Karya-karya Kami

IMG_4571

Buku Filsafat Terbaru: Demokrasi, Dasar Filosofis dan Tantangannya

Penulis: Reza A.A Wattimena

Penulis dan Peneliti di bidang Filsafat Politik, Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Filsafat Timur. Doktor Filsafat Politik dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München Jerman dengan disertasi berjudul Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung. Penulis lepas di berbagai media.

Penerbit: Kanisius, 2016

Demokrasi adalah sistem politik yang mesti dibangun terus-menerus.Ia membutuhkan dua hal, yakni mentalitas dan sistem tertentu. Mentalitas, berarti cara berpikir dan cara hidup demokratis. Sistem, berarti keberadaan peraturan, hukum, dan birokrasi yang menunjang demokrasi itu sendiri.

Keduanya bisa dibangun, jika suatu masyarakat memiliki tradisi demokrasi yang kuat.Tradisi ini hanya mungkin ada, jika sistem pendidikan mengembangkan cara berpikir, cara hidup, dan kebiasaan yang menunjang demokrasi.Di atas tradisi semacam inilah, mentalitas dan sistem demokrasi bisa berdiri.

IMG_4576Buku ini dapat dilihat sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan tradisi demokrasi tersebut.Buku ini mengupas dasar-dasar berpikir dari konsep demokrasi.Buku ini juga menjelaskan tentang kaitan demokrasi dengan berbagai krisis yang terjadi di masa kita sekarang ini, seperti soal perang, pengungsi, pendidikan, dan krisis peradaban pada umumnya.Dengan cara berpikir dan pemahaman yang tepat, berbagai krisis tersebut bisa dilampaui dengan cara-cara yang beradab.

Buku ini juga bisa ditempatkan sebagai pelengkap dari berbagai literatur tentang demokrasi yang telah ada di Indonesia. Kelebihan buku ini adalah, menjelaskan pemahaman tentang demokrasi dari berbagai aspek dan dari sudut pandang berbagai pemikir dunia, mulai dari Aristoteles, Immanuel Kant, sampai dengan Edmund Husserl. Saya mengacu pada karya-karya filosofis asli para pemikir tersebut yang tafsirannya terus menciptakan ide-ide baru bagi perkembangan pemahaman tentang demokrasi. Dengan ide-ide baru ini, kita bisa semakin mendekatkan tata politik demokrasi di Indonesia kepada tujuan dasarnya, yakni keadilan dan kemakmuran untuk semua.

Buku bisa dipesan di

Kantor Pusat:
Jl. Cempaka 9, Deresan
Yogyakarta 55281
INDONESIA
Telp. (0274) 588783, (0274) 565996
Fax. (0274) 563349
E-mail: office@kanisiusmedia.com

==============================

Jurnal Filsafat Terbaru: Fenomenologi Husserl
IMG_4476

Krisis Peradaban Sebagai Krisis Akal Budi

Dialog dengan Pemikiran Edmund Husserl di dalam
Die Krisis der europäischen Wissenschaft und die transzendentale Phänomenologie,
eine Einleitung in die phänomenologische Philosophie

Oleh Reza A.A Wattimena

di dalam Jurnal Studia philosophica et theologica STFT Widya Sasana Malang

Vol. 15. No. 1 Maret 2015

SK DIRJEN DIKTI: 167/DIKTI/KEP/2007

Bisa dilihat di link berikut: http://www.studiapt.org/shelf.php?p=1

Atau hubungi:

Email : stftws@gmail.com
Phone: +62341-552120
Address: Jalan Terusan Rajabasa 2 Malang

==============================

cover-1A-page-001Tentang Manusia: Dari Pikiran, Pemahaman sampai dengan Perdamaian Dunia

Penulis: Reza A.A Wattimena

ISBN 978-602-08931-5-0

Versi PDF bisa diunduh di link berikut:Tentang_Manusia

Versi cetak bisa dipesan langsung ke: Jl. Gabus VII No. 24 – Rt 23/Rw 05, Minomartani YOGYAKARTA – 55581
Telp. 081 227 10938
 e-mail: penerbitmaharsa@gmail.com, info@maharsa.co.id
, website:http://www.maharsa.co.id

Sinopsis:

Satu hal yang tak terbantahkan: manusia adalah mahluk dominan di bumi ini. Buah karyanya telah mengubah wajah dunia. Ini semua menjadi mungkin, karena manusia mampu bekerja sama dengan berpijak pada prinsip-prinsip yang rasional. Kerja sama yang erat ini tidak hanya membuat mereka kuat, tetapi juga berkembang melampaui batas-batas fisik mereka sendiri.

Lima ratus tahun yang lalu, orang hanya bisa hidup sampai dengan usia 30 atau 40 tahun. Namun kini, di usia yang ke 65, orang masih tetap bisa hidup dengan sehat. Bentuk kehidupan sosial manusia pun kini makin kompleks, misalnya dengan keberadaan internet dan jaringan sosial yang mengubah seluruh makna hubungan antar manusia. Patah hati dan revolusi politik kini bisa dipicu hanya dengan satu ketikan di jaringan sosial internet.

Dominasi manusia atas bumi ini juga memiliki wajah yang kelam. Ratusan spesies punah setiap harinya, akibat ketidakseimbangan alam. Atmosfer dunia rusak, akibat polusi yang diciptakan oleh asap industri dan aktivitas sehari-hari lebih dari 6 milyar manusia di bumi ini. Perlahan tapi pasti, bumi menjadi tempat yang tidak cocok untuk lahir dan berkembangnya kehidupan.

Buku ini adalah kumpulan pemikiran saya yang tersebar di berbagai media selama tahun 2015, ketika saya sedang belajar di Jerman. Di dalam buku ini, beragam pemahaman tentang manusia ini dikupas secara ringan, mendalam, serta sejalan dengan beragam penelitian terbaru yang berkembang di dalam ilmu pengetahuan modern, seperti neurosains. Buku ini juga dapat dilihat sebagai kelanjutan dari buku yang pernah saya sunting bersama mahasiswa Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, yakni Membongkar Rahasia Manusia, Telaah Lintas Peradaban Filsafat Timur dan Filsafat Barat (Kanisius, 2010). Namun, buku ini tidak hanya bergerak di tataran teoritis, tetapi juga mencoba melihat pergulatan manusia di dalam kehidupan sehari-harinya. Ia juga tidak hanya menggambarkan lika liku kehidupan manusia, tetapi juga menawarkan arah untuk perkembangannya.

Buku ini saya persembahkan kepada orang-orang yang ingin memahami apa artinya menjadi manusia di abad 21 ini. Ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu manusia kerap kali jatuh pada pemaparan yang jauh dari pergulatan hidup manusia sehari-hari yang penuh dengan keringat dan air mata. Buku ini tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama semacam itu. Harapannya, pembaca bisa menemukan pencerahan pemikiran, serta menemukan, siapa diri mereka sejatinya.

————————————-

cover_issue_2_en_USKajian Kritis atas Metode Koan dan Zazen di dalam Tradisi Zen
Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di dalam Jurnal Ledalero Vol 14, No 2 Tahun 2015

Jurnal Ledalero merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh STFK Ledalero, memiliki ISSN 1412-5420

Jurnal Ledalero diakreditasi DIKTI dengan No.SK DIRJEN DIKTI KEMENDIKNAS No.66b/DIKTI/KEP/2011,

Dengan Ruang Lingkup tulisan ilmiah tentang Teologi,filsafat, ilmu-ilmu sosial, dan kebudayaan.

Terbit dua kali setahun : Januari -Juni / Juli – Desember

ISSN (cetak) : 1412-5420

Silahkan dilihat di link berikut: http://ejurnal.stfkledalero.ac.id/index.php/JLe/article/view/20

—————————————-

Karya Filsafat: Zwischen kollektivem Gedächtnis, Anerkennung und Versöhnung

Disertasi Filsafat Politik di Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman

Penulis: Reza A.A Wattimena (Reza Alexander Antonius Wattimena), Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

Penerbit: Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman 2016

Bahasa: Jerman

Ringkasan:

Karya ini hendak membuat jembatan antara teori Ingatan Kolektif dan Politik Pengakuan sebagai dasar bagi rekonsiliasi setelah konflik dan pembunuhan massal di masa lalu. Beberapa contoh kasus yang digunakan adalah pengalaman Jerman, Afrika Selatan, Timor Leste dan Indonesia.

  1. Awalnya, saya menjabarkan teori Ingatan Kolektif dan Trauma Kolektif, sebagaimana dijabarkan oleh Maurice Halbwachs, Jan Assmann, Aleida Asssmann, Christopher Wickham, James Fentress dan Angela Kühner.
  2. Lalu, saya akan menjelaskan teori Politik Pengakuan sebagaimana dirumuskan oleh Charles Taylor, Axel Honneth dan Nancy Fraser.
  3. Pada bagian berikutnya, saya mencoba mengaitkan teori Ingatan Kolektif, teori Trauma Kolektif dan teori Politik Pengakuan sebagai dasar bagi proses rekonsiliasi setelah konflik dan pembunuhan massal di masa lalu. Saya juga mengacu pada pengalaman Jerman, Afrika Selatan, Timor Leste dan Indonesia.
  4. Setelah itu, saya membuat sebuah teori Model Rekonsiliasi khusus untuk pengalaman Indonesia terkait dengan Peristiwa 65, termasuk di dalamnya adalah Peristiwa Gerakan 30 September 1965 dan pembunuhan massal yang mengikuti setelahnya terhadap beragam organisasi komunis dan progresif di Indonesia.

Semoga karya ini bisa berguna untuk perkembangan peradaban manusia

Reza A.A Wattimena,

München, Januari 2016

====================================

cover1+4.cdr

Buku Filsafat Terbaru: Bahagia, Kenapa Tidak?

Penulis: Reza A.A Wattimena

Ilustrator: Maria Wilis Sutanto

ISBN 978-602-08931-1-2 (pdf)

ISBN 978-602-08931-0-5 (cetak)

Buku ini ditujukan untuk para peminat filsafat yang berpendapat, bahwa filsafat harus berakar pada pengalaman nyata setiap orang. Lebih dari itu, filsafat juga bisa memberikan visi nyata untuk mengembangkan hidup pribadi maupun sosial manusia. Buku ini juga ditujukan untuk orang-orang yang ingin mencapai kebahagiaan di dalam hidupnya, juga termasuk orang-orang yang dengan kegiatan hidupnya sehari-hari berusaha membagikan kebahagiaan untuk semua orang. Buku ini juga menarik untuk para peneliti terkait dengan tema kebahagiaan, seperti para peneliti kesehatan mental dan praktisi psikoterapi.

Bisa dilihat di link berikut:

Bahagia_Kenapa_Tidak-Reza_AA_Wattimena

——————————–

Filsafat revolusi hidup

Buku Filsafat Terbaru: Filsafat sebagai Revolusi Hidup

Penulis Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

Apa makna revolusi?

Revolusi adalah perubahan yang cepat, mendasar dan menyeluruh. Ia bisa terjadi di level sosial dan politik, tetapi juga bisa terjadi di level pribadi. Kita bisa menderet berbagai contoh revolusi sosial politik di dalam sejarah manusia, mulai dari revolusi Prancis di abad 18 sampai dengan revolusi kemerdekaan Indonesia di awal sampai dengan pertengahan abad 20. Buku ini saya tujukan bukan hanya pada para peminat filsafat, tetapi juga pada semua orang yang merasa, bahwa Indonesia, dan juga dunia ini, butuh perubahan yang cepat dan mendasar; revolusi.

Lihat website:

http://www.kanisiusmedia.com/product/detail/001001/Filsafat-Sebagai-Revolusi-Hidup

Bisa didapatkan di:
Kantor Pusat:
Jl. Cempaka 9, Deresan
Yogyakarta 55281
INDONESIA
Telp. (0274) 588783, (0274) 565996
Fax. (0274) 563349
E-mail: office@kanisiusmedia.com

 ————————————

Cover matamatika

Buku Baru: Matamatika, Taktik Menemukan Karakter dalam Matematika

Oleh : Falentinus Nango, Fransiskus Slamet Harjaya, Reza A.A. Wattimena 

Buku MATAMATIKA ini mengulas tentang berbagai persoalan bahwa matematika memiliki nilai lebih daripada sekadar ilmu hitung-menghitung angka dan rumus-rumus. Persoalan matematika itu mengasyikkan jika dikerjakan dengan cara–cara yang cerdas, singkat, jelas, apalagi ditambah refleksi mendalam. Setiap bab mengulas taktik bagaimana matematika itu bisa diajarkan dan memberikan nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dan dapat digunakan dalam kehidupan, serta melatih untuk berpikir logis, analitik, sistematis, dan kreatif. Misalnya saat membahas tentang persamaan matematika, siswa diajak untuk melihat dan menggali bahwa di situ ada nilai kesamaan, keadilan, kejujuran dan kesetaraan. Kemudian nilai itu dicoba untuk diperluas dalam kehidupan sehari-hari yang dialami siswa.

Contoh lain yaitu penggunaan tanda kurung ( ) yang memiliki peran sangat penting dalam bidang matematika, apalagi dalam persamaan-persamaan matematis. Hal tersebut seringkali dilupakan oleh banyak pihak karena dianggap tidak penting. Namun, ketika kita menggunakan tanda kurung pada suatu persamaan matematika, kita bisa mendapati jawaban yang berbeda dengan soal yang “sekilas” sama. Small but important. Hal-hal seperti itulah yang digali untuk bisa menanamkan nilai karakter pada siswa agar tidak menyepelekan perkara-perkara kecil yang sebenarnya punya peran yang sangat penting. Ada tiga hal yang difokuskan dalam proses refleksi dalam membaca buku ini, pertama dilihat dari ilmu matematikanya, kedua nilai–nilai apa yang didapat, dan ketiga apa yang dirasakan setelah membaca setiap bab. Dengan membaca buku ini, para guru, orang tua, peserta didik, pecinta dan “simpatisan” matematika bisa menemukan dan menanamkan nilai karakter melalui pembelajaran matematika. Selamat membaca, mencoba, dan merefleksikannya.

ISBN 978-979-21-4250-1

Silahkan hubungi penerbit Kanisius di link berikut untuk mendapatkan buku ini:

http://www.kanisiusmedia.com/product/detail/002018/Matamatika-Taktik-Menemukan-Karakter-dalam-Matematika

————————————–

Religion in säkularer Gesellschaft

20140109_133808

Oleh Reza A.A Wattimena

dalam Wort und Antwort (Berlin 2013)

 

==================================

Dunia Baru, Masalah Baru, Metode Baru

Oleh Reza A.A Wattimena

majalah basisdalam Majalah Basis Yogyakarta, Nomor 11–12, Tahun Ke-62, 2013

Silahkan klik link berikut:

Masalah baru, 2013, BASIS 11-12-Reza AA Wattimena

==============================================

Jurnal Filsafat Arete

Fakultas Filsafat Unika Widya Arete 2Mandala Surabaya

vol. 1 Nomor 2 September 2012

ISSN: 2089-7804

Isi:

1. Skeptisisme Metodologis dan Jawaban Filsafat

2. Iman Tanpa Nalar: Bunuh Diri, Nalar Tanpa Iman: Delusi

3. Imagine There’s A Heaven: Reasonable Religion Religious Reason

4. Pendidikan Manusia-Manusia Demokratis: Noam Chomsky dan Indonesia

Resensi buku

Jurnal bisa didapatkan dengan menghubungi Pak Theo di

theo.dolorosa@yahoo.com (Kepala Tata Usaha Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya)

———————————————-

Buku Filsafat Terbaru: Dunia Dalam Gelembung

Karya: Reza A.A Wattimena

Buku ini adalah suatu upaya untuk memahami apa yang terjadi dengan Indonesia dewasa ini, terutama dilihat dari sudut filsafat dan ilmu- ilmu sosial lainnya. Di dalam buku ini, saya mengajukan satu argumen, bahwa Indonesia terjebak dalam gelembung-gelembung realitas, sehingga kehilangan pijakan pada realitas yang sesungguhnya. Dalam konteks ini, gelembung adalah elemen yang menghalangi pandangan kita atas kenyataan yang sebenarnya. Yang terlihat kemudian adalah versi lebih (hiperbolis) dari kenyataan itu.

Document1Maka dari itu, kita harus berani memecah gelembung-gelembung yang menutupi realitas, dan melihat realitas itu secara langsung. Dengan kata lain, kita harus memecah berbagai gelembung realitas yang ada, mulai dari gelembung politik, gelembung pendidikan, gelembung ekonomi, gelembung budaya, dan gelembung pemikiran, sehingga bisa sampai pada realitas yang sesungguhnya, dan tak lagi terjebak pada kebohongan- kebohongan. Itulah yang saya coba lakukan dengan menulis buku ini.

Buku bisa didapatkan di:

Untuk para Pengguna iPhone dan iPad di link berikut: iTunes

Untuk yang lainnya, bisa lihat di link berikut: dunia-dalam-gelembung

Penerbit: Evolitera, Jakarta

ISBN: 978-602-9097-21-4
© Reza A. A. Wattimena, 2013

—————————————–

Buku Filsafat Terbaru:

Filsafat Anti Korupsi:

 Membedah Hasrat Kuasa, Pemburuan Kenikmatan,

dan Sisi Hewani Manusia di Balik Korupsi

Penulis: Reza A.A Wattimena

ISBN: 978-979-21-3362-2

Penerbit: Kanisius, Yogyakarta

“Pelaku korupsi adalah manusia dengan segala kerumitan dan dinamika jiwanya yang amat unik, dan kita perlu untuk memahami kerumitan dinamika jiwa manusia tersebut. Sejauh saya pahami, ini adalah buku pertama yang tidak secara teknis mendekati korupsi dari aspek hukum, politik, ataupun ekonomi, melainkan dari sisi-sisi terdalam manusia yang melakukannya. Inilah yang menurut saya menjadi nilai unik sekaligus kelebihan dari buku ini. Buku ini ditujukan untuk para praktisi hukum, politisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dan orang-orang yang peduli pada upaya bangsa untuk menghancurkan korupsi di berbagai bidang. Selamat membaca dan selamat tercerahkan.”

Bisa didapatkan di Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Klik Kanisius

=======================================

Buku Filsafat Terbaru:

Tuhan dan Uang

Pertautan Ganjil dalam Hidup Manusia

ISBN: 978-602-18597-2-8

Penerbit:

Zifatama Publishing

Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

Editor:

Emanuel Prasetyono

Penulis:

Agustinus Pratisto Trinarso

Agustinus Ryadi

Aloysius Widyawan

Christina Whidya Utami

Herlina Yoka Roida

Ramon Nadres

Reza A.A Wattimena

“Agama dan iman kepada Tuhan diperjualbelikan layaknya dagangan di pasar. Sementara uang dituhankan sebagai entitas tertinggi, bahkan lebih tinggi dari entitas yang sesungguhnya. Apa sebenarnya hubungan antara Tuhan dan uang ini? Bagaimana menjelaskan hubungan antara nafsu mencari uang di satu sisi, dan keyakinan iman seseorang akan Tuhan dalam agamanya di sisi lain? Buku ini ingin menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan beragam sudut pandang.”

Buku bisa didapatkan di penerbit Zifatama.

Silahkan kontak: zifatama@gmail.com

——————————————-

Buku Filsafat Terbaru

Menjadi Manusia Otentik

ISBN: 978-979-756-921-1

Penerbit: PT Graha Ilmu, Yogyakarta

Oleh:

Reza A.A Wattimena

G. Edwi Nugrohadi

A. Untung Subagya

         Otentisitas sejatinya menjadi dambaan setiap orang. Tidak ada satu manusiapun yang menolak cita-cita untuk menjadi otentik. Kendati demikian, gagasan otentisitas itu sendiri tidak serta merta digandrungi oleh setiap orang. Di sinilah kontradiktifnya. Ada banyak hal yang melatarbelakanginya. Dengan dasar itulah para penulis buku ini mencoba untuk mengkonstruksi gagasan otentisitas dalam konteks pembelajaran, utamanya adalah pembelajaran dalam dunia pendidikan tinggi.

         Dengan selesainya buku ini, kami menghaturkan puji dan syukur kepada Tuhan, karena semuanya ini terjadi berkat kelimpahan rahmatNya. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan masukan agar di masa yang akan datang atau dalam penerbitan-penerbitan berikutnya, kami dapat menyajikan hal yang lebih baik daripada apa yang sudah dijalankan ini. Kritik, saran, dan masukkan dapat Anda kirimkan ke nugrohadi@yahoo.com. Dalam kesempatan ini, para penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kemunculan buku ini. Kami yakin bahwa sulit untuk menyebutkan peran masing- masing pihak tersebut satu per satu. Tuhan pasti membalas segala kebaikan Anda semua sesuai den- gan kemurahanNya.

         Akhir kata, kami mengucapkan selamat menikmati buku ini. Semoga dengan membaca buku ini, gagasan otentisitas manusia singgah dalam kesadaran Anda, dengan harapan bahwa gagasan tersebut akan ditransformasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Melalui hal itulah, salah satunya, kehidupan yang lebih humanis akan berkembang.

Buku bisa didapatkan di

Ruang Mata Kuliah Umum Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jln Dinoyo 42-44, Surabaya, 60265.

Atau hubungi: nugrohadi@yahoo.com

———————————

Buku Filsafat Terbaru:

Menjadi Pemimpin Sejati

Sebuah Refleksi Lintas Ilmu

Oleh Reza A.A Wattimena

Penerbit: PT. Evolitera, Jakarta

ISBN: 978-602-9097-18-4

Buku ini lahir dari pemikiran saya terkait dengan tema kepemimpinan secara luas. Tulisan-tulisan di buku ini sebelumnya telah dipublikasikan di berbagai media massa, seperti koran, website, dan majalah dalam jangka waktu 2011-2012. Saya menggunakan kerangka berpikir lintas ilmu, mulai dari sosiologi, pendidikan, psikologi, antropologi, bisnis, dan terutama filsafat untuk merefleksikan berbagai tema terkait dengan kepemimpinan. Sejauh saya pahami, ini adalah buku pertama yang secara spesifik memikirkan tema kepemimpinan dengan menggunakan kerangka berpikir lintas ilmu.

Maka kehadiran buku ini amatlah sesuai dengan kebutuhan bangsa kita, maupun masyarakat internasional. Buku ini juga saya tujukan bagi para calon pemimpin di masa depan, dan kepada semua orang yang prihatin dengan krisis kepemimpinan yang terjadi di negara kita. Harapan saya sederhana, supaya muncul para pemimpin yang visioner dan bermutu di berbagai organisasi, mulai dari organisasi tingkat lokal, nasional, sampai internasional. Buku ini ingin mengabdi pada tujuan itu. Saya menulis buku ini dengan gaya personal dan populer. Anda akan menemukan banyak cerita pribadi dengan gaya bahasa yang populer, sekaligus dibalut dengan refleksi ilmiah dan filosofis.

Buku bisa didapatkan disini: Pemimpin

————————————–

Jurnal Filsafat Areté

Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Volume 01- Nomor 01 – Februari 2012

ISSN: 2089-7804

Kata Areté dalam bahasa Yunani yang berarti excellence, diinspirasikan dari filsafat Plato. Dalam bahasa Indonesia, Areté merujuk pada kata keutamaan. Manusia yang bisa meraih excellence dalam hidupnya adalah manusia yang mampu menjadi manusia utama. Sejauh pemikiran filosofis Plato, menjadi manusia utama adalah bagian dari olah jiwa, terutama dengan kemampuan rasio manusia, agar dengan demikian manusia mencapai kebahagiaan.

Jurnal ilmiah ini mengambil nama Areté. Sesuai dengan arti yang dimaksudkan oleh kata tersebut, jurnal ini diharapkan menjadi sarana bagi para pembaca maupun penulisnya untuk proses olah jiwa dan olah pikir agar menjadi manusia yang utama, yang bijaksana. Visi jurnal ini adalah mengembangkan manusia- manusia yang berkehendak baik untuk mengejar dan meraih kebijaksanaan di dalam hidupnya melalui keberanian untuk mengolah jiwa dan daya pikirnya, untuk lebih jauh merefleksikan gerak kehidupan riil. Kemauan menjadi manusia utama melalui olah jiwa dan refleksi akal budi merupakan suatu keberanian dalam dunia modern ini karena kehidupan modern acapkali “jatuh dalam hiruk-pikuk doxa( opinion)“ dan cenderung hanya berkutat pada kedangkalan yang semu. Dalam tradisi filsafat Plato, dunia ini memang hanyalah semu semata. Yang sejati adalah Idea Yang Baik, darimana segala yang maya atau semu di dunia ini menemukan sumber kesejatiannya.

Download di link berikut: Jurnal Filsafat Arete

===================================

Artikel Terbaru: Penelitian Ilmiah dan Martabat Manusia (Majalah Basis, Yogyakarta)

Oleh Reza A.A Wattimena

Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Yang kita perlukan sekarang ini adalah jiwa peneliti militan. Bagi mereka penelitian adalah hidup itu sendiri. Penelitian itu nikmat dan berharga pada dirinya sendiri. Entah ada dana atau tidak, ada hibah atau tidak, ada yang memesan atau tidak, ada poin atau tidak, mereka tetap meneliti.. meneliti… meneliti.. tanpa henti.

            Hati kita boleh patah, jika mulai berbicara tentang dunia penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Pada saat ini berdasarkan data olahan dari SCImago Lab, Indonesia menduduki peringkat 65 dengan jumlah publikasi penelitian ilmiah 12.871.(Wahid, 2011) Bandingkan dengan misalnya Amerika Serikat yang sejak 1996-2010 telah menghasilkan lebih dari lima juta publikasi penelitian ilmiah. Tak heran universitas-universitas di AS sampai kini masih memegang peringkat teratas menurut QS University Rankings (www.topuniversities.com).

Mungkin terlalu jauh jika kita membandingkan diri dengan AS. Mari kita lihat negara tetangga kita, yakni Singapura dan Malaysia. Sampai saat ini Malaysia menduduki peringkat 43 dunia dengan jumlah 53.691 publikasi penelitian ilmiah. Sementara Singapura menduduki posisi 32 dunia dengan jumlah 108.522 publikasi penelitian ilmiah. Menyimak data-data ini, tentunya kita perlu segera melakukan refleksi diri secara mendalam tentang dunia penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia.

Sebagaimana dicermati oleh Fathul Wahid, ada sedikit harapan, yakni meningkatnya jumlah publikasi penelitian ilmiah di Indonesia, mulai dari 1996-2010. Ia mencatat sebagai berikut. Pada 1996 terdapat 512 artikel publikasi penelitian ilmiah. Sementara pada 2010 jumlah tersebut meningkat menjadi 1.925 artikel. Ada peningkatan total 275 persen, walaupun tetap belum cukup bersaing dengan dua negara tetangga kita, Singapura (meningkat 379 persen) dan Malaysia (meningkat 1.301 persen). Untuk sekedar catatan di antara negara-negara Asia, saat ini, Indonesia menduduki peringkat 11 dari 33 negara, sedikit diatas Vietnam dan Bangladesh, namun cukup sejajar dengan Filipina.

Data di atas masih berbicara tentang jumlah, dan belum tentang kualitas penelitian. Tentunya membaca data-data tersebut terselip sebuah harapan sederhana, yakni terbentuknya generasi baru peneliti bangsa ini yang mempunyai habitus (kebiasaan yang tertanam di dalam gugus berpikir dan tindakan) baru, di mana para peneliti secara berkelanjutan(kuantitas)mencari kebenaran (truth seeking) sesuai bidangnya masing-masing, dan, dengan demikian, mengangkat harkat dan martabat manusia (human dignity) Indonesia ke tempat yang luhur (kualitas). (Koesoma, 2011)

Selanjutnya bisa dilihat di Majalah Basis tebaru. (akhir 2011)

———————————-

Buku Filsafat Terbaru: Penelitian Ilmiah dan Martabat Manusia

Oleh Reza A.A Wattimena

Tujuan diterbitkan dan dipublikasikannya buku ini adalah untuk membantu para peneliti dan ilmuwan, supaya bisa mendapatkan cara berpikir yang lebih tepat di dalam memilih dan mengolah metode yang paling pas untuk melakukan penelitian mereka. Dengan kata lain buku ini ingin menawarkan alternatif cara berpikir di dalam melakukan penelitian ilmiah, baik dalam konteks ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial. Pada hemat saya belum ada buku di Indonesia yang mencoba untuk melakukan hal ini secara fokus. Inilah yang saya anggap sebagai nilai “kebaruan” dari buku ini untuk masyarakat Indonesia.

            Secara khusus buku ini ditujukan bagi para peneliti dan ilmuwan di berbagai bidang ilmu di Indonesia. Secara umum buku ini ditujukan untuk para mahasiswa yang akan menjadi calon peneliti dan ilmuwan masa depan, maupun pada masyarakat luas yang memiliki minat pada perkembangan penelitian dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Harapan saya sederhana supaya kegiatan penelitian di Indonesia bisa sungguh relevan untuk mencerahkan dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat secara umum, dan bukan hanya sekedar “onani” intelektual belaka.

Buku bisa didapatkan penelitian-ilmiah-dan-martabat-manusia

Publisher: Evolitera

Number of Pages: 103

Language: Indonesia

Release Date: 12/10/2011

ISBN: 978-602-9097-15-3

=========================================

Buku Filsafat Terbaru: Filsafat Politik untuk Indonesia

Dari Pemikiran Plato, Edmund Husserl, Charles Taylor, sampai Slavoj Žižek

Buku ini berawal dari hasil kuliah filsafat politik yang diselenggarakan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya pada semester genap 2011. Maka buku ini bisa digunakan sebagai bahan ajar resmi mata kuliah filsafat politik, terutama filsafat politik untuk konteks Indonesia. Namun di sisi lain, buku ini tidak semata merupakan bahan ajar mata kuliah filsafat politik, tetapi juga bisa menjadi panduan bagi orang-orang yang peduli pada situasi politik Indonesia, maupun para pembuat kebijakan di Indonesia. Sejauh saya tahu belum ada buku filsafat politik dengan pendekatan spesifik konteks Indonesia. Buku ini ingin memenuhi kebutuhan itu.

Yang perlu disadari adalah, bahwa filsafat politik merupakan harta karun yang amat berharga untuk perkembangan bangsa Indonesia. Filsafat politik memberikan kita cara pandang di dalam bersikap dan membuat keputusan, terutama di tengah situasi yang semakin rumit dewasa ini. Buku ini dihadirkan sebagai ajakan bagi kita semua untuk memperluas wawasan dan horison berpikir kita di dalam hidup berbangsa. Semoga ajakan ini tidak bertepuk sebelah tangan. ***

Editor dan Penulis: Reza A.A Wattimena bersama Mahasiswa Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Halaman: 194 hal.

ISBN: 978-602-9266-28-3

Dapat diperoleh di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya, dan Toko Buku Togamas Surabaya dan Malang.

=====================================

Oleh Reza A.A Wattimena

Saat ini Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan. Di berbagai

sektor kehidupan sangat sulit dijumpai seorang pimpinan yang bisa sungguh mengarahkan organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai kegemilangan secara manusiawi. Yang banyak ditemukan adalah pemimpin yang permisif. Mereka mencari popularitas dengan bersikap ramah dan baik, namun tidak memiliki ketegasan untuk membuat keputusan. Akibatnya organisasi menjadi tidak memiliki arah yang jelas, dan ketidakpastian menghantui aktivitas organisasi tersebut. Dalam hal ini negara dan masyarakat bisa dipandang sebagai sebuah organisasi yang, juga, mengalami krisis kepemimpinan.

Juga jamak ditemukan seorang pemimpin yang bersikap otoriter terhadap pihak-pihak yang dipimpinnya. Ia memimpin tidak dengan persuasi dan argumentasi, melainkan dengan arogansi dan, jika perlu, kekerasan fisik. Kepemimpinan dengan pola semacam ini bisa ditemukan mulai dari organisasi adat, agama, sampai dengan birokrasi bisnis modern, seperti di kantor. Motivasi sang pimpinan adalah mencapai kegemilangan organisasi dengan menekan para pekerja, sehingga mereka bisa memeras tenaga dan pikiran demi kepentingan organisasi. Ironisnya tujuan tersebut (kegemilangan) tidak akan pernah tercapai. Ini juga merupakan satu bentuk krisis kepemimpinan.

Dewasa ini suatu organisasi, sama juga seperti masyarakat, terdiri dari banyak orang yang memiliki latar belakang yang begitu beragam. Di dalam teori-teori sosial, keberagaman latar belakang ini disebut juga sebagai masyarakat atau organisasi multikultur. Pola kepemimpinan yang cukup tepat digunakan untuk menata organisasi ini pun juga khas. Yang pasti pola kepemimpinan permisif dan otoriter yang sudah disinggung sebelumnya sama sekali tidak tepat untuk menata organisasi multikultur. Yang diperlukan adalah pola kepemimpinan multikultur, yakni kepemimpinan yang sungguh mengakui dan mengembangkan berbagai kultur dari pihak-pihak yang dipimpin. Pengakuan dan pengembangan kultur menuntut pengetahuan yang mendalam terhadap beragam kultur yang ada di masyarakat. Untuk itu seorang pemimpin perlu untuk belajar sejarah dan memahami ingatan kolektif pihak-pihak yang dipimpinnya.

Di dalam tulisan ini, saya ingin mengajukan argumen, bahwa kepemimpinan multikultur haruslah berpijak pada pengetahuan dan pemahaman akan ingatan kolektif yang tepat dari pihak-pihak terkait. Ada dua konsep dasar yang perlu diperjelas terlebih dahulu, yakni kepemimpinan multikultur dan ingatan kolektif.  Untuk itu saya akan membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian. Awalnya saya akan menjabarkan makna dari kepemimpinan (leadership), terutama kepemimpinan multikultur (1). Pada bagian berikutnya saya akan menjabarkan makna dari konsep ingatan kolektif (2). Kemudian saya akan mencoba merumuskan sintesis teoritis dan praktis antara konsep kepemimpinan multikultur dan konsep ingatan kolektif. Bagian ini juga merupakan kesimpulan dari seluruh tulisan ini (3). Sebagai acuan utama saya menggunakan penelitian Zaleznik, Bordas, dan Assmann tentang kepemimpinan multikultur dan ingatan kolektif.

Baca Lanjutannya di Majalah Basis Terbaru no. 07-08, tahun 60, 2011

—————————————–

Etika Komunikasi Politik

Buku ini adalah ajakan untuk membangun komunikasi politik yang berkualitas, sehingga mampu membangun kehidupan bersama yang cerdas, sejahtera, berdasarkan pada kemerdekaan dan perdamaian abadi. Saya menulis satu artikel di dalam buku ini. Editor buku ini adalah kolega saya di Universitas Atma Jaya, Jakarta, yakni Prof. Alois Agus Nugroho. Buku ini bisa didapatkan di Pusat Pengembangan Etika, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. (Reza A.A Wattimena)

ISBN: 978-602-8904-07-0

 

==================================================

Filsafat Kata

Oleh Reza A.A Wattimena

Filsafat tak dapat lepas dari kata. Di dalam berpikir dan membangun konsep yang jelas dan kritis, orang senantiasa berpelukan dengan kata. Di dalam menulis dan menyebarkan pemikiran, orang bergandengan tangan dengan kata. Aku berkata-kata maka aku ada.Di dalam buku ini, penulis akan mengajak anda untuk merenungkan tentang makna kata, dan kaitannya dengan konteks yang lebih luas, entah dengan politik, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu judul-judul tulisan ini hanya menggunakan satu kata, tidak lebih dan tidak kurang. Tidak seperti buku-buku filsafat lainnya, buku ini menggunakan bahasa yang sederhana. Tuturnya sedapat mungkin sederhana, tanpa mengurangi kedalamannya.

Publisher: Evolitera

Writer: Reza A.A Wattimena

Number of Pages: 396

Language: Indonesia

Release Date: 07/15/2011

ISBN: 978-602-9097-13-9

Silahkan dapatkan di

Evolitera atau Filsafat Kata

Daftar dulu dan dapatkan bukunya!

————————————-

Jurnal Filsafat: Slavoj Zizek dan Manusia Sebagai Subyek Dialektis (2011)

Oleh Reza A.A Wattimena

Filsafat dimulai pada saat kita tidak lagi menerima apa yang ada sebagai yang begitu saja diberikan.”Slavoj Žižek

Abstract What or who is human? This is one of the oldest questions in history. Philosopher and scientist from various disciplines try to answer it based on their research and theories. What is unique in Žižek approach is his effort to combine two different schools of thought as an intellectual instrument to answer this question, namely German Idealism and Jacques Lacan’s Psychoanalysis. Inspired by the philosophy of German Idealism, he argued that the essence of human is not inside his or her self, but outside, namely the symbolic order that determine their self. And inspired by Lacan, he argued that the self always embedded in the symbolic order, and constantly disrupted by the Real. In this context, we can say that human is a dialectical subject.

Kata Kunci: subyek, manusia, subyek dialektis, fantasi, the Real, tata simbolik.

Aku bermimpi. Mimpiku indah. Aku terbang di angkasa, bertemu putri cantik, lalu kita berdua terbang mengelilingi langit malam penuh bintang. Tiba-tiba aku merasa ingin jatuh. Aku pun terbangun. Ah, ternyata aku jatuh dari tempat tidur. Aku pun bergegas kembali naik ke kasur, guna melanjutkan mimpi indahku tadi. Tetapi apa daya mimpi itu tidak berlanjut. Aku justru terjebak dalam mimpi lain yang nyaris tak kuingat lagi.

Mungkin anda pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Pandangan umum akan mengatakan, bahwa mimpi itu ilusi (terbang bersama putri cantik), dan terbangun itu nyata (jatuh dari tempat tidur). Melihat fenomena ini Žižek berpendapat lain. Baginya peristiwa jatuh dari tempat tidur adalah the Real yang mengganggu stabilitas tata simbolik manusia, ketika ia terhanyut di dalam mimpinya.The Real itu menyakitkan, traumatis, dan tidak ada orang yang menginginkannya. Namun orang niscaya mengalaminya, tanpa ada tawar menawar. Sementara mimpi indah adalah tata simbolik (symbolic order) yang membuat nyaman dan terlena. Orang tidak ingin lepas darinya. Tetapi kehidupan memaksa orang melepas diri dari keterlenaan tata simbolik tersebut. Orang ingin bermimpi karena mereka tidak tahan dengan realitas. Jika sudah begitu mana sebenarnya yang bisa disebut realitas? Terbang bersama putri atau jatuh dari tempat tidur?

Inilah khas gaya analisis Žižek. Ia menantang dan membalik pandangan umum. Ia pun melakukannya dengan penjelasan rasional, dan bukan sekedar argumen tanpa dasar. Begitu pula ketika ia mencoba mengajukan pandangannya soal manusia. Pada hemat saya argumen Žižek tentang manusia dapat ditempatkan untuk menanggapi perdebatan filosofis tentang manusia, yakni antara konsep subyek Cartesian di satu sisi, dan konsep subyek posmodernisme di sisi lain.

Yang pertama berpendapat bahwa subyek, manusia, adalah mahluk yang rasional, otonom, atomistik, dan bebas dalam berhadapan dengan dunia. Para filsuf modernis dan pencerahan berada di barisan ini. Kelompok kedua melihat bahwa subyek adalah semata bentukan dari kekuatan-kekuatan eksternal di luar kesadaran dirinya, seperti pengaruh ekonomi, struktur, politik, teks, ketidaksadaran, dan sebagainya. Konsep manusia sebagai subyek dialektis yang dirumuskan Žižek tepat ingin mengajukan kontribusi di dalam perdebatan tersebut.[ii]

Untuk menjelaskan argumen Žižek tersebut, saya akan membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian. Awalnya saya akan menjelaskan dulu sosok pribadi maupun pemikiran Žižek (1). Pada bagian ini saya banyak terbantu oleh uraian Tony Myers di dalam bukunya tentang Žižek. Lalu saya akan menjelaskan pandangan Žižek tentang manusia, terutama yang termuat di dalam buku utamanyaThe Sublime Object of Ideology (2). Bagian ini merupakan penelusuran saya terhadap teks-teks asli tulisan Žižek tentang manusia, terutama melihat pengaruh filsafat Hegel dan Lacan pada perkembangan pemikiran Žižek tentang manusia. Pada akhirnya saya akan mengajukan kesimpulan dari seluruh tulisan ini (3).

Untuk membaca lebih jauh, anda bisa menghubungi Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya.

====================================

Buku Ajar Filsafat Ilmu Pengetahuan: Sebuah Pendekatan Kontekstual

Editor: Reza A.A Wattimena

ISBN: 978-602-98925-1-2

“Maka ilmu pengetahuan haruslah berpihak dengan tegas, dan harus meninggalkan klaim netralitasnya. Ilmu pengetahuan haruslah berpijak dan berpihak untuk membela kepentingan orang-orang yang tertindas, seperti para korban ekonomi kapitalisme, kaum minoritas yang tertindas, maupun kaum perempuan yang masih mengalami diskriminasi. Namun apakah dengan begitu, ilmu pengetahuan kehilangan obyektivitasnya?

Pertanyaan ini amatlah filosofis, karena langsung menyentuh dimensi terdalam dari penelitian ilmiah itu sendiri, termasuk di dalamnya pertanyaan tentang hakekat dari obyektivitas ilmiah. Saya akan biarkan pertanyaan ini menggantung, sampai anda selesai membaca seluruh buku ini, dan mencoba menjawabnya sendiri.

Buku ini menjadi istimewa dan penting, karena belum ada buku yang secara khusus membahas ilmu pengetahuan dalam kaitannya dengan konteks-konteks kehidupan manusia yang lebih luas, seperti dengan politik, seni, hasrat, maupun dengan bisnis.”

Harapannya pembaca bisa menemukan ide-ide yang bisa mengembangkan diri mereka di dalam kegiatan ilmiah secara khusus, maupun kehidupan secara umum.”

Buku ini bisa didapatkan di toko-toko buku Togamas Surabaya dan Malang, maupun di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

(Reza A.A Wattimena, Pengantar Editor)

==========================================

 

Buku Filsafat Immanuel Kant Baru

Title : Filsafat Kritis Immanuel Kant

Author : Reza A.A Wattimena

Publisher : Evolitera

Release Date : 2010-03-20

Page : 79

Category : Philosophy

Sub Category : Metaphysics

Language : Indonesia

Please login or register to download the full version of this eBook

Summary

Buku ini (berjudul lengkap “Filsafat Kritis Immanuel Kant: Mempertimbangkan Kritik Karl Ameriks terhadap Kritik Immanuel Kant atas Metafisika”) adalah karya dari Reza Wattimena yang merupakan pengembangan dari penelitian beliau tentang Immanuel Kant dan Karl Ameriks pada 2008 lalu. Di dalam buku ini, penulis memaparkan latar belakang sekaligus kekayaan filsafat kritis yang telah dirumuskan oleh Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman (1724‐1804). Di sisi lain, buku ini juga membahas pemikiran Karl Ameriks, salah seorang penafsir Kant di Eropa, yang sebelumnya telah mengajukan kritik terhadap pemikiran Kant.

Karya Reza ini adalah salah satu kajian pertama tentang epistemologi Immanuel Kant di Indonesia yang diharapkan dapat memperkenalkan pemikiran Kant kepada khalayak luas di Indonesia.

ISBN: 978-602-96504-4-0

Silahkan klik website di bawah ini untuk mendapatkannya. Semoga berguna.

Filsafat Kant

Salam,

Reza

======================================

Buku Filsafat Perselingkuhan


Filsafat Perselingkuhan sampai Anorexia Kudus

Oleh: Reza Antonius Alexander Wattimena

Publisher : Evolitera

(ISBN: 978-602-8861-76-2)

Released : 1st Feb, 2011

Pages : 160

Category : Philosophy

SubCategory : General/Analytics

Language : Indonesia

Summary

Kumpulan artikel filsafat populer yang membahas mulai dari filsafat politik (penulis menyebut dengan “perselingkuhan”), filsafat pendidikan, hingga tentang individu.

Filsafat ini disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti!

Silahkan download disini: Filsafat Perselingkuhan

===============================================

Buku Filsafat Terbaru: Metodologi Penelitian Filsafat


Image0738Editor: Reza A.A Wattimena

ISBN: 978-979-21-2940-3

Penerbit: Kanisius Yogyakarta

Kerja sama dengan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Hubungan antara konsep-konsep metodologi dan metode dalam penelitian filsafat senantiasa membingungkan. Sering dijumpai seseorang menuliskan atau menggunakan istilah ‘metodologi’, sementara apa yang ia kerjakan dalam aktivitas penelitiannya sebetulnya menggambarkan metode. Sejatinya hal ini tidak perlu terjadi, lantaran jalinan sistemik yang berlangsung dalam baik perkembangan ilmu maupun aktivitas keilmuan, metodologi selalu lebih dahulu dan lebih fundamental sifatnya, jika dibandingkan dengan metode.

Metodologi menyediakan dasar bagi metode. Logika atas posisi metodologis seorang peneliti dapat digambarkan dengan menjelaskan pandangan peneliti yang bersangkutan terhadap sifat dasar kenyataan. Posisi metodologis kaum positivis , misalnya, berbeda dengan kaum fenomenologis. Bagi kaum positivis, fakta adalah sumber yang menghadirkan obyek. Sedangkan bagi kaum fenomenologis, dunia sebagai fakta (setidak-tidaknya dunia yang dieksplorasi) merupakan suatu makna yang dibangun secara intersubyektif.

Persoalan lain yang seringkali dijumpai adalah ketatnya pembagian metode kualitatif dan kuantitatif dalam dunia penelitian. Pembagian ini tidak perlu membingungkan, sebab dalam sebuah penelitian bidang filsafat, metode kualitatif dan kuantitaf dapat digunakan secara bersama dan dalam tahap kegiatan penelitian yang sama. Pada suatu kegiatan penelitian, observasi misalnya, harus disikapi sebagai metode fundamental dalam pengumpulan data. Melalui observasi, baik langsung maupun tidak langsung, peneliti dalam bidang filsafat dapat mengumpulkan hasil observasi pribadinya dari responden. Model-model ini mungkin dengan sendirinya sudah memiliki struktur tertentu. Namun ketika peneliti melakukan pengumpulan data, peneliti dapat memunculkan struktur tersebut dari proses analisis filsafat yang akan dilakukan.

Fenomena membingungkan seperti tadi, menyeruak kembali ketika rancangan penerbitan buku ajar ini dipersiapkan. Bedanya, kebingungan kali ini dialami dalam menentukan judul buku; apakah “Metodologi Penelitian Filsafat” ataukah “Metode Penelitian Filsafat”. Jadi bukan lantaran adanya kesalahkaprahan dalam memahami posisi metodologi dan metode, atau karena adanya ikatan ketat dalam dikotomi metodis penelitian kuantitatif dan kualitatif, tetapi karena bahan-bahan yang dikumpulkan bersumber dari artikel-artikel yang memang bertaut dengan metodologi pada satu bagian dan metode pada bagian yang lain. Demikian juga obyek material yang disasar dalam masing-masing artikel cukup bervariasi, dari corak kualitatif sampai kuantitatif.

Al hasil buku ajar ini terbit dengan judul “Metodologi Penelitian Filsafat”, walaupun beberapa tulisan mengangkat “metode” dalam uraiannya. Alasan pertama, tentu karena secara paradigmatik, metodologi dipahami sebagai ilmu tentang metode yang jika coba dikaitkan dengan penelitian, maka dalam wacana filsafat, metodologi termasuk salah satu bagian pokok kajian, setidak-tidaknya dalam epistemologi dan filsafat ilmu pengetahuan. Alasan kedua dan tidak kalah pentingnya untuk dikemukakan adalah sebagian besar artikel dalam buku ajar ini bersumber dari makalah-makalah yang pernah dipresentasikan dalam sebuah simposium nasional bertema “Metodologi Penelitian Filsafat” yang diselenggarakan oleh Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada pada 29-30 Juni 1991di Yogyakarta.

Sesungguhnya, makalah-makalah simposium nasional itu bervariasi, dalam arti tidak seluruhnya berkaitan dengan metodologi penelitian filsafat saja, namun merambah ke wilayah penelitian agama, sosial, dan bahkan bidang ilmu alam. Untuk memenuhi relevansi dan keperluan khusus penerbitan buku ajar ini, maka sengaja dipilihkan makalah-makalah yang mengurai metodologi dan metode penelitian bidang ilmu filsafat. Hal lain, yaitu untuk memperluas horizon metodologis dalam dunia penelitian filsafat itu. Dalam buku ajar ini ditambahkan dua artikel yang tidak bersumber dari simposium nasional di atas. Kedua artikel dimaksud, secara langsung berhubungan dengan “Metode Berfilsafat” yang masing-masing ditulis oleh Reza A.A. Wattimena dengan judul “Berbagai Bentuk Metode Berfilsafat: Sebuah Tinjauan Historis Sistematis dari Masa Yunani Kuno sampai Posmodernisme” dan oleh Mukhtasar Syamsuddin dengan judul “Metode Refleksi Fenomenologis Merleau-Ponty”.

Akhirnya, diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mengijinkan makalah yang telah dipresentasikan pada simposium nasional tahun 1991 untuk diterbitkan melalui buku ajar ini. Demikian juga, tidak luput diucapkan terima kasih kepada Pimpinan Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta , Fakultas Filsafat Widya Mandala, Surabaya, serta penerbit percetakan Kanisius, Yogyakarta yang telah bersama-sama mengupayakan penerbitan buku ajar ini, yang sekaligus dapat menunjukkan jalinan kerjasama institusional dan komitmen kedua lembaga dalam mengembangkan pendidikan filsafat secara umum dan metodologi penelitian filsafat secara khusus di Indonesia.

Mukhtasar Syamsuddin

Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta


Anda bisa mendapatkan buku ini di Fakultas Filsafat UNIKA

Widya Mandala Surabaya (http://filsafat.wima.ac.id/),

Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

(http://filsafat.ugm.ac.id/), dan Penerbit Kanisius

Yogyakarta (email: neno@kanisiusmedia.com)

=========================================

Buku Baru: Membongkar Rahasia Manusia Telaah Lintas Peradaban (Filsafat Timur dan Filsafat Barat)

Image0508

Buku Filsafat Terbaru Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Editor: Reza A.A Wattimena

Setiap kajian filsafat dan ilmu-ilmu sosial selalu bermuara pada

satu pertanyaan dasar, siapakah manusia? Ini adalah pertanyaan

filosofis abadi yang menjadi bahan pergulatan para pemikir besar

sepanjang sejarah. Pergulatan itu tampak di dalam setiap goretan

kata di dalam buku ini. Anda diajak mencecapnya dan menarik

makna daripadanya.

Buku ini adalah karya yang istimewa. Para penulis muda

mempelajari pemikiran para filsuf dunia tentang manusia, sambil

mengajukan ide mereka sendiri. Kreativitas, kejujuran intelektual,

keberanian akademik, dan konsistensi tanpa henti menjadi

darah dari buku ini. Buku ini juga mencoba mengajukan sintesis

sementara dari berbagai pemikiran Timur dan Barat. Belum ada

buku serupa yang pernah diterbitkan di Indonesia.

Namun, jangan percaya begitu saja pada penulis buku ini. Anda

harus mengeceknya. Dengan demikian, akan muncul percakapan

tentang manusia yang mencerahkan dan membangunkan kita

semua dari keterlenaan rutinitas.

Bisa didapatkan di Penerbit Kanisius Yogyakarta (www.kanisiusmedia.com)

Dan Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya (http://filsafat.wima.ac.id/)

===========================================

Buku Filsafat Populer (my Fourth Book): Bangsa Pengumbar Hasrat, Dari Filsafat Anti-Gosip sampai Kaderisasi Terorisme

Image0321Image0322Image0324

Buku ini adalah kumpulan tulisan filsafat saya yang telah dipublikasikan, baik secara nasional, lokal Surabaya, dan blog pribadi di internet dalam kurun waktu 2008-2010. Berbagai tulisan di dalam buku ini lahir dari pergulatan saya berhadapan dengan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, mulai dari persoalan individual, sampai persoalan negara yang mendesak. Pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan filsafat. Harapannya para pembaca dapat menyadari betul, bahwa filsafat bisa menjadi pisau analisis yang sangat tajam dan mencerahkan, guna memahami dan menyelesaikan masalah-masalah kehidupan bersama.

Buku ini memiliki keunikannya tersendiri. Selama ini filsafat dipandang sebagai ilmu yang rumit. Orang perlu mengerutkan dahi untuk berpikir, guna memahami teori-teori filsafat. Setelah membaca buku ini, saya berharap anggapan tersebut dapat berubah. Filsafat dapat digunakan untuk memahami hal-hal sehari-hari, dan disampaikan dengan bahasa yang komunikatif, tanpa mengurangi kedalaman refleksinya. Itulah yang kiranya menjadi keunikan dan kelebihan buku ini dibandingkan dengan buku-buku filsafat lainnya.

Saya memilih judul Bangsa Pengumbar Hasrat dengan alasan khusus. Saya melihat bahwa bangsa Indonesia senang sekali mengumbar hasrat mereka untuk menguasai segala bidang, mulai dari bidang politik, ekonomi, sampai pendidikan. Hasrat untuk berkuasa dan mencapai kenikmatan seolah menutupi akal budi dan kontrol diri. Akibatnya kekacauan terjadi hampir di semua bidang kehidupan. Buku ini ditulis untuk meredam pengumbaran semacam itu, serta mengembalikan akal budi dan kontrol diri ke dalam kehidupan bersama.

Buku ini ditujukan untuk semua orang yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan bersama. Buku ini juga ditujukan untuk semua orang merasa memerlukan pencerahan di dalam menjalani kehidupannya. Semoga buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pembaca, supaya dapat menjalani hidup yang lebih bermutu dan bermakna. Selamat membaca dan salam sejahtera.

Reza A.A Wattimena,

Surabaya, 2010

Buku ini bisa didapatkan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Gedung D lt. 1,

Jln. Dinoyo 42-44, Surabaya 60265, Indonesia

dengan harga Rp. 25.000

Atau di toko buku terdekat di kota anda.

10 tanggapan untuk “Karya-karya Kami”

  1. filsafat mengajarkan pada kita untuk selalu mencurigai” tidak mudah percaya”, sama halnya dg kriteria pemikiran filsuf lainya; nietzhe tentang nihilisme dan tranvaluasi nilai. membentang samudera rasionalitas belahan dunia, memprakarsai lahirnya aliran post struktrualisme atau postmodernisme pada tokoh derrida, faucoult dll. semoga tulisan mas reza pula memberikan pengaruh akan semangat kebaharuan dalam berfikir, menelaah bahkan menelanjangi pada inti; substansi asali dari setiap masalah kemudian memunculkan alternatif-alternatif kebenaran sebagai pijakan baru dalam mengarungi samudera kehidupan lainnya. sukses; terima kasih atas share link nya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s