Kebebasan dan Empati

Abed Alem

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita ingin menjadi manusia bebas. Kita ingin bisa membuat keputusan kita sendiri terkait dengan hidup yang kita jalani. Kita ingin bisa berpikir bebas. Kita ingin bisa bertindak bebas, seturut dengan pilihan yang kita buat.

Kita ingin bisa memilih hobi yang ingin kita tekuni. Kita ingin bisa memilih orang yang kita cintai. Kita juga ingin bisa memilih agama yang kita anut. Namun, kebebasan juga memiliki banyak tantangan. Lanjutkan membaca Kebebasan dan Empati

Iklan

Tentang “Kepantasan”

tetsuya-ishida-09Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

Beberapa bulan ini, saya tinggal di dua kota terbesar di Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya. Ada satu hal yang cukup menganggu pikiran saya. Di dua kota besar tersebut, mobil sekaligus motor mewah seri terbaru berkeliaran di jalan raya. Rumah mewah juga bertebaran di mana-mana.

Pesta perkawinan dan ulang tahun dirayakan dengan begitu mewah. Banyak orang juga bergaya hidup mewah, tanpa peduli hal-hal lain, kecuali kenikmatan diri dan kerabatnya. Keadaan ini sebenarnya tak bermasalah, jika Indonesia sudah bisa dianggap sebagai negara makmur. Namun, kenyataan berbicara berbeda: Indonesia masih merupakan negara berkembang dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat (per data Badan Pusat Statistik Juli 2016). Lanjutkan membaca Tentang “Kepantasan”