Sekali Lagi: Jangan Lupa

Dali 2

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Menjelang 2019, Indonesia bersiap melakukan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden secara nasional. Ada satu fakta menarik yang terus berulang. Partai-partai warisan Orde Baru, yakni partai-partai anak-anak dari Soeharto, kembali maju. Secara umum, mereka setidaknya membawa tiga program dasar, yakni stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Kita harus kritis membaca ketiga program tersebut, terutama melihat sepak terjang Orde Baru selama 32 tahun di masa lalu. Pertama, konsep stabilitas nasional yang dinamis seringkali dipelintir menjadi pembungkaman suara-suara yang berbeda. Keberagaman pendapat ditindas demi kepatuhan pada penguasa pusat. Suasana memang stabil, namun ketakutan dan kebencian terpendam tersebar di berbagai tempat.   Lanjutkan membaca Sekali Lagi: Jangan Lupa

Iklan

Dinamika Partai Politik di Era Globalisasi: Beberapa Butir Pemikiran

surrealist-art-illustrations-05
youthedesigner.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang, Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Di dalam masyarakat demokratis, seperti indonesia, perubahan politik amatlah dimungkinkan. Ada banyak cara untuk mewujudkan ini. Salah satu jalan terbaik adalah menyalurkan aspirasi politik untuk perubahan ke arah yang lebih baik melalui partai politik. Bisa dibilang, partai politik adalah kendaraan utama perubahan di dalam masyarakat demokratis. Tentu saja, ada jalan-jalan lain yang dimungkinkan, misalnya melalui berbagai karya di dalam berbagai organisasi masyarakat sipil, atau pendidikan masyarakat luas. Namun, jalan perubahan melalui partai politik adalah jalan tercepat, dan memiliki dampak yang paling besar.

Di dalam ranah filsafat politik, partai politik memiliki sejarah yang khas. Partai politik adalah persilangan langsung antara pemerintah dan masyarakat sipil. Persilangan ini amat dibutuhkan di dalam masyarakat demokratis, supaya sepak terjang pemerintah tetap berada di dalam pengamatan dan kendali dari masyarakat sipil, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di dalam demokrasi. Partai politik ini berpijak pada kebutuhan masyarakat sipil akan kehidupan bersama yang damai, adil dan makmur. Partai politik mengemas semua ini ke dalam seperangkat ideologi yang menjadi landasan utama semua karya partai tersebut, terutama ketika mereka duduk di pemerintahan. Lanjutkan membaca Dinamika Partai Politik di Era Globalisasi: Beberapa Butir Pemikiran