Jerit Para Manusia Perak

Image result for manusia perakOleh Reza A.A Wattimena

Manusia perak adalah orang-orang yang mengecat seluruh tubuhnya dengan cat perak. Tujuan mereka adalah untuk menarik perhatian orang, supaya mendapatkan pemberian uang. Mereka adalah pengemis generasi pandemi. Mereka sering ditemukan di lampu merah ibu kota, sambil telanjang kaki dan memohon sumbangan.

Mereka banyak tampil di jalan-jalan Jakarta, setelah kebijakan pemerintah tentang Pandemi tiba. Segala kegiatan sosial, mulai dari bekerja sampai rekreasi, dibatasi. Alasannya demi mengurangi penyebaran infeksi virus COVID 19. Bersama dengan itu, jutaan usaha mengalami kesulitan, bangkrut dan banyak orang jatuh ke dalam jurang kemiskinan. Lanjutkan membaca Jerit Para Manusia Perak

Zen ala “Gus Dur”

Humor: Ketika Gus Dur Bikin Kiai Sepuh Putus Asa - Pesantren.IDOleh Reza A.A Wattimena

Minggu malam, 31 Januari 2021, seorang teman mengirim foto di media sosial. Isinya adalah kutipan dari Gus Dur dengan karikatur wajahnya. Isinya tentang jalan untuk menjadi bahagia. Kutipannya begini.

“Gus, apa kuncinya bahagia? Jangan memikirkan apa yang kamu tidak tahu, kata Gus Dur. Kalo yang diketahui Gus? Lha kalau sudah tahu, buat apa dipikir?” Lanjutkan membaca Zen ala “Gus Dur”

Artikel Kompas: Menimbang COVID 19 di Awal 2021

Screenshot (79)

Diterbitkan di Kompas 17 Januari 2021

Oleh Reza A.A Wattimena

            Tak ada kata yang lebih menakutkan sekarang ini selain “Positif COVID”. Stigma yang menempel pada kata ini begitu kuat. Orang yang mengalaminya ditakuti, sekaligus memperoleh banyak simpati (yang kerap tak sungguh tulus dari hati). Setelah sembuh pun, ia masih terus hidup dalam isolasi.

            Pertemanan terpecah. Keluarga pun saling mencurigai. Stigma “Positif COVID” bisa berlangsung seumur hidup, tanpa pernah sungguh berhenti. Lanjutkan membaca Artikel Kompas: Menimbang COVID 19 di Awal 2021

Artikel Kompas: Melampaui Paradoks, B. Herry Priyono dalam Kenangan

Screenshot (80)Diterbitkan di Kompas pada 1 Januari 2021

Oleh Reza A.A Wattimena

Bernardinus Herry Priyono, seorang pemuka agama Katolik, seorang Jesuit sekaligus salah seorang pemikir filsafat-ekonomi-politik terbesar yang pernah ada di Indonesia. Perjumpaan saya dengannya terjadi pada 2003 lalu. Saya mahasiswa semester 3 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Romo Herry baru pulang dari studinya di London, dan kini mengajar di tempat kami. Saya sering melihatnya berjalan ke perpustakaan. Pikirannya tampak penuh dengan pergulatan.

Saya mengenalnya tidak di kelas langsung, tetapi di dalam tulisan-tulisan. Karya-karyanya tentang globalisasi kerap menjadi acuan banyak mahasiswa. Ia setia di dalam tradisi STF Driyarkara untuk berkarya seluas mungkin di ruang publik. Tradisi yang tampaknya meredup sekarang ini. Lanjutkan membaca Artikel Kompas: Melampaui Paradoks, B. Herry Priyono dalam Kenangan

Batu yang Dilempar pasti Kembali ke Tanah

dappledwithshadow | Magritte, Rene magritte, Rene magritte artOleh Reza A.A Wattimena

Batu yang dilempar pasti kembali ke tanah. Inilah hukum alam yang berlaku di bumi. Ini berlaku untuk semua. Jika tidak suka, silahkan meninggalkan bumi.

Hal yang sama seperti harapan, ataupun ekspektasi. Kita melemparnya tinggi-tinggi ke langit. Lalu, ia jatuh menimpa kita. Rasa sakit pun muncul. Lanjutkan membaca Batu yang Dilempar pasti Kembali ke Tanah

Publikasi Terbaru: Otak dan Identitas, Kajian Filsafat dan Neurosains

Making Heads Turn -
Photographs Courtesy EMnXW

Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di

The Ary Suta Center Series on Strategic Management

Januari 2021 Volume 52

Tubuh manusia adalah benda yang kompleks. Ia memiliki berbagai sistem yang saling terkait satu sama lain. Namun, ada satu organ yang memiliki peran istimewa. Organ itu adalah otak. Perannya amat penting, yakni melakukan koordinasi fungsi dengan seluruh sistem lainnya di dalam tubuh, sekaligus sebagai gudang ingatan.

            Karena terkait dengan ingatan, otak juga membentuk identitas, atau jati diri, manusia. Ego adalah ciptaan dari ingatan. Tanpa ingatan, tubuh manusia, sekaligus identitas, mengalir tanpa henti di sungai perubahan. Ingatan yang membuat manusia menjadi seorang pribadi. Bagaimana memahami kaitan antara otak, ingatan dan identitas pada diri manusia ini?

Versi lengkap klik disini Jurnal Reza, Otak dan Identitas

Mengapa Orang Tolol Sering Menjadi Bos (di Indonesia)?

Jim Tsinganos | Surrealist / Conceptual painter / Illustrator |  Illustration, Surrealist, Surreal art
Jim Tsinganos

Oleh Reza A.A Wattimena

Lagi dan lagi, saya mengalami ini. Kembali saya harus menerima keadaan, bahwa saya dipimpin oleh orang tolol. Orang tolol adalah orang yang bertindak tidak dengan kejernihan, tetapi dengan emosi dan pikiran pendek. Ia cenderung egois, dan tak segan-segan mengorbankan orang lain, selama kepentingannya terpenuhi.

Setelah berbincang dengan beberapa teman, hal ini tak hanya terjadi pada diri saya. Mereka pun pernah, dan bahkan sedang, mengalaminya. Apa yang terjadi? Mengapa, di Indonesia, orang tolol sering menjadi bos? Lanjutkan membaca Mengapa Orang Tolol Sering Menjadi Bos (di Indonesia)?

Tentang ini, Saya sangat Egois…

Surrealistic Paintings by Vladimir Kush
Vladimir Kush

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita pasti pernah mengalami perubahan suasana hati tiba-tiba. Kata-kata orang lain yang menyakitkan, misalnya, bisa memicu itu. Lalu, pikiran kacau. Emosi pun memuncak.

Saya juga pernah mengalami hal serupa terkait dengan cuaca. Tiba-tiba, cuaca berubah total. Hujan lebat mengguyur. Seluruh tubuh, termasuk dompet dan alat elektronik saya, basah sampai ke dalam. Suasana hati langsung rusak. Lanjutkan membaca Tentang ini, Saya sangat Egois…

Hidup dengan Akal Sehat

Surrealism | Essay | The Metropolitan Museum of Art | Heilbrunn Timeline of  Art History

Menteri yang mencuri. Sayangnya, ia bukan barang langka. Akhirnya, ia tertangkap. Ini namanya bertindak tidak dengan akal sehat.

Presiden yang memilih menteri sembarangan. Tak ada kompetensi. Yang ada hanya persekongkolan politik. Kinerja berantakan. Rakyat akhirnya hidup susah. Ini namanya bertindak tidak dengan akal sehat. Lanjutkan membaca Hidup dengan Akal Sehat

Agama serta Hal-hal yang Sia-sia

Useless? in 2020 | Conceptual art, Everyday objects, Objects
Giuseppe Colarusso

Oleh Reza A.A Wattimena

Saya lelah berbicara soal agama dan kekerasan. Sudah beberapa kali, saya menulis dan berbicara soal ini. Di Indonesia, karena kebodohan kita, masalah ini terus berulang. Ini ditambah dengan kepemimpinan politik yang tidak bermutu.

Saya juga semakin merasa, semua pembicaraan tentang agama banyak menjadi sia-sia. Hal-hal yang sudah jelas secara akal sehat dimentahkan atas nama kepatuhan buta dan ketololan kita. Mutu pembicaraan menjadi dangkal dan penuh kebuntuan. Konflik berdarah hanya tinggal menunggu waktu. Lanjutkan membaca Agama serta Hal-hal yang Sia-sia

Anatomi Jiwa Seniman

Page not found | Young art, Artist, Art
Skottie Young

Oleh Reza A.A Wattimena

Picasso kiranya tepat. Ia pernah berkata, “Seni adalah kebohongan yang mengungkapkan kebenaran.”

Warna, suara dan rasa boleh tak nyata. Namun, pengalaman yang ditimbulkannya senyata kehidupan itu sendiri. Tak ada uang yang mampu membayarnya.

Memang, orang butuh uang dan benda untuk hidup. Namun, tanpa seni di hidupnya, maka ia akan merasa hampa. Bunuh diri terasa lebih baik.

Begitulah keyakinan saya selama ini. Seni, dalam segala bentuknya, membuat hidup, yang selalu tak masuk akal, menjadi indah, dan berwarna untuk dijalani. Lanjutkan membaca Anatomi Jiwa Seniman

Musik, Manipulasi dan Transendensi

surrealism | Arte surrealista, Obras de arte, Arte da fotografia
cruzine.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Sejak kecil, saya suka sekali mendengar musik. Masih terngiang teriakan Achmad Albar dengan lagu Semut Hitam-nya. Waktu itu, di dekade 1980-an,setiap hari lagu tersebut diputar di rumah kami. Gebukan drum dan melodi sangar para musisi Godbless terdengar keras, bahkan sampai di ujung gang.

Masa remaja saya pun diisi dengan musik. Karena pengaruh kuat dari Godbless, musik Rock menjadi pilihan saya. Lengkingan Axl Rose dari Guns and Roses dan sayatan gitar dari Eddie Van Halen mengisi hari-hari saya di masa itu. Pengaruh musisi Indonesia, seperti Dewa, Jamrud dan Boomerang, juga tak kalah kuat. Lanjutkan membaca Musik, Manipulasi dan Transendensi

Senada dengan Duka

Grappling with grief | Grief, Grieve, Tree drawing

Oleh Reza A.A Wattimena

10 tahun terakhir, hidup saya dipenuhi dengan kematian. Satu persatu, keluarga saya pergi meninggalkan tubuhnya. 2010, nenek saya meninggal. Saya dekat dengannya, karena ia tinggal bersama dan turut membesarkan saya.

Saat itu, saya belum mengenal Zen, ataupun latihan batin lainnya. Saya melihatnya sebagai sesuatu yang masuk akal, walaupun ada rasa kehilangan yang membuat dada sesak. Dia sudah tua dan sakit, lalu meninggal. Alam sedang bekerja. Lanjutkan membaca Senada dengan Duka

Semoga Keinginanmu Tak Terwujud

Paintings that Spill over into the World of Surrealism | Good night moon,  Good night sweet dreams, Sweet dreams my love

Oleh Reza A.A Wattimena

Doanya panjang. Katanya-katanya indah dan berbunga. Semua hal baik ditumpahkan ke dalam kata. Harapannya, hal-hal baik akan menjadi kenyataan, dan hal-hal buruk tak akan pernah terjadi.

Berikanlah aku rejeki banyak

Berikanlah aku jodoh yang baik

Berikanlah aku kesehatan yang terus terjaga

Berikanlah aku umur panjang

Jika mati, berikanlah aku tempat di surga

Jauhkan aku dari orang-orang jahat

Jauhkan aku dari malapetaka dan penderitaan Lanjutkan membaca Semoga Keinginanmu Tak Terwujud

Mengapa Kita Bebal?

Stubborn Art Print by Mario Sanchez Nevado | iCanvasOleh Reza A.A Wattimena

Gambar seram itu sudah dipasang lama. Ia tampak jelas di berbagai penjuru rumah sakit. Tubuh perokok yang penuh dengan kerusakan organ, dari jantung sampai paru-paru. Gambar serupa sudah dipasang di setiap bungkus rokok.

Namun, itu tak menggetarkan para perokok. Mungkin saja, mereka kecanduan. Mungkin juga, mereka tak peduli. Mereka tahu, bahwa merokok itu merusak kesehatan. Namun, merokok jalan terus. Lanjutkan membaca Mengapa Kita Bebal?

Buku Terbaru: Terjatuh Lalu Terbang, Belajar untuk Hidup Seutuhnya

Selamat datang di buku kecil ini. Ini adalah buku minim kata. Namun, ia banyak jeda. Jeda untuk berkaca, dan berpikir mendalam tentang hidup kita.

Buku ini tidak untuk ditelan begitu saja. Ia perlu dibaca secara perlahan, yakni dengan menikmati jeda. Cukup satu atau dua halaman, lalu berhenti membaca. Renungkan dan terapkan di dalam hidup anda. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Terjatuh Lalu Terbang, Belajar untuk Hidup Seutuhnya

Menolak Surga

sky heaven edited surreal Image by ᴋᴀɪ | ᴅᴀsᴜɴɪᴠᴇʀsᴜᴍ
KAI

Oleh Reza A.A Wattimena

Sudah ribuan tahun, konsep surga digunakan untuk menipu jutaan manusia. Surga dianggap sebagai tempat, dimana kenikmatan terus ada, dan derita lenyap, tanpa jejak. Surga lalu menjadi hadiah dari kepatuhan buta terhadap agama. Begitu banyak nestapa dan derita yang lahir dari kebodohan lintas generasi ini.

Karena pesona surga palsu, orang melepas nalarnya. Daya kritisnya dibuang jauh. Logikanya lumpuh. Tindakannya kacau, dan merusak kebaikan bersama. Lanjutkan membaca Menolak Surga

Jurnal Ilmiah Terbaru: Memahami Pergulatan Dua Kutub Dunia

Cruises to AntarcticaKajian Stratejik atas Konflik Sumber Daya

di Kawasan Antarktika dan Arktik

Oleh Reza A.A Wattimena

Abstrak

Tulisan ini ini memetakan keadaan di Antarktika (Kutub Selatan) dan Arktik (Kutub Utara). Keadaan terkini beserta peluang konflik akan dijabarkan secara umum. Kedua kutub dunia itu kini dipenuhi ketidakpastian, akibatnya melimpahnya sumber daya alam, tegangan militer dan aturan yang tidak jelas. Peluang konflik yang lebih besar pun terbuka lebar. Beberapa jalan keluar juga akan dirumuskan, seperti peningkatan kerja sama ekonomi dan ilmu pengetahuan antara negara-negara terkait.

Kata-kata Kunci: Konflik Sumber Daya, Perjanjian Antarktika, Antarktika Baru, Jalur Sutera Polar

Abstract

This paper maps the situation in Antarctica (South Pole) and Arctic (North Pole). The current situation and opportunities for conflict will be described in general terms. The two poles of the world are now filled with uncertainty, especially because of the abundance of natural resources, military tensions and unclear international policies. Opportunities for greater conflict with global impact are wide open. Some solutions will also be formulated, such as increasing economic and scientific cooperation between related countries in both areas.

Keywords: Resource Conflict, Antarctic Agreement, New Antarctica, Polar Silk Road Lanjutkan membaca Jurnal Ilmiah Terbaru: Memahami Pergulatan Dua Kutub Dunia

Darurat Negara Hukum di Indonesia

Law enforcement Skull | Surrealism painting, Surreal art, Steampunk art
Billi Knight

Oleh Reza A.A Wattimena

            Negara hukum. Inilah salah satu temuan terpenting filsafat politik di dalam sejarah manusia. Kekuasaan tidak lagi bergantung pada satu orang tertentu. Tidak ada Tuhan ataupun langit sebagai dasar kekuasaan.

            Kekuasaan melekat pada hukum yang disepakati bersama. Inilah ide dasar dari supremasi hukum. Hukum pun tidak mutlak. Ia bisa diubah, seturut dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, asal tidak melanggar prinsip-prinsip dasarnya.

Lanjutkan membaca Darurat Negara Hukum di Indonesia

Tulisan ini,.. Mungkin Akan Menyelamatkan Hidup Anda

Surreal still life painting with horse. Vase with water. Animal. - All my  world inside Painting by Nastya Parfilo | Saatchi Art
Nastya Parfilo

Oleh Reza A.A Wattimena

Pikiran memang ajaib. Di tengah keindahan, ia bisa menghadirkan derita neraka, misalnya melalui kenangan masa lalu yang kelam. Di tengah pedihnya nestapa, ia bisa menghadirkan kegembiraan, misalnya dengan harapan ke depan yang lebih cerah. Segalanya, kiranya, dibentuk dari pikiran.

Dari hal kecil, pikiran bisa menghadirkan hal-hal besar yang tak sungguh ada. Dari hal besar, pikiran bisa mengerdilkannya. Satu cacat seolah bisa mengakhiri segalanya, karena pikiran yang bergerak berlebih. Hidup bisa berakhir, karena pikiran yang terus menyiksa batin. Lanjutkan membaca Tulisan ini,.. Mungkin Akan Menyelamatkan Hidup Anda