Patriarki Keji yang Menolak Mati

Aesthetica Magazine - Reframing SurrealismOleh Reza A.A Wattimena

Perempuan… Dari rahimnya, kita semua dikandung, dan terlahir ke dunia. Namun, di masyarakat yang rusak, perempuan terus menjadi korban. Di berbagai bidang kehidupan, perempuan mengalami ketidakadilan. Di setiap konflik, perempuan menjadi korban terbesar. Mereka tidak hanya dibunuh, tetapi diperkosa dan disiksa, sebelum dipaksa menerima ajal.

Beberapa Data

Kommas Perempuan melaporkan adanya 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Ini yang tercatat resmi. Kasus tersebut ditangani berbagai lembaga, mulai dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama sampai dengan lembaga rujukan Komnas Perempuan. 79% kasus adalah Kasus Dalam Rumah Tangga/Ranah Personal (KDRT/RP). Jumlahnya 6480 kasus. Di dalamnya, ada 50% Kekerasan Terhadap Istri (KTI) yang berjumlah 3221 kasus. Lanjutkan membaca Patriarki Keji yang Menolak Mati

Buku Terbaru: Urban Zen, Tawaran Kejernihan untuk Manusia Modern

May be an image of text that says "KARANIYA SEGERA TERBIT Silakan Pesan. KARANIEA SINOPSIS Urban Zen PERIODE OKTOBER TAWARAN KEJERNIHAN UNTUK MANUSIA MODERN Karena batin kita rumit, maka hubungan kita dengan orang lain pun juga menjadi rumit. Keluarga terpecah. Orangtua tak lagi berbicara dengan anaknya. Rumah tangga pecah dan menyisakan trauma serta derita untuk semua anggotanya. REZA A.A WATTIMENA Pencerahan berarti orang menyadari siapa diri mereka yang sebenarnya. YAYASAN KARANIYA NMID :ID2020057206662 70.000 55.000 REKENING: BCA Yayasan Karaniya 335-3032-069 PESAN SEKARANG BEBAS ONGKIR KE SELURUH INDONESIA. Pesan: WA: 081-315-315-699 www.karaniya.com penerbitkaraniya penerbitkaraniya 081-315-315-699"

Zen adalah jalan pembebasan dari penderitaan. Inilah inti utama dari semua jalan spiritual di dunia ini. Zen juga adalah jalan hidup meditatif. Ia adalah sekumpulan metode dan pemahaman untuk melepaskan orang dari cengkeraman penderitaan kehidupan.

Penderitaan muncul karena orang mengira bahwa pikiran dan emosinya adalah kebenaran. Ia dipenjara oleh pikiran dan emosinya sendiri. Penderitaan yang muncul lalu menjadi sangat berat. Tak jarang orang terjebak di dalam berbagai penyakit mental, bahkan melakukan bunuh diri. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Urban Zen, Tawaran Kejernihan untuk Manusia Modern

Panorama Filsafat Asia

May be an image of Reza Alexander Antonius Wattimena and text that says "KOMPi SURABAYA KOMUNITAS MILENIAL PEDULI INDONESIA STUDY CLUB OKTOBER 2021 via zoom Setiap Selasa, Pkl. 19.00 19. WIB 5: Filsafat Asia, Apakah Itu? 12: Advaita Vedanta, Yoga dan Jalan Pembebasan 19: Jalan Paradoks Tao dan Zen 26: Filsafat Nusantara Sebuah Upaya Perumusan AUA Partisipasi Peserta Rp, 100.000,- (4x pertemuan) Link Pendaftaran: https://bit.ly/studyclub-10 Informasi 0896 9687- 0638 (WA only) Dr der phil. Reza A. A. Wattimena PANORAMA FILSAFAT ASIA f KomunitasMileniaPeduilndonesian (ರ) kompiisurabaya"

Benua Asia telah lama mengembangkan pandangan dunia yang tidak hanya rasional dan kritis, tetapi juga melahirkan kebijaksanaan. Yang dituju lebih dari sekedar pemahaman, tetapi pencerahan batin yang melampaui akal budi. Pencerahan adalah pengalaman tanpa konsep. Di dalamnya, segala derita dan nestapa lenyap seketika. Bagaimana teori semacam itu bisa membantu kita mencapai pecerahan, terutama di tengah jaman yang terus dihantui krisis, seperti sekarang ini? Mari bergabung di kelompok ini, dan belajar bersama.

Menjilat Madu di atas Pisau Tajam

The Passion of Creation — Octavio Ocampo (1943-) “Kiss of the Sea”...Oleh Reza A.A Wattimena

Makanan enak itu membuat kenyang. Ratusan rasa menari di lidah. Nikmatnya sesaat. Harganya mahal, yakni uang banyak keluar, dan rasa berat di seluruh tubuh, akibat kenyang yang berlebihan.

Berpesta bersama teman tentu menyenangkan. Apalagi, jika kita berpesta semalam suntuk dengan ditemani makanan enak, maupun alkohol. Namun, di pagi hari, ada harga yang harus dibayar. Sakit kepala dan perut mual biasanya akan datang berkunjung. Lanjutkan membaca Menjilat Madu di atas Pisau Tajam

Jiwa Warga Jakarta

Landscape Town Jakarta - Free image on PixabayOleh Reza A.A Wattimena

Jakarta adalah ibu kota dari Republik Indonesia. Sampai detik ini, Jakarta masih menjadi pusat dari berbagai kegiatan politik, ekonomi maupun kebudayaan di Indonesia. Pada 2020 lalu, ada sekitar 36 juta orang yang resmi menjadi warga Jakarta, terutama akibat transmigrasi selama puluhan tahun. Kota ini pun menjadi kota terbesar kedua di dunia, setelah Tokyo di Jepang.

Saya sendiri sudah hidup sekitar 28 tahun di Jakarta. Sekitar 10 tahun, saya merantau di berbagai kota untuk bekerja dan belajar. Saya lahir dan besar di Jakarta, sehingga mengalami langsung pergaulan dengan warga Jakarta. Ada dorongan untuk memberikan gambaran umum yang berpijak pada pengalaman sekaligus analisis yang saya punya. Lanjutkan membaca Jiwa Warga Jakarta

Mengembalikan Dharma ke Nusantara

Dharma Painting by EM MODESTO | Saatchi ArtOleh Reza A.A Wattimena

Sekitar 1000 tahun yang lalu, Indonesia adalah rumah ilmu. Beragam orang dari berbagai bangsa datang dan belajar di sini. Tentu saja, waktu itu, belum ada Indonesia. Pada masa itu, Indonesia adalah kumpulan beberapa kerajaan yang memiliki pengaruh politik, budaya maupun ekonomi yang luas.

Bisa dibilang, pada masa itu, Nusantara kita, Indonesia, adalah negara Dharma. Hukum-hukum alam yang abadi diuraikan dengan jelas, dan diterapkan di dalam kehidupan. Manusia mencapai pencerahan moral, spiritual dan intelektual yang mengagumkan. Nusantara kita menjadi magnet bagi para pencari kebijaksanaan. Lanjutkan membaca Mengembalikan Dharma ke Nusantara

Menjadi Anjing, atau Singa?

hybrid lion surrealism Image by ZuleimaOleh Reza A.A Wattimena

PPKM tidak selesai-selesai. September 2021, kebijakan yang menyiksa itu masih berlanjut. Rakyat tersiksa dalam kemiskinan dan ketidakpastian. Sementara, para wakil rakyat di DPR dan para pemimpin politik hidup nyaman di rumah dinas mereka, dengan gaji pasti setiap bulan dari uang rakyat.

Itu kiranya yang menyiksa pikiran seorang kawan (dan saya juga). Di tengah hampanya kegiatan, pikirannya merantau ke masa lalu. Ia teringat perceraiannya yang berdarah-darah. Itu sudah terjadi belasan tahun lalu, namun terasa baru seperti kemarin terjadi. Lanjutkan membaca Menjadi Anjing, atau Singa?

Jika Sesuatu itu Busuk, Mengapa Kita tidak Melepasnya?

Modern day surrealism: Watch donuts defy the laws of physics in this freaky  3D animation | Boing BoingOleh Reza A.A Wattimena

Manusia memang mahluk yang unik. Di satu sisi, ia bisa begitu tercerahkan dan bijaksana. Nilai-nilai kehidupan dan peradaban agung dibangunnya. Namun, di sisi lain, ia bisa begitu jahat dan bodoh. Ia bisa begitu bebal di hadapan kebusukan.

Ada hal yang merusak. Namun, mereka tetap melakukannya. Mereka tidak melepasnya. Alhasil, hidupnya menjadi kacau, dan membuat orang lain juga susah. Lanjutkan membaca Jika Sesuatu itu Busuk, Mengapa Kita tidak Melepasnya?

Melukis Cover Buku Terbaru: Urban Zen, Tawaran Kejernihan untuk Manusia Modern

May be an image of one or more people and text that says "KARANIYA CIPTA KREASI VISUAL Kami Penerbit Karaniya membutuhkan daya kreatifmu yang unik untuk sampul buku. JUDUL :URBAN ZEN SUB JUDUL: TAWARAN KEJERNIHAN UNTUK MANUSIA MODERN PENULIS :REZA A.A WATTIMENA SINOPSIS: Pencerahan berarti orang menyadari siapa diri mereka yang sebenarnya. Diri yang asli itu terletak sebelum pikiran dan emosi muncul. la terletak sebelum nama dan kata diucapkan. Jati diri manusia yang asli itu jernih dan kosong, seperti ruang yang penuh dengan kemungkinan. KIRIM: Email: karaniya@cbn.net.id Batas akhir: 16 September 2021 WA Karaniya (Hadi): 081-315-315-699 www.karaniya.com f penerbitkaraniya penerbitkaraniya 0813-1531-5699"

Cipta Kreasi Visual

Kami @penerbitkaraniya membutuhkan daya kreatifmu yang unik untuk sampul buku @rezaantonius!

Buku : Urban Zen

Sub Judul : Tawaran Kejernihan untuk Manusia Modern

Penulis : Reza A.A Wattimena

Sinopsis:

Zen adalah jalan pembebasan dari penderitaan. Inilah inti utama dari semua jalan spiritual di dunia ini. Zen juga adalah jalan hidup meditatif. Ia adalah sekumpulan metode dan pemahaman untuk melepaskan orang dari cengkeraman penderitaan kehidupan.

Penderitaan muncul karena orang mengira bahwa pikiran dan emosinya adalah kebenaran. Ia dipenjara oleh pikiran dan emosinya sendiri. Penderitaan yang muncul lalu menjadi sangat berat. Tak jarang orang terjebak di dalam berbagai penyakit mental, bahkan melakukan bunuh diri.

Zen mengajak orang untuk memahami inti dari pikiran dan emosi yang mereka punya. Keduanya adalah kosong, sementara, dan bersifat ilusif. Keduanya, yakni pikiran dan emosi, bukanlah kebenaran. Keduanya bukanlah kenyataan.

Jika kita bukanlah pikiran ataupun emosi kita, lalu siapa kita? Inilah pertanyaan terpenting di dalam hidup manusia. Zen mengajarkan bahwa diri kita yang asli berada sebelum semua pikiran dan emosi yang muncul. Namanya beragam, yakni kesadaran murni, jati diri sejati, hakikat Kebuddhaan, dan sebagainya. Namun, sesungguhnya ia berada sebelum nama, sebelum konsep.

Perhatikan Detail Ini:

Ukuran: (12.5 x 18.5 cm)

Format: CMYK (PSD)

Ada hadiah istimewa bagi yang beruntung.

Kirim materimu: karaniya@cbn.net.id

Batas akhir: 16 September 2021

WA Karaniya (Hadi): 081-315-315-699

Kriteria:

  1. Kirim desain buku sampul depan.
  2. Cantumkan akun Instagrammu/facebook.
  3. Setiap orang, maksimal mengirimkan tiga desain.
  4. Desain yang dikirim menjadi milik Karaniya dan Karaniya berhak merubah desain secara minor.
  5. Namamu akan dikukuhkan di dalam bukunya.

Kami tunggu karya terbaikmu!

Seni Membaca “Buku/Kitab Suci”

212 Surrealism Books Photos - Free & Royalty-Free Stock Photos from  DreamstimeOleh Reza A.A Wattimena

Kita beranggapan, ada yang disebut sebagai buku atau kitab suci. Buku tersebut ditulis oleh orang-orang suci. Bahkan, buku tersebut dianggap turun langsung dari Sang Pencipta. Isinya dianggap kebenaran mutlak, dan tidak boleh dipertanyakan lagi.

Anggapan ini salah besar. Tidak ada buku suci di dunia ini. Semua buku, tanpa kecuali, adalah karya manusia. Ia ditulis pada satu waktu dengan tujuan tertentu. Lanjutkan membaca Seni Membaca “Buku/Kitab Suci”