Zen dalam Percakapan

Thomas Michel Contemporary Art

Oleh Reza A.A Wattimena

Praktisi Zen, Tinggal di Jakarta

Tulisan ini berawal dari percakapan dengan seorang teman. Sebagai anak dari keluarga pengusaha, ia sebenarnya cukup beruntung. Ia bisa mendapatkan penghidupan yang layak, dan pendidikan yang bermutu tinggi. Setelah itu, ia pun diharapkan bisa melanjutkan dan mengembangkan usaha keluarga.

Sejak kecil, ia dididik untuk menjadi pekerja keras. Keluarganya berharap, supaya ia bisa menjadi fondasi keluarga, ketika orang tuanya tidak lagi mampu mengelola bisnis. Maka dari itu, ia pun diajar untuk menjadi manusia yang memiliki ambisi besar. Nilai-nilai persaingan, kerja keras dan fokus adalah nilai-nilai yang telah ia terima, sejak kecil. Lanjutkan membaca Zen dalam Percakapan

Menulis, Penyembuhan dan Perubahan

4111150a448811e25ec254fc8727081a
pinimg.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Penulis dan Doktor Filsafat dari Universitas Filsafat München Jerman

Anaïs Nin, penulis asal Kuba, pernah berkata, “Kita menulis untuk merasakan kehidupan dua kali, pada saat itu, dan ketika kita mengingatnya di dalam tulisan kita.”

Perubahan

Setiap hari, kita menulis. Kita menulis untuk mengirim pesan kepada teman atau keluarga. Kita menulis untuk menyampaikan perasaan kita, entah kepada buku harian, blog atau kepada orang lain. Dengan menulis, kita memperoleh ruang untuk mengekspresikan pemikiran kita, termasuk di dalamnya harapan dan ketakutan di dalam hidup kita. Menulis berarti menciptakan ruang, tempat dimana kita bisa menjadi diri kita sendiri, tanpa halangan dari pihak manapun. Lanjutkan membaca Menulis, Penyembuhan dan Perubahan