Mentalitas Ilmiah untuk Indonesia

download
neosurrealism.artdigitaldesign.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Penulis dan Peneliti di Sudut Pandang (www.rumahfilsafat.com)

Kita tidak boleh mencomot secuil data dan fakta dari penelitian ilmiah untuk membenarkan keyakinan religius kita. Kita juga tidak boleh mencomot seenaknya data dan fakta dari penelitian ilmiah untuk kepentingan politik ataupun ekonomi kita. (degrasse Tyson, 2015) Jika kita melakukan itu, kita sedang merusak nalar kita sebagai manusia, dan menghancurkan ilmu pengetahuan. Sayangnya, itu yang kerap kali kita lakukan di Indonesia.

Metode

Apa yang membuat ilmu pengetahuan begitu istimewa, sehingga ia begitu dipercaya oleh seluruh dunia sekarang ini? Secara gamblang, ilmu pengetahuan telah menghasilkan hal-hal yang memperbaiki kualitas hidup kita, mulai dari kesehatan, pendidikan sampai dengan kemudahan hidup sehari-hari, seperti mesin cuci, kulkas, AC dan sebagainya. Ilmu pengetahuan adalah upaya manusia untuk memahami alam, sehingga ia bisa meramalkan apa yang akan terjadi dengan tingkat ketepatan yang tinggi. Sumbangan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia tidak dapat diragukan lagi.   Lanjutkan membaca Mentalitas Ilmiah untuk Indonesia

Pendidikan dan Sikap Ilmiah

http://behance.vo.llnwd.net
http://behance.vo.llnwd.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, sedang di München, Jerman

Sulit bagi kita untuk berkembang sebagai pribadi dan sebagai bangsa di abad 21 ini, jika kita tidak memiliki mentalitas ilmiah. Dalam arti ini, mentalitas ilmiah adalah sikap batin yang mencoba menerapkan cara berpikir ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari. Inilah, menurut saya, yang menjadi kunci kemajuan dari berbagai bangsa di abad 21 ini. Tanpa pengembangan mentalitas ilmiah, bangsa kita akan terus terjebak ke dalam kebodohan, baik dalam bidang politik, maupun bidang-bidang kehidupan lainnya yang lebih bersifat pribadi.

Mentalitas Ilmiah

Syarat pertama dari mentalitas ilmiah adalah kemampuan untuk mengamati apa yang ada di kenyataan. Pada titik ini, pengalaman sehari-hari bukan hanya sebagai obyek untuk dilihat, tetapi sebagai sesuatu yang diamati dan dialami. Orang yang memiliki mentalitas ilmiah selalu berpikir bertolak dari pengalaman yang diamati. Ia tidak hidup dalam takhayul, ataupun gosip.

Berpijak pada pengalaman dan pengamatan, tumbuhlah rasa penasaran di dalam dirinya. Ingatlah, rasa penasaran adalah awal dari belajar, dan awal dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Rasa penasaran muncul karena rasa kagum terhadap apa yang ada, atau apa yang terjadi, misalnya keindahan alam, keberadaan masyarakat, dan sebagainya. Rasa penasaran mendorong penjelajahan intelektual maupun spiritual manusia. Lanjutkan membaca Pendidikan dan Sikap Ilmiah