Karya Filsafat: Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung

Karya Filsafat: Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung

Disertasi Filsafat Politik di Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman

Penulis: Reza A.A Wattimena (Reza Alexander Antonius Wattimena) Lanjutkan membaca Karya Filsafat: Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung

Pencerahan

bt-enlightenment-goal
thespiritscience.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Sedang di München, Jerman

Untuk apa kita belajar filsafat? Untuk apa kita menekuni beragam teks sulit yang ditulis oleh orang-orang yang sudah mati? Saya tidak tahu dengan anda. Namun, saya punya tujuan yang saya pegang erat terus, sejak pertama kali saya menyentuh buku filsafat: saya ingin mencapai pencerahan (Enlightenment, Aufklärung, Erleuchtung).

Mungkin, ini terdengar naif. Akan tetapi, jika kita mendalami beragam pemikiran filsafat yang ada di dalam sejarah manusia, tujuan ini cukup umum ditemukan. Filsafat Yunani Kuno, terutama tradisi Stoa, mencita-citakan terciptanya “orang bijak Stoa”. Ia adalah manusia yang tak lagi terpengaruh oleh naik turunnya kehidupan. Di tengah beragam tantangan dan persoalan yang menerpa, ia tetap teguh berpegang pada kekuatan batin (innere Kraft) yang bercokol di dalam jiwanya, dan menemukan ketenangan yang sejati (Gelassenheit). Lanjutkan membaca Pencerahan

Paradoks Perdamaian

Surrealism-oil-font-b-painting-b-font-handpainted-on-canvas-man-woman-s-font-b-face
g02.a.alicdn.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Memasuki tahun baru, saya teringat salah satu cita-cita tertua dan terluhur manusia, yakni perdamaian dunia. Hidup di kota yang diancam bom pada saat malam pergantian tahun membuat saya kembali merenungkan hal tersebut. Mungkinkah ia terwujud? Apa harga yang harus dibayar untuk mencapainya?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan renungan sekaligus penelitian para filsuf politik sepanjang sejarah. Mereka mencoba memahami akar masalah, dan mengajukan jalan keluar. Kita pun tergerak untuk merumuskan pandangan kita sendiri tentang perdamaian dunia, serta cara-cara untuk mencapainya. Ini tentu tak selalu mudah, namun niat untuk melakukannya sudah terhitung sebagai sebuah tindakan luhur. Lanjutkan membaca Paradoks Perdamaian

Berpikir itu Bermimpi

Touch-a-Dream_reference
artween.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Malam kemarin terasa panjang. Mimpi terasa begitu nyata. Ia hadir terus, bahkan ketika tidur telah berakhir. Jejaknya menempel sebagai ingatan yang mencabut diri dari saat ini.

Banyak orang sulit membedakan mimpi sebagai kenyataan. Mereka mengira, mimpi adalah pertanda. Bahkan tak sedikit yang mengira, mimpi adalah realita. Sigmund Freud, bapak psikoanalisis asal Jerman, juga melakukan penelitian tentang tafsir mimpi (Traumdeutung). Lanjutkan membaca Berpikir itu Bermimpi

Filsafat Manajemen Bisnis

Ideas
learnalearning.com

Sebuah Refleksi Awal

Oleh Reza A.A Wattimena

1.Filsafat dan Ilmu Manajemen

Konsep filsafat manajemen bisnis terkait dengan perkembangan ilmu manajemen.[1] Perkembangan dunia sekarang ini mendorong beragam refleksi ilmiah, termasuk filsafat dan manajemen, untuk terlibat dengan beragam persoalan dunia. Kita hidup di dunia yang saling terkait satu sama lain. Ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan, politik, seni dan budaya sebuah masyarakat. Perubahan pada satu bagian masyarakat akan mempengaruhi bagian-bagian lainnya. Inilah yang disebut sebagai interdependensi, yakni kesalingterkaitan dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Fakta ini juga mempengaruhi tingkat persaingan global antara berbagai negara dan berbagai perusahaan di bidang ekonomi. Untuk bisa bertahan dan berkembang di era persaingan global semacam ini, kita membutuhkan cara berpikir dan penerapan tindakan yang tepat.[2] Di titik inilah filsafat manajemen bisnis memainkan peranan penting.  Lanjutkan membaca Filsafat Manajemen Bisnis

Antara Hidup, Kejernihan dan Keputusan

Talking_Hands-1358533360l
absolutearts.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Berulang kali saya mendengar keluhan dari keluarga dan teman, bahwa hidup ini sulit. Hidup ini berat untuk dijalani. Jadi orang baik, kita justru hidup miskin dan susah. Jadi koruptor dan pemeras, kita justru bisa kaya dan ternama. Hidup ini tidak adil, begitu kata mereka.

Pandangan semacam ini diperkuat oleh lagu Hidup Adalah Perjuangan yang dinyanyikan oleh grup band Dewa. Hidup dilihat sebagai perjuangan tanpa henti-henti. Banyak penyesalan dan harapan yang patah arang. Apakah seperti itu? Apakah ini pandangan yang sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya? Lanjutkan membaca Antara Hidup, Kejernihan dan Keputusan

Kematian dan Kesalahpahaman

when-the-tree-dies
pic.pilpix.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Masih teringat jelas di kepala saya, ketika saya diberikan penjelasan, bahwa Bobo, anjing kesayangan saya, meninggal. Saya masih kecil, dan belum sungguh paham, apa artinya, jika sesuatu itu meninggal. Apakah dia menghilang? Begitu pertanyaan saya.

Mbak Inah, pembantu di keluarga kami yang sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri, hanya berkata, “Bobo sudah pergi ke surga, Sinyo.” Surga? Tempat apa itu. Yang saya tahu, bobo kini hidup di taman depan rumah kami bersama dengan pohon dan rumput yang tumbuh di situ. Lanjutkan membaca Kematian dan Kesalahpahaman

Rainer Forst dan Hak atas Justifikasi

Foto-Rainer-Forst-260x300
philosophie-indebate.de

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Filsafat Politik dan Filsafat Sains di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, Sedang Belajar di Munich Jerman

Pemahaman tentang keadilan telah lama menjadi bagian dari diskusi di dalam filsafat Barat. Rainer Forst mencoba ikut serta di dalam diskusi tersebut di dalam bukunya yang berjudul Das Recht auf Rechtfertigung: Elemente einer konstruktivistischer Theorie der Gerechtigkeit yang diterbitkan pada 2007 lalu. Secara sederhana, judul buku itu dapat diterjemahkan sebagai “Hak atas Pendasaran: Elemen-elemen dari Teori Konstruktivis tentang Keadilan”. Lanjutkan membaca Rainer Forst dan Hak atas Justifikasi

Adu Domba

a0f77f31f6881ca2b404deb2e1ac106d
pinterest.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

Taktik adu bomba mungkin adalah taktik yang paling jitu untuk menjajah bangsa lain. Taktik ini tidak membutuhkan biaya banyak, namun amat efektif untuk melemahkan lawan. Ia menjadi taktik utama dari berbagai penguasa absolut di sepanjang sejarah manusia untuk menjajah dan menaklukan. Tingkat keberhasilannya pun nyaris sempurna.

Logika Adu Domba

Taktik adu domba menggunakan logika adu domba. Ada empat ciri utama dari logika ini. Yang pertama adalah penciptaan perpecahan di dalam masyarakat. Lanjutkan membaca Adu Domba

Mendidik Dendam

zbeksinsk10
wordpress..com

Oleh Reza A.A Wattimena

Semua konflik di dunia ini terjadi, karena orang mengira, bahwa kekerasan harus dibalas dengan kekerasan. Mereka mengira, bahwa ini adalah jalan keluar satu-satunya. Jika kekerasan tak dibalas dengan kekerasan, ada perasaan tidak puas di dalam diri. Bahkan, pola semacam ini sudah menjadi begitu otomatis, sehingga orang tidak lagi menyadarinya.

Bom harus dibalas dengan bom. Pukulan harus dibalas dengan pukulan. Mata ganti mata. Gigi ganti gigi. Nyawa ganti nyawa. Lanjutkan membaca Mendidik Dendam

Otak, Neuroplastisitas dan Hidup Kita

pic.pilpix.com
pic.pilpix.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti Doktoral di Munich, Jerman 

Kita hidup di dunia yang tak selalu sesuai dengan keinginan kita. Ketika keinginan dan harapan kita rontok di depan mata, kita mengalami krisis hidup. Ketika krisis berulang kali terjadi, kita pun lalu merasa putus asa. Kita mengira, bahwa hidup ini tidak bermakna, dan tidak layak untuk dijalani.

Padahal, jika dipikirkan lebih dalam, hidup adalah kemungkinan tanpa batas. Orang bisa melakukan apapun, selama ia memiliki komitmen untuk bekerja dan berpikir, guna mewujudkan harapan serta keinginannya. Salah satu kemampuan penting untuk mencapai cara berpikir ini sudah selalu terletak di otak kita sendiri. Rasa putus asa dan patah arang sebenarnya tidak perlu terjadi. Lanjutkan membaca Otak, Neuroplastisitas dan Hidup Kita

Demokrasi, Sebuah Refleksi

1942-new-york-surrealist-gaOleh Reza A.A Wattimena

Peneliti Doktoral di Munich, Jerman

Dasar utama dari demokrasi adalah pemahaman dasar, bahwa manusia adalah mahluk politis. Artinya, manusia adalah mahluk yang secara alamiah terdorong untuk membentuk suatu komunitas hidup bersama, yakni komunitas politis. Ini penting untuk menjamin keberadaan manusia itu sendiri, sekaligus untuk mengembangkan kebudayaannya. Ini semua tidak akan mungkin terwujud, jika manusia hidup terputus dari manusia-manusia lainnya.

Demokrasi juga memiliki kaitan erat dengan perdamaian. Di satu sisi, untuk mewujudkan masyarakat demokratis yang menciptakan keadilan dan kemakmuran, kita membutuhkan perdamaian. Di sisi lain, perdamaian yang sesungguhnya hanya mungkin, jika masyarakat menerapkan tata politik demokratis secara konsisten. Oleh karena itu, tata politik demokratis dan perdamaian harus dilakukan secara berbarengan. Keduanya adalah sekaligus alat dan tujuan untuk mencapai keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat, tanpa kecuali. Lanjutkan membaca Demokrasi, Sebuah Refleksi

Buku Filsafat Terbaru: Bahagia, Kenapa Tidak?

cover1+4.cdr

Penulis: Reza A.A Wattimena

Ilustrator: Maria Wilis Sutanto

ISBN 978-602-08931-1-2 (pdf)

ISBN 978-602-08931-0-5 (cetak)

Buku ini ditujukan untuk para peminat filsafat yang berpendapat, bahwa filsafat harus berakar pada pengalaman nyata setiap orang. Lebih dari itu, filsafat juga bisa memberikan visi nyata untuk mengembangkan hidup pribadi maupun sosial manusia. Buku ini juga ditujukan untuk orang-orang yang ingin mencapai kebahagiaan di dalam hidupnya, juga termasuk orang-orang yang dengan kegiatan hidupnya sehari-hari berusaha membagikan kebahagiaan untuk semua orang. Buku ini juga menarik untuk para peneliti terkait dengan tema kebahagiaan, seperti para peneliti kesehatan mental dan praktisi psikoterapi.

Bisa dilihat di link berikut: Bahagia_Kenapa_Tidak-Reza_AA_Wattimena

Dua Sayap Pendidikan

faiiint.com
faiiint.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Di berbagai negara, kita menemukan banyak pejabat politik yang terjebak korupsi. Mereka memiliki gelar pendidikan tinggi. Mereka juga memiliki nama baik di lingkungan sosialnya. Namun, latar belakang pendidikan tinggi, pengetahuan agama, serta nama baik sama sekali tidak menghalangi mereka untuk mencuri dan merugikan orang lain.

Kecenderungan yang sama juga sering kita temukan di kalangan pemuka agama. Mereka adalah orang-orang yang dianggap bijak, karena memiliki pengetahuan agama yang tinggi. Namun, kerap kali, mereka juga jatuh ke dalam sikap bejat yang sama. Korupsi, pemerkosaan, penipuan, serta beragam pelanggaran lainnya juga kerap mereka lakukan, karena kerakusan dan kekosongan batin yang mereka alami. Lanjutkan membaca Dua Sayap Pendidikan

Kita Sudah Lelah

pinterest.com
pinterest.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Sedang Belajar di Munich, Jerman

Pembakaran hutan di Indonesia adalah masalah lama. Ini sudah terjadi bertahun-tahun. Namun, masalah ini semakin besar belakangan ini, ketika asap mulai menutupi beragam tempat di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Kerugian yang diciptakan oleh musibah ini menyentuh berbagai bidang kehidupan.

Hutan rusak. Keseimbangan ekosistem alam terancam. Ini tentu akan membawa beragam dampak lingkungan lainnya. Kita juga belum menghitung jumlah hewan dan tumbuhan yang mati, akibat pembakaran hutan tersebut. Lanjutkan membaca Kita Sudah Lelah

Apa Yang Terpenting?

spiritualnow.com
spiritualnow.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, sedang belajar di Munich, Jerman

September 2015, industri mobil dunia terguncang oleh skandal. Volkswagen, salah satu produsen terbesar mobil dunia asal Jerman, melanggar ketentuan terkait dengan jumlah emisi mobil-mobil hasil produksinya. Harga saham Volkswagen menurun drastis. Pemecatan besar-besaran serta denda milyaran Euro pun sudah menunggu di depan mata.

Banyak analisis diajukan atas masalah ini. Intinya adalah, Volkswagen telah menipu pemerintah dan masyarakat terkait dengan jumlah polusi yang dihasilkan oleh mobil-mobilnya. Ia tidak hanya melanggar hukum dan menodai kepercayaan masyarakat, tetapi juga merusak alam. Pola pelanggaran semacam ini sudah terjadi begitu sering di dunia. Perusahaan-perusahaan multinasional mengabaikan semua hal, demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Lanjutkan membaca Apa Yang Terpenting?

Kebohongan, Media dan Propaganda

inhalemag.com
inhalemag.com

Noam Chomsky dan Edward Herman tentang Propaganda

Oleh Reza A.A Wattimena

Noam Chomsky dan Edward Herman menulis buku berjudul Kesepakatan yang Diatur: Ekonomi Politik dari Media Massa pada 1988 lalu.1 Argumen utama dalam buku tersebut masih cocok untuk memahami beragam kekuatan ekonomi politik yang menentukan pemberitaan di berbagai media di seluruh dunia sekarang ini. Kita bisa menyebutnya sebagai filter yang menentukan isi media, baik cetak maupun elektronik.2

Ide dasarnya adalah, bahwa ada kekuatan ekonomi politik yang dimiliki sekelompok orang dan perusahaan raksasa yang menentukan dan menyaring segala bentuk pemberitaan kepada masyarakat luas, sehingga semua pemberitaan itu hanya mengabdi pada kepentingan sekelompok orang dan perusahaan raksasa tersebut, yakni kepentingan untuk memperoleh kekuasaan politik dan keuntungan ekonomi yang lebih besar lagi dengan mengorbankan banyak pihak lainnya.3 Lanjutkan membaca Kebohongan, Media dan Propaganda

Pendidikan dan Kemajuan Ekonomi

the_writing_on_the_wall_by_brenda_york_surrealism_and_fantasy__abstract__4db4c5cfd7582730c55ebaaf96cfd7e9
voiceseducation.org

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Peneliti PhD di Munich, Jerman

Banyak orang mengira, bahwa tingkat pendidikan seseorang langsung terkait dengan perkembangan tingkat ekonominya. Artinya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin besar kemungkinannya untuk menjadi kaya. Anggapan ini tersebar begitu luas dan tertanam begitu dalam di berbagai masyarakat di dunia. Anggapan ini juga menjadi dasar dari begitu banyak kebijakan pendidikan di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Penelitian Terbaru

Berbagai penelitian terbaru di Jerman dan Austria juga mendukung anggapan ini. Ludger Wössmann menulis artikel berdasarkan penelitiannya dengan judul Gute Bildung schafft wirtschaftlichen Wohlstand: Bildung aus bildungsökonomischer Perspektive (2012). Ia menegaskan, bahwa pendidikan yang tepat akan mendorong seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang bermutu untuk mengembangkan hidupnya. Namun, ia juga mengingatkan, bahwa pendidikan yang terpaku pada aspek ekonomi belaka justru akan mengurangi daya saing seseorang di pasar tenaga kerja. Lanjutkan membaca Pendidikan dan Kemajuan Ekonomi

Hubungan yang Memisahkan

youne.com
youne.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita hidup kini di dalam jaringan dunia virtual. Begitu banyak orang menghabiskan waktunya di beragam situs jaringan sosial di Internet, seperti Facebook, Path, Instagram dan sebagainya. Beragam situs ini menjadi sumber informasi utama. Bahkan tak berlebihan jika dikatakan, bahwa situs-situs ini kini menjadi media pendidikan utama begitu banyak orang di dunia sekarang ini.

Dengan bantuan situs-situs di dunia virtual ini, orang merasa didekatkan satu sama lain. Mereka merasa dekat dengan teman maupun keluarga, walaupun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Para aktivis sosial dan politik bahkan menggunakan situs-situs ini untuk menyebarkan misi dan pandangan mereka. Namun, apakah hubungan yang diciptakan melalui situs-situs dunia virtual ini sungguh merupakan sebuah hubungan yang bermutu? Lanjutkan membaca Hubungan yang Memisahkan

Kejahatan dari Kebaikan

bwskullgirl,photography,female,portrait,surrealism,black-22751ceca1dde73428459373bf0a605c_hOleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya

Sejak kecil, kita diajarkan untuk berbuat baik. Kita diajarkan untuk membantu orang yang kesusahan. Kita diajarkan untuk berani bertindak, ketika orang lain membutuhkan bantuan kita. Semua ini tentu baik.

Berbuat baik adalah nilai yang cukup universal. Semua agama dan filsafat mengajarkannya. Ini ditemukan di semua peradaban yang telah dikenal manusia. Namun, ada masalah tersembunyi disini. Lanjutkan membaca Kejahatan dari Kebaikan