Memulihkan Diri, Setelah Perpisahan

234441-HSC00001-7Oleh Reza A.A Wattimena

Janganlah berduka, begitu kata Rumi. Apa yang lenyap akan datang kembali dalam bentuk yang lain. Bulan tetap bersinar terang, justru ketika ia tidak menghindari gelap. Seperti bulan, kita bersinar terang, hanya ketika kita memeluk kegelapan.

Percakapan di bar itu sudah berlangsung lama. Bartender sudah mulai bersih-bersih, dan hendak menutup tempat. Entah berapa botol bir yang telah ia minum. Teman saya tampak lunglai. Lanjutkan membaca Memulihkan Diri, Setelah Perpisahan

Ketika Duka Berkunjung…

Fiveprime

Oleh Reza A.A Wattimena

Ketika kehilangan sesuatu, manusia berduka. Kematian dan perpisahan dengan orang yang dicintai memicu rasa duka di dalam batin manusia. Duka pun berujung pada rasa kesedihan yang mendalam, sekaligus kesepian. Rasa duka tidak hanya dipicu, ketika kematian ataupun perpisahan semata, tetapi juga oleh lenyapnya pekerjaan, kegagalan dari sebuah ambisi, sakit yang parah sampai dengan perpindahan tempat tinggal.

Rasa duka itu unik. Setiap orang mengalami dan menjalaninya secara berbeda. Namun, ia tak perlu ditolak. Jika ditolak atau ditekan, ia akan semakin membesar. Rasa duka perlu dipahami. Lanjutkan membaca Ketika Duka Berkunjung…