Manifesto Progresif Indonesia

Stunning Spanish Illustrations for The Communist Manifesto – Brain PickingsOleh Reza A.A Wattimena

Saya lelah menyimak perdebatan publik di Indonesia. Pandangan-pandangan yang dilontarkan sangat berat sebelah. Tradisi dan agama dipuja, tanpa jarak dan sikap kritis yang sehat. Alhasil, banyak masalah tak kunjung usai, bahkan semakin parah, mulai dari korupsi, konflik bersenjata sampai dengan terorisme yang berpijak pada agama.

Inilah sikap konservatif yang menjajah Indonesia. Pandangan-pandangan kuno dilontarkan bagaikan kebenaran mutlak. Pemuka agama dan artis dipuja bagaikan dewa. Yang saya rindukan adalah pandangan-pandangan progresif yang dulu melahirkan Republik Indonesia, dan mengantarkan kita semua keluar dari cengkraman rezim militer Orde Baru. Lanjutkan membaca Manifesto Progresif Indonesia

Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Painting : Self Touch (Ivan Sagita - 1988) - National Gallery Of Indonesia  - Official website of Indonesia National GalleryOleh Reza A.A Wattimena

Sebagai sebuah komunitas politik, Indonesia lahir dari kesepakatan hukum yang mengikat. Ia menghubungkan ribuan pulau dengan beragam budaya dan agama. Ia adalah apa yang disebut ‘kesepakatan orang-orang yang terhormat’ (gentleman´s agreement). Ada dua hal yang menjadi dasar dari ikatan tersebut.

Yang pertama adalah kesamaan nasib sebagai bagian dari nusantara. Pengalaman sebagai bangsa terjajah juga menjadi dasar ikatan tersebut. Yang kedua adalah kesamaan tujuan, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur untuk semua. Dengan bekerja sama, tujuan tersebut dianggap lebih mudah untuk dijangkau. Lanjutkan membaca Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Memanusiakan Sistem

Image result for tyranny of meritOleh Reza A.A Wattimena

Barrack Hussein Obama, mantan Presiden Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai Presiden AS pertama yang berkulit hitam. Cara berbicaranya sangat inspiratif. Ia dianggap sebagai presiden yang “gaul” dengan kebijakan-kebijakan yang dinilai cukup berhasil.

Ia adalah anak imigran yang kemudian belajar dan sukses di Amerika Serikat. Awalnya, ia tinggal di Hawai, dan kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Harvard. Ia lalu menjadi politisi di Chicago, dan kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat ke 44 pada 2008 lalu. Lanjutkan membaca Memanusiakan Sistem