Mengembalikan Dharma ke Nusantara

Dharma Painting by EM MODESTO | Saatchi ArtOleh Reza A.A Wattimena

Sekitar 1000 tahun yang lalu, Indonesia adalah rumah ilmu. Beragam orang dari berbagai bangsa datang dan belajar di sini. Tentu saja, waktu itu, belum ada Indonesia. Pada masa itu, Indonesia adalah kumpulan beberapa kerajaan yang memiliki pengaruh politik, budaya maupun ekonomi yang luas.

Bisa dibilang, pada masa itu, Nusantara kita, Indonesia, adalah negara Dharma. Hukum-hukum alam yang abadi diuraikan dengan jelas, dan diterapkan di dalam kehidupan. Manusia mencapai pencerahan moral, spiritual dan intelektual yang mengagumkan. Nusantara kita menjadi magnet bagi para pencari kebijaksanaan. Lanjutkan membaca Mengembalikan Dharma ke Nusantara

Artikel Ilmiah Terbaru: Yesus dan Yoga

Kriya Yoga — Royal Technique of God-Realization | Kriya yoga, Kriya,  Spiritual art
Ann Rhodes

Jalan Sistematik untuk Kembali Kepada Sang Pencipta

Oleh Reza A.A Wattimena

            Yesus adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh di dalam sejarah manusia. Di dalam tradisi Kristen, Yesus adalah Tuhan yang turun menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia. Di dalam tradisi Hindu dan Buddha, Yesus adalah salah satu master yang menawarkan jalan pembebasan dari penderitaan. Di dalam tradisi Islam, Yesus adalah nabi yang membimbing manusia keluar dari kegelapan. Yesus adalah tokoh lintas agama dan lintas peradaban.

            Di dalam tradisi India, Yesus juga dikenal sebagai salah satu master Yoga. Dalam arti ini, Yoga adalah sekumpulan metode untuk membebaskan manusia dari egonya. Ego adalah sumber penderitaan yang menyiksa batin manusia. Yoga membawa manusia kembali ke keadaan alamiahnya, yakni satu dan sama dengan seluruh alam semesta. Setelah ribuan tahun, dan setelah mengalami berbagai macam campur tangan kepentingan politik, ajaran Yesus sebagai seorang master Yoga pun terlupakan. Lanjutkan membaca Artikel Ilmiah Terbaru: Yesus dan Yoga

Bijaksana Saat “Dipaksa Jeda”

Tommy-Web-4
Karya Tommy Fung dari Hongkong

Oleh Reza A.A Wattimena

Saya punya hobi baru, yakni berkeliling Jakarta di malam hari, bahkan sampai subuh. Tenang, saya bukan Batman. Saya tidak berburu penjahat di malam hari. Saya hanya menikmati sejuk dan indahnya kota masa kecil saya di malam hari.

Saya mengendarai motor, dan kerap berjumpa dengan tukang pompa ban. Biasanya, mereka sedang tidur, atau melamun. Lalu, saya kagetkan, karena saya mau menambah angin ban. Percakapan kami pun dimulai. Lanjutkan membaca Bijaksana Saat “Dipaksa Jeda”