Oleh Syarif Maulana, Filsuf, Pedagang Kuliner
Versi lain tulisan ini sudah dimuat di: https://www.liputan6.com/regional/read/5649010/opini-menggugat-cancel-culture
Perkenalkan nama saya Syarif Maulana. Saya berprofesi sebagai penulis, dan mungkin akan menjadi mantan akademisi. Mengajar di berbagai universitas sejak tahun 2008 dan tengah menempuh studi S3 di sebuah kampus di Jakarta, saya juga aktif di berbagai komunitas selama hampir tujuh belas tahun mulai dari komunitas musik klasik, musik jazz, literasi, film, filsafat, hingga merajut. Artikel-artikel yang saya tulis tadinya bisa mudah ditemukan di berbagai website dengan cara mengetikkan nama saya di mesin pencari. Begitu pun buku-buku yang telah saya hasilkan, yang judulnya mencapai belasan, sebelumnya tersebar luas di toko buku offline maupun lapak jualan online. Dalam tiga tahun terakhir, saya sering diundang menjadi pembicara dalam berbagai forum, dari mulai level komunitas hingga kementerian. Sampai kemudian saya mengalami peristiwa yang akan saya ceritakan berikut ini.
Sejak sebuah cuitan merebak pada tanggal 9 Mei 2024 di media sosial X yang berisi tuduhan, bahwa saya melakukan kekerasan seksual di tempat saya bekerja sekitar tujuh sampai sebelas tahun lalu, yang kemudian diamplifikasi oleh seorang influencer, sejak itu pula hidup saya tak lagi sama. Karir sebagai penulis, akademisi, dan intelektual, yang saya bangun selama hampir dua puluh tahun, luluh lantak dalam hitungan hari saja. Lanjutkan membaca Mempertanyakan Cancel Culture


Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Diterbitkan di Harian Kompas 16 Juni 2024
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Tulisan ini dimuat di Harian Kompas (Kompas.id) pada 28 April 2024
Oleh Reza A.A Wattimena
Tulisan ini dimuat di Harian Kompas 11 Februari 2024
Oleh Reza A.A Wattimena
Buku ini adalah kumpulan tiga teori yang saya kembangkan. Ada tiga teori, yakni teori transformasi kesadaran, teori tipologi agama dan teori politik progresif inklusif. Pijakannya adalah penelitian saya di bidang filsafat, politik dan neurosains selama lebih dari dua puluh tahun. Selamat membaca, dan semoga menemukan pencerahan.