Mengapa Negara yang Terobsesi pada Agama Cenderung Miskin dan Terbelakang?

The Art Of Dimitri Kozma: Dementia - Surreal painting by Dimitri KozmaOleh Reza A.A Wattimena

Bilangan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar jam 7 malam, Senin 26 April 2021, saya sedang parkir motor. Terdengar suara gaduh begitu keras dan begitu lama. Saya bertanya kepada tukang parkir, suara apakah itu. Suara orang berdoa, jelasnya.

Mengapa begitu keras? Saya sampai tak bisa mendengar suara tukang parkir itu. Saya bahkan tak bisa mendengar suara saya sendiri. Mengapa berdoa harus begitu keras? Lanjutkan membaca Mengapa Negara yang Terobsesi pada Agama Cenderung Miskin dan Terbelakang?

Spiritualitas Uang

Surreal money Stock Photos - Page 1 : MasterfileOleh Reza A.A Wattimena

Dua kata ini, yakni spiritualitas dan uang, kerap kali dipisahkan. Spiritualitas dilihat sebagai sesuatu yang terkait dengan hal-hal yang suci, jauh dari uang. Sementara, uang dilihat tidak hanya sebagai pemenuh kebutuhan manusia, tetapi juga lambang harga diri di mata masyarakat. Uang kerap dicari dengan penuh ambisi dan kerakusan.

Pemahaman ini berbahaya. Tanpa campur tangan spiritualitas, uang akan menjadi alat untuk menindas orang lain dan alam. Uang akan menjadi pemuas kenikmatan yang menggiring orang pada kekosongan dan kehancuran hidupnya. Dalam arti ini, spiritualitas adalah perluasan identitas manusia dari sekedar diri pribadi menjadi seluas semesta. Lanjutkan membaca Spiritualitas Uang

Publikasi Terbaru: Otak dan Kenyataan, Kajian Filsafat dan Neurosains

Reality in a dream – Ronald Kurniawan | Art, Weird art, Artwork

Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di The Ary Suta Center Series on Strategic Management, April 2021, Volume 53

Otak merupakan salah satu organ terpenting di dalam tubuh manusia. Ia mengatur berbagai informasi yang diterima dari panca indera melalui jaringan saraf. Ia menyimpan ingatan, sekaligus melakukan koordinasi semua fungsi indera. Ia terkait erat dengan identitas pribadi seseorang. Bahkan, seperti akan diurai di dalam tulisan ini, otak menciptakan kenyataan sebagaimana dipahami oleh manusia.

Kenyataan pun tidak sejelas yang kita kira. Setiap orang, dan bahkan setiap mahluk, memiliki bentuk kenyataannya sendiri. Ini amat tergantung dari panca indera dan struktur otak yang mereka punya. Sampai sekarang, kenyataan pada dirinya sendiri masih menjadi pertanyaan ilmiah yang belum terjawab. Immanuel Kant, pemikir Jerman, sudah menyatakan dengan tegas, bahwa manusia tak akan bisa mengetahui kenyataan pada dirinya sendiri.

Versi lengkap klik disini Jurnal Reza, Otak dan Kenyataan

Gambar dari Julieta Mantovani