Dalam Pelukan Negeri Di Atas Awan

IMG20210520064408Oleh Reza A.A Wattimena

Pertengahan Mei 2021, saya masih melanjutkan perjalanan di Bali. Tidak ada rencana yang dibuat. Tidak ada jadwal tetap. Kemana hati mengarah, kesana kaki melangkah.

Setelah tenggelam dalam pesona alam dan budaya Ubud, Bali, saya memilih untuk pergi ke gunung. Yang terdekat adalah Gunung Batur, Kintamani, Bali.

Di hati saya, gunung selalu memiliki tempat yang istimewa. Di sekitar, atau di puncak, gunung, saya selalu merasa damai, dan menyatu dengan segala yang ada.

Saya memutuskan untuk berangkat jam 6 pagi. Perjalanan antara Ubud ke Gunung Batur ditemani cuaca dingin yang menusuk tulang.

Jaket saya kurang tebal untuk perjalanan semacam ini. Alhasil, setiap beberapa kilometer, saya berhenti di pinggir jalan. Lanjutkan membaca Dalam Pelukan Negeri Di Atas Awan

Publikasi Terbaru: Bali yang Selalu Mempersembahkan Diri

Warga membawa sejumlah sesaji saat perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Bali, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.Oleh Reza A.A Wattimena, Pendiri Rumah Filsafat: Untuk Dunia yang Sadar dan Bernalar Sehat 

Pertengahan Mei 2021, cuaca dingin pagi hari di Ubud, Bali menusuk ke tulang. Namun, tekad saya sudah bulat. Saya akan berangkat di pagi hari, ketika sepi, untuk mengunjungi Gunung Batur di Kintamani, Bali. Matahari baru saja tampil menampakkan diri. Pada saat yang sama, warga Bali sudah bangun, dan sibuk berkegiatan. Kebanyakan berkegiatan di sekitar Pelinggih, yakni tempat pemujaan yang ada di setiap rumah Bali, jalan raya maupun sawah. Mereka mebanten, atau menghaturkan saji kepada Yang Mahakuasa. Persembahan dihanturkan sebagai simbol syukur sekaligus mohon perlindungan bagi kehidupan selanjutnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bali yang Selalu Mempersembahkan Diri “, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/27/140043865/bali-yang-selalu-mempersembahkan-diri.

Editor : Wisnu Nugroho

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Publikasi Terbaru: Ubud dalam Pelukan Sintesis Jati Diri

Umat Hindu sedang melakukan upacara keagamaan di salah satu pura di Ubud, Bali.

Oleh Reza A.A Wattimena

Saya pertama kali menyentuh Ubud, Bali pada 2018 lalu. Wangi dupa mengisi jalan raya. Warna warni adat dan agama memperkaya udara. Saya seperti di surga. Di Ubud, yang modern dan yang tradisional berpadu satu. Toko-toko modern dan restoran internasional berjamuran di sana. Pura-pura suci Bali dan adat asli Ubud juga hadir dalam keagungannya. Yang modern dan yang tradisional hidup bersama, saling memperkaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ubud dalam Pelukan Sintesis Jati Diri”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/18/205454765/ubud-dalam-pelukan-sintesis-jati-diri?page=all#page2.

Editor : Wisnu Nugroho

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L