“Seduksi” dan Sistem

pablo-picasso-figures-on-a-beachOleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

Seduksi adalah rayuan. Namun, ia tidak sekedar rayuan. Rayuan normal bersifat pribadi. Lawan jenis saling merayu untuk mencapai kenikmatan bersama, atau untuk tujuan lainnya, seperti uang dan kuasa. Seduksi adalah rayuan yang bersifat sistemik. Seluruh unsur kehidupan kita, mulai dari politik sampai dengan hiburan, merayu kita untuk melupakan jati diri kita, dan hanyut di dalam sistem.

Seduksi Sistemik

Sistem politik melakukan seduksi, supaya kita memberikan suara kita, ketika pemilihan umum tiba. Janji-janji cemerlang diucapkan, guna memikat hati rakyat. Hadiah-hadiah mewah dibagikan, kerap kali dengan cara-cara yang melanggar hukum. Seduksi politik adalah seduksi yang memoles kepercayaan rakyat terhadap kekuasaan. Lanjutkan membaca “Seduksi” dan Sistem

Dasar Bagi Kebaikan

 

cvylw-3
learnaboutsurrealism.sitew.org

Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

            Mengapa orang berbuat baik? Pertanyaan ini sudah lama menganggu saya. Saya melihat seorang pemuda membantu orang buta menyeberang jalan. Saya melihat anak muda yang lain membantu ibu tua membawa belanjaan. Saya juga melihat sepasang kekasih yang begitu mesra bergandengan tangan, siap untuk saling membahagiakan.

Kebaikan adalah harapan universal manusia. Setiap orang, jauh di dalam hatinya, ingin menjadi orang baik. Mereka ingin melakukan kebaikan, sedapat mungkin setiap saat dalam hidupnya. Dorongan untuk menjadi baik sudah selalu tertanam di dalam diri manusia. Lanjutkan membaca Dasar Bagi Kebaikan

Karya-karya “Sudut Pandang”

Beberapa Bahan dasar Program “Sudut Pandang”

Info lebih jauh klik DISINI

FullSizeRender14141870_10154014202077017_8079534910423302359_n

Learning Organization dan Budaya Kepemimpinan

Miro_CarnivalOleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

            Learning organization? Apa itu? Saya harus minta maaf. Saya tidak menemukan padanan kata Indonesia untuk konsep ini. Yang paling dekat adalah organisasi pembelajar. Namun, kata itu terdengar aneh di telinga saya. Maka dari itu, demi kenyamanan saya menulis, dan kenikmatan anda membaca, mari kita pertahankan kata learning organization. Saya akan terlebih dahulu menjelaskan maksudnya.

Learning Organization

Ada banyak sekali organisasi di dunia ini, mulai dari pemuda Masjid, karang taruna, senat mahasiswa, organisasi siswa di sekolah, pramuka, sampai dengan berbagai institusi besar, seperti kementerian, militer dan organisasi lintas negara internasional. Semuanya memiliki kesamaan, yakni adanya sekumpulan orang dengan berbagai macam kemampuan yang memiliki tujuan yang sama, dan diatur dengan seperangkat aturan-sistem maupun nilai-nilai tertentu. Lanjutkan membaca Learning Organization dan Budaya Kepemimpinan

Melampaui “Manusia”

reason
wordpress.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

            Mengapa saya menulis kata “manusia” dengan tanda kutip? Ini untuk menerangkan, bahwa “manusia” sebagai sebuah realitas tidaklah pernah ada. Ia dianggap ada sebagai bagian dari kesepakatan sosial untuk keperluan hidup sehari-hari, seperti misalnya berkomunikasi. Namun, sebagai sebuah kenyataan yang utuh dan kokoh, ia tidak pernah ada. Ia adalah ilusi, yakni seolah ada, namun sebenarnya tak ada.

“Manusia”

Di balik kata “manusia”, ada sebuah tradisi pemikiran yang telah berkembang lama, terutama di Eropa dan Timur Tengah. Manusia dilihat sebagai mahluk yang istimewa, lebih daripada mahluk hidup lainnya, sehingga punya hak untuk menguasai bumi. Tentu saja, yang merumuskan pandangan tersebut juga “manusia”. Ada konflik kepentingan di dalamnya yang harus terus ditanggapi secara kritis.[1]   Lanjutkan membaca Melampaui “Manusia”

Demokrasi di Indonesia Sekarang

Kompas Cetak Sabtu, 20 Agustus 2016 hal. 24.

reclaiming state-page-001.jpg

 

Mentalitas Ilmiah untuk Indonesia

download
neosurrealism.artdigitaldesign.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Penulis dan Peneliti di Sudut Pandang (www.rumahfilsafat.com)

Kita tidak boleh mencomot secuil data dan fakta dari penelitian ilmiah untuk membenarkan keyakinan religius kita. Kita juga tidak boleh mencomot seenaknya data dan fakta dari penelitian ilmiah untuk kepentingan politik ataupun ekonomi kita. (degrasse Tyson, 2015) Jika kita melakukan itu, kita sedang merusak nalar kita sebagai manusia, dan menghancurkan ilmu pengetahuan. Sayangnya, itu yang kerap kali kita lakukan di Indonesia.

Metode

Apa yang membuat ilmu pengetahuan begitu istimewa, sehingga ia begitu dipercaya oleh seluruh dunia sekarang ini? Secara gamblang, ilmu pengetahuan telah menghasilkan hal-hal yang memperbaiki kualitas hidup kita, mulai dari kesehatan, pendidikan sampai dengan kemudahan hidup sehari-hari, seperti mesin cuci, kulkas, AC dan sebagainya. Ilmu pengetahuan adalah upaya manusia untuk memahami alam, sehingga ia bisa meramalkan apa yang akan terjadi dengan tingkat ketepatan yang tinggi. Sumbangan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia tidak dapat diragukan lagi.   Lanjutkan membaca Mentalitas Ilmiah untuk Indonesia

Bangsa yang Berhasil

Dd105119_1

Oleh Reza A.A Wattimena

Sebentar lagi, kita akan menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Kiranya perlu bagi kita untuk sejenak berhenti, dan melihat apa yang telah kita capai sekarang ini. Setitik pembedaan dasar juga kiranya penting untuk diperhatikan.

Tujuan Sebenarnya

Secara umum, bisa dibilang, kita adalah bangsa yang amat berhasil. Tunggu dulu, tulisan ini bukanlah yang seperti anda harapkan. Secara teoritis, bangsa kita memiliki beberapa tujuan dasar yang hendak dicapai, salah satunya adalah mewujudkan keadilan, kemakmuran dan kecerdasan bagi seluruh bangsa. Ini adalah pernyataan visi dan misi secara umum. Lanjutkan membaca Bangsa yang Berhasil

Agama dan Kemunafikan

art,illustration,painting,surrealism-a22a4fc9ad95bea443970f085264c07e_h
cdnstatic.visualizeus.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Ada dua pandangan tentang kaitan antara agama dan kemunafikan. Di satu sisi, orang bodoh dan munafik memeluk agama tertentu, sehingga agama tersebut membenarkan kemunafikan dan kebodohannya. Inilah cikal bakal segala bentuk kemunafikan dan kebodohan atas nama agama yang banyak kita lihat sehari-hari, mulai dari pembenaran atas kekerasan, nafsu birahi, sampai dengan kerakusan atas harta dan kuasa yang dibalut dengan ayat-ayat suci.

Di sisi lain, agama itu sendiri sudah selalu mengandung kemunafikan di dalamnya. Dengan kata lain, jauh di jantung agama-agama, ada hal yang membuat orang biasa menjadi munafik dan bodoh. Pandangan kontroversial inilah yang hendak saya gali lebih dalam. Lanjutkan membaca Agama dan Kemunafikan

Berpikir Sistemik

tumblr_nmrwtdSSLF1rsx7eao1_500
tumblr.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Pernahkah anda mengalami, bahwa jalan keluar yang anda harapkan dari sebuah masalah justru melahirkan masalah baru yang lebih besar? Atau, ketika obat yang anda minum untuk lepas dari sakit justru menciptakan sakit yang lebih besar, atau sakit yang baru? Anda tidak sendirian. Banyak ahli di berbagai bidang yang terjebak pada masalah yang sama, ketika mencoba menyelesaikan beragam masalah di jaman kita, mulai dari kemiskinan, terorisme sampai dengan pemanasan global.

Salah satu alasan, mengapa ini terjadi adalah, karena kita tidak melihat masalah secara jernih. Kita hanya melihat masalah sebagai masalah itu sendiri, seolah tanpa keterkaitan dengan hal-hal lainnya. Pada titik ini, kita memerlukan sudut pandang baru, yakni pola berpikir sistemik. Lanjutkan membaca Berpikir Sistemik

“AKU” di dalam Penderitaan

13285440_1551142341856523_1205172435_n
scontent.cdninstagram.com

Percikan Kebijaksanaan Timur

Oleh Reza A.A Wattimena

Kerap kali, kita merasakan emosi yang sangat kuat. Kebencian atau kesedihan menguasai batin. Bagi banyak orang, ini merupakan masalah besar. Akibatnya, mereka jadi ganas dan jahat pada orang lain, bahkan pada orang-orang terdekatnya.

Pikiran-pikiran mengerikan juga kerap datang tanpa diundang. Ketakutan dan kecemasan akan masa depan yang tak pasti menerkam jiwa. Penyesalan atas masa lalu yang menyesakkan dada sering datang berkunjung. Jika itu semua amat kuat dan terjadi dalam waktu lama, orang bisa sakit, entah sakit jiwa, kanker, jantung, darah tinggi maupun kelainan hormon. Lanjutkan membaca “AKU” di dalam Penderitaan

Sintesis

4
themovingarts.com

Kaitan antara Politik, Organisasi, Ilmu Pengetahuan dan Kebijaksanaan Hidup

Oleh Reza A.A Wattimena

Penulis dan Peneliti di bidang Filsafat Sosial-Politik, Pengembangan Organisasi dan Kepemimpinan, Filsafat Ilmu Pengetahuan serta Filsafat Timur, Doktor Filsafat dari Universitas Filsafat Muenchen, Jerman

Empat tema ini (Politik, Organisasi, Ilmu Pengetahuan dan Kebijaksanaan Hidup) merupakan tema-tema hidup saya. Selama 14 tahun ini (2002-2016), saya melakukan penelitian, berdiskusi, refleksi dan menulis untuk memahami keempat tema ini, serta keterkaitannya satu sama lain. Penelitian ilmiah yang saya lakukan juga dibarengi dengan pengalaman bekerja sekaligus memimpin di beberapa organisasi. Secuil refleksi ini kiranya bisa memberikan sedikit penjelasan.

Keempat tema ini, yakni politik, organisasi, ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, adalah tema universal di dalam hidup manusia. Semua unsur kehidupan memilikinya, mulai dari hubungan dengan kekasih sampai dengan hubungan antar negara ataupun organisasi internasional. Dengan kata lain, tidak ada satupun dimensi kehidupan manusia yang luput dari politik, organisasi, ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Maka, pemahaman atasnya mutlak diperlukan. Lanjutkan membaca Sintesis

Bunuh Diri, Sebuah Refleksi

tetsuya_ishida_2
pinktentacle.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Apakah hidup ini layak dijalani, atau tidak? Bolehkah saya membunuh diri saya sendiri, ketika semuanya menjadi tak layak dijalani? Ini adalah pertanyaan terpenting di dalam hidup setiap orang. Para pemikir dan ilmuwan terbelah, ketika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Keadaan Manusia

Menurut data yang diperoleh dari WHO, organisasi kesehatan dunia, sekitar satu juta orang melakukan bunuh diri setiap tahunnya di seluruh dunia. Jumlah korban bunuh diri lebih tinggi dari jumlah korban perang ataupun konflik-konflik lainnya. Setiap 40 detik, ada orang yang bunuh diri di suatu tempat di dunia ini. Setiap 3 detik, ada orang yang mencoba melakukan bunuh diri. (Westerhoff, 2009) Lanjutkan membaca Bunuh Diri, Sebuah Refleksi

Rumah Bordil Sampai Istana Presiden

surrealism
blogspot.com

Tentang Fitnah

Oleh Reza A.A Wattimena

Fitnah adalah bagian dari seni politik kuno untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara busuk. Ia seringkali mengambil bentuk pembunuhan karakter seseorang lewat penyebaran kebohongan secara bertubi-tubi. Fitnah digunakan untuk mengobarkan perang melawan kelompok lain yang tidak bersalah. Ia juga dipakai untuk menghancurkan citra seseorang di hadapan masyarakat, entah karena alasan pribadi, seperti dendam membara, atau persaingan yang tak sehat di dalam bisnis ataupun politik.

Fitnah dan Sejarah

Di dalam bukunya yang berjudul The Devil in the Holy Water, or the Art of Slander from Louis XIV to Napoleon (Iblis di dalam Air Suci, atau Seni Memfitnah dari Louis XIV sampai Napoleon), Robert Darnton, Dosen di Universitas Harvard AS, melihat, bagaimana fitnah mendorong revolusi berdarah di Prancis melawan keluarga kerajaan Louis pada akhir abad 18 lalu. Dalam arti ini, fitnah tidak bisa dipisahkan dari politik busuk lainnya, seperti penipuan, pengkhianatan, pemerasan, dan suap menyuap. Semuanya bergabung, dan membentuk politik busuk di Prancis setelah revolusi. Ironisnya, praktek tersebut tak berhenti, dan tetap menjadi bagian dari politik banyak negara dewasa ini. Lanjutkan membaca Rumah Bordil Sampai Istana Presiden

Agama untuk Orang Dewasa

A-funny-fantasy-and-surrealism-painting-by-James-Christensen-of-an-angel-following-a-flying-fish-through-a-forest-of-mushrooms
mayhemandmuse.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Kehidupan beragama di Indonesia memang menarik. Di satu sisi, orang sibuk berbicara dan berdiskusi soal agama sertai nilai-nilai luhur yang ditawarkannya. Terlihat sekali, mereka ingin mendapatkan kesucian dan kemuliaan yang ditawarkan agama. Di sisi lain, korupsi, diskriminasi terhadap kelompok yang berbeda, kolusi, nepotisme, penindasan kaum perempuan dan berbagai pelanggaran lainnya tetap berlangsung, bahkan dengan tingkat yang lebih dalam dan lebih tinggi. Jelas sekali, agama belum mampu mewarnai kehidupan moral masyarakat.

Agama untuk Anak Kecil

Sementara bangsa lain sudah berusaha mencari sumber energi alternatif, mengembangkan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta mencari kemungkinan adanya tempat tinggal di planet lain, bangsa kita masih diskusi soal boleh-tidak boleh, suci-tidak suci dan berbagai hal remeh lainnya. Sementara kita sibuk berbicara tentang hal-hal remeh, kehidupan ekonomi, politik dan budaya kita dijajah oleh bangsa-bangsa lain. Akibatnya, kesenjangan sosial makin tinggi, dan kemiskinan tetap merajalela di Indonesia. Kita pun menjadi bangsa terbelakang yang (mengaku) religius. Lanjutkan membaca Agama untuk Orang Dewasa

Manusia, Serigala dan Ibu Kota

Wolf-Man_art
imagekind.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Penulis dan Doktor dari Universitas Filsafat Muenchen, Jerman

Sulit menemukan akal sehat, ketika kita terjebak macet total di tengah teriknya matahari ibu kota. Semua pengendara tenggelam dalam emosi dan nestapa, siap untuk menghajar siapapun yang memotong jalannya. Jalan sepanjang 3 km harus ditempuh dalam waktu satu jam, karena irasionalitas pembangunan kota yang tak punya visi. Orang bisa berubah kepribadiannya, setelah melalui pengalaman tersebut.

Kota, Uang dan Agama

Kelembutan diganti keberingasan. Motor dan mobil saling menghajar. Ketika tersenggol, makian dan bahkan pukulan sudah menanti di depan mata. Homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi sesamanya, begitu kata diktum Latin klasik tentang keadaan alamiah (Naturzustand) manusia yang saling berperang satu sama lain. Lanjutkan membaca Manusia, Serigala dan Ibu Kota

Yang Tersisih

surrealism-10
arthit.ru

Oleh Reza A.A Wattimena

Di mata banyak orang, sekumpulan anak muda itu tampak mencurigakan. Mereka bertato. Telinga mereka ditindik. Gaya rambut mereka pun tidak umum.

Gaya berjalan mereka berbeda dengan kebanyakan orang. Gaya berbicara mereka pun lain. Dari sudut kategori moralitas umum, mereka berada di luar, atau bahkan melanggar. Dari kaca mata hukum, mereka pun tampak mencurigakan, mirip seperti pelaku kejahatan. Lanjutkan membaca Yang Tersisih

Meritokrasi untuk Indonesia

cyril-power-whence-and-whither-1930
imaginarycitiesbook,com

Oleh Reza A.A Wattimena

Si penjilat itu naik pangkat lagi. Kerjaannya berantakan. Namun, mulutnya manis, dan pandai merayu atasan. Ia tidak hanya diampuni kesalahannya, tetapi juga naik pangkat, melampaui teman-temannya yang lebih mampu.

Di tempat lain, keponakan sang penguasa mendapat posisi penting. Ia tidak berpengalaman. Ia tidak pernah menunjukkan prestasi apapun. Semata karena lahir di tempat yang tepat, dan menjadi keponakan sang penguasa, ia mendapatkan jabatan yang penting. Lanjutkan membaca Meritokrasi untuk Indonesia

Melampaui Pemerkosaan

c3a433375ca62c81da0de2bdd9b9938a_largeOleh Reza A.A Wattimena

Persoalan kekerasan terhadap perempuan adalah persoalan mendesak yang menuntut jalan keluar yang tepat. Kekerasan terhadap perempuan menjadi unik, karena seringkali melibatkan pemerkosaan. Tubuh perempuan dilecehkan sebagai tanda penguasaan dan penghinaan dari pelaku. Setelah terpuaskan, si pelaku lalu membunuh korban, kerap kali dengan cara-cara sadis.

Kita semua bergidik ngeri membaca berita-berita pemerkosaan yang bermuara pada pembunuhan sadis. Kita semua marah, dan menuntut keadilan bagi semua pihak. Namun, persoalan ini tetap muncul, bahkan dengan tingkat brutalitas yang semakin mengerikan. Mengapa ini bisa terjadi? Lanjutkan membaca Melampaui Pemerkosaan

Sains dan Spiritualitas

abstract_3d_04
fantasyartdesign.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Penulis dan Doktor dari Universitas Filsafat Muenchen, Jerman

Italia, 1564, lahirlah seorang ilmuwan sekaligus filsuf yang pemikirannya akan menggetarkan dunia. Namanya adalah Galileo Galilei. Mungkin, anda pernah mendengar namanya. Ia adalah salah satu tokoh di dalam dunia ilmu pengetahuan yang berani menantang tradisi dan kekuasaan yang mengekang kebebasan berpikir, berpendapat dan mencari kebenaran.

Ia berpendapat, bahwa pusat dari tata surya bukanlah bumi, seperti yang diyakini tradisi Gereja Katolik dan filsafat pada abad pertengahan, melainkan matahari. Pandangan ini menyangkal langsung pandangan Gereja Katolik pada masa itu. Galileo pun dituduh sebagai bidaah, dan harus menjalani berbagai persidangan maupun tahanan rumah, sampai akhir hayatnya. Nantinya, pandangan-pandangan utama Galileo justru terbukti benar. Lanjutkan membaca Sains dan Spiritualitas