam kenal pak, saya sungguh tertarik dengan tulisan bapak mengenai filsafat ini. dan kebetulan juga saya adalah seorang mahasiswa filsafat. barangkali kalau bapak berkenan memberikan sedikit tips mengenai studi keluar negeri . sekian terima kasih.

    Suka

  63. Selamat sore Pak Reza!!!
    Salam kenal.. saya sangat suka membaca artikel2 Pak Reza, terkait filsafat.
    Kalau boleh mau minta saran dari Bapak..
    Bagus mana melanjutkan pendidikan S2, Nyari kerja atau buka usaha?

    Terima kasih Pak!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s