DUNGU

unnamedOleh Reza A.A Wattimena

Alkisah, seorang pemuda hendak melihat mentari terbit. Katanya, setiap jam 3 pagi, ia sudah bangun, dan mempersiapkan diri. Matahari, baginya, adalah sumber kehidupan. Setiap hari, ia pun menantinya terbit.

Setelah bangun, ia mandi. Segera, ia memakai baju yang baru, supaya tampak sopan di hadapan sang sumber kehidupan. Ia pun menghadap Barat. Sabar menanti, ia terus berdiri, dan terus berharap. Lanjutkan membaca DUNGU

Jurnal Terbaru: Ingatan Sosial dibalik Konflik Rusia dan Ukraina 2022

_123450076_vladimirputinrussiaukrainewar2022vladimirputingopushdinuclearbuttonIngatan Kolektif dibalik Konflik Rusia dan Ukraina 2022

Teori Ingatan Sosial Christopher Wickham dan James Fentress dalam Konteks Perang Rusia-Ukraina 2022

Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di The Ary Suta Center Series on Strategic Management April 2022 Vol 57

Abstrak

Tulisan ini bertujuan memahami akar konflik Rusia dan Ukraina dari sudut pandang teori ingatan kolektif, sebagaimana dirumuskan oleh Christopher Wickham dan James Fentress. Awalnya akan dijabarkan terlebih dahulu secara singkat konflik Rusia dan Ukraina pada akhir Februari 2022 lalu. Lalu akan dijabarkan teori ingatan kolektif dengan berpijak pada pemikiran Wickham dan Fentress. Beberapa refleksi akan diberikan dengan mengacu pada keputusan-keputusan yang dibuat Putin di dalam memimpin Rusia. Putin menggunakan ingatan kolektif Rusia sebagai pembenaran untuk menyerang Ukraina. Ingatan kolektif yang ia pegang bersifat mutlak, yakni tentang kejayaan Uni Soviet, perluasan NATO dan penindasan terhadap warga Rusia di Ukraina. Ingatan kolektif tersebut haruslah dibaca ulang dengan kerangka yang lebih kritis, sehingga perang bisa dihentikan, dan perdamaian bisa mulai dibangun.

Kata-kata Kunci: Ingatan, Ingatan Kolektif, Rusia, Ukraina, Perangnya Putin

Silahkan didownload disini: Ingatan Sosial Russia dan Ukraina Lanjutkan membaca Jurnal Terbaru: Ingatan Sosial dibalik Konflik Rusia dan Ukraina 2022

Diskusi: Yesus Lintas Peradaban: Yoga, Buddha dan Sufi Islam

WhatsApp Image 2022-04-10 at 16.36.33*Caknurian Urban Sufism With Komaruddin Hidayat Part 47 :Yesus Lintas Peradaban*

Yesus adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam lintas peradaban.  Dalam tradisi Kristen, Yesus adalah Tuhan Juru Selamat.

Dalam tradisi Hindu dan Buddha, Yesus adalah Yoga Master yang mengajak umat manusia menempuh jalan pembebasan dari penderitaan.

Dalam tradisi Islam, Yesus adalah nabi yang membimbing manusia keluar dari jalan kegelapan. Lanjutkan membaca Diskusi: Yesus Lintas Peradaban: Yoga, Buddha dan Sufi Islam

Seminar: Etika dan Moral di dalam Dunia Digital

Eposter_Kelas Filsafat Mei 1Eposter_Kelas Filsafat Mei 2
Masih dalam tema besar “Manusia dan Dunia Digital”, kelas filsafat pada putaran kedua ini membahas bagaimana pemikiran Kant, pemikiran kaum Stoa, pemikiran Karl Marx, hingga Buddhisme dapat memecahkan soal etika di dunia digital. Daftar sekarang melalui https://tiket.salihara.org/event/etika-moral-dan-dunia-digital/ 

Puasa Digital

Male_Colorful_Silhouette_732x549-thumbnailOleh Reza A.A Wattimena

Di berbagai forum, saya berbicara tentang puasa digital. Awalnya, banyak orang terkejut dengan ide ini. Namun, setelah berdiskusi lebih dalam, titik terang pun timbul. Kita tidak hanya perlu melakukan puasa secara tradisional, tetapi juga puasa digital.

Secara umum, puasa adalah sebentuk mati raga. Orang menahan segala bentuk nafsu dalam jangka waktu tertentu. Ada yang puasa makan, minum, seks, merokok, bergosip dan sebagainya. Tujuannya adalah mencapai kebebasan dari dorongan nafsu di dalam diri, sekaligus kesehatan tubuh yang lebih baik. Lanjutkan membaca Puasa Digital

Hasrat Akan Kepuasan: Dukkha

268603811_5003075596391383_6408820738431591105_nOleh Johannes Supriyono

Malam itu di warung tenda pinggir jalan, tidak begitu jauh dari Jalan Abu Bakar Ali, Yogyakarta, ia memesan kerang hijau, kerang mahkota, udang bakar, kepiting saos tiram, dan ikan bakar. Kami duduk bersila, beralas tikar, di atas trotoar. Di bawahnya adalah saluran air. Lalu lalang kendaraan bermotor sudah berkurang.

“Tidak pakai nasi. Mas, tambah cah kangkung. Sama sambalnya ditambah cabainya,” kata teman itu. Mulutnya melepaskan asap rokok ke udara yang agak dingin. Ia melemparkan bungkus rokok di meja saji yang rendah. Juga tas pinggangnya yang tampak berisi. Lanjutkan membaca Hasrat Akan Kepuasan: Dukkha

“Flexing” Religi

the-end-is-the-same-3368713323759Oleh Reza A.A Wattimena

Bayi itu menangis di pagi hari. Suara keras membangunkannya. Suara tidak datang dari dalam rumah, tapi dari luar. Ada orang berdoa sangat keras, memecah pagi dan merusak ketenangan hidup masyarakat sekitar.

Berdoa dan bernyanyi harus keras, bahkan sampai jarak 3 km, suara tetap terdengar. Begitu banyak orang terganggu. Katanya, ini untuk menyebarkan agama. Yang tercipta bukan cinta, tetapi benci yang membara. Ini flexing religi. Lanjutkan membaca “Flexing” Religi

Mengapa Kita Bodoh?

da84a4c5e17b2f6bd49f6abb3b708786Oleh Reza A.A Wattimena

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang. Namun, sampai detik tulisan ini dibuat, kita masih saja membeli garam dari negara lain. Padahal, laut di Indonesia jauh lebih luas dari daratan yang ada. Ini salah satu kebodohan kita.

Garis pantai kita sepanjang 54.716 km. Dengan garis pantai seluas itu, dengan mudah bangsa kita membuat tambak garam yang amat besar. Hanya kehendak politik dan kompetensi yang dibutuhkan. Namun, setiap tahunnya, kita masih saja impor garam. Lanjutkan membaca Mengapa Kita Bodoh?

Taman Kanak-kanak Itu Bernama “Politik Global”

child-and-cat-surreal-barroa-artworksOleh Reza A.A Wattimena

Saya punya pengalaman seru sewaktu TK (Taman Kanak-kanak). Tak banyak sekolah pada masa saya kecil. Jadi, kami harus sekolah di tempat yang agak jauh. Lingkungan sosialnya pun beragam.

Dulu, TK saya ada kelompok-kelompok. Secara alamiah, anak-anak kecil berusia 4-5 tahun itu membangun kumpulan kelompok kecil. Guru mendiamkan saja, karena itu dianggap tak berbahaya. Namun, dinamika antar kelompok ini menarik. Lanjutkan membaca Taman Kanak-kanak Itu Bernama “Politik Global”

Keadaan Demokrasi Kita

79bf9763a9747df3da54b1ce79994397Oleh Reza A.A Wattimena

Dalam salah satu wawancaranya dengan BBC, kantor berita nasional Inggris, pada 2020 lalu, Presiden Jokowi menyinggung soal demokrasi. Baginya, demokrasi adalah keterbukaan pada ketidaksetujuan. Banyak orang yang mengritik kebijakannya, terutama terkait dengan penegakan HAM, dan kelestarian lingkungan. Itu sah, dan merupakan bagian dari demokrasi, begitu kata Jokowi.

Jawaban ini salah total. Demokrasi bukan hanya soal memperbolehkan ketidaksetujuan, lalu mengabaikannya. Ini namanya pemerintahan tuli. Sebaliknya, demokrasi tidak boleh tuli. Kritik diberikan ruang, didengarkan lalu dipelajari, apakah isinya bisa dan harus diterapkan, atau tidak. Lanjutkan membaca Keadaan Demokrasi Kita

Penyakit-Penyakit Lama dari “Negara Republik Oligarki” Indonesia

0_1opthal5_465_801_int-1Oleh Reza A.A Wattimena

PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) baru saja merayakan hari lahirnya yang ke 49 pada 10 Januari 2022 kemarin. Di dalam perayaan itu, Megawati Soekarno Putri, sebagai ketua umum, mengajukan beberapa kritik.

Salah satunya sungguh mengena di saya. Ia berkata, bahwa banyak Undang-undang di Indonesia tak sesuai dengan UUD. Secara langsung, ia menegur Puan Maharani, Ketua DPR RI, yang adalah putrinya sendiri. Lanjutkan membaca Penyakit-Penyakit Lama dari “Negara Republik Oligarki” Indonesia

Kutukan Homo Corruptus

js4853's deviantART gallery | Surrealism painting, Surrealism, PaintingOleh Reza A.A Wattimena

2012, saya menulis buku dengan judul Filsafat Anti Korupsi: Membedah Hasrat Berkuasa, Pemburuan Kenikmatan dan Sisi Hewani Manusia di balik Korupsi. Buku itu unik. Ia tidak membahas korupsi dari sisi politik ekonomi semata, seperti buku-buku korupsi pada umumnya. Buku ini membahas korupsi dari sisi pelakunya, yakni manusia yang jiwanya sudah membusuk: homo corruptus.

Homo Corruptus

Homo corruptus adalah mahluk yang koruptif. Nilainya sebagai manusia sudah membusuk. Yang ada di otaknya hanya mencuri, terutama mencuri dalam jumlah besar untuk memuaskan hasrat kerakusannya. Di Indonesia, homo corruptus memegang jabatan tinggi, mulai dari pejabat partai politik sampai dengan menteri penanggung jawab krisis. Lanjutkan membaca Kutukan Homo Corruptus

Mengapa Negeri Surga Khatulistiwa Terus Terjebak di Abad Kegelapan?

Dark Ages and Renaissance Art Masters – Dark Art and CraftOleh Reza A.A Wattimena

Negeri surga Khatulistiwa itu sungguh dicintai para dewa. Alamnya indah nan mempesona. Budayanya kaya dan berwarna. Surga dunia sudahlah hadir, dan tak perlu menunggu ajal tiba.

Negeri surga Khatulistiwa itu pernah menjadi pusat Dharma dunia. Hukum-hukum kebenaran dipelihara dan diwariskan kegenerasi berikutnya. Inilah hukum-hukum alam yang membebaskan dan membawa pencerahan. Namun, sayang, negeri surga tersebut kini tenggelam di dalam kegelapan. Lanjutkan membaca Mengapa Negeri Surga Khatulistiwa Terus Terjebak di Abad Kegelapan?

Alkisah, Sebuah Negeri Terjebak di Abad Kegelapan

beingindonesian | Bepergian, Indonesia, DanauOleh Reza A.A Wattimena

Alkisah, hadirlah sebuah negeri indah di Khatulistiwa. Para dewa tersenyum, ketika negeri ini tercipta. Ribuan pulau terurai ditemani oleh sinar mentari yang tak ada habisnya. Jika sungguh ada surga, maka negeri ini adalah surga terindah yang pernah ada.

Alamnya begitu kaya. Ini mengundang iri dari seluruh dunia. Apapun yang ditabur begitu mudah tumbuh. Tanpa perawatan dari manusia, semua tercipta begitu indah, dan begitu nyata. Lanjutkan membaca Alkisah, Sebuah Negeri Terjebak di Abad Kegelapan

Sejarah dalam Tarian Ketidakpastian

Penerbitan Buku-Buku dalam Peringatan 80 Tahun Goenawan Mohamad - Selingan  - majalah.tempo.coOleh Reza A.A Wattimena

Goenawan Mohamad (GM) merupakan salah satu tokoh terpenting di dalam sejarah filsafat, jurnalisme, seni dan sastra Indonesia. Karya-karyanya merentang kurang lebih selama 60 tahun. Ia menulis soal politik, filsafat, sastra bahkan tentang film. Kini, di usianya yang ke 80, satu buku lagi terbit atas namanya.

Buku ini berjudul Pembentuk Sejarah, Pilihan Tulisan Goenawan Mohamad yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada September 2021 dalam kerja sama dengan Freedom Institute dan Komunitas Salihara. Penyusunnya adalah Zaim Rofiqi, Candra Gautama, Akhmad Sahal dan Rustam F. Mandayun. Tebalnya sekitar 372 halaman. Isinya merentang luas, mulai dari refleksi tentang tokoh bangsa, sampai dengan analisis arah kemajuan Indonesia. Lanjutkan membaca Sejarah dalam Tarian Ketidakpastian

Manifesto Progresif Indonesia

Stunning Spanish Illustrations for The Communist Manifesto – Brain PickingsOleh Reza A.A Wattimena

Saya lelah menyimak perdebatan publik di Indonesia. Pandangan-pandangan yang dilontarkan sangat berat sebelah. Tradisi dan agama dipuja, tanpa jarak dan sikap kritis yang sehat. Alhasil, banyak masalah tak kunjung usai, bahkan semakin parah, mulai dari korupsi, konflik bersenjata sampai dengan terorisme yang berpijak pada agama.

Inilah sikap konservatif yang menjajah Indonesia. Pandangan-pandangan kuno dilontarkan bagaikan kebenaran mutlak. Pemuka agama dan artis dipuja bagaikan dewa. Yang saya rindukan adalah pandangan-pandangan progresif yang dulu melahirkan Republik Indonesia, dan mengantarkan kita semua keluar dari cengkraman rezim militer Orde Baru. Lanjutkan membaca Manifesto Progresif Indonesia

Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Painting : Self Touch (Ivan Sagita - 1988) - National Gallery Of Indonesia  - Official website of Indonesia National GalleryOleh Reza A.A Wattimena

Sebagai sebuah komunitas politik, Indonesia lahir dari kesepakatan hukum yang mengikat. Ia menghubungkan ribuan pulau dengan beragam budaya dan agama. Ia adalah apa yang disebut ‘kesepakatan orang-orang yang terhormat’ (gentleman´s agreement). Ada dua hal yang menjadi dasar dari ikatan tersebut.

Yang pertama adalah kesamaan nasib sebagai bagian dari nusantara. Pengalaman sebagai bangsa terjajah juga menjadi dasar ikatan tersebut. Yang kedua adalah kesamaan tujuan, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur untuk semua. Dengan bekerja sama, tujuan tersebut dianggap lebih mudah untuk dijangkau. Lanjutkan membaca Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Memanusiakan Sistem

Image result for tyranny of meritOleh Reza A.A Wattimena

Barrack Hussein Obama, mantan Presiden Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai Presiden AS pertama yang berkulit hitam. Cara berbicaranya sangat inspiratif. Ia dianggap sebagai presiden yang “gaul” dengan kebijakan-kebijakan yang dinilai cukup berhasil.

Ia adalah anak imigran yang kemudian belajar dan sukses di Amerika Serikat. Awalnya, ia tinggal di Hawai, dan kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Harvard. Ia lalu menjadi politisi di Chicago, dan kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat ke 44 pada 2008 lalu. Lanjutkan membaca Memanusiakan Sistem

Mengapa Kita Bebal?

Stubborn Art Print by Mario Sanchez Nevado | iCanvasOleh Reza A.A Wattimena

Gambar seram itu sudah dipasang lama. Ia tampak jelas di berbagai penjuru rumah sakit. Tubuh perokok yang penuh dengan kerusakan organ, dari jantung sampai paru-paru. Gambar serupa sudah dipasang di setiap bungkus rokok.

Namun, itu tak menggetarkan para perokok. Mungkin saja, mereka kecanduan. Mungkin juga, mereka tak peduli. Mereka tahu, bahwa merokok itu merusak kesehatan. Namun, merokok jalan terus. Lanjutkan membaca Mengapa Kita Bebal?

Jurnal Ilmiah Terbaru: Memahami Pergulatan Dua Kutub Dunia

Cruises to AntarcticaKajian Stratejik atas Konflik Sumber Daya

di Kawasan Antarktika dan Arktik

Oleh Reza A.A Wattimena

Abstrak

Tulisan ini ini memetakan keadaan di Antarktika (Kutub Selatan) dan Arktik (Kutub Utara). Keadaan terkini beserta peluang konflik akan dijabarkan secara umum. Kedua kutub dunia itu kini dipenuhi ketidakpastian, akibatnya melimpahnya sumber daya alam, tegangan militer dan aturan yang tidak jelas. Peluang konflik yang lebih besar pun terbuka lebar. Beberapa jalan keluar juga akan dirumuskan, seperti peningkatan kerja sama ekonomi dan ilmu pengetahuan antara negara-negara terkait.

Kata-kata Kunci: Konflik Sumber Daya, Perjanjian Antarktika, Antarktika Baru, Jalur Sutera Polar

Abstract

This paper maps the situation in Antarctica (South Pole) and Arctic (North Pole). The current situation and opportunities for conflict will be described in general terms. The two poles of the world are now filled with uncertainty, especially because of the abundance of natural resources, military tensions and unclear international policies. Opportunities for greater conflict with global impact are wide open. Some solutions will also be formulated, such as increasing economic and scientific cooperation between related countries in both areas.

Keywords: Resource Conflict, Antarctic Agreement, New Antarctica, Polar Silk Road Lanjutkan membaca Jurnal Ilmiah Terbaru: Memahami Pergulatan Dua Kutub Dunia