Emosi Demokrasi

Richard Davis

Oleh Reza A.A Wattimena

Minggu-minggu terakhir September 2019, banyak mahasiswa kerap bertanya. Bagaimana pandangan bapak soal demonstrasi mahasiswa di berbagai kota belakangan ini? Komentar saya sederhana.

Isu yang diperjuangkan kali ini sangat berbobot. Mahasiswa harus punya pengalaman berdemo, dan kali ini, kalian harus aktif terlibat. Namun, hati-hati, karena banyak pihak busuk yang menunggangi demo, mulai dari preman pesanan, sampai dengan kepentingan asing berbau radikalisme agama. Lanjutkan membaca Emosi Demokrasi

Tentang Iri Hati

Lisa Lach-Nielsen | ACRYLIC | Envy

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta  

Setiap orang pasti mengenali rasa iri. Entah mereka pernah mengalaminya, atau melihat orang yang saling iri hati satu sama lain. Mengapa orang merasa iri hati terhadap orang lain? Jawaban singkatnya, sebagaimana diuraikan oleh Antonio Cabrales, peneliti dari Universitas Madrid, adalah karena rasa iri hati sudah ada di dalam genetik manusia.

Rasa iri memiliki peranan besar di dalam perkembangan manusia sebagai spesies. Ia membantu manusia untuk memperoleh sumber daya yang memang terbatas dalam persaingan dengan manusia lain, ataupun spesies lain. Di dalam kelompok primitif, rasa iri memacu orang untuk memiliki lebih banyak harta benda, daripada orang-orang lainnya. Pemilik harta benda terbanyak lalu dianggap sebagai orang yang paling tepat untuk membangun keluarga yang unggul, sekaligus menjadi pemimpin kelompok. (Kupczik, 2014) Lanjutkan membaca Tentang Iri Hati