Tentang Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Filsafat Ilmu dan Kebijaksanaan Timur. Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Zen dan Jalan Pembebasan (2017-2018), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), Cosmopolitanism in International Relations (2018), Protopia Philosophia (2019), Memahami Hubungan Internasional Kontemporer (20019), Mendidik Manusia (2020) dan berbagai karya lainnya.

Bukan Fisika Biasa

Surreal Depictions of Human Nature Versus the Universe ...

Tomasz Alen Kopera

Oleh Reza A.A Wattimena

Alam semesta bukanlah sesuatu yang tanpa pola. Ia ada dan bergerak dengan pola-pola tertentu. Akal budi manusia bisa digunakan untuk memahaminya. Inilah tujuan utama dari semua ilmu pengetahuan, yakni memahami hukum-hukum yang mengatur alam semesta.

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kekuasaan

Namun, alam semesta tak sungguh ada sebagai sesuatu yang tetap dan utuh. Ia amat terkait dengan kesadaran manusia yang mengamatinya. Penelitian-penelitian terbaru neurosains sudah menunjukkan dengan jelas, bahwa alam adalah bentukan dari kesadaran manusia. Kita adalah alam semesta, dan alam semesta adalah kita. Baca lebih lanjut