Ilmu Pengetahuan di Indonesia, Mau Dibawa Kemana?

Pxleyes

Oleh Reza A.A Wattimena

Di Indonesia, pengetahuan belumlah menjadi kebutuhan. Ilmu pengetahuan masih sekedar menjadi hiasan kepribadian. Gelar akademik sekedar dipampang di undangan pernikahan (bahkan berita duka pemakaman), guna meningkatkan nama baik keluarga. Pada akhirnya, kesulitan menekuni bidang keilmuan hanya bermuara pada kegiatan pamer pada tetangga dan keluarga.

Hal serupa pun terjadi pada para ilmuwan. Dunia penelitian tidak ditekuni untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, melainkan untuk mengejar proyek. Proyek tersebut berupa dukungan dana, entah dari pemerintah atau dari luar negeri. Hasil penelitian pun sekedar menjadi laporan yang tak berdampak pada perubahan sosial masyarakat luas. Lanjutkan membaca Ilmu Pengetahuan di Indonesia, Mau Dibawa Kemana?

Iklan

Merobohkan Tembok-tembok Keilmuan

Oleh Reza A.A Wattimena

Semua ilmu pengetahuan modern dimulai dari filsafat. Filsafat, dengan kata lain, adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan modern, seperti kita kenal sekarang ini. Fisika, biologi, kedokteran, kimia serta turunannya, seperti teknik, dikenal sebagai filsafat alam (natural philosophy). Sementara, hukum dan politik dikenal sebagai filsafat sosial (social philosophy).

Berawal dari Filsafat

Awal dari filsafat adalah rasa kagum terhadap segala yang ada. Keindahan dan keteraturan dari alam semesta juga membuat orang penasaran. Dari dua hal inilah lalu para filsuf pertama mencoba untuk memahami dunia dengan menggunakan penalaran akal sehat (rational reasoning). Mitos, tradisi dan agama sebagai penjelasan pun ditinggalkan. Lanjutkan membaca Merobohkan Tembok-tembok Keilmuan