Koruptor yang Santun

Saatchi Art

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Salah satu sekolah di Jakarta mengeluh, karena murid-muridnya banyak berperilaku kurang ajar. Mereka cenderung tak bisa diatur. Mereka juga cenderung tak hormat terhadap orang lain, apalagi terhadap orang yang lebih tua. Mereka juga menjadi pengguna berlebihan beragam gadget teknologi yang ada sekarang, tanpa bisa dikontrol.

Akhirnya, sekolah ini memutuskan untuk memberikan pelatihan terhadap murid-murid tersebut dalam bentuk latihan dasar kepemimpinan. Alasannya sederhana. Mereka ingin, supaya murid-murid sekolah tersebut bisa lebih patuh. Mereka ingin, supaya murid-muridnya menjadi lebih mudah dikendalikan, sesuai dengan keinginan keluarga dan sekolah. Lanjutkan membaca Koruptor yang Santun

Iklan

Mengurai Epistemologi Koruptor

7340723_happy-75th-birthday-hayao-miyazaki_tfe704e5c
rackcdn.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Doktor Filsafat dari Universitas Filsafat Muenchen, Jerman

Mantan Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Fasichul Lisan, kini ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK terkait dengan pendirian RS Unair. Bukti-bukti sudah mencukupi untuk menetapkan dia sebagai tersangka. Tentu saja, asas praduga tak bersalah tetap harus dipegang. Orang harus dianggap tak bersalah, sampai ia sungguh terbukti sebaliknya.

Lepas dari apa yang sesungguhnya terjadi, pertanyaan mendasar, tentang mengapa orang korupsi, tetap menarik perhatian banyak kalangan. Ini terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lainnya. Masalahnya bukan adanya korupsi, tetapi tingkat korupsi yang mengkhawatirkan, sehingga menghambat seluruh proses pembangunan lainnya. Proses perluasan pendidikan, fasilitas kesehatan dan pengentasan kemiskinan menjadi terhambat, akibat tingkat korupsi yang amat besar. Lanjutkan membaca Mengurai Epistemologi Koruptor