Fenomenologi Ketidaktahudirian

DeviantArt

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Mengapa ada orang yang tidak tahu diri? Pertanyaan ini menjadi penting di tengah pengajuan presiden dan calon presiden untuk Pilpres 2019 nanti. Fenomenologi mencoba mendekati keadaan sebagaimana adanya (zurück zu den Sachen selbst). Pendekatan ini kiranya penting untuk memahami sepak terjang politisi Indonesia sekarang ini.

Nuansa ketidaktahudirian tercium pekat di udara. Masa depan politik Indonesia pun dipertaruhkan.

Tidak Tahu Diri

Tidak tahu diri memiliki tujuh unsur. Pertama, ketidaktahudirian berakar pada ketidaktahuan (Unwissenheit). Orang yang tak sadar kemampuan, lalu berlagak untuk mengambil peran besar, akan menjadi orang yang tak tahu diri. Sayangnya, di Indonesia, banyak orang tak kenal dirinya sendiri, sehingga tak sadar pada kemampuannya. Mereka lalu berlagak di panggung politik untuk menjadi pemimpin yang penuh dengan omong kosong. Lanjutkan membaca Fenomenologi Ketidaktahudirian

Iklan

Jurnal Filsafat Terbaru: Fenomenologi Husserl

IMG_4476Krisis Peradaban Sebagai Krisis Akal Budi
Dialog dengan Pemikiran Edmund Husserl di dalam
Die Krisis der europäischen Wissenschaft und die transzendentale Phänomenologie,
eine Einleitung in die phänomenologische Philosophie

Oleh Reza A.A Wattimena

di dalam Jurnal Studia philosophica et theologica STFT Widya Sasana Malang

Vol. 15. No. 1 Maret 2015

SK DIRJEN DIKTI: 167/DIKTI/KEP/2007

Bisa dilihat di link berikut: http://www.studiapt.org/shelf.php?p=1

Atau hubungi:

Email : stftws@gmail.com
Phone: +62341-552120
Address: Jalan Terusan Rajabasa 2 Malang