Sekularisme dengan “Rasa” Indonesia

Marc Chagall

Oleh Reza A.A Wattimena

Hubungan antara agama dan negara menjadi salah satu tema pergulatan banyak bangsa dewasa ini. Sebagian besar agama besar lahir ratusan dan ribuan tahun lalu. Mereka membawa beban tradisi yang tak selalu cocok dengan jaman yang terus berubah. Sementara, bentuk negara modern, seperti kita kenal sekarang ini, baru berusia ratusan tahun.

Bentuk teokrasi, dimana negara menganut satu agama tertentu, jelas sudah tidak lagi cocok. Sebagian besar negara sudah menjadi begitu majemuk, sehingga bentuk teokrasi (negara dikelola dengan ajaran agama tertentu) hanya akan mengundang diskriminasi, keterbelakangan dan konflik berkepanjangan. Bentuk lainnya adalah sekularisme, dimana negara menjadi sistem yang mandiri dari beragam agama yang ada. Di Indonesia, hampir seperti semua hal lainnya, pemahaman ini sering jatuh ke dalam kecurigaan dan prasangka sempit. Lanjutkan membaca Sekularisme dengan “Rasa” Indonesia

Iklan

Ilmu Pengetahuan di Indonesia, Mau Dibawa Kemana?

Pxleyes

Oleh Reza A.A Wattimena

Di Indonesia, pengetahuan belumlah menjadi kebutuhan. Ilmu pengetahuan masih sekedar menjadi hiasan kepribadian. Gelar akademik sekedar dipampang di undangan pernikahan (bahkan berita duka pemakaman), guna meningkatkan nama baik keluarga. Pada akhirnya, kesulitan menekuni bidang keilmuan hanya bermuara pada kegiatan pamer pada tetangga dan keluarga.

Hal serupa pun terjadi pada para ilmuwan. Dunia penelitian tidak ditekuni untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, melainkan untuk mengejar proyek. Proyek tersebut berupa dukungan dana, entah dari pemerintah atau dari luar negeri. Hasil penelitian pun sekedar menjadi laporan yang tak berdampak pada perubahan sosial masyarakat luas. Lanjutkan membaca Ilmu Pengetahuan di Indonesia, Mau Dibawa Kemana?