Oleh Reza A.A Wattimena
Politik dianggap sebagai soal perebutan kekuasaan. Berbagai cara culas dan busuk dilakukan didalamnya. Nilai-nilai luhur kehidupan, seperti kejujuran dan keadilan, seolah tak lagi bermakna. Pandangan itulah yang harus diubah.
Politik harus dimaknai ulang. Ia bukanlah tindakan berkubang di dalam kerakusan dan keculasan. Politik adalah soal upaya menata kelola beragam sumber daya yang ada, sehingga kebaikan bersama bisa menjadi nyata. Inilah inti dari politik progresif inklusif yang saya kembangkan di dalam buku ini. Politik harus kembali menjadi panggilan luhur yang mengobarkan dada kita dengan semangat serta ketulusan untuk mengabdi. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Politik Progresif Inklusif, Sebuah Teori

Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Jari ini menyentuh keyboard komputer. Ia seolah mengalir dengan sendirinya. Saya tak lagi melihat keyboard, ketika mengetik. Ada hubungan langsung antara pikiran, saraf, otak dan jari saya, ketika menuliskan prolog ini.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena

Pengalaman tertindas adalah pengalaman universal manusia. Ia bisa dalam bentuk penindasan fisik, seperti perbudakan dan penjajahan. Namun, ia juga bisa mengambil bentuk lebih halus, yakni penindasan mental dan spiritual. Selama ratusan tahun, di bawah bendera kolonialisme Eropa dan Jepang, Indonesia mengalami keduanya.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena