Indonesia dalam Terkaman Kapitalisme Turbo

Image result for greed surrealism"
Lawrence Paul Yuxweluptun

Oleh Reza A.A Wattimena

Tema percakapan kami terus berulang. Sudah beberapa kali saya dan beberapa sahabat cemas dengan perkembangan yang terjadi di Indonesia. Dengan mudah, di kota-kota besar, ketimpangan sosial antara yang kaya dan yang miskin bisa dilihat. Anda cukup mengendarai kereta api di ibu kota, dan seluruh ketimpangan sosial akan segera tampak di depan mata.

Tak jauh dari ibu kota, tepatnya di Jawa Barat, begitu banyak desa tertinggal dalam kekumuhan. Sarana air bersih dan pengolahan sampah sangat lemah, bahkan nyaris tak ada. Di abad 21 yang serba canggih dan kompleks, masih banyak orang yang buang air besar di kali tempatnya mencuci piring. Tak peduli siapa presiden ataupun partainya, hal ini tak berubah dari tahun ke tahun. Lanjutkan membaca Indonesia dalam Terkaman Kapitalisme Turbo

Pengakuan Seorang Marxis-Zennist

Ricardo Levins Morales

Oleh Reza A.A Wattimena

Di dalam filsafat, Marxisme adalah cinta pertama saya. Saya masih ingat buku tulisan Franz Magnis-Suseno yang berjudul Pemikiran Karl Marx. Seingat saya, buku itu terbit pada 1999. Itu merupakan salah satu buku filsafat pertama yang saya baca sampai selesai.

Sewaktu itu, saya masih di bangku SMA. Saya masih ingat perasaan saya waktu itu. Pikiran begitu tercerahkan. Dada begitu berkobar oleh semangat untuk membuat perubahan. Sejak itu, saya menjadi seorang Marxis. Lanjutkan membaca Pengakuan Seorang Marxis-Zennist

Merasa “Tak Berguna”?

Nikolina Petolas

Oleh Reza A.A Wattimena

Seorang teman selalu mengeluh. Dia bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 9 malem, bahkan di hari Sabtu. Untuk bisa sampai di kantor jam 8, ia harus berangkat jam 6 pagi. Memang, pendapatannya besar. Asuransi dan tunjangannya juga tinggi.

Namun, ia merasa lelah. Ia tak punya waktu untuk keluarga dan teman. Di hari libur, ia hanya bisa tidur, karena sudah amat lelah. Ia merasa tak berguna, karena hidup hanya menjadi budak korporat. Lanjutkan membaca Merasa “Tak Berguna”?