Tentang Ego yang Tak (Pernah) Ada

Peter Gric, “Dissolution of Ego IV”

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Ada dua misteri semesta yang masih menjadi pergulatan para ilmuwan. Yang pertama adalah hakekat dari alam semesta, termasuk seberapa besar dan unsur-unsur apa saja yang menyusunnya. Yang kedua adalah hakekat dari diri, atau ego, termasuk eksistensi dan unsur-unsur pembentuknya. Yang kedua ini lebih menarik untuk diperhatikan.

Sejarah “Ego”

Penyelidikan tentang ego sudah lama berlangsung di dalam sejarah pemikiran manusia. Pemikiran Jawa kuno, misalnya, membedakan antara ego kecil dan ego besar. Ego kecil adalah bentukan sosial, yakni hasil dari hubungan dengan keluarga dan masyarakat secara luas. Ego besar adalah energi semesta yang sudah selalu ada, dan menjadi sumber dari kebijaksanaan hidup yang tertinggi. Lanjutkan membaca Tentang Ego yang Tak (Pernah) Ada

“Ruang Hening” untuk Perdamaian Dunia

ed4a957d3cbf1b87b666627e96d4c491Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang

Anda mungkin belum sadar, bahwa kita sedang mengalami perang dunia ketiga. Perang yang terjadi di Suriah adalah perang antar bangsa-bangsa, mulai dari Arab Saudi, AS, Russia, Iran, sampai dengan Turki.

Kita tidak sadar akan hal ini, karena konsep kita soal perang dunia amat bersifat eropasentrik. Artinya, kita hanya memahami perang dunia sebagai perang antar negara-negara di Eropa yang melibatkan sekutunya.

Kerusakan dan korban jiwa, akibat perang Suriah, amatlah besar. Dampaknya pun merembet ke berbagai belahan dunia lainnya.

Di hadapan begitu banyak konferensi perdamaian internasional, penelitian-penelitian kajian perdamaian, dan berbagai upaya menjaga perdamaian lainnya, mengapa kita jatuh lagi ke dalam lubang yang sama, yakni perang dan kekerasan yang berkepanjangan? Apa yang bisa kita refleksikan dari semua peristiwa ini? Lanjutkan membaca “Ruang Hening” untuk Perdamaian Dunia

Kedewasaan Beragama dan Perdamaian Dunia

surrealistic_room_by_mcrace
deviantart.net

Dari Hakekat Agama, Kesadaran Murni sampai dengan Perdamaian Dunia

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Tulisan untuk Buku “GKI di mata Sahabat”, KOMISI NETWORK & MISI

GEREJA KRISTEN INDONESIA, KLASIS BOJONEGORO,

Anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Tulisan ini merupakan pengembangan ide dari berbagai tulisan yang dimuat di http://www.rumahfilsafat.com.

Agama lahir dan berkembang sebagai bagian dari peradaban manusia. Ia lahir dari rasa kagum sekaligus gentar manusia terhadap segala yang ada, yakni alam dan seisinya.

Agama memberikan makna terhadap hidup manusia. Ketika krisis melanda, agama memberikan arah dan penguat harapan.

Sayangnya, agama kini banyak menjadi permainan kekuasaan. Ajaran dan tradisi religius digunakan untuk mengabdi pada kepentingan politik dan ekonomi yang tidak sehat.

Akibatnya, agama kini justru menjadi alat pemecah. Ia menjadi ideologi yang keras dan jahat terhadap hal-hal yang berbeda dari dirinya. Lanjutkan membaca Kedewasaan Beragama dan Perdamaian Dunia

Agama dan Perdamaian Dunia

img_8617_dark_resurrection_the_birth_of_the_antichrist
Kazuya Akimoto Art Museum

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden Cikarang

Agama lahir dan berkembang sebagai bagian dari peradaban manusia. Ia lahir dari rasa kagum sekaligus gentar manusia terhadap segala yang ada, yakni alam dan seisinya.

Agama memberikan makna terhadap hidup manusia. Ketika krisis melanda, agama memberikan arah dan penguat harapan.

Sayangnya, agama kini banyak menjadi permainan kekuasaan. Ajaran dan tradisi religius digunakan untuk mengabdi pada kepentingan politik dan ekonomi yang tidak sehat.

Akibatnya, agama kini justru menjadi alat pemecah. Ia menjadi ideologi yang keras dan jahat terhadap hal-hal yang berbeda dari dirinya. Lanjutkan membaca Agama dan Perdamaian Dunia

Buku Filsafat Terbaru: Tentang Manusia

cover-1A-page-001Tentang Manusia: Dari Pikiran, Pemahaman sampai dengan Perdamaian Dunia

Penulis: Reza A.A Wattimena

ISBN 978-602-08931-5-0 Lanjutkan membaca Buku Filsafat Terbaru: Tentang Manusia

Paradoks Perdamaian

Surrealism-oil-font-b-painting-b-font-handpainted-on-canvas-man-woman-s-font-b-face
g02.a.alicdn.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Memasuki tahun baru, saya teringat salah satu cita-cita tertua dan terluhur manusia, yakni perdamaian dunia. Hidup di kota yang diancam bom pada saat malam pergantian tahun membuat saya kembali merenungkan hal tersebut. Mungkinkah ia terwujud? Apa harga yang harus dibayar untuk mencapainya?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan renungan sekaligus penelitian para filsuf politik sepanjang sejarah. Mereka mencoba memahami akar masalah, dan mengajukan jalan keluar. Kita pun tergerak untuk merumuskan pandangan kita sendiri tentang perdamaian dunia, serta cara-cara untuk mencapainya. Ini tentu tak selalu mudah, namun niat untuk melakukannya sudah terhitung sebagai sebuah tindakan luhur. Lanjutkan membaca Paradoks Perdamaian