Kekuasaan dan Spiritualitas

The ladders of power | Surrealism painting, Artsy, Ladder
Aziz Anzabi

Oleh Reza A.A Wattimena

Ah, betapa menggodanya kekuasaan itu. Dengan kekuasaan, kita dihormati dimanapun.

Datang dan pergi dengan kendaraan mewah, beserta ajudan yang siap melayani. Undangan makan dan jumpa dengan orang-orang penting banjir berdatangan.

Gaji besar, walaupun kerap tak dibarengi kinerja yang sepadan. Peluang korupsi besar, selama mengajak orang-orang berkuasa lainnya ikutan.

Namun, juga dengan kekuasaan, orang bisa mengubah keadaan. Kebaikan besar bisa terwujud, jika kekuasaan digunakan untuk kepentingan semua, tanpa kecuali. Lanjutkan membaca Kekuasaan dan Spiritualitas

Kekuasaan dan Hakekat Manusia

Gambar dari Detik.Com

Oleh Reza A.A Wattimena

Ibu-ibu pejabat itu kurang ajar. Dia menggunakan pengawalan polisi untuk membelah kemacetan ibu kota.

Semua orang terganggu. Suara sirene dan sikap supir pejabat yang agresif membahayakan pengguna jalan lain.

Padahal, ia hanya mau ke mall untuk arisan dengan ibu-ibu pejabat lain. Begitulah perilaku pejabat yang merasa berkuasa di Indonesia.

Kemungkinan besar, ia bukan orang jahat. Bahkan, mungkin ia suka beragama, yakni menggunakan tampilan dan sikap religius di hadapan umum. Lanjutkan membaca Kekuasaan dan Hakekat Manusia

Publikasi Terbaru: Agama dan Kekuasaan, Tinjauan Transkeilmuan dan Kritik Ideologi

Oleh Reza A.A Wattimena

Agama adalah salah satu ajaran pengikat manusia. Orang-orang dengan berbagai latar belakang, cara berpikir dan pola perilaku bisa hidup di bawah payung ajaran yang sama, berkat adanya agama. Agama menawarkan tata nilai yang bisa membawa orang pada kehidupan yang paripurna. Agama juga menawarkan harapan, ketika penderitaan hidup dan kematian akan datang berkunjung. Di tengah hidup yang semakin tidak pasti, akibat keadaan politik dan ekonomi dunia yang terus bergejolak, agama menjadi pegangan banyak orang.

Di satu sisi, agama juga adalah sebentuk kekuasaan. Ia mengatur hidup banyak orang di dalam payung ajarannya. Di sisi lain, terutama di abad 21, agama menjadi alat kekuasaan untuk mengumpulkan massa. Ajaran-ajaran agama dipelintir sedemikian rupa, sehingga ia membenarkan aliran politik tertentu. Bahkan, korupsi dan penipuan masyarakat pun seringkali mencari pembenaran dari agama, supaya ia tidak ditinggalkan masyarakat luas. Lanjutkan membaca Publikasi Terbaru: Agama dan Kekuasaan, Tinjauan Transkeilmuan dan Kritik Ideologi