Dunia Macam Apa?

eyes world blue eyes earth maps artwork photomanipulations 1920x1200 wallpaper_wallpaperswa.com_58
wallpaperswa.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya

Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi pasar kecil dekat rumah. Seperti biasa, pasar begitu ramai dengan orang yang melakukan transaksi jual beli. Yang menarik perhatian saya adalah, betapa kotornya pasar tersebut. Ia terletak dekat dengan tempat sampah, persis di depan sungai kecil yang ditimbun oleh sampah yang begitu banyak, mulai dari botol aqua, sampai dengan sayur-sayuran busuk. Pemandangan yang mengerikan tersebut tentu saja dibarengi dengan bau busuk yang menusuk hidung.

Tak jauh dari pasar tersebut, ada gedung tinggi menjulang. Gedung itu adalah apartemen yang berdiri tinggi menjulang di antara perumahan kelas menengah ke atas. Sekali lagi, saya tergerak oleh ketimpangan sosial yang begitu besar antara si kaya dan si miskin di Indonesia tercinta ini. Keadaan semacam ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Lanjutkan membaca Dunia Macam Apa?

Mengurai Epistemologi Koruptor

7340723_happy-75th-birthday-hayao-miyazaki_tfe704e5c
rackcdn.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Doktor Filsafat dari Universitas Filsafat Muenchen, Jerman

Mantan Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Fasichul Lisan, kini ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK terkait dengan pendirian RS Unair. Bukti-bukti sudah mencukupi untuk menetapkan dia sebagai tersangka. Tentu saja, asas praduga tak bersalah tetap harus dipegang. Orang harus dianggap tak bersalah, sampai ia sungguh terbukti sebaliknya.

Lepas dari apa yang sesungguhnya terjadi, pertanyaan mendasar, tentang mengapa orang korupsi, tetap menarik perhatian banyak kalangan. Ini terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lainnya. Masalahnya bukan adanya korupsi, tetapi tingkat korupsi yang mengkhawatirkan, sehingga menghambat seluruh proses pembangunan lainnya. Proses perluasan pendidikan, fasilitas kesehatan dan pengentasan kemiskinan menjadi terhambat, akibat tingkat korupsi yang amat besar. Lanjutkan membaca Mengurai Epistemologi Koruptor

Supir Taksi, Globalisasi dan Rekonsiliasi?

Demo-rusuh-supir-taksi-11Sebuah Refleksi*

Oleh Reza A.A Wattimena

Apa hubungan antara demo supir taksi di Jakarta pada 22 Maret 2016 lalu dengan globalisasi? Sekilas, kita tidak bisa melihat hubungan langsung. Namun, jika ditelaah lebih dalam, hubungannya jelas tampak: perkembangan informasi dan teknologi dari negara lain kini memasuki Indonesia, dan mempengaruhi industri transportasi di Jakarta. Pendek kata, para supir taksi itu merasa dirugikan oleh perkembangan industri informasi dan komunikasi yang mengurangi penghasilan mereka per harinya. Siapapun yang diancam mata pencahariannya pasti akan bergerak protes. Sayangnya, ini seringkali berakhir pada kekerasan yang tidak menguntungkan siapapun.[1]

Ini juga terjadi, karena globalisasi, yang salah satunya ditandai dengan perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi, masih belum mencapai titik rekonsiliasi. Artinya, globalisasi masih menghasilkan ketimpangan di berbagai bidang yang juga melahirkan berbagai kemungkinan konflik.[2] Namun, ini janganlah dilihat sebagai titik final. Globalisasi masih mungkin berubah, dan itu semua amat tergantung dari para aktor globalisasi yang adalah manusia-manusia juga. Tulisan ini ingin menawarkan sebuah model di dalam memandang globalisasi dalam konteks Indonesia, yakni globalisasi sebagai rekonsiliasi. Di dalam rekonsiliasi ini, semua aspek kehidupan manusia, mulai dari politik, agama, pendidikan sampai dengan budaya, menemukan titik seimbangnya yang bersifat dinamis. Titik seimbang yang dinamis memungkinkan terciptanya keadilan dan kemakmuran untuk masyarakat Indonesia. Lanjutkan membaca Supir Taksi, Globalisasi dan Rekonsiliasi?

Tentang Prioritas

d9ee191bbc457aa2d5038fbf11dd0bc0
pinimg.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Di dalam hidup, kita diminta membuat pilihan. Kerap kali, pilihan yang tersedia begitu banyak. Kita mengalami kesulitan untuk membuat keputusan. Yang diperlukan disini adalah prioritas, yakni pemahaman mendasar tentang apa yang terpenting, yang terlebih dahulu harus dilakukan.

Prioritas

Hal ini penting tidak hanya untuk pribadi kita, tetapi juga untuk kehidupan bersama. Politik yang bermutu adalah politik yang berfokus pada apa yang terpenting, yakni membangun kehidupan bersama yang didasarkan pada keadilan dan kemakmuran untuk semua. Hal-hal lainnya haruslah mengabdi pada prioritas utama ini. Jika tidak, maka ia harus dilepas. Lanjutkan membaca Tentang Prioritas

Ketika Tersesat

f150c4436370d2204660969b191a502d
pinterest.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Di dalam hidup, kita kerap kali merasa tersesat. Kita kehilangan pegangan hidup, karena masalah dan krisis datang bertubi-tubi, seolah tanpa henti. Ibaratnya keluar dari mulut harimau, dan masuk ke mulut singa. Tegangan hidup menghantam terus, tanpa memberi jeda.

Kita pun juga kerap kali merasa kehilangan arah. Kita tidak lagi punya tujuan hidup yang jelas. Pegangan hidup seolah rapuh, dan begitu mudah lepas. Kita tidak lagi menemukan makna dari apa yang sedang kita lakukan. Lanjutkan membaca Ketika Tersesat

Kota dan Ilusinya

Alternate-Perspectives-ESB-Slavin-671x479
newyorkwritesitself.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Siapa yang tak tergoda dengan gemerlap cahaya kota di malam hari? Gedung-gedung tinggi menjulang memamerkan kecanggihan dan keindahannya. Kota-kota besar dunia memikat begitu banyak orang untuk hidup di dalamnya. Sayangnya, daya pikat tersebut tidak selalu berakhir sebagai cerita bahagia.

Tukang parkir itu masih muda. Setelah lama meninggalkan Jakarta, saya mulai banyak kehilangan arah. Saya bertanya satu alamat kepadanya. Anak muda asal Madura itu menggeleng kepala, tanda tidak tahu. Lanjutkan membaca Kota dan Ilusinya

Aku Berpikir, Maka Aku… Menderita

mind_tripOleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Doktor Filsafat dari Universitas Filsafat Muenchen, Jerman

Sejak kecil, kita diajar untuk menjadi pintar. Kita diajar untuk melatih pikiran kita, sehingga menjadi pintar. Dengan kepintaran tersebut, kita dianggap bisa hidup dengan baik di kemudian hari. Kita juga bisa menolong orang lain dengan kepintaran yang kita punya.

Hal ini bukan tanpa alasan. Dengan pikiran, manusia menciptakan filsafat. Dari filsafat kemudian berkembanglah beragam cabang ilmu pengetahuan, seperti kita kenal sekarang ini. Dari situ lahirlah teknologi yang kita gunakan sehari-hari. Lanjutkan membaca Aku Berpikir, Maka Aku… Menderita

Buku Filsafat Terbaru: Tentang Manusia

cover-1A-page-001Tentang Manusia: Dari Pikiran, Pemahaman sampai dengan Perdamaian Dunia

Penulis: Reza A.A Wattimena

ISBN 978-602-08931-5-0 Lanjutkan membaca Buku Filsafat Terbaru: Tentang Manusia

Paradoks Kejernihan

mind-blowing-clarity-sean-sarsfield
render.fineartamerica.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Jika dipikirkan, hidup memang rumit. Begitu banyak keputusan harus dibuat. Semua dengan akibatnya masing-masing. Apapun yang kita lakukan, sebaik apapun niat di dalam hati kita, tantangan selalu datang menghadang.

Di tengah segala kebingungan yang diciptakan oleh pikiran, kita mencari jawaban. Di tengah beragam tantangan, kita mencari jalan keluar. Pendek kata, kita mencari kejernihan. Dengan kejernihan, harapannya, kita bisa mencapai keputusan yang tepat di dalam beragam keadaan yang terjadi. Lanjutkan membaca Paradoks Kejernihan

Menggoyang Akal, Menggapai Intuisi

cover_issue_2_en_USKajian Kritis atas Metode Koan dan Zazen di dalam Tradisi Zen
Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di dalam Jurnal Ledalero Vol 14, No 2 Tahun 2015

Jurnal Ledalero merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh STFK Ledalero, memiliki ISSN 1412-5420

Jurnal Ledalero diakreditasi DIKTI dengan No.SK DIRJEN DIKTI KEMENDIKNAS No.66b/DIKTI/KEP/2011,

Dengan Ruang Lingkup tulisan ilmiah tentang Teologi,filsafat, ilmu-ilmu sosial, dan kebudayaan.

Terbit dua kali setahun : Januari -Juni / Juli – Desember

ISSN (cetak) : 1412-5420

Silahkan dilihat di link berikut: http://ejurnal.stfkledalero.ac.id/index.php/JLe/article/view/20 

Password: Ledalero

Atau download disini: Menggoyang akal, Menggapai Intuisi

 

Mengapa Kita “Tidak Perlu” Belajar Filsafat?

1687-1
creativeglossary.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang

Sepulang ke tanah air, saya mencoba memikirkan ulang, apa peran filsafat bagi perkembangan kehidupan manusia sekarang ini. Memasuki kota Jakarta, suasana rumit sudah mulai terasa. Begitu banyak orang sibuk dengan beragam aktivitas, mulai dari berjualan rokok sampai dengan sekedar duduk menunggu untuk menjemput keluarga tercinta. Kerumitan ini berbuah kemacetan lalu lintas, terutama ketika orang pergi dan pulang dari tempat kerja.

Apa peran filsafat untuk mereka? Itu pertanyaan kecil saya. Apa yang bisa saya sumbangkan melalui filsafat yang saya pelajari di tanah asing dengan harga darah dan air mata? Atau mungkin, pendekatannya bisa sedikit dibalik, mengapa orang-orang ini, dan saya, “tidak perlu” belajar filsafat? Lanjutkan membaca Mengapa Kita “Tidak Perlu” Belajar Filsafat?

Rumah

7472708_orig
jcookdigphoto.weebly.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Ketika menulis ini, saya sedang berada di persimpangan. Hampir empat tahun terpisah dari keluarga di tanah air, kini waktunya untuk kembali. Dorongan untuk kembali ke tanah air membara di dalam dada. Pertanyaan kecil menggantung di hati, dimanakah rumahku yang sesungguhnya?

Setiap orang, sejatinya, mencari rumah. Rumah adalah tempat atau keadaan, dimana mereka menemukan kedamaian yang sejati. Puluhan ribu kilometer ditempuh, supaya orang bisa kembali ke rumah. Beragam upaya dilakukan, supaya perasaan di rumah ini tidak hanya datang sesaat, tetapi menetap di dalam diri. Lanjutkan membaca Rumah

Filsafat dan Kemandirian Berpikir

naoto-hattori_surrealistic-painting_surrealism_contemporary-art_beautiful-bizarre_081
beautifulbizarre.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Kepalanya botak. Sisa rambutnya sudah putih semua. Sorot matanya tajam. Suaranya berwibawa, dan ia berbicara secara perlahan, sambil menyusun konsep-konsep yang tercecer di dalam pikirannya.

Namanya adalah Godehard Brüntrup. Ia adalah Professor Filsafat di Universitas Filsafat München, Jerman. Ia sedang diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi Jerman. Temanya adalah soal peran filsafat untuk perkembangan pendidikan di Jerman dewasa ini. Lanjutkan membaca Filsafat dan Kemandirian Berpikir

Penderitaan dan Peradaban

186092_x089a
artmajeur.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Lebih dari enam botol bir menemani percakapan kami. Sudah hampir semalam suntuk, kami berbincang. Kawan saya, yang berasal dari Jerman, bercerita, bagaimana ia terjebak di dalam cinta segita: jatuh cinta dengan orang yang sudah menikah, dan bahkan punya anak. Kisahnya penuh derita, mirip telenovela, namun nyata.

Sejenak, saya bertanya, “Mengapa kamu tidak pergi, dan melanjutkan hidupmu?” Pertanyaan tersebut tampak menghentaknya. Setitik air mata terlihat menggenang, entah karena sedih, atau karena alkohol. Setelah terdiam sesaat, ia menjawab, “Saya mencintainya. Semua penderitaan yang saya rasakan akan terbayar, jika saya bisa bersamanya. Saya akan terus berjuang, walaupun luka dan derita datang menghadang.” Lanjutkan membaca Penderitaan dan Peradaban

Karya Filsafat: Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung

Karya Filsafat: Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung

Disertasi Filsafat Politik di Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman

Penulis: Reza A.A Wattimena (Reza Alexander Antonius Wattimena) Lanjutkan membaca Karya Filsafat: Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung

Pencerahan

bt-enlightenment-goal
thespiritscience.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Sedang di München, Jerman

Untuk apa kita belajar filsafat? Untuk apa kita menekuni beragam teks sulit yang ditulis oleh orang-orang yang sudah mati? Saya tidak tahu dengan anda. Namun, saya punya tujuan yang saya pegang erat terus, sejak pertama kali saya menyentuh buku filsafat: saya ingin mencapai pencerahan (Enlightenment, Aufklärung, Erleuchtung).

Mungkin, ini terdengar naif. Akan tetapi, jika kita mendalami beragam pemikiran filsafat yang ada di dalam sejarah manusia, tujuan ini cukup umum ditemukan. Filsafat Yunani Kuno, terutama tradisi Stoa, mencita-citakan terciptanya “orang bijak Stoa”. Ia adalah manusia yang tak lagi terpengaruh oleh naik turunnya kehidupan. Di tengah beragam tantangan dan persoalan yang menerpa, ia tetap teguh berpegang pada kekuatan batin (innere Kraft) yang bercokol di dalam jiwanya, dan menemukan ketenangan yang sejati (Gelassenheit). Lanjutkan membaca Pencerahan

Paradoks Perdamaian

Surrealism-oil-font-b-painting-b-font-handpainted-on-canvas-man-woman-s-font-b-face
g02.a.alicdn.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Memasuki tahun baru, saya teringat salah satu cita-cita tertua dan terluhur manusia, yakni perdamaian dunia. Hidup di kota yang diancam bom pada saat malam pergantian tahun membuat saya kembali merenungkan hal tersebut. Mungkinkah ia terwujud? Apa harga yang harus dibayar untuk mencapainya?

Pertanyaan tersebut menjadi bahan renungan sekaligus penelitian para filsuf politik sepanjang sejarah. Mereka mencoba memahami akar masalah, dan mengajukan jalan keluar. Kita pun tergerak untuk merumuskan pandangan kita sendiri tentang perdamaian dunia, serta cara-cara untuk mencapainya. Ini tentu tak selalu mudah, namun niat untuk melakukannya sudah terhitung sebagai sebuah tindakan luhur. Lanjutkan membaca Paradoks Perdamaian

Berpikir itu Bermimpi

Touch-a-Dream_reference
artween.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Malam kemarin terasa panjang. Mimpi terasa begitu nyata. Ia hadir terus, bahkan ketika tidur telah berakhir. Jejaknya menempel sebagai ingatan yang mencabut diri dari saat ini.

Banyak orang sulit membedakan mimpi sebagai kenyataan. Mereka mengira, mimpi adalah pertanda. Bahkan tak sedikit yang mengira, mimpi adalah realita. Sigmund Freud, bapak psikoanalisis asal Jerman, juga melakukan penelitian tentang tafsir mimpi (Traumdeutung). Lanjutkan membaca Berpikir itu Bermimpi

Filsafat Manajemen Bisnis

Ideas
learnalearning.com

Sebuah Refleksi Awal

Oleh Reza A.A Wattimena

1.Filsafat dan Ilmu Manajemen

Konsep filsafat manajemen bisnis terkait dengan perkembangan ilmu manajemen.[1] Perkembangan dunia sekarang ini mendorong beragam refleksi ilmiah, termasuk filsafat dan manajemen, untuk terlibat dengan beragam persoalan dunia. Kita hidup di dunia yang saling terkait satu sama lain. Ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan, politik, seni dan budaya sebuah masyarakat. Perubahan pada satu bagian masyarakat akan mempengaruhi bagian-bagian lainnya. Inilah yang disebut sebagai interdependensi, yakni kesalingterkaitan dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Fakta ini juga mempengaruhi tingkat persaingan global antara berbagai negara dan berbagai perusahaan di bidang ekonomi. Untuk bisa bertahan dan berkembang di era persaingan global semacam ini, kita membutuhkan cara berpikir dan penerapan tindakan yang tepat.[2] Di titik inilah filsafat manajemen bisnis memainkan peranan penting.  Lanjutkan membaca Filsafat Manajemen Bisnis

Antara Hidup, Kejernihan dan Keputusan

Talking_Hands-1358533360l
absolutearts.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Berulang kali saya mendengar keluhan dari keluarga dan teman, bahwa hidup ini sulit. Hidup ini berat untuk dijalani. Jadi orang baik, kita justru hidup miskin dan susah. Jadi koruptor dan pemeras, kita justru bisa kaya dan ternama. Hidup ini tidak adil, begitu kata mereka.

Pandangan semacam ini diperkuat oleh lagu Hidup Adalah Perjuangan yang dinyanyikan oleh grup band Dewa. Hidup dilihat sebagai perjuangan tanpa henti-henti. Banyak penyesalan dan harapan yang patah arang. Apakah seperti itu? Apakah ini pandangan yang sesuai dengan kenyataan sebagaimana adanya? Lanjutkan membaca Antara Hidup, Kejernihan dan Keputusan