SantuyZen

surreal surrealism night picsart myedit Image by Dirga
Dirga

Oleh Reza A.A Wattimena

Kelompok meditasi itu berkumpul setiap Jumat malam. Setelah pulang kerja, beberapa orang berkumpul, termasuk saya, dan duduk meditasi bersama.

Namun, nuansa ketenangan tak tampak. Yang tampak adalah ketegangan.

Meditasi menjadi semacam perlombaan. Siapa yang bisa duduk paling lama, dialah pemenangnya.

Si pemenang biasanya tertawa bangga. Ia merasa sudah tercerahkan, karena sudah bisa duduk lama, tanpa gerak. Lanjutkan membaca SantuyZen

Buku Terbaru: Mencari Ke Dalam, Zen dan Hidup yang Meditatif

Pemesanan bisa di 
Penerbit Karaniya
JL.Mangga I Blok F 15
Duri Kepa, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11510
Telepon: +6221 568 7957
WhatsApp: +62 813 1531 5699

Atau di Toko Buku Terdekat

Pengantar

Zen merupakan jalan untuk memahami jati diri kita yang sebenarnya. Seringkali, kita mengira, bahwa jati diri kita terkait dengan nama, agama, ras, suku bangsa dan pekerjaan. Padahal, itu semua berubah, dan tidak bisa dipahami sebagai jati diri sejati kita sebagai manusia. Di dalam jalan Zen, pertanyaan terkait dengan jati diri sejati ini dijawab tidak menggunakan nalar, melainkan dengan menggunakan pengalaman „sebelum pikiran“, atau pengalaman langsung manusia dengan kenyataan sebagaimana adanya.

Zen mengajak orang bertanya, siapa diri mereka sebenarnya. „Siapakah aku?“ „Siapa ini yang sedang bertanya?“ Ketika orang bisa menyentuh sumber dari segala pertanyaan dan pikiran yang muncul, ia sedang berjumpa dengan jati diri sejatinya. Pada titik ini, tidak ada penderitaan, dan tidak ada kebahagiaan. Yang ada hanyalah kedamaian sejati yang tidak bergantung pada hal-hal lainnya, seperti uang, kekuasaan, nama baik atau kenikmatan badani. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Mencari Ke Dalam, Zen dan Hidup yang Meditatif