Manifesto Progresif Indonesia

Stunning Spanish Illustrations for The Communist Manifesto – Brain PickingsOleh Reza A.A Wattimena

Saya lelah menyimak perdebatan publik di Indonesia. Pandangan-pandangan yang dilontarkan sangat berat sebelah. Tradisi dan agama dipuja, tanpa jarak dan sikap kritis yang sehat. Alhasil, banyak masalah tak kunjung usai, bahkan semakin parah, mulai dari korupsi, konflik bersenjata sampai dengan terorisme yang berpijak pada agama.

Inilah sikap konservatif yang menjajah Indonesia. Pandangan-pandangan kuno dilontarkan bagaikan kebenaran mutlak. Pemuka agama dan artis dipuja bagaikan dewa. Yang saya rindukan adalah pandangan-pandangan progresif yang dulu melahirkan Republik Indonesia, dan mengantarkan kita semua keluar dari cengkraman rezim militer Orde Baru. Lanjutkan membaca Manifesto Progresif Indonesia

Inti Dharma sebagai Jalan Pembebasan

Surrealist music | HiSoUR - Hi So You AreOleh Reza A.A Wattimena

Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri. Begitulah kiranya pengalaman seorang teman. Demi mendapat pekerjaan yang layak, ia merantau ke Jakarta. Di Jakarta, di hadapan tikaman kesepian, kekacauan dan radikalisme agama, ia terpaksa menjalani kehidupan yang bermutu rendah.

Tekanan batin dihadapinya dengan susah payah. Dalam jangka panjang, depresi pun berkunjung. Hidup terasa hampa tak bermakna. Larangan mudik 2021 pun semakin memperuncing derita. Lanjutkan membaca Inti Dharma sebagai Jalan Pembebasan

Artikel di Kompas: Anatomi Tekanan Sosial, Sebuah Refleksi Kritis

Screenshot (502)Oleh Reza A.A Wattimena

Kita bisa sadar, dan memilih dalam hidup kita. Kita bisa belajar tentang berbagai hal baru secara sadar. Kita bisa membentuk cara berpikir dan kebiasaan hidup baru secara sadar. Di dalam dunia yang tak pernah asli, kita bisa mengambil keputusan yang memutus pola, dan mengubah kebiasaan.

Namun, di Indonesia, kesadaran untuk memilih ini nyaris dihabisi oleh agama maupun tradisi. Dari cara berpakaian sampai pola bercinta, semua sudah diatur dengan detil. Penyimpangan tak hanya dianggap melawan tradisi, tetapi juga diancam dengan api neraka (yang sesungguhnya tak pernah ada). Ketakutan dan hukuman semu, yang berpijak diatas tradisi maupun agama konservatif, nyaris membunuh kesadaran untuk memilih bangsa ini. Lanjutkan membaca Artikel di Kompas: Anatomi Tekanan Sosial, Sebuah Refleksi Kritis

Artikel di Kompas: Dua Kerinduan yang Ganjil

Screenshot (501)

Oleh Reza A.A Wattimena

Ide tulisan ini saya peroleh, setelah bercakap-cakap dengan F. Budi Hardiman, dosen saya di STF Driyarkara dulu, di media sosial Whatsapp. Ia mengajukan tesis menarik, bahwa manusia dicengkeram oleh dua kerinduan ganjil sekarang ini. Yang pertama adalah kerinduan untuk dikuasai. Yang kedua adalah kerinduan untuk ditipu.

Orang menyerahkan dirinya untuk dijajah oleh orang lain. Tubuh dan pikirannya lalu tidak lagi menjadi miliknya. Orang juga dengan sadar ditipu oleh orang lain dengan janji-janji palsu. Harta, dan bahkan nyawanya, siap jadi persembahan. Lanjutkan membaca Artikel di Kompas: Dua Kerinduan yang Ganjil

Mengapa Negara yang Terobsesi pada Agama Cenderung Miskin dan Terbelakang?

The Art Of Dimitri Kozma: Dementia - Surreal painting by Dimitri KozmaOleh Reza A.A Wattimena

Bilangan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar jam 7 malam, Senin 26 April 2021, saya sedang parkir motor. Terdengar suara gaduh begitu keras dan begitu lama. Saya bertanya kepada tukang parkir, suara apakah itu. Suara orang berdoa, jelasnya.

Mengapa begitu keras? Saya sampai tak bisa mendengar suara tukang parkir itu. Saya bahkan tak bisa mendengar suara saya sendiri. Mengapa berdoa harus begitu keras? Lanjutkan membaca Mengapa Negara yang Terobsesi pada Agama Cenderung Miskin dan Terbelakang?

Spiritualitas Uang

Surreal money Stock Photos - Page 1 : MasterfileOleh Reza A.A Wattimena

Dua kata ini, yakni spiritualitas dan uang, kerap kali dipisahkan. Spiritualitas dilihat sebagai sesuatu yang terkait dengan hal-hal yang suci, jauh dari uang. Sementara, uang dilihat tidak hanya sebagai pemenuh kebutuhan manusia, tetapi juga lambang harga diri di mata masyarakat. Uang kerap dicari dengan penuh ambisi dan kerakusan.

Pemahaman ini berbahaya. Tanpa campur tangan spiritualitas, uang akan menjadi alat untuk menindas orang lain dan alam. Uang akan menjadi pemuas kenikmatan yang menggiring orang pada kekosongan dan kehancuran hidupnya. Dalam arti ini, spiritualitas adalah perluasan identitas manusia dari sekedar diri pribadi menjadi seluas semesta. Lanjutkan membaca Spiritualitas Uang

Publikasi Terbaru: Otak dan Kenyataan, Kajian Filsafat dan Neurosains

Reality in a dream – Ronald Kurniawan | Art, Weird art, Artwork

Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di The Ary Suta Center Series on Strategic Management, April 2021, Volume 53

Otak merupakan salah satu organ terpenting di dalam tubuh manusia. Ia mengatur berbagai informasi yang diterima dari panca indera melalui jaringan saraf. Ia menyimpan ingatan, sekaligus melakukan koordinasi semua fungsi indera. Ia terkait erat dengan identitas pribadi seseorang. Bahkan, seperti akan diurai di dalam tulisan ini, otak menciptakan kenyataan sebagaimana dipahami oleh manusia.

Kenyataan pun tidak sejelas yang kita kira. Setiap orang, dan bahkan setiap mahluk, memiliki bentuk kenyataannya sendiri. Ini amat tergantung dari panca indera dan struktur otak yang mereka punya. Sampai sekarang, kenyataan pada dirinya sendiri masih menjadi pertanyaan ilmiah yang belum terjawab. Immanuel Kant, pemikir Jerman, sudah menyatakan dengan tegas, bahwa manusia tak akan bisa mengetahui kenyataan pada dirinya sendiri.

Versi lengkap klik disini Jurnal Reza, Otak dan Kenyataan

Gambar dari Julieta Mantovani

Ketidaktahuan yang Agung

35 Creative Surreal Photo Manipulations | Cuded | Surreal photo  manipulation, Surreal photos, Surreal artOleh Reza A.A Wattimena

Di dunia filsafat, ini sudah menjadi kisah klasik. Di masa Yunani Kuno, di kota Athena, Sokrates dianggap sebagai manusia yang paling bijaksana. Alasannya unik. Ia adalah manusia paling bijak, karena ia sadar, bahwa ia tidak tahu apa-apa.

Tak banyak penjelasan yang diberikan. Banyak tafsiran atas kisah tersebut. Salah satu yang paling berpengaruh adalah tafsiran, bahwa Sokrates amat menyadari keterbatasan dari akal budi manusia. Kita tak pernah bisa sungguh paham akan apapun yang ada di dunia ini. Lanjutkan membaca Ketidaktahuan yang Agung

Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Painting : Self Touch (Ivan Sagita - 1988) - National Gallery Of Indonesia  - Official website of Indonesia National GalleryOleh Reza A.A Wattimena

Sebagai sebuah komunitas politik, Indonesia lahir dari kesepakatan hukum yang mengikat. Ia menghubungkan ribuan pulau dengan beragam budaya dan agama. Ia adalah apa yang disebut ‘kesepakatan orang-orang yang terhormat’ (gentleman´s agreement). Ada dua hal yang menjadi dasar dari ikatan tersebut.

Yang pertama adalah kesamaan nasib sebagai bagian dari nusantara. Pengalaman sebagai bangsa terjajah juga menjadi dasar ikatan tersebut. Yang kedua adalah kesamaan tujuan, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur untuk semua. Dengan bekerja sama, tujuan tersebut dianggap lebih mudah untuk dijangkau. Lanjutkan membaca Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Zen untuk Para Teroris Bernapaskan Agama

1000+ images about Strange Art on Pinterest | Vladimir kush, An eye and  Surrealism art | Street art love, Weird art, ArtOleh Reza A.A Wattimena

Abad 21 dipenuhi dengan aksi terorisme di berbagai tempat. Indonesia juga sudah cukup sering mengalaminya. Aksi teror adalah aksi kekerasan untuk menyebarkan rasa takut dan perpecahan di dalam masyarakat. Kerusakan dan derita yang diciptakannya amatlah besar.

Agama juga kerap menjadi dasarnya. Berulang kali Presiden Jokowi berusaha menyangkalnya. Namun, data dan fakta tak bisa diabaikan. Pemahaman agama yang sempit dan sesat kerap menjadi dasar bagi aksi teror di abad 21, termasuk di Indonesia. Lanjutkan membaca Zen untuk Para Teroris Bernapaskan Agama

Erotika Filosofis: Tentang Ragam Paradoks Hasrat

Kim Kaos on Twitter: "Dimitry Vorsin's Erotic and Surrealist Drawings Echo  Dali and Da Vinci #Art #Surrealism #Drawing http://t.co/cqbDH3C7yl"Bahan Diskusi Isolasi Selasa 23 Maret 2021. Pendapat dan pertanyaan bisa diajukan pada saat diskusi.

Oleh Reza A.A Wattimena

Erotika adalah aktivitas manusia untuk membangkitkan hasrat seksual. Ada seni dan intrik di dalamnya. Lekukan tubuh dimainkan untuk mengundang persetubuhan. Warna dan bau dipoles menjadi panggung bagi kenikmatan.

Di dalam erotika, seks adalah kerinduan akan keabadian. Persetubuhan adalah kunci untuk melestarikan kehidupan. Tanpanya, kepunahan tak lagi bisa dihindarkan. Seks tak dilihat sebagai sesuatu yang kotor dan terlarang, tetapi dipahami sebagai perayaan kehidupan. Lanjutkan membaca Erotika Filosofis: Tentang Ragam Paradoks Hasrat

Nalar Kritis Beragama

Religion, paintings gallery, Art of Mark Bryan

Oleh Reza A.A Wattimena

Penulis buku Untuk Semua yang Beragama: Agama dan Pelukan Filsafat, Politik dan Spiritualitas (2020)

2021, ada sekitar 5 miliar orang yang beragama di seluruh dunia. Mereka adalah penganut agama-agama dunia, seperti Kristen dan Buddha, maupun agama-agama lokal, seperti Rastafari dan Neo-Paganisme. Sekitar 2 miliar orang memutuskan untuk tidak beragama. Sampai awal 2021, kelompok tak beragama ini mengalami perkembangan paling pesat.

Di dalam sejarah, agama lahir dengan dua tujuan. Yang pertama membawa manusia dekat pada penciptanya. Namanya beragam, mulai dari Tuhan, Dewa sampai dengan Yahwe. Ini amat tergantung pada budaya setempat, dimana agama itu lahir. Yang kedua adalah memberikan tatanan bagi hidup manusia di tengah segala ketidakpastian hidup, mulai dari bencana sampai dengan ketakutan menghadapi kematian. Lanjutkan membaca Nalar Kritis Beragama

Jiwa-jiwa yang Terbelah

23 Surreal Paintings Will Both Amaze And Confuse You At The Same Time! -  onedio.coOleh Reza A.A Wattimena

Kisahnya mungkin sama dengan kisah jutaan pasangan lainnya. Sebagai perempuan, ia memilih pasangan yang cerdas dan bijak. Ia pun memilih seorang penulis yang karya-karyanya mencerahkan banyak orang. Yang ia alami selanjutnya sungguh tak terduga.

Lain di karya, lain di kehidupan. Itulah yang terjadi. Karya-karya pencerahan tak sesuai dengan tindakan di kenyataan. Kata berbeda jauh dengan hidup nyata. Lanjutkan membaca Jiwa-jiwa yang Terbelah

Kebijaksanaan yang Menyembuhkan

Steven Kenny; Deer's Wisdom: Gentleness in word, thought/touch, Ability to  listen, Grace/appreciation for balance, Understanding wha… | Art, Surreal  art, Surrealism

Gambar dari Steven Kenny

Oleh Reza A.A Wattimena

Satu lagi teman dekat saya mendapatkan diagnosis positif COVID 19. Ini adalah satu berita di antara berbagai berita serupa yang kerap mendatangi saya beberapa bulan belakangan. Tak ada gejala yang membahayakan. Hanya badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun.

Memang, sakit adalah bagian dari kehidupan. Orang hidup pasti akan mengalami sakit. Dapatlah dikatakan, bahwa sakit justru merupakan saatnya beristirahat. Orang diputus dari kegiatannya sehari, dan beristirahat untuk memulihkan diri. Lanjutkan membaca Kebijaksanaan yang Menyembuhkan

Memanusiakan Sistem

Image result for tyranny of meritOleh Reza A.A Wattimena

Barrack Hussein Obama, mantan Presiden Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai Presiden AS pertama yang berkulit hitam. Cara berbicaranya sangat inspiratif. Ia dianggap sebagai presiden yang “gaul” dengan kebijakan-kebijakan yang dinilai cukup berhasil.

Ia adalah anak imigran yang kemudian belajar dan sukses di Amerika Serikat. Awalnya, ia tinggal di Hawai, dan kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Harvard. Ia lalu menjadi politisi di Chicago, dan kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat ke 44 pada 2008 lalu. Lanjutkan membaca Memanusiakan Sistem

Pencerahan dalam Dua Cerita

Image result for donkey and man

Oleh Reza A.A Wattimena

Cerita memang menyenangkan. Ia merangsang imajinasi. Ia mengajarkan nilai kehidupan dengan ringan. Ia adalah alat untuk mewariskan kebijaksanaan lintas jaman.

Asia penuh dengan cerita. Inilah benua dengan sejuta cerita. Ia dituturkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini bukan tanpa alasan. Lanjutkan membaca Pencerahan dalam Dua Cerita

Jerit Para Manusia Perak

Image result for manusia perakOleh Reza A.A Wattimena

Manusia perak adalah orang-orang yang mengecat seluruh tubuhnya dengan cat perak. Tujuan mereka adalah untuk menarik perhatian orang, supaya mendapatkan pemberian uang. Mereka adalah pengemis generasi pandemi. Mereka sering ditemukan di lampu merah ibu kota, sambil telanjang kaki dan memohon sumbangan.

Mereka banyak tampil di jalan-jalan Jakarta, setelah kebijakan pemerintah tentang Pandemi tiba. Segala kegiatan sosial, mulai dari bekerja sampai rekreasi, dibatasi. Alasannya demi mengurangi penyebaran infeksi virus COVID 19. Bersama dengan itu, jutaan usaha mengalami kesulitan, bangkrut dan banyak orang jatuh ke dalam jurang kemiskinan. Lanjutkan membaca Jerit Para Manusia Perak

Zen ala “Gus Dur”

Humor: Ketika Gus Dur Bikin Kiai Sepuh Putus Asa - Pesantren.IDOleh Reza A.A Wattimena

Minggu malam, 31 Januari 2021, seorang teman mengirim foto di media sosial. Isinya adalah kutipan dari Gus Dur dengan karikatur wajahnya. Isinya tentang jalan untuk menjadi bahagia. Kutipannya begini.

“Gus, apa kuncinya bahagia? Jangan memikirkan apa yang kamu tidak tahu, kata Gus Dur. Kalo yang diketahui Gus? Lha kalau sudah tahu, buat apa dipikir?” Lanjutkan membaca Zen ala “Gus Dur”

Artikel Kompas: Menimbang COVID 19 di Awal 2021

Screenshot (79)

Diterbitkan di Kompas 17 Januari 2021

Oleh Reza A.A Wattimena

            Tak ada kata yang lebih menakutkan sekarang ini selain “Positif COVID”. Stigma yang menempel pada kata ini begitu kuat. Orang yang mengalaminya ditakuti, sekaligus memperoleh banyak simpati (yang kerap tak sungguh tulus dari hati). Setelah sembuh pun, ia masih terus hidup dalam isolasi.

            Pertemanan terpecah. Keluarga pun saling mencurigai. Stigma “Positif COVID” bisa berlangsung seumur hidup, tanpa pernah sungguh berhenti. Lanjutkan membaca Artikel Kompas: Menimbang COVID 19 di Awal 2021

Artikel Kompas: Melampaui Paradoks, B. Herry Priyono dalam Kenangan

Screenshot (80)Diterbitkan di Kompas pada 1 Januari 2021

Oleh Reza A.A Wattimena

Bernardinus Herry Priyono, seorang pemuka agama Katolik, seorang Jesuit sekaligus salah seorang pemikir filsafat-ekonomi-politik terbesar yang pernah ada di Indonesia. Perjumpaan saya dengannya terjadi pada 2003 lalu. Saya mahasiswa semester 3 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Romo Herry baru pulang dari studinya di London, dan kini mengajar di tempat kami. Saya sering melihatnya berjalan ke perpustakaan. Pikirannya tampak penuh dengan pergulatan.

Saya mengenalnya tidak di kelas langsung, tetapi di dalam tulisan-tulisan. Karya-karyanya tentang globalisasi kerap menjadi acuan banyak mahasiswa. Ia setia di dalam tradisi STF Driyarkara untuk berkarya seluas mungkin di ruang publik. Tradisi yang tampaknya meredup sekarang ini. Lanjutkan membaca Artikel Kompas: Melampaui Paradoks, B. Herry Priyono dalam Kenangan