Tentang Kesalahan-Kesalahan dalam Hidup

Tara Minshull

Oleh Reza A.Awattimena

Apakah ada kesalahan dalam hidup? Kita sering mengira, bahwa kita telah salah memilih. Kita tidak sungguh mempertimbangkan semua unsur di dalam keputusan kita. Ketika merasa rugi, kita lalu menyesal.

Penyesalan adalah salah satu sumber utama penderitaan. Banyak orang tersiksa batinnya, karena penyesalan menggerogoti pikirannya. Sejuta pelarian pun dicarinya, mulai dari narkoba sampai bunuh diri. Bagaimana kita memahami kesalahan-kesalahan di dalam hidup? Lanjutkan membaca Tentang Kesalahan-Kesalahan dalam Hidup

Indonesia yang Timpang

Creative Resistance

Oleh Reza A.A Wattimena

Di Indonesia, kita hidup di negara yang timpang. Cukup pengamatan sederhana akan membawa anda pada kesimpulan tersebut. Ketimpangan mewujud secara nyata dalam hidup sehari-hari, mulai dari perilaku menggunakan kendaraan sampai dengan kebijakan presidensial. Ketimpangan tersebut juga memiliki dampak amat luas yang merusak.

Ketimpangan juga bukan merupakan masalah Indonesia semata, tetapi juga masalah dunia. Sharan Burrow, aktivis asal AS, menegaskan, bahwa “ketimpangan menghancurkan penghidupan seseorang, menghancurkan martabat diri dan keluarga dan memecah belah komunitas.” Hal serupa dikatakan oleh Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan. “Selama kemiskinan, ketidakadilan dan ketimpangan besar ada di dalam dunia kita, maka kita tidak akan pernah bisa sungguh tenang dan beristirahat.” Lanjutkan membaca Indonesia yang Timpang

Koruptor yang Santun

Saatchi Art

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Salah satu sekolah di Jakarta mengeluh, karena murid-muridnya banyak berperilaku kurang ajar. Mereka cenderung tak bisa diatur. Mereka juga cenderung tak hormat terhadap orang lain, apalagi terhadap orang yang lebih tua. Mereka juga menjadi pengguna berlebihan beragam gadget teknologi yang ada sekarang, tanpa bisa dikontrol.

Akhirnya, sekolah ini memutuskan untuk memberikan pelatihan terhadap murid-murid tersebut dalam bentuk latihan dasar kepemimpinan. Alasannya sederhana. Mereka ingin, supaya murid-murid sekolah tersebut bisa lebih patuh. Mereka ingin, supaya murid-muridnya menjadi lebih mudah dikendalikan, sesuai dengan keinginan keluarga dan sekolah. Lanjutkan membaca Koruptor yang Santun