Paradoks Harapan

Mard Issa The Wasteland of Hope

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Manusia memang mahluk yang berharap. Hidupnya didorong oleh harapan. Orang bisa bangun tidur, dan kemudian siap beraktivitas, juga karena punya harapan akan hidup yang lebih baik. Ketika kesulitan menerpa, harapan pula yang mampu menyelamatkan manusia.

Namun, harapan juga memiliki paradoks. Ia tidak hanya daya dorong kehidupan, tetapi juga sumber kehancuran, terutama harapan yang tak terwujud. Ketika harapan besar terhempas oleh gejolak kehidupan, patah hati, kebencian dan konflik adalah buahnya. Ini terjadi di banyak tingkat, mulai dari tingkat pribadi sampai dengan hubungan antar bangsa. Lanjutkan membaca Paradoks Harapan

Iklan

Yang Lalu

blogspot.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Apa “yang lalu” terekam dalam ingatan. Ia menyelinap ke dalam benak, membentuk pola, dan mempengaruhi tindakan. Semua orang mengalami ini, tanpa kecuali.

Ini berlaku untuk level individual, maupun kolektif. Di dalam masyarakat ingatan akan peristiwa lampau tetap ada, namun tersembunyi di balik keseharian. “Yang buruk” maupun “yang baik”, keduanya ada berdampingan. Keduanya tak terpisahkan. Lanjutkan membaca Yang Lalu