Rumah

7472708_orig
jcookdigphoto.weebly.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Ketika menulis ini, saya sedang berada di persimpangan. Hampir empat tahun terpisah dari keluarga di tanah air, kini waktunya untuk kembali. Dorongan untuk kembali ke tanah air membara di dalam dada. Pertanyaan kecil menggantung di hati, dimanakah rumahku yang sesungguhnya?

Setiap orang, sejatinya, mencari rumah. Rumah adalah tempat atau keadaan, dimana mereka menemukan kedamaian yang sejati. Puluhan ribu kilometer ditempuh, supaya orang bisa kembali ke rumah. Beragam upaya dilakukan, supaya perasaan di rumah ini tidak hanya datang sesaat, tetapi menetap di dalam diri. Lanjutkan membaca Rumah

Iklan

Sahabat sebagai “Rumah”

imgion.com
imgion.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, sedang di München, Jerman

Gadis itu bernama Sabina (bukan nama sebenarnya). Ia tinggal di Jerman. Wajahnya cantik. Ia sangat ramah dan rajin membantu ayahnya. Ayahnya berasal dari Indonesia, dan ibunya orang Jerman. Kini, Sabina sedang melanjutkan studi antropologi di universitas di kota tempat tinggalnya.

Seperti pengalaman banyak anak keturunan campur lainnya, ia seolah hidup di dua dunia. Ia merasa dekat dengan budaya Jerman, karena ia lahir di negara itu. Namun, ia juga merasa perlu untuk memahami budaya Indonesia yang dimiliki ayahnya. Kegelisahan kultural atas pertanyaan “siapa saya?” juga menjadi kegelisahan pribadinya.

Ia mencoba memahami pengalaman dirinya dengan menulis skripsi tentang pengalaman hidup anak yang orang tuanya berasal dari kultur yang berbeda. Namun, Sabina tidak sendirian. Semakin hari, semakin banyak orang yang berasal dari keluarga dengan orang tua yang memiliki budaya berbeda. Semakin banyak yang mengalami kegelisahan pribadi, dan kemudian bertanya, “siapa saya”? Lanjutkan membaca Sahabat sebagai “Rumah”