Undangan Diskusi: Jantung Hati Filsafat dan Teori Sosial Jerman

Mari Merapat

Tiga Buku Filsafat Terbaru

Buku Filsafat Terbaru: Menelusuri Pragmatisme, Pengantar Pada Pemikiran Pragmatisme dari Peirce Hingga Habermas

Penulis: Anastasia Jessica Adinda S.

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

COVER Pragmatisme_aDalam kehidupan sehari-hari kata pragmatis sudah biasa kita dengar. Kata ‘Pragmatis’ sering dikaitkan dengan kepentingan praktis, keengganan berproses, atau orientasi yang semata-mata pada pencapaian hasil. Maka menjadi pertanyaan, apakah pengertian pragmatisme memang seperti yang banyak dipahami saat ini? Memang tak dapat disangkal bahwa prakmatisme banyak mewarnai kehidupan manusia abad ini. Ilmu pengetahuan, pendidikan, politik, ekonomi, hukum, kesenian, bahkan agama tak luput dari pengaruh pragmatisme. Karena kuatnya pengaruh pragmatisme, perhatian manusia terarah pada ‘gagasan yang dapat berfungsi dalam tindakan dan dapat menyelesaikan persoalan’. Prinsip-prinsip pragmatisme ini melandasi keputusan-keputusan yang dibuat oleh individu, kelompok masyarakat, bahkan negara. Buku ini menyajikan pengertian awal tentang pragmatisme, prinsip-prinsip dasar pragmatisme, sekaligus kritik atas pemikiran pragmatisme yang mengabsolutkan konsekuensi praktis dan daya guna.

Bisa dilihat di: Penerbit Kanisius

Lanjutkan membaca Tiga Buku Filsafat Terbaru

Jurnal Filsafat: Slavoj Zizek dan Manusia sebagai Subyek Dialektis

Oleh Reza A.A Wattimena

Filsafat dimulai pada saat kita tidak lagi menerima

apa yang ada sebagai yang begitu saja diberikan.”

Slavoj Žižek

Abstract

What or who is human? This is one of the oldest questions in history. Philosopher and scientist from various disciplines try to answer it based on their research and theories. What is unique in Žižek approach is his effort to combine two different schools of thought as an intellectual instrument to answer this question, namely German Idealism and Jacques Lacan’s Psychoanalysis. Inspired by the philosophy of German Idealism, he argued that the essence of human is not inside his or her self, but outside, namely the symbolic order that determine their self. And inspired by Lacan, he argued that the self always embedded in the symbolic order, and constantly disrupted by the Real. In this context, we can say that human is a dialectical subject.

Kata Kunci: subyek, manusia, subyek dialektis, fantasi, the Real, tata simbolik. Lanjutkan membaca Jurnal Filsafat: Slavoj Zizek dan Manusia sebagai Subyek Dialektis