“Banjir”

Saatchi Art

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Apapun yang berlebihan, pasti tak akan mampu diolah, dan menjadi dangkal. Itulah kiranya yang melanda jaman kita. Hal-hal yang dangkal bertambah banyak, dan banjir. Sementara, hal-hal yang mendalam dan sejati justru semakin jarang. Di Indonesia, kita tak hanya mengalami banjir fisik, ketika hujan tiba, tetapi juga banjir kedangkalan.

Banjir

Sampai 2018 ini, sudah 7 miliar manusia hidup di dunia. Gaya hidup mereka boros dan merusak alam. Tak ada upaya yang jelas untuk mengatur jumlah populasi, sehingga terciptalah “banjir manusia”. Jika diteruskan, bumi ini tak akan mampu menampung manusia dengan gaya hidupnya yang merusak. Lanjutkan membaca “Banjir”

Iklan

Agama: Antara Warisan dan Pencarian

good hope by gyurka (Lohmuller Gyuri )

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Dari beragam warisan yang diberikan orang tua kita, agama merupakan salah satunya. Jika anda lahir di Arab Saudi, maka kemungkinan besar, orang tua anda akan mewariskan Islam sebagai agama anda. Jika anda lahir di Jerman, maka anda akan mewarisi agama Kristen ataupun Katolik dari orang tua anda. Jika anda lahir di Thailand, Nepal atau Tibet, maka Buddha akan menjadi agama warisan anda.

Sebagai warisan, seperti sudah kita lihat sebelumnya, agama amat terkait dengan letak geografis kelahiran seseorang. Di negara-negara komunis ataupun sekuler, ada juga kemungkinan, anda tidak akan mewarisi agama apapun. Anda menerima ajaran tentang nilai-nilai kemanusiaan universal dari orang tua anda. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan disini. Lanjutkan membaca Agama: Antara Warisan dan Pencarian

Manusia Lintas Agama

Pinzellades al món: James C. Christensen

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Kita hidup di abad 21. Setidaknya, ada empat ciri utama abad 21. Pertama, nalar memainkan peranan penting dalam kehidupan, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama. Ini terbukti dari berkembangnya ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan teknologi.

Dua, abad 21 ini ditandai dengan semakin kencangnya badai globalisasi. Jaman ini ditandai dengan perubahan pemahaman manusia tentang ruang, waktu dan identitas, terutama akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang amat cepat. Tiga, semua ini menciptakan keterhubungan yang luar biasa besar antara berbagai negara di dunia. Tidak ada satu pun negara yang bisa menciptakan keadilan dan kemakmuran, tanpa kerja sama dengan negara-negara lainnya. Lanjutkan membaca Manusia Lintas Agama

Agama dan Instrumentalisasi Agama

‘Prayer’ – Stephen Rothwell

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Agama memainkan peranan besar di dalam perkembangan peradaban manusia. Agama berasal dari kata bahasa Latin Religare yang berarti mengikat. Agama mengikat manusia menjadi satu kesatuan komunitas. Komunitas itu lalu dibimbing oleh nilai-nilai yang sama di dalam menjalani kehidupan.

Agama dan Kehidupan

Sejatinya, agama lahir dari pengalaman mistik manusia. Pengalaman mistik, dalam arti ini, adalah pengalaman kesatuan dengan seluruh alam semesta, sekaligus kesatuan dengan sesuatu yang lebih besar dari manusia itu sendiri. Pengalaman ini biasanya menyentuh satu atau sekelompok orang, lalu berkembang menjadi sebuah organisasi di dalam masyarakat. Beberapa agama berkembang menjadi agama dunia, dan bergerak melintasi batas-batas peradaban. Lanjutkan membaca Agama dan Instrumentalisasi Agama

Agama di Era Globalisasi

quicktoptens.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Agama lahir di dunia ini sebagai berkah semesta. Ia mengajarkan hubungan manusia dengan penciptanya, hubungannya dengan semua mahluk serta hubungannya dengan diri sendiri. Agama mengajarkan kedamaian dan cinta, baik ke dalam diri maupun kepada semua mahluk. Ia membuat hidup manusia menjadi seimbang.

Sekarang ini, agama telah menjadi organisasi global dengan ruang lingkup seluas dunia itu sendiri. Cabangnya ada di berbagai negara, baik agama yang diakui maupun yang tidak. Agama sendiri adalah institusi global yang lahir dari pengalaman mistik seseorang. Pengalaman mistik itu lalu berkembang menjadi ajaran, tata nilai dan jalan hidup tertentu. Lanjutkan membaca Agama di Era Globalisasi