Panik!

panic

Izdihar Afyouni (Jordan)

Oleh Reza A.A Wattimena

Gejalanya sangat menyakitkan. Jantung berdetak amat keras. Keringat dingin mengucuri tubuh. Pikiran dan emosi kacau berantakan.

Rasanya seperti bom nuklir yang meledak di dalam dada. Seluruh dada terasa sakit tak terkira. Seringkali, kejang-kejang pun tampil ke depan. Tanpa campur tangan yang tepat, orang bisa pingsan. Baca lebih lanjut

“Jiayou, Andrà tutto bene”, Ketika Bencana Melanda

Ilustrasi Karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

“Hai tetangga. Jika kamu berusia lebih dari 65 tahun, dan kekebalan tubuhmu lemah, saya ingin membantumu. Beberapa minggu ke depan, saya bisa membantumu berbelanja keluar. Jika kamu perlu bantuan, tinggalkan pesan di pintu rumahmu dengan nomor telefonmu. Bersama, kita bisa menjalani semuanya. Kamu tidak sendirian!” (dalam Bregman, 2020)

Itulah tulisan yang tertera di salah satu rumah di Jerman. Virus Korona bisa menyerang semua orang, terutama mereka yang berusia lanjut, dan lemah kekebalan tubuhnya. Memang, setiap bencana datang, manusia selalu berpegangan tangan. Mereka bersatu. Mereka saling membantu. Baca lebih lanjut