Demokrasi, Sebuah Refleksi

1942-new-york-surrealist-gaOleh Reza A.A Wattimena

Peneliti Doktoral di Munich, Jerman

Dasar utama dari demokrasi adalah pemahaman dasar, bahwa manusia adalah mahluk politis. Artinya, manusia adalah mahluk yang secara alamiah terdorong untuk membentuk suatu komunitas hidup bersama, yakni komunitas politis. Ini penting untuk menjamin keberadaan manusia itu sendiri, sekaligus untuk mengembangkan kebudayaannya. Ini semua tidak akan mungkin terwujud, jika manusia hidup terputus dari manusia-manusia lainnya.

Demokrasi juga memiliki kaitan erat dengan perdamaian. Di satu sisi, untuk mewujudkan masyarakat demokratis yang menciptakan keadilan dan kemakmuran, kita membutuhkan perdamaian. Di sisi lain, perdamaian yang sesungguhnya hanya mungkin, jika masyarakat menerapkan tata politik demokratis secara konsisten. Oleh karena itu, tata politik demokratis dan perdamaian harus dilakukan secara berbarengan. Keduanya adalah sekaligus alat dan tujuan untuk mencapai keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat, tanpa kecuali. Lanjutkan membaca Demokrasi, Sebuah Refleksi

Buku Filsafat Terbaru: Bahagia, Kenapa Tidak?

cover1+4.cdr

Penulis: Reza A.A Wattimena

Ilustrator: Maria Wilis Sutanto

ISBN 978-602-08931-1-2 (pdf)

ISBN 978-602-08931-0-5 (cetak)

Buku ini ditujukan untuk para peminat filsafat yang berpendapat, bahwa filsafat harus berakar pada pengalaman nyata setiap orang. Lebih dari itu, filsafat juga bisa memberikan visi nyata untuk mengembangkan hidup pribadi maupun sosial manusia. Buku ini juga ditujukan untuk orang-orang yang ingin mencapai kebahagiaan di dalam hidupnya, juga termasuk orang-orang yang dengan kegiatan hidupnya sehari-hari berusaha membagikan kebahagiaan untuk semua orang. Buku ini juga menarik untuk para peneliti terkait dengan tema kebahagiaan, seperti para peneliti kesehatan mental dan praktisi psikoterapi.

Bisa dilihat di link berikut: Bahagia_Kenapa_Tidak-Reza_AA_Wattimena

Dua Sayap Pendidikan

faiiint.com
faiiint.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Di berbagai negara, kita menemukan banyak pejabat politik yang terjebak korupsi. Mereka memiliki gelar pendidikan tinggi. Mereka juga memiliki nama baik di lingkungan sosialnya. Namun, latar belakang pendidikan tinggi, pengetahuan agama, serta nama baik sama sekali tidak menghalangi mereka untuk mencuri dan merugikan orang lain.

Kecenderungan yang sama juga sering kita temukan di kalangan pemuka agama. Mereka adalah orang-orang yang dianggap bijak, karena memiliki pengetahuan agama yang tinggi. Namun, kerap kali, mereka juga jatuh ke dalam sikap bejat yang sama. Korupsi, pemerkosaan, penipuan, serta beragam pelanggaran lainnya juga kerap mereka lakukan, karena kerakusan dan kekosongan batin yang mereka alami. Lanjutkan membaca Dua Sayap Pendidikan

Kita Sudah Lelah

pinterest.com
pinterest.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Sedang Belajar di Munich, Jerman

Pembakaran hutan di Indonesia adalah masalah lama. Ini sudah terjadi bertahun-tahun. Namun, masalah ini semakin besar belakangan ini, ketika asap mulai menutupi beragam tempat di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Kerugian yang diciptakan oleh musibah ini menyentuh berbagai bidang kehidupan.

Hutan rusak. Keseimbangan ekosistem alam terancam. Ini tentu akan membawa beragam dampak lingkungan lainnya. Kita juga belum menghitung jumlah hewan dan tumbuhan yang mati, akibat pembakaran hutan tersebut. Lanjutkan membaca Kita Sudah Lelah

Apa Yang Terpenting?

spiritualnow.com
spiritualnow.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, sedang belajar di Munich, Jerman

September 2015, industri mobil dunia terguncang oleh skandal. Volkswagen, salah satu produsen terbesar mobil dunia asal Jerman, melanggar ketentuan terkait dengan jumlah emisi mobil-mobil hasil produksinya. Harga saham Volkswagen menurun drastis. Pemecatan besar-besaran serta denda milyaran Euro pun sudah menunggu di depan mata.

Banyak analisis diajukan atas masalah ini. Intinya adalah, Volkswagen telah menipu pemerintah dan masyarakat terkait dengan jumlah polusi yang dihasilkan oleh mobil-mobilnya. Ia tidak hanya melanggar hukum dan menodai kepercayaan masyarakat, tetapi juga merusak alam. Pola pelanggaran semacam ini sudah terjadi begitu sering di dunia. Perusahaan-perusahaan multinasional mengabaikan semua hal, demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Lanjutkan membaca Apa Yang Terpenting?

Kebohongan, Media dan Propaganda

inhalemag.com
inhalemag.com

Noam Chomsky dan Edward Herman tentang Propaganda

Oleh Reza A.A Wattimena

Noam Chomsky dan Edward Herman menulis buku berjudul Kesepakatan yang Diatur: Ekonomi Politik dari Media Massa pada 1988 lalu.1 Argumen utama dalam buku tersebut masih cocok untuk memahami beragam kekuatan ekonomi politik yang menentukan pemberitaan di berbagai media di seluruh dunia sekarang ini. Kita bisa menyebutnya sebagai filter yang menentukan isi media, baik cetak maupun elektronik.2

Ide dasarnya adalah, bahwa ada kekuatan ekonomi politik yang dimiliki sekelompok orang dan perusahaan raksasa yang menentukan dan menyaring segala bentuk pemberitaan kepada masyarakat luas, sehingga semua pemberitaan itu hanya mengabdi pada kepentingan sekelompok orang dan perusahaan raksasa tersebut, yakni kepentingan untuk memperoleh kekuasaan politik dan keuntungan ekonomi yang lebih besar lagi dengan mengorbankan banyak pihak lainnya.3 Lanjutkan membaca Kebohongan, Media dan Propaganda

Pendidikan dan Kemajuan Ekonomi

the_writing_on_the_wall_by_brenda_york_surrealism_and_fantasy__abstract__4db4c5cfd7582730c55ebaaf96cfd7e9
voiceseducation.org

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Peneliti PhD di Munich, Jerman

Banyak orang mengira, bahwa tingkat pendidikan seseorang langsung terkait dengan perkembangan tingkat ekonominya. Artinya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin besar kemungkinannya untuk menjadi kaya. Anggapan ini tersebar begitu luas dan tertanam begitu dalam di berbagai masyarakat di dunia. Anggapan ini juga menjadi dasar dari begitu banyak kebijakan pendidikan di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Penelitian Terbaru

Berbagai penelitian terbaru di Jerman dan Austria juga mendukung anggapan ini. Ludger Wössmann menulis artikel berdasarkan penelitiannya dengan judul Gute Bildung schafft wirtschaftlichen Wohlstand: Bildung aus bildungsökonomischer Perspektive (2012). Ia menegaskan, bahwa pendidikan yang tepat akan mendorong seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang bermutu untuk mengembangkan hidupnya. Namun, ia juga mengingatkan, bahwa pendidikan yang terpaku pada aspek ekonomi belaka justru akan mengurangi daya saing seseorang di pasar tenaga kerja. Lanjutkan membaca Pendidikan dan Kemajuan Ekonomi

Hubungan yang Memisahkan

youne.com
youne.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita hidup kini di dalam jaringan dunia virtual. Begitu banyak orang menghabiskan waktunya di beragam situs jaringan sosial di Internet, seperti Facebook, Path, Instagram dan sebagainya. Beragam situs ini menjadi sumber informasi utama. Bahkan tak berlebihan jika dikatakan, bahwa situs-situs ini kini menjadi media pendidikan utama begitu banyak orang di dunia sekarang ini.

Dengan bantuan situs-situs di dunia virtual ini, orang merasa didekatkan satu sama lain. Mereka merasa dekat dengan teman maupun keluarga, walaupun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Para aktivis sosial dan politik bahkan menggunakan situs-situs ini untuk menyebarkan misi dan pandangan mereka. Namun, apakah hubungan yang diciptakan melalui situs-situs dunia virtual ini sungguh merupakan sebuah hubungan yang bermutu? Lanjutkan membaca Hubungan yang Memisahkan

Kejahatan dari Kebaikan

bwskullgirl,photography,female,portrait,surrealism,black-22751ceca1dde73428459373bf0a605c_hOleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya

Sejak kecil, kita diajarkan untuk berbuat baik. Kita diajarkan untuk membantu orang yang kesusahan. Kita diajarkan untuk berani bertindak, ketika orang lain membutuhkan bantuan kita. Semua ini tentu baik.

Berbuat baik adalah nilai yang cukup universal. Semua agama dan filsafat mengajarkannya. Ini ditemukan di semua peradaban yang telah dikenal manusia. Namun, ada masalah tersembunyi disini. Lanjutkan membaca Kejahatan dari Kebaikan

Melampaui Dogmatisme

aziz-anzabi.com
aziz-anzabi.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Apakah anda pernah melihat orang yang saling berdebat satu sama lain? Ataukah anda sendiri pernah terlibat perdebatan dengan orang lain, atau kelompok lain? Perdebatan muncul, karena perbedaan pendapat, yakni ketika dua orang melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Masalah muncul, ketika keduanya merasa, bahwa mereka masing-masing memegang kebenaran mutlak.

Biasanya, perdebatan semacam ini diakhiri dengan pertengkaran. Sangat sedikit perdebatan dengan pola semacam ini yang berakhir dengan kesepahaman. Ini terjadi, karena kedua belah pihak memegang erat pendapat mereka, dan menutup telinga dari pendapat pihak lainnya. Inilah salah satu bentuk dogmatisme yang bisa dengan mudah kita temukan dalam hidup sehari-hari. Lanjutkan membaca Melampaui Dogmatisme

Tiga Buku Filsafat Terbaru

Buku Filsafat Terbaru: Menelusuri Pragmatisme, Pengantar Pada Pemikiran Pragmatisme dari Peirce Hingga Habermas

Penulis: Anastasia Jessica Adinda S.

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

COVER Pragmatisme_aDalam kehidupan sehari-hari kata pragmatis sudah biasa kita dengar. Kata ‘Pragmatis’ sering dikaitkan dengan kepentingan praktis, keengganan berproses, atau orientasi yang semata-mata pada pencapaian hasil. Maka menjadi pertanyaan, apakah pengertian pragmatisme memang seperti yang banyak dipahami saat ini? Memang tak dapat disangkal bahwa prakmatisme banyak mewarnai kehidupan manusia abad ini. Ilmu pengetahuan, pendidikan, politik, ekonomi, hukum, kesenian, bahkan agama tak luput dari pengaruh pragmatisme. Karena kuatnya pengaruh pragmatisme, perhatian manusia terarah pada ‘gagasan yang dapat berfungsi dalam tindakan dan dapat menyelesaikan persoalan’. Prinsip-prinsip pragmatisme ini melandasi keputusan-keputusan yang dibuat oleh individu, kelompok masyarakat, bahkan negara. Buku ini menyajikan pengertian awal tentang pragmatisme, prinsip-prinsip dasar pragmatisme, sekaligus kritik atas pemikiran pragmatisme yang mengabsolutkan konsekuensi praktis dan daya guna.

Bisa dilihat di: Penerbit Kanisius

Lanjutkan membaca Tiga Buku Filsafat Terbaru

Teknologi, Ekonomi dan Ekologi

pinterest.com
pinterest.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Filsafat Politik di Unika Widya Mandala Surabaya, sedang Penelitian PhD Filsafat Politik di Munich, Jerman

Banyak orang masih hidup dalam anggapan lama. Mereka mengira, bahwa kemajuan ekonomi suatu negara tergantung pada perkembangan teknologi di negara tersebut. Jika kita ingin maju secara ekonomi sebagai suatu bangsa, maka kita harus membangun industri-industri berat yang berpijak pada teknologi canggih, seperti pesawat, mobil, satelit, internet dan sebagainya. Ahli ekonomi ternama sampai dengan pedagang di pinggir jalan di Indonesia masih hidup dan bekerja dengan anggapan ini. Lanjutkan membaca Teknologi, Ekonomi dan Ekologi

Penjajahan “Mainstream”

mcs.csueastbay.edu
mcs.csueastbay.edu

Oleh Reza A.A Wattimena

Sekelompok anak muda Indonesia berkumpul. Mereka saling berbagi cerita. Segala ketakutan dan harapan mereka diutarakan satu sama lain. Yang menarik, polanya sama.

Mereka takut hal yang sama: tidak punya uang. Mereka merindukan hal yang sama: mendapatkan uang yang banyak. Mereka benar-benar merasa, bahwa ketakutan dan harapan mereka mencerminkan kebenaran. Inilah pola hidup generasi anak muda Indonesia di awal abad 21 ini. Lanjutkan membaca Penjajahan “Mainstream”

Filsafat Politik sebagai Filsafat Kesadaran

dailygives.com
dailygives.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti PhD di Munich, Jerman, Dosen di Unika Widya Mandala, Surabaya

Setelah sekitar 15 tahun mendalami filsafat politik, saya semakin sadar, bahwa filsafat politik, pada hakekatnya, adalah filsafat kesadaran. Esensi dari filsafat politik adalah filsafat kesadaran. Dua konsep ini, yakni filsafat politik dan filsafat kesadaran, tentu perlu dijelaskan terlebih dahulu. Mari kita mulai dengan arti dasar dari filsafat.

Filsafat adalah pemahaman tentang kenyataan yang diperoleh secara logis, kritis, rasional, ontologis dan sistematis. Kenyataan berarti adalah segala yang ada, mulai dari jiwa manusia, politik, ekonomi, budaya, seni sampai dengan kesadaran. Logis berarti filsafat menggunakan penalaran akal budi manusia. Filsafat bukanlah mistik yang melepaskan diri dari penalaran akal budi. Lanjutkan membaca Filsafat Politik sebagai Filsafat Kesadaran

Mengapa Indonesia “Miskin”?

balticasia.lt
balticasia.lt

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya

Mengapa Indonesia miskin? Padahal, jumlah rakyatnya banyak. Banyak yang berbakat, cerdas dan mau bekerja keras untuk mengembangkan diri dan bangsanya. Kekayaan alam pun berlimpah ruah.

Kita memiliki minyak, gas dan beragam logam sebagai sumber daya alam yang siap untuk diolah. Kita memiliki tanah yang subur yang siap ditanami beragam jenis tanaman. Kita memiliki hutan yang luas yang bisa memberikan udara segar tidak hanya untuk bangsa kita, tetapi untuk seluruh dunia. Akan tetapi, mengapa kita masih miskin, walaupun kita memiliki itu semua? Lanjutkan membaca Mengapa Indonesia “Miskin”?

Akar dari Segala Kecanduan

images.fineartamerica.com
images.fineartamerica.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala, Surabaya, Peneliti di Munich, Jerman

Kita hidup di dunia yang penuh dengan orang yang kecanduan. Ada orang yang kecanduan belanja. Mereka merasa hampa dan menderita, jika tidak belanja. Ada yang kecanduan kerja. Mereka merasa hidup mereka tak berharga, jika tak bekerja dengan rajin.

Ada orang yang kecanduan bermain, atau sekedar nongkrong, sambil ngerokok dan minum bersama teman-temannya. Mereka merasa kesepian dan ketinggalan berita, jika tidak rajin nongkrong. Sekarang ini, banyak orang kecanduan internet, terutama jaringan sosial. Mereka merasa tak bisa hidup, jika tidak mengecek situs jaringan sosial mereka. Lanjutkan membaca Akar dari Segala Kecanduan

Sekali Lagi: Tentang Pikiran Manusia

noupe.com
noupe.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, sedang Penelitian PhD di Munich, Jerman

Sewaktu pertama kali datang ke kota Munich di Jerman 3 tahun yang lalu, saya tidak suka kota ini. Orang-orangnya tidak ramah. Mereka bergerak amat cepat, dan tidak peduli dengan orang lain. Suasananya menciptakan kesepian dan rasa tegang.

Namun, setelah tinggal disini beberapa lama, pendapat saya berubah. Orang-orang Munich tetap cuek dan berjalan amat cepat, tetapi itulah budaya dan kebiasaan mereka. Ini tidak baik, dan juga tidak buruk. Dalam banyak aspek, Munich adalah kota yang nyaman sebagai tempat tinggal, dan membangun keluarga.

Jadi, awalnya, saya berpikir A. Dan kemudian, saya berpikir B. Berikutnya, mungkin, saya akan berpikir C. Yang mana yang benar? Bagaimana memahami pikiran yang berubah-ubah ini?

Pikiran Manusia

Kota Munich tetap ada disini dan saat ini. Namun, kesan saya berubah. Pengalaman saya berubah. Kesan dan pengalaman saya pun mempengaruhi sikap hidup saya disini.

Darimana datangnya kesan dan pengalaman? Jawabannya jelas, yakni dari pikiran. Dari mana asal pikiran manusia? Ini pertanyaan menarik yang mendorong para ilmuwan dari berbagai bidang untuk melakukan penelitian. Lanjutkan membaca Sekali Lagi: Tentang Pikiran Manusia

Omong Kosong

pre05.deviantart.net
pre05.deviantart.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti PhD di Munich, Jerman

Kita hidup di dalam masyarakat yang penuh dengan omong kosong. Berita-berita di media dipelintir untuk mencipakan sensasi dan kegelisahan sosial di masyarakat. Dengan begitu, stasiun televisi lalu mendapatkan pemasukan iklan yang lebih besar. Iklan dan berbagai propaganda bohong lainnya juga memenuhi jaringan sosial kita.

Akibatnya, kita tidak bisa membedakan antara kenyataan dan penipuan. Pikiran kita tertipu oleh fitnah dan propaganda di berbagai media. Uang kita juga habis, karena sering salah ambil keputusan, akibat kurangnya informasi yang akurat. Waktu dan tenaga kita pun terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak penting.

Di sisi lain, keluarga dan orang-orang yang kita sayangi terabaikan. Kita sibuk mengejar omong kosong, dan melupakan apa yang sungguh penting dalam hidup. Hidup kita tersesat, namun seringkali kita tidak menyadarinya. Pada akhirnya, kita pun menderita, dan membuat orang-orang di sekitar kita menderita.

Omong Kosong

Omong kosong adalah kebohongan yang dibungkus dengan cara-cara tertentu, sehingga ia tampak sebagai benar. Omong kosong diciptakan dan disebar untuk memenuhi kepentingan pihak-pihak tertentu. Di Indonesia sekarang ini, ada dua kepentingan yang secara langsung ditopang oleh omong kosong ini, yakni fanatisme agama dan konsumtivisme ekonomi. Keduanya mengakar begitu dalam dan tersebar begitu luas di Indonesia.

Agama di Indonesia, dan mungkin di seluruh dunia, menyebarkan begitu banyak omong kosong, sehingga menutupi pesan luhur dan sejati agama tersebut. Omong kosong ini lalu menciptakan fanatisme yang akhirnya berujung pada kekerasan. Omong kosong ini juga menciptakan pembodohan di berbagai bidang, mulai dari larangan untuk sekolah, sampai dengan penindasan pada kaum perempuan. Omong kosong ini juga sejatinya melestarikan tata masyarakat feodal yang menguntungkan segelintir kecil orang, dan merugikan masyarakat secara luas. Lanjutkan membaca Omong Kosong

Ciri dan Gerak Pikiran Manusia

niramartisrael.defesesfinearts.com
niramartisrael.defesesfinearts.com

Serta Bagaimana Kita Menanggapinya

Oleh Reza A.A Wattimena

Begitu banyak orang mengalami penderitaan dalam hidupnya. Hampir semua bentuk penderitaan datang dari pikiran, baik dalam bentuk kecemasan akan masa depan, maupun penyesalan atas masa lalu. Penderitaan nyata sehari-hari bisa dilampaui dengan baik, jika orang mampu berpikir jernih, jauh dari kecemasan dan penyesalan yang kerap mencengkram pikirannya. Sebaliknya, hal kecil akan menjadi sulit dan rumit, ketika pikiran orang dipenuhi dengan kecemasan dan penyesalan.

Orang semacam itu akan sulit berfungsi di masyarakat. Mereka tidak bisa menolong diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka pun cenderung menjadi penghambat bagi orang lain, dan bahkan bisa membuat orang lain menderita. Beban pikiran yang berlebihan membuat orang tak mampu menyadari, betapa indah dan sederhana hidup manusia itu sebenarnya.

Pikiran Manusia

Kunci untuk mencegah hal ini adalah dengan memahami hakekat dan gerak pikiran manusia. Setiap bentuk konsep adalah hasil dari pikiran manusia. Dengan konsep itu, manusia lalu menanggapi berbagai keadaan di luar dirinya. Dalam hal ini, emosi dan perasaan juga merupakan hasil dari konsep yang berakar pada pikiran manusia.

Apa ciri dari pikiran manusia? Ada tiga ciri mendasar, yakni tidak nyata, sementara dan rapuh. Pikiran itu bukanlah kenyataan. Ia adalah tanggapan atas kenyataan. Pikiran dibangun di atas abstraksi konseptual atas kenyataan.

Pikiran juga sementara. Ia datang, ia pergi, dan ia berubah. Cuaca berubah, maka pikiran juga berubah. Ketika lapar, pikiran melemah. Dan sebaliknya, ketika perut kenyang, pikiran bekerja lebih maksimal. Lanjutkan membaca Ciri dan Gerak Pikiran Manusia

Rasa Takut

rsconnett
rsconnett

Akar dan Obat dari Rasa Takut

Oleh Reza A.A Wattimena

Semua orang pasti pernah merasa takut. Saya pernah merasa takut. Anda juga pasti pernah merasa takut. Takut menjadi bagian hidup manusia dari seluruh jaman.

Padahal, rasa takut adalah benda paling jahat di dunia. Ia membuat orang khawatir berlebihan akan hidupnya. Pikirannya kacau. Badannya pun juga ikut sakit.

Orang menderita, karena diterkam rasa takut. Hidupnya bagai di neraka. Orang yang merasa takut juga cenderung jahat pada orang lain. Ia gampang marah, dan gampang berbuat kasar.

Pada tingkat yang lebih tinggi, rasa takut juga menciptakan perang. Kelompok yang satu khawatir, bahwa kelompok lainnya akan menyerang dia. Maka, ia menyerang duluan. Perang pun meletus.

Pada tingkat pribadi, rasa takut menciptakan penyakit jiwa. Deretan penyakit jiwa muncul, karena orang merasa takut. Rasa takut juga mendorong orang berbuat yang aneh-aneh. Pada kasus yang parah, rasa takut mendorong orang untuk melakukan bunuh diri. Lanjutkan membaca Rasa Takut