Tentang Welas Asih yang Melampaui Keadilan: Hubungan Siddharta Gautama (Buddha) dan Yesus

Tentang Welas Asih yang Melampaui Keadilan: Hubungan Siddharta ...

Oleh Reza A.A Wattimena

Nama Yesus dekat di hati saya. Saya bertumbuh besar di dalam tradisi Kristiani. Dalam perjalanan, cakrawala saya meluas. Saya berjumpa dengan filsafat, ilmu pengetahuan dan ajaran spiritual dari berbagai tradisi. Hidup ini memang kaya dan berwarna.

Di tengah perjalanan hidup, ajaran Buddha menemukan saya. Beberapa kali, hidup saya diselamatkan oleh ajaran Buddha, atau yang banyak dikenal sebagai Buddha Dharma. Ajarannya begitu sederhana dan berguna untuk mewujudkan hidup yang bermakna. Di abad 21 yang amat kompleks ini, ajarannya bisa menolong banyak orang. Yang menarik, ajaran Buddha dan Yesus tidak hanya mirip, tetapi identik. Lanjutkan membaca Tentang Welas Asih yang Melampaui Keadilan: Hubungan Siddharta Gautama (Buddha) dan Yesus

Rasisme: Dari Sejarah, Budaya sampai dengan Gerak Pikiran

Say no to racism. Drawing by Stefano Sartori | Saatchi Art
Stefano Sartori

Oleh Reza A.A Wattimena

            Rasisme adalah paham yang memisahkan manusia berdasarkan rasnya. Satu ras dianggap lebih unggul dari ras-ras lainnya. Ini lalu menjadi alasan bagi penjajahan dan perbudakan dari ras yang (merasa) lebih kuat kepada ras yang lebih lemah. Inilah cerita lama yang tak mau pudar dari sejarah manusia.

Rasisme dan Kolonialisme

            Sebagai paham, rasisme memang berkembang bersama kolonialisme Eropa kepada seluruh dunia. Negara-negara Eropa berlomba untuk menyerang, merampok dan menghancurkan negara-negara lainnya di seluruh dunia. Untuk membenarkan hal itu, mereka merumuskan pandangan sesat, bahwa ras Eropa lebih tinggi daripada ras-ras lainnya. Maka, penjajahan pun lalu dikemas sebagai pemberadaban, supaya orang-orang Asia, Afrika, Amerika dan Australia rela dijajah dan diperbudak untuk kekayaan bangsa-bangsa Eropa. Lanjutkan membaca Rasisme: Dari Sejarah, Budaya sampai dengan Gerak Pikiran

Mahluk Apakah Kita Sesungguhnya?

The Eternal Kiss" : New symbolism, man and woman love theme ...
Kazuya Akimoto

Oleh Reza A.A Wattimena

            Bodohnya saya. Jam 2 pagi terjebak di jalan raya Jakarta. Jalanan kosong. Bensin motor habis. Saya boncengan bersama seorang teman. Motor mogok.

            Ini terjadi untuk kedua kalinya. Di kedua kesempatan tersebut, saya meminjam motor teman. Keduanya tak ada sensor bensin. Akibatnya, bensin menipis, tanpa sepengetahuan saya. Lanjutkan membaca Mahluk Apakah Kita Sesungguhnya?

Protopia Philosophia: Berfilsafat Secara Kontekstual

Doa dan Bungkam yang Mulia

When Silence happens in the Marketplace Painting by Melinda Matyas ...
Melinda Matyas

Oleh Reza A.A Wattimena

Di Indonesia, kita gemar sekali berdoa. Setiap ada bencana, kita berdoa. Setiap ada perayaan, kita berdoa. Doa dianggap mampu menyelesaikan segala tantangan kehidupan.

Gaya berdoanya pun macam-macam. Ada yang berdoa dengan berteriak-teriak ke seluruh penjuru arah. Ada yang berdoa sampai menangis-nangis. Bahkan, ada yang berdoa sampai pingsan, sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Lanjutkan membaca Doa dan Bungkam yang Mulia

Buku Terbaru: Untuk Semua yang Beragama

Untuk semua yang beragama

Agama dalam Pelukan Filsafat, Politik dan Spiritualitas

Oleh Reza A.A Wattimena

Di dalam buku ini, saya mencoba memahami kaitan agama dengan filsafat, politik dan spiritualitas di abad 21. Sejauh saya tahu, belum ada satu pun buku di Indonesia yang secara sistematik dan kritis mendekati tema ini. Ini kiranya bisa menjadi satu sumbangan intelektual yang berharga bagi perkembangan kehidupan beragama, filsafat, politik maupun spiritualitas di Indonesia.

Keunikan lainnya adalah bahwa buku ini mendekati tema di atas secara ilmiah. Buku ini tidak berpijak pada iman ataupun agama apapun. Ia berpijak pada penelitian ilmiah yang menggunakan sikap rasional dan kritis. Harapannya, pembaca bisa mendapatkan gambaran yang jernih dan sistematik tentang agama dalam kaitannya dengan filsafat, politik dan spiritualitas di abad 21. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Untuk Semua yang Beragama

Sekelumit Cerita Tentang Otak

25 Stunning Surreal Illustrations and Creative Photo Manipulation ...
Igor Morski

Oleh Reza A.A Wattimena

Memahami kesadaran manusia, itulah yang mendorong saya masuk ke gerbang pintu penelitian tentang otak. Kesadaran tak bisa dilepaskan dari diri. Jati diri yang menentukan identitas manusia dalam hidupnya. Jati diri pula yang menentukan pola pembuatan keputusan, sekaligus perilakunya sehari-hari.

Panpsikisme, Jati Diri dan Otak

Dunia juga terkesima dengan panpsikisme. Inilah pandangan yang menyatakan dengan lugas, bahwa alam tak sepenuhnya materi. Yang material selalu berdampingan dengan yang spiritual. Ini mencakup seluruh alam semesta. Lanjutkan membaca Sekelumit Cerita Tentang Otak

Makna Kehidupan

Tree of Life - Surrealism - The Global Art Company
Erik Brede

Oleh Reza A.A Wattimena

Sudah cukup lama, beberapa teman bertanya kepada saya. Ada yang melalui email, atau pertanyaan di media sosial. Apa makna hidup ini? Pertanyaan singkat, namun menuntut permenungan yang mendalam.

Pertanyaan ini menjadi penting, ketika krisis menghantui. Ketidakpastian mengancam masa depan. Penyesalan atas masa lalu juga menikam dada. Pandemik menambah daftar hal-hal yang menakutkan di dalam hidup manusia. Lanjutkan membaca Makna Kehidupan

Bijaksana Saat “Dipaksa Jeda”

Tommy-Web-4
Karya Tommy Fung dari Hongkong

Oleh Reza A.A Wattimena

Saya punya hobi baru, yakni berkeliling Jakarta di malam hari, bahkan sampai subuh. Tenang, saya bukan Batman. Saya tidak berburu penjahat di malam hari. Saya hanya menikmati sejuk dan indahnya kota masa kecil saya di malam hari.

Saya mengendarai motor, dan kerap berjumpa dengan tukang pompa ban. Biasanya, mereka sedang tidur, atau melamun. Lalu, saya kagetkan, karena saya mau menambah angin ban. Percakapan kami pun dimulai. Lanjutkan membaca Bijaksana Saat “Dipaksa Jeda”

Merindukan Sosok “Ilmuwan-Pemimpin”

3589995-WRSNONSJ-7
Carmelo Margarone

Oleh Reza A.A Wattimena

Angela Merkel, Kanselir Jerman, memang sangat luar biasa. Di tengah pandemik virus global, ia memimpin sebuah negara dengan cara berpikir ilmiah yang amat tajam. Ia mengumpukan informasi. Ia bersikap jujur tentang data yang ada, dan apa yang belum diketahuinya. Alhasil, Jerman adalah salah satu negara yang berhasil menangani pandemik COVID 19 ini dengan nyaris sempurna.

Yang mengerikan sebenarnya bukan virus Covid 19 itu sendiri. Kita sudah berulang kali diserang oleh virus yang membawa petaka besar. Yang mengerikan adalah “pandemik pikiran manusia” (pandemic of the mind) itu sendiri. Ini adalah keadaan, ketika kebohongan dan sikap panik meracuni dunia, sehingga bangsa-bangsa hidup dalam kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Lanjutkan membaca Merindukan Sosok “Ilmuwan-Pemimpin”

Dekonstruksi Yoga, Dekonstruksi Kehidupan

91M8VYAZkTLOleh Reza A.A Wattimena

April 2020, dunia didera oleh Pandemik. Virus kecil tidak hanya mengancam nyawa manusia, tetapi juga ekonomi dunia. Kemiskinan dan krisis ekonomi siap menghantam, setelah pandemik tiba. Dunia dilanda ketakutan mendalam.

April 2020, dunia hidup dalam era penyakit. Setiap detiknya, jutaan orang meninggal, karena penyakit yang disebabkan oleh tubuhnya sendiri. Virus tak perlu datang. Tak perlu bakteri berkunjung. Cukup kelainan fungsi organ, mulai dari jantung, kanker, diabetes sampai gagal ginjal, karena gaya hidup yang merusak, jutaan manusia menuju ajalnya. Lanjutkan membaca Dekonstruksi Yoga, Dekonstruksi Kehidupan

Publikasi Terbaru: Sampai Kapan Papua Bergejolak?

40f1ccac7b00d8c5cc36f964647b15b1
Mongabay

Kajian Strategis Atas Konflik Politik dan Konflik Sumber Daya di Papua

Diterbitkan di The Ary Suta Center Series on Strategic Management April 2020 Volume 49

Oleh Reza A.A Wattimena

Papua merupakan salah satu daerah yang paling bergejolak di Indonesia. Selama puluhan tahun, berbagai konflik politik, ekonomi sampai dengan militer terjadi di sana. Rakyatnya juga masih banyak yang hidup dalam kemiskinan serta keterbelakangan, walaupun alamnya memiliki kekayaan alam yang amat besar. Sampai detik tulisan ini dibuat, berbagai bentuk persoalan pelanggaran HAM dan ketidakadilan ekonomi juga masih belum mendapatkan jalan keluar yang memadai. Di dalam berbagai krisis tersebut, tuntutan Papua untuk melepaskan diri dari Indonesia pun terus berkumandang. Lanjutkan membaca Publikasi Terbaru: Sampai Kapan Papua Bergejolak?

Dekonstruksi Kematian

510p9yHSQ+LOleh Reza A.A Wattimena

Berita kematian menggempur kita sekarang ini. Di berbagai belahan dunia, pandemik dan konflik membuat kita terjebak dalam kecemasan. Setiap hari, jumlah korban terus bertambah. Tanpa kejernihan dan sikap kritis, semua ini bisa membuat orang tenggelam dalam ketakutan yang justru membunuhnya.

Glenn Fredly, salah satu musisi terbaik di Indonesia, juga baru saja meninggal. Dia adalah tokoh yang menginspirasi begitu banyak musisi di Indonesia. Figurnya kuat dan penuh warna. Kematiannya membuat kita semakin takut dan cemas, terutama di tengah pandemik yang terus diberitakan secara tak seimbang oleh media maupun pemerintah. Lanjutkan membaca Dekonstruksi Kematian

Panik!

panic
Izdihar Afyouni (Jordan)

Oleh Reza A.A Wattimena

Gejalanya sangat menyakitkan. Jantung berdetak amat keras. Keringat dingin mengucuri tubuh. Pikiran dan emosi kacau berantakan.

Rasanya seperti bom nuklir yang meledak di dalam dada. Seluruh dada terasa sakit tak terkira. Seringkali, kejang-kejang pun tampil ke depan. Tanpa campur tangan yang tepat, orang bisa pingsan. Lanjutkan membaca Panik!

Bukan Apa-apa Sekaligus Segalanya

WhatsApp Image 2020-03-31 at 20.41.55
Ilustrasi dari Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

Beberapa minggu ini, kita semakin sadar, bahwa hidup manusia itu rapuh. Sedikit penyakit, hidupnya bisa berakhir. Sedikit terjatuh, cacat langsung menimpanya. Sudah mencapai segalanya, harta dan kuasa, namun manusia harus mati meninggalkan semuanya.

Virus nan kecil bisa menganggu kesehatan badannya. Tak hanya itu, sang virus kecil kini menciptakan kepanikan dunia. Ekonomi ambruk. Politik kacau. Masyarakat hidup dalam kecemasan akan kematian. Lanjutkan membaca Bukan Apa-apa Sekaligus Segalanya

Zen dan Seni Keluar dari Penderitaan Hidup

Dua Buku Zen

“Jiayou, Andrà tutto bene”, Ketika Bencana Melanda

Ilustrasi Karya Jason Ranti

Oleh Reza A.A Wattimena

“Hai tetangga. Jika kamu berusia lebih dari 65 tahun, dan kekebalan tubuhmu lemah, saya ingin membantumu. Beberapa minggu ke depan, saya bisa membantumu berbelanja keluar. Jika kamu perlu bantuan, tinggalkan pesan di pintu rumahmu dengan nomor telefonmu. Bersama, kita bisa menjalani semuanya. Kamu tidak sendirian!” (dalam Bregman, 2020)

Itulah tulisan yang tertera di salah satu rumah di Jerman. Virus Korona bisa menyerang semua orang, terutama mereka yang berusia lanjut, dan lemah kekebalan tubuhnya. Memang, setiap bencana datang, manusia selalu berpegangan tangan. Mereka bersatu. Mereka saling membantu. Lanjutkan membaca “Jiayou, Andrà tutto bene”, Ketika Bencana Melanda

Revolusi adalah Puncak Tertinggi Filsafat, Setuju?

Apa Sumbangan Filsafat untuk Demokrasi?

Korupsi, Zen, Filsafat dan Kehidupan: Sebuah Percakapan Santai namun Ilmiah

Tema: Pendidikan Anti-Korupsi Berbasis Nilai- Nilai Pancasila

Fasilitator : Hendar Putranto, M. Hum.

Narasumber: Dr. der Phil. Reza A.A Wattimena

Hari, tanggal: Selasa, 12 Juni 2018 (14.00-14.50)

Lokasi: Booth Dairy Queen, Mall Kota Kasablanka

Sesi Pembuka oleh Hendar Putranto, M. Hum.

Oke, hari ini tanggal 12 Juni 2018, bertempat di Dairy Queen, Kota Kasablanka jam 13.55. Hendar Putranto sebagai ketua tim peneliti skema PKPT, sebagai ketua tim TPP (Tim Peneliti Pengusul) sedang bertemu dengan narasumber, salah satu narasumber ahli untuk pendalaman tema: Anti-Korupsi Berbasis Nilai-Nilai Pancasila. Beliau bernama Reza Wattimena, doktor filsafat lulusan dari Universitas Munchen[1] jurusan filsafat dan kapasitas beliau sebagai penulis buku Filsafat Anti-Korupsi yang diterbitkan Kanisius tahun 2012. Atas dasar itulah, maka Hendar mengontak Dr. Reza Wattimena untuk dijadikan narasumber terkait dengan pendalaman tema Anti-Korupsi Berbasis Nilai-Nilai Pancasila. Lanjutkan membaca Korupsi, Zen, Filsafat dan Kehidupan: Sebuah Percakapan Santai namun Ilmiah