Mahasiswa, Ruang Publik, dan Pendidikan

3.bp.blogspot.com

Dipresentasikan di Universitas Airlangga Surabaya, 19 Mei 2011

Oleh Reza A.A Wattimena

Ruang publik adalah sebuah ruang tempat dibentuk dan dimatangkannya opini publik. Di dalamnya orang-orang berkumpul, saling bertukar pendapat, saling memahami, dan sampai pada satu keputusan tentang satu masalah di dalam hidup bersama. (Wattimena, 2007)

Misalnya ada masalah terkait seorang mahasiswa yang terpaksa putus kuliah. Pihak BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) Fakultas akan menanyakan penyebab utama dari peristiwa ini kepada dekanat. Lalu pihak BLM juga akan bertanya kepada mahasiswa terkait, apakah ia menerima keputusan ini dengan lapang dada. Jika ada masalah maka BLM akan membuat forum.

Forum ini bertujuan untuk dua hal, yakni perubahan keputusan, atau menjelaskan keputusan yang telah dibuat, sehingga seluruh pihak yang terkait bisa memahaminya. Tujuan forum adalah memberi legitimasi bagi setiap keputusan yang terkait dengan kepentingan bersama. 

Kontrol Sosial

Di dalam masyarakat demokratis, peran ruang publik amatlah penting. Ruang publik berperan sebagai kontrol sosial, baik kepada penguasa, ataupun pada kepentingan rakyat. Hal ini amat perlu, supaya penguasa tidak bertindak sewenang-wenang, dan rakyat tidak memaksakan kehendak mayoritasnya, sehingga merugikan kelompok minoritas.

Di dalam teori-teori demokrasi modern, media massa adalah aktor paling penting di dalam ruang publik yang menjalankan fungsi kontrol sosial. Hal yang sama juga berlaku di lingkungan kampus. BLM haruslah memiliki media sebagai tempat untuk menuliskan pendapat-pendapat kritis, baik dari lingkungan mahasiswa, maupun dekanat.

Media tersebut bisa berupa buletin, ataupun koran fakultas. Tujuannya jelas yakni untuk menangkap apa yang menjadi keinginan mahasiswa, mengkomunikasikannya secara luas, dan sekaligus melakukan kontrol sosial. Adanya bulettin ataupun koran fakultas bisa mendorong terciptanya atmosfir akademik yang baik bagi universitas.

Mahasiswa dilatih untuk biasa menyampaikan pendapatnya melalui tulisan. Dosen juga diajak untuk menyumbang pikiran-pikirannya melalui tulisan, dan disebarkan ke publik. BLM bisa menyumbangkan peran besar di dalam terwujudnya budaya akademik yang demokratis di lingkungan universitas.

Muncul kesan bahwa tugas BLM semata-mata hanya berwacana dalam forum dan bulettin. Namun ini baru separuh betul. BLM juga punya tanggung jawab untuk menjadikan opini publik menjadi kebijakan resmi fakultas. BLM punya tanggung jawab untuk mengubah wacana menjadi kenyataan.

Menemukan Kebutuhan

Ruang publik juga bertujuan untuk menyuarakan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh rakyat. BLM juga mempunyai fungsi yang sama, yakni menyuarakan apa yang diinginkan oleh mahasiswa, maupun oleh dekanat. Lalu bagaimana cara menemukan apa yang diinginkan dan kebutuhan?

BLM bisa menyebarkan angket ataupun kuesioner singkat kepada mahasiswa ataupun dosen, lalu dilihat hasilnya. Hasilnya kemudian ditampilkan di media fakultas, seperti koran fakultas, di mading fakultas, atau bulettin. Biasanya dividi litbang dari BLM yang melakukan hal ini.

Anda bisa menerapkan model-model penelitian lainnya yang telah anda pelajari di kelas. Saya rasa hal ini amat baik, karena memenuhi dua tujuan. Yang pertama BLM diajak untuk peka pada masalah-masalah bersama. Yang kedua adalah BLM juga terbiasa menerapkan model-model penelitian yang diajarkan, guna menganalisis masalah-masalah yang terkait dengan kehidupan bersama.

Saran saya forum, bulettin/koran fakultas, maupun penelitian litbang dilakukan secara rutin, misalnya dua bulan sekali. Tentu saja ini semua menyesuaikan dengan agenda fakultas maupun universitas yang telah ada.

Beberapa Prinsip

Ada tiga prinsip yang harus diperhatikan disini. Yang pertama adalah prinsip realistis. BLM harus realistis dalam melakukan tugasnya. Misalnya cukup satu atau dua opini publik yang bisa diperjuangkan untuk menjadi nyata di dalam realitas dalam satu periode kerja BLM, terutama opini publik ataupun kepentingan yang dianggap paling mendesak untuk diwujudkan.

Prinsip kedua adalah prinsip kerja sama. Di dalam menjalankan tugasnya, BLM harus bekerja sama dengan semua pihak terkait, seperti dengan BEM, ataupun dengan lembaga pers mahasiswa. Kerja sama dan koordinasi ini penting, bukan hanya untuk melaksanakan tugas BLM, tetapi juga untuk membiasakan diri bekerja dalam tim untuk mencapai satu tujuan bersama. Ini satu nilai penting di dalam kehidupan.

Prinsip ketiga adalah kesetiaan pada apa yang paling penting, yakni yang esensial. Sebagai mahasiswa anda harus selalu ingat, apa yang menjadi tugas utama anda. Tugas utama anda adalah belajar, dan menyelesaikan studi dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai aktivitas di BLM, ataupun di organisasi lain, menganggu proses belajar di fakultas yang merupakan tujuan utama anda.

Yang perlu terus diusahakan adalah terjadinya keseimbangan antara studi di fakultas di satu sisi, dan aktivitas BLM maupun organisasi lainnya di sisi lain. Memang keseimbangan yang sempurna tidak akan pernah ada. Ketika ketidakseimbangan mesti ada, pastikan bahwa yang paling penting tetap terjaga.

Penulis adalah Dosen Filsafat Politik, Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Iklan

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Pengembangan Diri dan Organisasi, Metode Berpikir Ilmiah dan Kebijaksanaan Timur. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Kebijaksanaan Timur dan Jalan Pembebasan (akan terbit- 2016), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), dan berbagai karya lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s