Kebijaksanaan dari “Kegilaan”, Belajar dari Rumi  

Notorious Painting by Jack Clifford | Saatchi Art
Jack Clifford

Oleh Reza A.A Wattimena

Rumi, salah satu tokoh di dalam tradisi Sufi Islam, tak habis-habisnya memberikan inspirasi pada saya. Ia pernah menulis: “Larilah dari apa yang nyaman. Lupakan kenyamanan. Hiduplah di tempat kamu takut untuk hidup. Hancurkan reputasimu. Jadilah pribadi yang kontroversial. Saya telah mencoba hidup dengan perencanaan yang bijak. Mulai sekarang, saya akan menjadi gila.”

Suara Rumi bergema keras di jaman kita. Jaman dimana orang hidup mencari kenyamanan di segala hal, bahkan sampai kenyamanan di kehidupan setelah kematian. Jaman dimana orang menjilat kiri kanan untuk menjaga dan meningkatkan reputasinya. Jaman dimana orang cari aman, hidup sebagai pengecut dan tunduk pada penindasan akal sehat. Lanjutkan membaca “Kebijaksanaan dari “Kegilaan”, Belajar dari Rumi  “

„Aku Hanya Percaya pada Tuhan yang Tahu Caranya Menari“

Ilustrasi dari Jason Ranti (Kampret Jeje!)

Oleh Reza A.A Wattimena

Ketika belajar di negara lain, saya seringkali terlibat dalam beragam seminar ilmiah. Seperti namanya, seminar itu memang sangat kering dan membosankan. Hal-hal seru justru terjadi di malam hari, setelah seminar selesai. Kita berkumpul, minum, ngobrol dan menari sampai pagi.

Itu adalah peristiwa internasional. Puluhan orang dari berbagai negara berkumpul, berdiskusi dan, kemudian, menari bersama. Sayangnya, saya tidak bisa menari. Saya memilih untuk ngobrol, sambil minum bir. Lanjutkan membaca “„Aku Hanya Percaya pada Tuhan yang Tahu Caranya Menari“”