Anti-Politik: Politik yang Tercabut

café babylon

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Mengapa kita begitu sering menyaksikan kebodohan di bidang politik? Seorang tokoh partai tertentu mengeluarkan pernyataan bodoh, tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Seorang wakil rakyat mengeluarkan pernyataan yang jauh dari nalar sehat dan hati nurani yang jernih. Seorang calon gubernur bersikap kasar terhadap rakyat sipil, tanpa alasan yang bisa diterima dengan akal sehat.

Hal yang sama juga terjadi dalam soal pembuatan kebijakan. Seorang gubernur yang tunduk pada tekanan preman-preman berbaju agama yang dulu mendukungnya dalam pilkada. Seorang wakil gubernur yang terus saja mengeluarkan pernyataan-pernyataan bodoh, layaknya badut politik tanpa pendidikan. Ini semua seolah menjadi hiburan-hiburan yang tak mendidik, layaknya sinetron murahan di televisi swasta.

Baru-baru ini, kita juga menerima kabar, bahwa ada persekongkolan pengacara, dokter dan wakil rakyat untuk menipu rakyat dalam soal korupsi. Racun kebodohan politik kini juga menyebar ke profesi-profesi luhur yang seharusnya melayani kepentingan masyarakat luas. Jika tak ada upaya perbaikan, racun politik ini akan terus menyebar ke beragam unsur kehidupan bersama. Apa yang sebenarnya terjadi? Lanjutkan membaca Anti-Politik: Politik yang Tercabut

Iklan

Tekno-Demokrasi, Mungkinkah?

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Tak sampai setahun Ahok meninggalkan kursi kepemimpinan ibu kota, semua seolah kembali seperti semula. Saya mengurus surat di kelurahan. Suasana begitu kacau. Puluhan orang berdiri, tanpa ada pelayanan dan pengaturan yang jelas. Kursi-kursi pegawai kelurahan tampak kosong, dan semua tampak bingung dengan pelayanan yang tak efektif dan efisien.

Semua ini dibarengi dengan tingkat korupsi, kolusi dan nepotisme yang amat dalam mencengkram birokrasi pemerintahan negeri ini. Mulai dari tender pengadaan barang, pembangunan serta perawatan infrastruktur, sampai dengan proyek E-KTP, semua dipenuhi dengan unsur kecurangan yang merugikan rakyat. Tak dapat disangkal, bahwa korupsi merupakan tantangan terbesar di Indonesia sekarang ini. Beragam program pembangunan menjadi kotor dan terancam gagal, sehingga rakyat terjebak di lingkaran kemiskinan yang akan melahirkan beragam masalah lainnya. Lanjutkan membaca Tekno-Demokrasi, Mungkinkah?

Kesehatan: Sebuah Pemahaman Menyeluruh

Marco Santos

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Semua orang ingin sehat. Mereka berdoa dan berharap, supaya Tuhan memberikan mereka kesehatan. Orang-orang yang tidak percaya Tuhan pun juga ingin sehat. Beragam cara dilakukan, supaya kesehatan bisa terjaga, sampai kematian datang menjemput.

Namun, apa itu kesehatan? Kesehatan adalah keseimbangan. Manusia yang sehat adalah manusia yang seimbang. Jika semua unsur di dalam diri seimbang, mulai dari fisik, mental sampai dengan spiritual, maka kesehatan akan secara alami tercipta. Lanjutkan membaca Kesehatan: Sebuah Pemahaman Menyeluruh

Kebebasan dan Empati

Abed Alem

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita ingin menjadi manusia bebas. Kita ingin bisa membuat keputusan kita sendiri terkait dengan hidup yang kita jalani. Kita ingin bisa berpikir bebas. Kita ingin bisa bertindak bebas, seturut dengan pilihan yang kita buat.

Kita ingin bisa memilih hobi yang ingin kita tekuni. Kita ingin bisa memilih orang yang kita cintai. Kita juga ingin bisa memilih agama yang kita anut. Namun, kebebasan juga memiliki banyak tantangan. Lanjutkan membaca Kebebasan dan Empati

“Perhatian” di 2018

Oleh Reza A.A Wattimena

Perhatian sudah menjadi barang langka sekarang ini. Begitu banyak gangguan menghantam pikiran kita setiap detiknya.

Serial film di televisi yang kita nantikan. Musik baru yang sedang hits. Gosip artis terbaru. Ini semua ditambah dengan beragamnya tawaran hiburan yang ditawarkan internet dan sosial media yang ada.

Itu semua dari luar. Ada juga gangguan dari dalam diri kita sendiri. Mereka adalah emosi, ketakutan, kecemasan, amarah, dendam, ambisi buta, kerakusan, iri hati dan sebagainya. Pikiran kita pun seringkali menipu kita dengan beragam cerita yang tak sesuai kenyataan. Lanjutkan membaca “Perhatian” di 2018