Publikasi Terbaru: Otak dan Kenyataan, Kajian Filsafat dan Neurosains

Reality in a dream – Ronald Kurniawan | Art, Weird art, Artwork

Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di The Ary Suta Center Series on Strategic Management, April 2021, Volume 53

Otak merupakan salah satu organ terpenting di dalam tubuh manusia. Ia mengatur berbagai informasi yang diterima dari panca indera melalui jaringan saraf. Ia menyimpan ingatan, sekaligus melakukan koordinasi semua fungsi indera. Ia terkait erat dengan identitas pribadi seseorang. Bahkan, seperti akan diurai di dalam tulisan ini, otak menciptakan kenyataan sebagaimana dipahami oleh manusia.

Kenyataan pun tidak sejelas yang kita kira. Setiap orang, dan bahkan setiap mahluk, memiliki bentuk kenyataannya sendiri. Ini amat tergantung dari panca indera dan struktur otak yang mereka punya. Sampai sekarang, kenyataan pada dirinya sendiri masih menjadi pertanyaan ilmiah yang belum terjawab. Immanuel Kant, pemikir Jerman, sudah menyatakan dengan tegas, bahwa manusia tak akan bisa mengetahui kenyataan pada dirinya sendiri.

Versi lengkap klik disini Jurnal Reza, Otak dan Kenyataan

Gambar dari Julieta Mantovani

Ketidaktahuan yang Agung

35 Creative Surreal Photo Manipulations | Cuded | Surreal photo  manipulation, Surreal photos, Surreal artOleh Reza A.A Wattimena

Di dunia filsafat, ini sudah menjadi kisah klasik. Di masa Yunani Kuno, di kota Athena, Sokrates dianggap sebagai manusia yang paling bijaksana. Alasannya unik. Ia adalah manusia paling bijak, karena ia sadar, bahwa ia tidak tahu apa-apa.

Tak banyak penjelasan yang diberikan. Banyak tafsiran atas kisah tersebut. Salah satu yang paling berpengaruh adalah tafsiran, bahwa Sokrates amat menyadari keterbatasan dari akal budi manusia. Kita tak pernah bisa sungguh paham akan apapun yang ada di dunia ini. Lanjutkan membaca Ketidaktahuan yang Agung

Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Painting : Self Touch (Ivan Sagita - 1988) - National Gallery Of Indonesia  - Official website of Indonesia National GalleryOleh Reza A.A Wattimena

Sebagai sebuah komunitas politik, Indonesia lahir dari kesepakatan hukum yang mengikat. Ia menghubungkan ribuan pulau dengan beragam budaya dan agama. Ia adalah apa yang disebut ‘kesepakatan orang-orang yang terhormat’ (gentleman´s agreement). Ada dua hal yang menjadi dasar dari ikatan tersebut.

Yang pertama adalah kesamaan nasib sebagai bagian dari nusantara. Pengalaman sebagai bangsa terjajah juga menjadi dasar ikatan tersebut. Yang kedua adalah kesamaan tujuan, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur untuk semua. Dengan bekerja sama, tujuan tersebut dianggap lebih mudah untuk dijangkau. Lanjutkan membaca Indonesia sebagai Negara Hukum Demokratis

Zen untuk Para Teroris Bernapaskan Agama

1000+ images about Strange Art on Pinterest | Vladimir kush, An eye and  Surrealism art | Street art love, Weird art, ArtOleh Reza A.A Wattimena

Abad 21 dipenuhi dengan aksi terorisme di berbagai tempat. Indonesia juga sudah cukup sering mengalaminya. Aksi teror adalah aksi kekerasan untuk menyebarkan rasa takut dan perpecahan di dalam masyarakat. Kerusakan dan derita yang diciptakannya amatlah besar.

Agama juga kerap menjadi dasarnya. Berulang kali Presiden Jokowi berusaha menyangkalnya. Namun, data dan fakta tak bisa diabaikan. Pemahaman agama yang sempit dan sesat kerap menjadi dasar bagi aksi teror di abad 21, termasuk di Indonesia. Lanjutkan membaca Zen untuk Para Teroris Bernapaskan Agama

Erotika Filosofis: Tentang Ragam Paradoks Hasrat

Kim Kaos on Twitter: "Dimitry Vorsin's Erotic and Surrealist Drawings Echo  Dali and Da Vinci #Art #Surrealism #Drawing http://t.co/cqbDH3C7yl"Bahan Diskusi Isolasi Selasa 23 Maret 2021. Pendapat dan pertanyaan bisa diajukan pada saat diskusi.

Oleh Reza A.A Wattimena

Erotika adalah aktivitas manusia untuk membangkitkan hasrat seksual. Ada seni dan intrik di dalamnya. Lekukan tubuh dimainkan untuk mengundang persetubuhan. Warna dan bau dipoles menjadi panggung bagi kenikmatan.

Di dalam erotika, seks adalah kerinduan akan keabadian. Persetubuhan adalah kunci untuk melestarikan kehidupan. Tanpanya, kepunahan tak lagi bisa dihindarkan. Seks tak dilihat sebagai sesuatu yang kotor dan terlarang, tetapi dipahami sebagai perayaan kehidupan. Lanjutkan membaca Erotika Filosofis: Tentang Ragam Paradoks Hasrat

Nalar Kritis Beragama

Religion, paintings gallery, Art of Mark Bryan

Oleh Reza A.A Wattimena

Penulis buku Untuk Semua yang Beragama: Agama dan Pelukan Filsafat, Politik dan Spiritualitas (2020)

2021, ada sekitar 5 miliar orang yang beragama di seluruh dunia. Mereka adalah penganut agama-agama dunia, seperti Kristen dan Buddha, maupun agama-agama lokal, seperti Rastafari dan Neo-Paganisme. Sekitar 2 miliar orang memutuskan untuk tidak beragama. Sampai awal 2021, kelompok tak beragama ini mengalami perkembangan paling pesat.

Di dalam sejarah, agama lahir dengan dua tujuan. Yang pertama membawa manusia dekat pada penciptanya. Namanya beragam, mulai dari Tuhan, Dewa sampai dengan Yahwe. Ini amat tergantung pada budaya setempat, dimana agama itu lahir. Yang kedua adalah memberikan tatanan bagi hidup manusia di tengah segala ketidakpastian hidup, mulai dari bencana sampai dengan ketakutan menghadapi kematian. Lanjutkan membaca Nalar Kritis Beragama

Jiwa-jiwa yang Terbelah

23 Surreal Paintings Will Both Amaze And Confuse You At The Same Time! -  onedio.coOleh Reza A.A Wattimena

Kisahnya mungkin sama dengan kisah jutaan pasangan lainnya. Sebagai perempuan, ia memilih pasangan yang cerdas dan bijak. Ia pun memilih seorang penulis yang karya-karyanya mencerahkan banyak orang. Yang ia alami selanjutnya sungguh tak terduga.

Lain di karya, lain di kehidupan. Itulah yang terjadi. Karya-karya pencerahan tak sesuai dengan tindakan di kenyataan. Kata berbeda jauh dengan hidup nyata. Lanjutkan membaca Jiwa-jiwa yang Terbelah

Kebijaksanaan yang Menyembuhkan

Steven Kenny; Deer's Wisdom: Gentleness in word, thought/touch, Ability to  listen, Grace/appreciation for balance, Understanding wha… | Art, Surreal  art, Surrealism

Gambar dari Steven Kenny

Oleh Reza A.A Wattimena

Satu lagi teman dekat saya mendapatkan diagnosis positif COVID 19. Ini adalah satu berita di antara berbagai berita serupa yang kerap mendatangi saya beberapa bulan belakangan. Tak ada gejala yang membahayakan. Hanya badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun.

Memang, sakit adalah bagian dari kehidupan. Orang hidup pasti akan mengalami sakit. Dapatlah dikatakan, bahwa sakit justru merupakan saatnya beristirahat. Orang diputus dari kegiatannya sehari, dan beristirahat untuk memulihkan diri. Lanjutkan membaca Kebijaksanaan yang Menyembuhkan

Memanusiakan Sistem

Image result for tyranny of meritOleh Reza A.A Wattimena

Barrack Hussein Obama, mantan Presiden Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai Presiden AS pertama yang berkulit hitam. Cara berbicaranya sangat inspiratif. Ia dianggap sebagai presiden yang “gaul” dengan kebijakan-kebijakan yang dinilai cukup berhasil.

Ia adalah anak imigran yang kemudian belajar dan sukses di Amerika Serikat. Awalnya, ia tinggal di Hawai, dan kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Harvard. Ia lalu menjadi politisi di Chicago, dan kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat ke 44 pada 2008 lalu. Lanjutkan membaca Memanusiakan Sistem

Pencerahan dalam Dua Cerita

Image result for donkey and man

Oleh Reza A.A Wattimena

Cerita memang menyenangkan. Ia merangsang imajinasi. Ia mengajarkan nilai kehidupan dengan ringan. Ia adalah alat untuk mewariskan kebijaksanaan lintas jaman.

Asia penuh dengan cerita. Inilah benua dengan sejuta cerita. Ia dituturkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini bukan tanpa alasan. Lanjutkan membaca Pencerahan dalam Dua Cerita

Jerit Para Manusia Perak

Image result for manusia perakOleh Reza A.A Wattimena

Manusia perak adalah orang-orang yang mengecat seluruh tubuhnya dengan cat perak. Tujuan mereka adalah untuk menarik perhatian orang, supaya mendapatkan pemberian uang. Mereka adalah pengemis generasi pandemi. Mereka sering ditemukan di lampu merah ibu kota, sambil telanjang kaki dan memohon sumbangan.

Mereka banyak tampil di jalan-jalan Jakarta, setelah kebijakan pemerintah tentang Pandemi tiba. Segala kegiatan sosial, mulai dari bekerja sampai rekreasi, dibatasi. Alasannya demi mengurangi penyebaran infeksi virus COVID 19. Bersama dengan itu, jutaan usaha mengalami kesulitan, bangkrut dan banyak orang jatuh ke dalam jurang kemiskinan. Lanjutkan membaca Jerit Para Manusia Perak

Zen ala “Gus Dur”

Humor: Ketika Gus Dur Bikin Kiai Sepuh Putus Asa - Pesantren.IDOleh Reza A.A Wattimena

Minggu malam, 31 Januari 2021, seorang teman mengirim foto di media sosial. Isinya adalah kutipan dari Gus Dur dengan karikatur wajahnya. Isinya tentang jalan untuk menjadi bahagia. Kutipannya begini.

“Gus, apa kuncinya bahagia? Jangan memikirkan apa yang kamu tidak tahu, kata Gus Dur. Kalo yang diketahui Gus? Lha kalau sudah tahu, buat apa dipikir?” Lanjutkan membaca Zen ala “Gus Dur”

Artikel Kompas: Menimbang COVID 19 di Awal 2021

Screenshot (79)

Diterbitkan di Kompas 17 Januari 2021

Oleh Reza A.A Wattimena

            Tak ada kata yang lebih menakutkan sekarang ini selain “Positif COVID”. Stigma yang menempel pada kata ini begitu kuat. Orang yang mengalaminya ditakuti, sekaligus memperoleh banyak simpati (yang kerap tak sungguh tulus dari hati). Setelah sembuh pun, ia masih terus hidup dalam isolasi.

            Pertemanan terpecah. Keluarga pun saling mencurigai. Stigma “Positif COVID” bisa berlangsung seumur hidup, tanpa pernah sungguh berhenti. Lanjutkan membaca Artikel Kompas: Menimbang COVID 19 di Awal 2021

Artikel Kompas: Melampaui Paradoks, B. Herry Priyono dalam Kenangan

Screenshot (80)Diterbitkan di Kompas pada 1 Januari 2021

Oleh Reza A.A Wattimena

Bernardinus Herry Priyono, seorang pemuka agama Katolik, seorang Jesuit sekaligus salah seorang pemikir filsafat-ekonomi-politik terbesar yang pernah ada di Indonesia. Perjumpaan saya dengannya terjadi pada 2003 lalu. Saya mahasiswa semester 3 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Romo Herry baru pulang dari studinya di London, dan kini mengajar di tempat kami. Saya sering melihatnya berjalan ke perpustakaan. Pikirannya tampak penuh dengan pergulatan.

Saya mengenalnya tidak di kelas langsung, tetapi di dalam tulisan-tulisan. Karya-karyanya tentang globalisasi kerap menjadi acuan banyak mahasiswa. Ia setia di dalam tradisi STF Driyarkara untuk berkarya seluas mungkin di ruang publik. Tradisi yang tampaknya meredup sekarang ini. Lanjutkan membaca Artikel Kompas: Melampaui Paradoks, B. Herry Priyono dalam Kenangan

Batu yang Dilempar pasti Kembali ke Tanah

dappledwithshadow | Magritte, Rene magritte, Rene magritte artOleh Reza A.A Wattimena

Batu yang dilempar pasti kembali ke tanah. Inilah hukum alam yang berlaku di bumi. Ini berlaku untuk semua. Jika tidak suka, silahkan meninggalkan bumi.

Hal yang sama seperti harapan, ataupun ekspektasi. Kita melemparnya tinggi-tinggi ke langit. Lalu, ia jatuh menimpa kita. Rasa sakit pun muncul. Lanjutkan membaca Batu yang Dilempar pasti Kembali ke Tanah

Publikasi Terbaru: Otak dan Identitas, Kajian Filsafat dan Neurosains

Making Heads Turn -
Photographs Courtesy EMnXW

Oleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di

The Ary Suta Center Series on Strategic Management

Januari 2021 Volume 52

Tubuh manusia adalah benda yang kompleks. Ia memiliki berbagai sistem yang saling terkait satu sama lain. Namun, ada satu organ yang memiliki peran istimewa. Organ itu adalah otak. Perannya amat penting, yakni melakukan koordinasi fungsi dengan seluruh sistem lainnya di dalam tubuh, sekaligus sebagai gudang ingatan.

            Karena terkait dengan ingatan, otak juga membentuk identitas, atau jati diri, manusia. Ego adalah ciptaan dari ingatan. Tanpa ingatan, tubuh manusia, sekaligus identitas, mengalir tanpa henti di sungai perubahan. Ingatan yang membuat manusia menjadi seorang pribadi. Bagaimana memahami kaitan antara otak, ingatan dan identitas pada diri manusia ini?

Versi lengkap klik disini Jurnal Reza, Otak dan Identitas

Mengapa Orang Tolol Sering Menjadi Bos (di Indonesia)?

Jim Tsinganos | Surrealist / Conceptual painter / Illustrator |  Illustration, Surrealist, Surreal art
Jim Tsinganos

Oleh Reza A.A Wattimena

Lagi dan lagi, saya mengalami ini. Kembali saya harus menerima keadaan, bahwa saya dipimpin oleh orang tolol. Orang tolol adalah orang yang bertindak tidak dengan kejernihan, tetapi dengan emosi dan pikiran pendek. Ia cenderung egois, dan tak segan-segan mengorbankan orang lain, selama kepentingannya terpenuhi.

Setelah berbincang dengan beberapa teman, hal ini tak hanya terjadi pada diri saya. Mereka pun pernah, dan bahkan sedang, mengalaminya. Apa yang terjadi? Mengapa, di Indonesia, orang tolol sering menjadi bos? Lanjutkan membaca Mengapa Orang Tolol Sering Menjadi Bos (di Indonesia)?

Tentang ini, Saya sangat Egois…

Surrealistic Paintings by Vladimir Kush
Vladimir Kush

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita pasti pernah mengalami perubahan suasana hati tiba-tiba. Kata-kata orang lain yang menyakitkan, misalnya, bisa memicu itu. Lalu, pikiran kacau. Emosi pun memuncak.

Saya juga pernah mengalami hal serupa terkait dengan cuaca. Tiba-tiba, cuaca berubah total. Hujan lebat mengguyur. Seluruh tubuh, termasuk dompet dan alat elektronik saya, basah sampai ke dalam. Suasana hati langsung rusak. Lanjutkan membaca Tentang ini, Saya sangat Egois…

Hidup dengan Akal Sehat

Surrealism | Essay | The Metropolitan Museum of Art | Heilbrunn Timeline of  Art History

Menteri yang mencuri. Sayangnya, ia bukan barang langka. Akhirnya, ia tertangkap. Ini namanya bertindak tidak dengan akal sehat.

Presiden yang memilih menteri sembarangan. Tak ada kompetensi. Yang ada hanya persekongkolan politik. Kinerja berantakan. Rakyat akhirnya hidup susah. Ini namanya bertindak tidak dengan akal sehat. Lanjutkan membaca Hidup dengan Akal Sehat

Agama serta Hal-hal yang Sia-sia

Useless? in 2020 | Conceptual art, Everyday objects, Objects
Giuseppe Colarusso

Oleh Reza A.A Wattimena

Saya lelah berbicara soal agama dan kekerasan. Sudah beberapa kali, saya menulis dan berbicara soal ini. Di Indonesia, karena kebodohan kita, masalah ini terus berulang. Ini ditambah dengan kepemimpinan politik yang tidak bermutu.

Saya juga semakin merasa, semua pembicaraan tentang agama banyak menjadi sia-sia. Hal-hal yang sudah jelas secara akal sehat dimentahkan atas nama kepatuhan buta dan ketololan kita. Mutu pembicaraan menjadi dangkal dan penuh kebuntuan. Konflik berdarah hanya tinggal menunggu waktu. Lanjutkan membaca Agama serta Hal-hal yang Sia-sia