Bijaksana Saat “Dipaksa Jeda”

Tommy-Web-4
Karya Tommy Fung dari Hongkong

Oleh Reza A.A Wattimena

Saya punya hobi baru, yakni berkeliling Jakarta di malam hari, bahkan sampai subuh. Tenang, saya bukan Batman. Saya tidak berburu penjahat di malam hari. Saya hanya menikmati sejuk dan indahnya kota masa kecil saya di malam hari.

Saya mengendarai motor, dan kerap berjumpa dengan tukang pompa ban. Biasanya, mereka sedang tidur, atau melamun. Lalu, saya kagetkan, karena saya mau menambah angin ban. Percakapan kami pun dimulai. Lanjutkan membaca Bijaksana Saat “Dipaksa Jeda”

Merindukan Sosok “Ilmuwan-Pemimpin”

3589995-WRSNONSJ-7
Carmelo Margarone

Oleh Reza A.A Wattimena

Angela Merkel, Kanselir Jerman, memang sangat luar biasa. Di tengah pandemik virus global, ia memimpin sebuah negara dengan cara berpikir ilmiah yang amat tajam. Ia mengumpukan informasi. Ia bersikap jujur tentang data yang ada, dan apa yang belum diketahuinya. Alhasil, Jerman adalah salah satu negara yang berhasil menangani pandemik COVID 19 ini dengan nyaris sempurna.

Yang mengerikan sebenarnya bukan virus Covid 19 itu sendiri. Kita sudah berulang kali diserang oleh virus yang membawa petaka besar. Yang mengerikan adalah “pandemik pikiran manusia” (pandemic of the mind) itu sendiri. Ini adalah keadaan, ketika kebohongan dan sikap panik meracuni dunia, sehingga bangsa-bangsa hidup dalam kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Lanjutkan membaca Merindukan Sosok “Ilmuwan-Pemimpin”

Dekonstruksi Yoga, Dekonstruksi Kehidupan

91M8VYAZkTLOleh Reza A.A Wattimena

April 2020, dunia didera oleh Pandemik. Virus kecil tidak hanya mengancam nyawa manusia, tetapi juga ekonomi dunia. Kemiskinan dan krisis ekonomi siap menghantam, setelah pandemik tiba. Dunia dilanda ketakutan mendalam.

April 2020, dunia hidup dalam era penyakit. Setiap detiknya, jutaan orang meninggal, karena penyakit yang disebabkan oleh tubuhnya sendiri. Virus tak perlu datang. Tak perlu bakteri berkunjung. Cukup kelainan fungsi organ, mulai dari jantung, kanker, diabetes sampai gagal ginjal, karena gaya hidup yang merusak, jutaan manusia menuju ajalnya. Lanjutkan membaca Dekonstruksi Yoga, Dekonstruksi Kehidupan

Publikasi Terbaru: Sampai Kapan Papua Bergejolak?

40f1ccac7b00d8c5cc36f964647b15b1
Mongabay

Kajian Strategis Atas Konflik Politik dan Konflik Sumber Daya di Papua

Diterbitkan di The Ary Suta Center Series on Strategic Management April 2020 Volume 49

Oleh Reza A.A Wattimena

Papua merupakan salah satu daerah yang paling bergejolak di Indonesia. Selama puluhan tahun, berbagai konflik politik, ekonomi sampai dengan militer terjadi di sana. Rakyatnya juga masih banyak yang hidup dalam kemiskinan serta keterbelakangan, walaupun alamnya memiliki kekayaan alam yang amat besar. Sampai detik tulisan ini dibuat, berbagai bentuk persoalan pelanggaran HAM dan ketidakadilan ekonomi juga masih belum mendapatkan jalan keluar yang memadai. Di dalam berbagai krisis tersebut, tuntutan Papua untuk melepaskan diri dari Indonesia pun terus berkumandang. Lanjutkan membaca Publikasi Terbaru: Sampai Kapan Papua Bergejolak?

Dekonstruksi Kematian

510p9yHSQ+LOleh Reza A.A Wattimena

Berita kematian menggempur kita sekarang ini. Di berbagai belahan dunia, pandemik dan konflik membuat kita terjebak dalam kecemasan. Setiap hari, jumlah korban terus bertambah. Tanpa kejernihan dan sikap kritis, semua ini bisa membuat orang tenggelam dalam ketakutan yang justru membunuhnya.

Glenn Fredly, salah satu musisi terbaik di Indonesia, juga baru saja meninggal. Dia adalah tokoh yang menginspirasi begitu banyak musisi di Indonesia. Figurnya kuat dan penuh warna. Kematiannya membuat kita semakin takut dan cemas, terutama di tengah pandemik yang terus diberitakan secara tak seimbang oleh media maupun pemerintah. Lanjutkan membaca Dekonstruksi Kematian

Panik!

panic
Izdihar Afyouni (Jordan)

Oleh Reza A.A Wattimena

Gejalanya sangat menyakitkan. Jantung berdetak amat keras. Keringat dingin mengucuri tubuh. Pikiran dan emosi kacau berantakan.

Rasanya seperti bom nuklir yang meledak di dalam dada. Seluruh dada terasa sakit tak terkira. Seringkali, kejang-kejang pun tampil ke depan. Tanpa campur tangan yang tepat, orang bisa pingsan. Lanjutkan membaca Panik!

Bukan Apa-apa Sekaligus Segalanya

WhatsApp Image 2020-03-31 at 20.41.55
Ilustrasi dari Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Beberapa minggu ini, kita semakin sadar, bahwa hidup manusia itu rapuh. Sedikit penyakit, hidupnya bisa berakhir. Sedikit terjatuh, cacat langsung menimpanya. Sudah mencapai segalanya, harta dan kuasa, namun manusia harus mati meninggalkan semuanya.

Virus nan kecil bisa menganggu kesehatan badannya. Tak hanya itu, sang virus kecil kini menciptakan kepanikan dunia. Ekonomi ambruk. Politik kacau. Masyarakat hidup dalam kecemasan akan kematian. Lanjutkan membaca Bukan Apa-apa Sekaligus Segalanya

Zen dan Seni Keluar dari Penderitaan Hidup

Dua Buku Zen

“Jiayou, Andrà tutto bene”, Ketika Bencana Melanda

Ilustrasi Karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

“Hai tetangga. Jika kamu berusia lebih dari 65 tahun, dan kekebalan tubuhmu lemah, saya ingin membantumu. Beberapa minggu ke depan, saya bisa membantumu berbelanja keluar. Jika kamu perlu bantuan, tinggalkan pesan di pintu rumahmu dengan nomor telefonmu. Bersama, kita bisa menjalani semuanya. Kamu tidak sendirian!” (dalam Bregman, 2020)

Itulah tulisan yang tertera di salah satu rumah di Jerman. Virus Korona bisa menyerang semua orang, terutama mereka yang berusia lanjut, dan lemah kekebalan tubuhnya. Memang, setiap bencana datang, manusia selalu berpegangan tangan. Mereka bersatu. Mereka saling membantu. Lanjutkan membaca “Jiayou, Andrà tutto bene”, Ketika Bencana Melanda

Revolusi adalah Puncak Tertinggi Filsafat, Setuju?

Apa Sumbangan Filsafat untuk Demokrasi?

Korupsi, Zen, Filsafat dan Kehidupan: Sebuah Percakapan Santai namun Ilmiah

Tema: Pendidikan Anti-Korupsi Berbasis Nilai- Nilai Pancasila

Fasilitator : Hendar Putranto, M. Hum.

Narasumber: Dr. der Phil. Reza A.A Wattimena

Hari, tanggal: Selasa, 12 Juni 2018 (14.00-14.50)

Lokasi: Booth Dairy Queen, Mall Kota Kasablanka

Sesi Pembuka oleh Hendar Putranto, M. Hum.

Oke, hari ini tanggal 12 Juni 2018, bertempat di Dairy Queen, Kota Kasablanka jam 13.55. Hendar Putranto sebagai ketua tim peneliti skema PKPT, sebagai ketua tim TPP (Tim Peneliti Pengusul) sedang bertemu dengan narasumber, salah satu narasumber ahli untuk pendalaman tema: Anti-Korupsi Berbasis Nilai-Nilai Pancasila. Beliau bernama Reza Wattimena, doktor filsafat lulusan dari Universitas Munchen[1] jurusan filsafat dan kapasitas beliau sebagai penulis buku Filsafat Anti-Korupsi yang diterbitkan Kanisius tahun 2012. Atas dasar itulah, maka Hendar mengontak Dr. Reza Wattimena untuk dijadikan narasumber terkait dengan pendalaman tema Anti-Korupsi Berbasis Nilai-Nilai Pancasila. Lanjutkan membaca Korupsi, Zen, Filsafat dan Kehidupan: Sebuah Percakapan Santai namun Ilmiah

Korona Mengajak Kita Berkaca

Ilustrasi karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

            Beberapa mahasiswa bertanya kepada saya. “Bapak tidak takut dengan virus Korona?” Jawab saya sederhana. Kematian karena serangan virus itu hal biasa di dalam sejarah manusia. Sekarang, kita hanya bisa berusaha untuk tetap sehat di dalam badan maupun pikiran. Sisanya serahkan pada alam.

Yang menjadi ketakutan saya adalah dampak Korona terhadap keadaan politik, sosial, ekonomi dan budaya dunia. Kehadiran Korona menyibak luka global yang lebih dalam, yakni penyebaran berita palsu untuk menciptakan ketakutan, ketololan teologis, berkembangnya teori konspirasi sampai dengan rasisme yang meledak. (Zizek, 2020) Lanjutkan membaca Korona Mengajak Kita Berkaca

Filsafat untuk Pencerahan Hidup Manusia

Protopia Philosophia: Berfilsafat Secara Kontekstual

„Aku Hanya Percaya pada Tuhan yang Tahu Caranya Menari“

Ilustrasi dari Jason Ranti (Kampret Jeje!)

Oleh Reza A.A Wattimena

Ketika belajar di negara lain, saya seringkali terlibat dalam beragam seminar ilmiah. Seperti namanya, seminar itu memang sangat kering dan membosankan. Hal-hal seru justru terjadi di malam hari, setelah seminar selesai. Kita berkumpul, minum, ngobrol dan menari sampai pagi.

Itu adalah peristiwa internasional. Puluhan orang dari berbagai negara berkumpul, berdiskusi dan, kemudian, menari bersama. Sayangnya, saya tidak bisa menari. Saya memilih untuk ngobrol, sambil minum bir. Lanjutkan membaca „Aku Hanya Percaya pada Tuhan yang Tahu Caranya Menari“

Publikasi Terbaru: Apa yang Bisa Dipelajari dari 15.000 Tahun Peradaban Manusia?


Usia peradaban manusia tak tua, hanya sekitar 15.000 tahun. Sebelumnya, tak ada yang sungguh tahu. Teori tentangnya berlimpah. Namun, ia terkubur dalam lintasan sejarah.

Dari 15.000 tahun tersebut, begitu banyak hal yang telah dipelajari. Banyak hal yang telah ditemukan, dan kesalahan yang telah dibuat. Semuanya berharga, dan amat penting untuk ditekuni kembali. Wajah peradaban manusia berhutang pada waktu yang telah berlalu tersebut. Lanjutkan membaca Publikasi Terbaru: Apa yang Bisa Dipelajari dari 15.000 Tahun Peradaban Manusia?

Rumah Filsafat: Penyebar Ide-ide Pencerahan

Mulai saat ini, semua pemesanan buku karya saya bisa diarahkan ke Rumah Filsafat – Incito Network.

No hp dan wa untuk informasi dan pembelian: 08111099213

Email: incitorumahfilsafat26@gmail.com

Instagram: @rumahfilsafatincito

Reza A.A Wattimena

 

Seks dan Zen

Ilustrasi Karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Lebih dari 13 tahun, saya mengajar filsafat di berbagai perguruan tinggi. Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu secara kritis, sampai ke akarnya. Tema seks pun kerap kali muncul, terutama dalam kuliah terkait manusia. Lucunya, setiap kali berbicara soal seks, banyak mahasiswa malu tersipu-sipu, atau merasa cemas.

Mengapa? Karena di masyarakat kita, seks adalah barang tabu untuk dibicarakan. Hampir semua agama berbicara soal melarang atau membatasi seks. Hukumannya pun kejam, yakni api neraka bagi yang melanggar. Karena mutu pendidikan kita yang rendah, sehingga pikiran kritis dan rasional itu dianggap berbahaya, maka orang pun patuh buta pada ajaran terbelakang semacam itu. Lanjutkan membaca Seks dan Zen

Kunci Kemajuan Skandinavia

Ilustrasi dari Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Siapa yang tak kagum pada negara-negara Skandinavia? Dari berbagai ukuran, mereka adalah pemimpin di dunia. Negara-negara, seperti Denmark, Swedia, Norwegia dan Finlandia, memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang bagus. Kesenjangan sosial antar warganya pun amat rendah.

Di tingkat pribadi, warga amat percaya kepada pemerintahnya. Sebaliknya, pemerintahnya pun menghargai kepercayaan tersebut, dan berusaha bekerja sebaik mungkin. Beberapa pengukuran pun menunjukkan, bahwa tingkat kebahagiaan warganya amatlah tinggi. Tingkat kepuasan hidup secara keseluruhan juga amatlah memuaskan. Lanjutkan membaca Kunci Kemajuan Skandinavia