Sekularisme dengan “Rasa” Indonesia

Marc Chagall

Oleh Reza A.A Wattimena

Hubungan antara agama dan negara menjadi salah satu tema pergulatan banyak bangsa dewasa ini. Sebagian besar agama besar lahir ratusan dan ribuan tahun lalu. Mereka membawa beban tradisi yang tak selalu cocok dengan jaman yang terus berubah. Sementara, bentuk negara modern, seperti kita kenal sekarang ini, baru berusia ratusan tahun.

Bentuk teokrasi, dimana negara menganut satu agama tertentu, jelas sudah tidak lagi cocok. Sebagian besar negara sudah menjadi begitu majemuk, sehingga bentuk teokrasi (negara dikelola dengan ajaran agama tertentu) hanya akan mengundang diskriminasi, keterbelakangan dan konflik berkepanjangan. Bentuk lainnya adalah sekularisme, dimana negara menjadi sistem yang mandiri dari beragam agama yang ada. Di Indonesia, hampir seperti semua hal lainnya, pemahaman ini sering jatuh ke dalam kecurigaan dan prasangka sempit. Lanjutkan membaca Sekularisme dengan “Rasa” Indonesia

Iklan

Katrok

ThoughtCo

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita memang hidup di jaman katrok. Dalam arti ini, katrok menggambarkan sikap tidak mau belajar, sehingga ketinggalan jaman. Orang yang katrok akan terus ketinggalan kereta perubahan. Negara yang katrok juga akan terus ketinggalan kereta peradaban.

Bangsa Katrok

Dalam hal politik, sikap katrok dengan amat mudah ditemukan. Identitas primordial dimainkan untuk mendulang suara dan membohongi rakyat. Politik bukannya memberikan pendidikan, tetapi justru pembodohan. Politik katrok menjauh dari cita-cita masyarakat demokratis modern yang adil dan beradab, dan kembali menampilkan kebohongan, serta sikap-sikap primitif yang merusak. Lanjutkan membaca Katrok