Tiga Pertemuan: Urban Zen, Tawaran Kejernihan untuk Manusia Modern

WhatsApp Image 2022-05-18 at 6.43.17 PMWebinar bersama Forum Kader Pemikir Islam Indonesia dan Lembaga Studi Agama dan Filsafat 

Bagaimana menemukan kejernihan di tengah jaman yang semakin membingungkan ini? Bagaimana mendapatkan kedamaian hati dan arah hidup yang tepat di tengah cengkraman politik korup, bencana ekologis, krisis ekonomi bergantian, radikalisme agama dan ancaman perang dunia ketiga? Di dalam tiga pertemuan ini, kita akan belajar bersama untuk menjawab dua pertanyaan itu sampai tuntas.

Pertemuan 1: Sejarah dan Dasar Filosofis Zen (4 Juni 2022)

Pertemuan ini membahas sejarah dan filsafat Zen. Akan dibahas arti dasar kata Zen, dan bagaimana ia berkembang di dalam sejarah. Akan dibahas juga ontologi, epistemologi dan aksiologi dari Zen. Pertemuan ini memberikan dasar pemahaman konseptual untuk Zen. Lanjutkan membaca Tiga Pertemuan: Urban Zen, Tawaran Kejernihan untuk Manusia Modern

Apakah Pria Indonesia Berotak Kotor?

Surreal-portraits-of-women-painted-by-an-Iranian-artist-5710dae922d86__880Oleh Reza A.A Wattimena

Seorang teman bercerita. Ia berjalan di bilangan Pasar Baru, Jakarta. Ini tempat belanja klasik. Banyak barang yang menarik untuk dilihat.

Tiba-tiba terdengar suara pria. Hei, cewek, dari mana? Pertanyaan itu dibarengi dengan siulan yang terkesan kurang ajar. Teman saya kaget. Hari gini, masih ada orang “kampungan” yang suka menggoda perempuan di jalan? Lanjutkan membaca Apakah Pria Indonesia Berotak Kotor?

DUNGU

unnamedOleh Reza A.A Wattimena

Alkisah, seorang pemuda hendak melihat mentari terbit. Katanya, setiap jam 3 pagi, ia sudah bangun, dan mempersiapkan diri. Matahari, baginya, adalah sumber kehidupan. Setiap hari, ia pun menantinya terbit.

Setelah bangun, ia mandi. Segera, ia memakai baju yang baru, supaya tampak sopan di hadapan sang sumber kehidupan. Ia pun menghadap Barat. Sabar menanti, ia terus berdiri, dan terus berharap. Lanjutkan membaca DUNGU

Pedagogik Kemunafikan

hypocriteOleh Reza A.A Wattimena

Pagi hari, sekumpulan perempuan itu berkumpul. Mereka mengenakan pakaian religius tertentu. Sekujur tubuh tertutup, dari kepala sampai ujung kaki. Di negara tropis yang hangat, hal tersebut sungguh tak masuk akal sehat.

Mereka terlihat alim. Perilakunya terkontrol, seperti sapi yang hendak digiring ke pemotongan. Konon, katanya, di sekolah, mereka dipaksa untuk menghafal ajaran agama tertentu. Menghafal dan kepatuhan buta adalah ajaran mutlak di sistem pendidikan Indonesia yang sangat bobrok ini. Lanjutkan membaca Pedagogik Kemunafikan

Seminar: Etika dan Moral di dalam Dunia Digital

Eposter_Kelas Filsafat Mei 1Eposter_Kelas Filsafat Mei 2
Masih dalam tema besar “Manusia dan Dunia Digital”, kelas filsafat pada putaran kedua ini membahas bagaimana pemikiran Kant, pemikiran kaum Stoa, pemikiran Karl Marx, hingga Buddhisme dapat memecahkan soal etika di dunia digital. Daftar sekarang melalui https://tiket.salihara.org/event/etika-moral-dan-dunia-digital/ 

Mengapa Kita Bodoh?

da84a4c5e17b2f6bd49f6abb3b708786Oleh Reza A.A Wattimena

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang. Namun, sampai detik tulisan ini dibuat, kita masih saja membeli garam dari negara lain. Padahal, laut di Indonesia jauh lebih luas dari daratan yang ada. Ini salah satu kebodohan kita.

Garis pantai kita sepanjang 54.716 km. Dengan garis pantai seluas itu, dengan mudah bangsa kita membuat tambak garam yang amat besar. Hanya kehendak politik dan kompetensi yang dibutuhkan. Namun, setiap tahunnya, kita masih saja impor garam. Lanjutkan membaca Mengapa Kita Bodoh?

Buku Terbaru: Merancang Revolusi Pendidikan Indonesia Abad 21

1647411890Oleh Reza A.A Wattimena

Pendidikan adalah urusan semua orang. Ia bukanlah semata urusan pemerintah, atau ahli pendidikan semata. Pepatah lama mengatakan, bahwa dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak. Pendidikan adalah sebuah upaya bersama yang membutuhkan landasan nilai, sekaligus usaha bersama dari seluruh masyarakat.

Mutu pendidikan mempengaruhi mutu kehidupan masyarakat di masa kini dan masa depan. Segala bentuk kejahatan, mulai dari pencurian, pembunuhan, pemerkosaan sampai dengan korupsi, berakar pada kegagalan sebuah masyarakat mewujudkan sistem dan filsafat pendidikan yang bermutu tinggi. Mutu pendidikan juga mempengaruhi masa depan sebuah bangsa. Kemampuan sebuah bangsa untuk tetap ada dan terlibat di dalam pembentukan masyarakat global yang adil dan makmur amat ditentukan dari mutu pendidikan di dalamnya. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Merancang Revolusi Pendidikan Indonesia Abad 21

Keadaan Demokrasi Kita

79bf9763a9747df3da54b1ce79994397Oleh Reza A.A Wattimena

Dalam salah satu wawancaranya dengan BBC, kantor berita nasional Inggris, pada 2020 lalu, Presiden Jokowi menyinggung soal demokrasi. Baginya, demokrasi adalah keterbukaan pada ketidaksetujuan. Banyak orang yang mengritik kebijakannya, terutama terkait dengan penegakan HAM, dan kelestarian lingkungan. Itu sah, dan merupakan bagian dari demokrasi, begitu kata Jokowi.

Jawaban ini salah total. Demokrasi bukan hanya soal memperbolehkan ketidaksetujuan, lalu mengabaikannya. Ini namanya pemerintahan tuli. Sebaliknya, demokrasi tidak boleh tuli. Kritik diberikan ruang, didengarkan lalu dipelajari, apakah isinya bisa dan harus diterapkan, atau tidak. Lanjutkan membaca Keadaan Demokrasi Kita

Penyakit-Penyakit Lama dari “Negara Republik Oligarki” Indonesia

0_1opthal5_465_801_int-1Oleh Reza A.A Wattimena

PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) baru saja merayakan hari lahirnya yang ke 49 pada 10 Januari 2022 kemarin. Di dalam perayaan itu, Megawati Soekarno Putri, sebagai ketua umum, mengajukan beberapa kritik.

Salah satunya sungguh mengena di saya. Ia berkata, bahwa banyak Undang-undang di Indonesia tak sesuai dengan UUD. Secara langsung, ia menegur Puan Maharani, Ketua DPR RI, yang adalah putrinya sendiri. Lanjutkan membaca Penyakit-Penyakit Lama dari “Negara Republik Oligarki” Indonesia

Kutukan Homo Corruptus

js4853's deviantART gallery | Surrealism painting, Surrealism, PaintingOleh Reza A.A Wattimena

2012, saya menulis buku dengan judul Filsafat Anti Korupsi: Membedah Hasrat Berkuasa, Pemburuan Kenikmatan dan Sisi Hewani Manusia di balik Korupsi. Buku itu unik. Ia tidak membahas korupsi dari sisi politik ekonomi semata, seperti buku-buku korupsi pada umumnya. Buku ini membahas korupsi dari sisi pelakunya, yakni manusia yang jiwanya sudah membusuk: homo corruptus.

Homo Corruptus

Homo corruptus adalah mahluk yang koruptif. Nilainya sebagai manusia sudah membusuk. Yang ada di otaknya hanya mencuri, terutama mencuri dalam jumlah besar untuk memuaskan hasrat kerakusannya. Di Indonesia, homo corruptus memegang jabatan tinggi, mulai dari pejabat partai politik sampai dengan menteri penanggung jawab krisis. Lanjutkan membaca Kutukan Homo Corruptus

Mengapa Negeri Surga Khatulistiwa Terus Terjebak di Abad Kegelapan?

Dark Ages and Renaissance Art Masters – Dark Art and CraftOleh Reza A.A Wattimena

Negeri surga Khatulistiwa itu sungguh dicintai para dewa. Alamnya indah nan mempesona. Budayanya kaya dan berwarna. Surga dunia sudahlah hadir, dan tak perlu menunggu ajal tiba.

Negeri surga Khatulistiwa itu pernah menjadi pusat Dharma dunia. Hukum-hukum kebenaran dipelihara dan diwariskan kegenerasi berikutnya. Inilah hukum-hukum alam yang membebaskan dan membawa pencerahan. Namun, sayang, negeri surga tersebut kini tenggelam di dalam kegelapan. Lanjutkan membaca Mengapa Negeri Surga Khatulistiwa Terus Terjebak di Abad Kegelapan?

Rayuan untuk Membaca

Surreal Illustrated books in anthropomorphic style | Graphic Art NewsOleh Reza A.A Wattimena

Pada 7 Oktober 2021 lalu, saya berkunjung ke Pasar Baru, Jakarta. Saya kerap mengunjungi tempat ini bersama almarhum ayah dan ibu saya, ketika saya masih kecil. Saya berkunjung ke toko buku masa kecil saya, yakni Gramedia Pasar Baru. Terkaget, toko itu hampir tutup: hidup segan, mati tak mau.

Penyejuk udara sudah mati. Yang ada hanyalah kipas-kipas yang digantung di sudut-sudut ruangan. Tata buku juga amat terbatas. Yang dijual mayoritas novel-novel. Lanjutkan membaca Rayuan untuk Membaca

Ancaman Berbisa Ular Kobra

Cobra, Drawing by Miro Gradinšćak | ArtmajeurOleh Reza A.A Wattimena

Kerajaan Inggris menguasai India di abad 19 yang lalu. Pada masa itu, ada masalah besar di Delhi. Ular Kobra menjadi wabah di sana. Begitu banyak ular Kobra berbisa racun yang berkeliaran di kota, sehingga mengancam kehidupan masyarakat umum.

Pemerintah Inggris berupaya mencari jalan keluar. Mereka menawarkan hadiah bagi orang yang berhasil menangkap ular Kobra beracun tersebut, dan membawanya ke pihak yang berwajib. Kebijakan itu sukses besar. Begitu banyak ular kobra yang ditangkap, dan diberikan ke pemerintah. Lanjutkan membaca Ancaman Berbisa Ular Kobra

Mengapa Filsafat Gagal di Indonesia?

The Art of Surrealism: Poverty will be dangerous by Pawla KuczynskiegoOleh Reza A.A Wattimena

Saya menulis tema ini dengan rasa sedih dan cemas. Hampir 20 tahun, saya hidup dalam dunia filsafat Indonesia. Ada secuil harapan, bahwa filsafat akan menjadi lampu pencerah kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia. Begitu banyak hal baik di dalam filsafat yang bisa ditawarkan untuk kemajuan bangsa kita.

Namun, harapan tersebut tampak redup di 2021 ini. Filsafat gagal menghadirkan pencerahan bagi bangsa Indonesia. Harga yang harus dibayar pun mahal, yakni mutu kehidupan bersama yang semakin dangkal dan korup di Indonesia. Dalam jangka panjang, tanpa perubahan yang mendasar, bangsa kita bisa hancur. Lanjutkan membaca Mengapa Filsafat Gagal di Indonesia?

Apa yang Harus Dilakukan, Jika Negara Memperbodoh dan Mempermiskin Rakyatnya Sendiri?

Influences of Surrealism | HiSoUR - Hi So You AreOleh Reza A.A Wattimena

Juli 2021, Indonesia di ambang bencana. Pandemik COVID 19 masih menghantui. Pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang salah total terkait bencana ini. Rakyat pun semakin sulit hidupnya.

Jutaan pandangan sudah diajukan. Namun, semua tampak diabaikan. Pemerintah terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Dewan perwakilan rakyat pun tidak pernah sungguh mewakili kepentingan rakyat, melainkan hanya memperkaya diri sendiri dan partai semata. Negara tampak tuli pada suara dan kepentingan rakyatnya. Lanjutkan membaca Apa yang Harus Dilakukan, Jika Negara Memperbodoh dan Mempermiskin Rakyatnya Sendiri?

Manifesto Progresif Indonesia

Stunning Spanish Illustrations for The Communist Manifesto – Brain PickingsOleh Reza A.A Wattimena

Saya lelah menyimak perdebatan publik di Indonesia. Pandangan-pandangan yang dilontarkan sangat berat sebelah. Tradisi dan agama dipuja, tanpa jarak dan sikap kritis yang sehat. Alhasil, banyak masalah tak kunjung usai, bahkan semakin parah, mulai dari korupsi, konflik bersenjata sampai dengan terorisme yang berpijak pada agama.

Inilah sikap konservatif yang menjajah Indonesia. Pandangan-pandangan kuno dilontarkan bagaikan kebenaran mutlak. Pemuka agama dan artis dipuja bagaikan dewa. Yang saya rindukan adalah pandangan-pandangan progresif yang dulu melahirkan Republik Indonesia, dan mengantarkan kita semua keluar dari cengkraman rezim militer Orde Baru. Lanjutkan membaca Manifesto Progresif Indonesia

Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Painting : Self Touch (Ivan Sagita - 1988) - National Gallery Of Indonesia  - Official website of Indonesia National GalleryOleh Reza A.A Wattimena

Sebagai sebuah komunitas politik, Indonesia lahir dari kesepakatan hukum yang mengikat. Ia menghubungkan ribuan pulau dengan beragam budaya dan agama. Ia adalah apa yang disebut ‘kesepakatan orang-orang yang terhormat’ (gentleman´s agreement). Ada dua hal yang menjadi dasar dari ikatan tersebut.

Yang pertama adalah kesamaan nasib sebagai bagian dari nusantara. Pengalaman sebagai bangsa terjajah juga menjadi dasar ikatan tersebut. Yang kedua adalah kesamaan tujuan, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur untuk semua. Dengan bekerja sama, tujuan tersebut dianggap lebih mudah untuk dijangkau. Lanjutkan membaca Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Darurat Negara Hukum di Indonesia

Law enforcement Skull | Surrealism painting, Surreal art, Steampunk art
Billi Knight

Oleh Reza A.A Wattimena

            Negara hukum. Inilah salah satu temuan terpenting filsafat politik di dalam sejarah manusia. Kekuasaan tidak lagi bergantung pada satu orang tertentu. Tidak ada Tuhan ataupun langit sebagai dasar kekuasaan.

            Kekuasaan melekat pada hukum yang disepakati bersama. Inilah ide dasar dari supremasi hukum. Hukum pun tidak mutlak. Ia bisa diubah, seturut dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, asal tidak melanggar prinsip-prinsip dasarnya.

Lanjutkan membaca Darurat Negara Hukum di Indonesia

Publikasi Terbaru: Sampai Kapan Papua Bergejolak?

40f1ccac7b00d8c5cc36f964647b15b1
Mongabay

Kajian Strategis Atas Konflik Politik dan Konflik Sumber Daya di Papua

Diterbitkan di The Ary Suta Center Series on Strategic Management April 2020 Volume 49

Oleh Reza A.A Wattimena

Papua merupakan salah satu daerah yang paling bergejolak di Indonesia. Selama puluhan tahun, berbagai konflik politik, ekonomi sampai dengan militer terjadi di sana. Rakyatnya juga masih banyak yang hidup dalam kemiskinan serta keterbelakangan, walaupun alamnya memiliki kekayaan alam yang amat besar. Sampai detik tulisan ini dibuat, berbagai bentuk persoalan pelanggaran HAM dan ketidakadilan ekonomi juga masih belum mendapatkan jalan keluar yang memadai. Di dalam berbagai krisis tersebut, tuntutan Papua untuk melepaskan diri dari Indonesia pun terus berkumandang. Lanjutkan membaca Publikasi Terbaru: Sampai Kapan Papua Bergejolak?

Kejahatan Orang-orang Saleh

Ilustrasi karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Bajunya religius. Senyumnya lebar. Ia ingin menampilkan diri sebagai manusia saleh. Doa rajin, apalagi ketika banyak orang menonton. Puasa pun kuat, asal juga disaksikan oleh banyak orang.

Tampilan religius dibalut juga dengan kekayaan yang gilang gemilang. Sayang, hobinya mencuri, alias korupsi. Ia memandang rendah orang-orang miskin, dan orang-orang yang berbeda identitas dengannya. Jika mungkin, ia mempersulit, dan bahkan menindas mereka. Lanjutkan membaca Kejahatan Orang-orang Saleh