Publikasi Terbaru: Otak dan Identitas, Kajian Filsafat dan Neurosains

Making Heads Turn -
Photographs Courtesy EMnXW

Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di

The Ary Suta Center Series on Strategic Management

Januari 2021 Volume 52

Tubuh manusia adalah benda yang kompleks. Ia memiliki berbagai sistem yang saling terkait satu sama lain. Namun, ada satu organ yang memiliki peran istimewa. Organ itu adalah otak. Perannya amat penting, yakni melakukan koordinasi fungsi dengan seluruh sistem lainnya di dalam tubuh, sekaligus sebagai gudang ingatan.

            Karena terkait dengan ingatan, otak juga membentuk identitas, atau jati diri, manusia. Ego adalah ciptaan dari ingatan. Tanpa ingatan, tubuh manusia, sekaligus identitas, mengalir tanpa henti di sungai perubahan. Ingatan yang membuat manusia menjadi seorang pribadi. Bagaimana memahami kaitan antara otak, ingatan dan identitas pada diri manusia ini?

Versi lengkap klik disini Jurnal Reza, Otak dan Identitas

Sekelumit Cerita Tentang Otak

25 Stunning Surreal Illustrations and Creative Photo Manipulation ...
Igor Morski

Oleh Reza A.A Wattimena

Memahami kesadaran manusia, itulah yang mendorong saya masuk ke gerbang pintu penelitian tentang otak. Kesadaran tak bisa dilepaskan dari diri. Jati diri yang menentukan identitas manusia dalam hidupnya. Jati diri pula yang menentukan pola pembuatan keputusan, sekaligus perilakunya sehari-hari.

Panpsikisme, Jati Diri dan Otak

Dunia juga terkesima dengan panpsikisme. Inilah pandangan yang menyatakan dengan lugas, bahwa alam tak sepenuhnya materi. Yang material selalu berdampingan dengan yang spiritual. Ini mencakup seluruh alam semesta. Lanjutkan membaca Sekelumit Cerita Tentang Otak

Hakuna Matata

Igor Morski

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Setiap orang pasti ingin bahagia. Mereka ingin hidup mewah, ketika berusia muda, kaya raya, ketika berusia tua, dan masuk surga, ketika waktu kematian tiba. Paham tentang kebahagiaan pun beragam, mulai dari kebahagiaan material sampai dengan kebahagiaan spiritual. Agama dan budaya di berbagai tempat juga menawarkan beragam jalan menuju kebahagiaan, seturut dengan versinya masing-masing.

Walaupun begitu, kebahagiaan seringkali hanya merupakan sebentuk perasaan yang rapuh. Ia cepat datang, dan juga cepat pergi. Kebahagiaan lalu diselingi dengan saat-saat penderitaan. Hidup menjadi tidak seimbang dan melelahkan.

Banyak orang pun bertanya, bagaimana manusia bisa mencapai kebahagiaan yang stabil? Bagaimana menciptakan kebahagiaan yang tak rapuh ditelan oleh perubahan? Saya sudah mempelajari berbagai cara untuk menjawab pertanyaan ini. Namun, pada hemat saya, jalan ilmu pengetahuan modern adalah jalan yang paling cocok untuk menjawab pertanyaan tersebut. Lanjutkan membaca Hakuna Matata