Penjilat, Pengecut dan Pejuang

Pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti Lintas Ilmu, Tinggal di Jakarta

Apa yang membuat manusia menjadi mahluk “terkuat” di bumi sekarang ini? Secara otot, ia jauh lebih lemah daripada singa, serigala bahkan anjing. Fisik manusia lemah, jika dibandingkan banyak mahluk hidup lainnya. Setiap manusia memerlukan waktu hampir 20 tahun, supaya ia bisa bertahan hidup secara mandiri sebagai manusia dewasa.

Yang membuat manusia menjadi mahluk unggul di bumi adalah kemampuannya untuk bekerja sama dengan manusia lainnya. Pendek kata, manusia mampu berorganisasi. Dengan kemampuan ini, manusia menciptakan berbagai alat yang membantu pelestarian diri sekaligus perkembangan dirinya. Kerja sama di dalam sebuah organisasi mampu mendorong manusia melakukan hal-hal yang tak mungkin dilakukan, jika ia bekerja sendiri. Lanjutkan membaca Penjilat, Pengecut dan Pejuang

Iklan

Kejujuran dan Kepercayaan

Pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti Lintas Ilmu, Tinggal di Jakarta

Tunggu dulu. Dua kata ini, yakni kejujuran dan kepercayaan, memang tampak terkait erat. Sekilas, orang akan mengira, bahwa tulisan ini akan mengajarkan hal-hal luhur terkait moralitas, yakni bahwa orang yang jujur akan mengundang kepercayaan. Saya tidak mau membahas soal itu.

Sejujurnya, dua hal ini, yakni kejujuran dan kepercayaan, bisa dilihat dengan cara berbeda. Keduanya saling bertentangan, bahkan meniadakan satu sama lain. Kejujuran terkait kebesaran hati seseorang untuk menyatakan sesuatu sebagaimana adanya. Kepercayaan terkait dengan sikap keras kepala untuk yakin pada sesuatu yang sama sekali belum jelas.   Lanjutkan membaca Kejujuran dan Kepercayaan

Paranoia Global

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti Lintas Ilmu, Tinggal di Jakarta

Ia selalu gelisah. Di dalam kepalanya, seluruh dunia adalah musuhnya. Ia merasa, semua orang membencinya. Mereka siap untuk bersekongkol untuk menjatuhkan semua usahanya.

Pikiran-pikiran semacam itu amat menyiksanya. Ia sulit untuk tidur. Makan pun terasa tidak nikmat. Karena kekalutan pikirannya ini, ia cenderung bersikap kejam tidak hanya kepada teman-temannya, tetapi juga pada keluarganya. Lanjutkan membaca Paranoia Global

Pemimpin Tanpa Kepemimpinan

2.bp.blogspot.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita memang hidup di dunia yang menarik. Banyak hal justru semakin diminati, karena ia kehilangan isi utamanya. Misalnya; bir tanpa alkohol, kopi tanpa kafein, sekolah tanpa pendidikan, hubungan percintaan tanpa komitmen, dan, yang paling menarik, pemimpin tanpa kepemimpinan. Semuanya adalah kerangka tanpa isi, namun justru menjadi gejala umum yang banyak terjadi di masyarakat kita. Tentu saja, dampaknya juga beragam.

Pemimpin adalah jabatan formal. Biasanya, orang menyebutnya sebagai manajer, bos atau direktur. Kepemimpinan adalah isi utama dari seorang pemimpin, termasuk nilai-nilai yang ia miliki di dalam membuat keputusan. Pemimpin tanpa kepemimpinan sama seperti sekolah tanpa pendidikan, itu tak berguna, dan justru menghambat perkembangan. Lanjutkan membaca Pemimpin Tanpa Kepemimpinan

Krisis Kewarasan Global

Pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang”, Peneliti di Bidang Filsafat Politik dan Pengembangan Organisasi

Beberapa minggu belakangan, beberapa belahan dunia diguncang beberapa peristiwa besar. Spanyol masih berkabung, karena serangan teroris di beberapa kotanya. Jumlah korban masih terus bertambah. Rasa takut masih tersebar luas tidak hanya di Spanyol, tetapi juga di berbagai negara Eropa.

Timur Tengah juga masih menjadi kawasan yang penuh dengan konflik. Konflik Israel dan Palestina meruncing beberapa minggu belakangan. Tindak balas dendam memperbesar skala konflik, dan menimbulkan lebih banyak korban. Perang saudara di Suriah, yang meliputi ketegangan regional sekaligus global antara Rusia dan Amerika Serikat,  juga masih jauh dari berakhir. Lanjutkan membaca Krisis Kewarasan Global

Kepemimpinan Primitif di Abad 21

                              Pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita hidup di abad 21. Segala kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dapat kita nikmati bersama. Ilmu-ilmu sosial tentang tata kelola negara dan organisasi pun sudah berkembang begitu pesat. Organisasi yang menerapkannya berkembang menjadi perusahaan multinasional yang memiliki aset milyaran dollar AS.

Abad 21 juga dipandang sebagai masa keterbukaan dan kesalingterkaitan antar bangsa. Segala bentuk diskriminasi yang diwariskan oleh tradisi, baik itu diskriminasi ras maupun gender, kini dipertanyakan ulang. Demokrasi menjadi sistem pemerintahan yang digemari di seluruh dunia. Bahkan, wacana terkait terciptanya pemerintahan demokratis global juga terus berkembang. Lanjutkan membaca Kepemimpinan Primitif di Abad 21

Seni Bersabar ala Zen Korea

                                                                           static.guim.co.uk

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Kesabaran adalah dasar dari semua keutamaan. Artinya, jika orang sabar, maka ia bisa bertindak tepat di dalam semua keadaan. Ia tidak gampang marah. Ia juga tidak gampang berbohong, hanya untuk memenuhi kepentingan diri maupun kelompoknya sendiri.

Orang yang sabar mampu mengenali semua gejolak emosi maupun pikiran yang ada di dalam dirinya. Ia pun tidak terpancing oleh semua itu, melainkan tetap berada di dalam kesadaran penuh atas dorongan pikiran maupun emosi yang ada. Tidak berlebihan jika dikatakan, bahwa kesabaran adalah kunci dari kebijaksanaan. Jika orang melatih kesabarannya, maka ia dengan mudah bisa mengembangkan keutamaan-keutamaan lainnya, seperti kejujuran, sikap rendah hati, rajin dan sebagainya. Lanjutkan membaca Seni Bersabar ala Zen Korea