Oleh Johanes Supriyono, Antropolog
Pak Yus seorang pemancing ikan di Danau Mesangat. Ketika ditanya nama panjangnya, jawab singkat: Iyus. “Nama panjang-panjang pun yang diingat orang pasti yang pendek,” kelakarnya. Sehari-hari, jika tidak sedang tidak enak badan, ia pergi memancing. Itulah pekerjaannya.
Pagi hari, ia menajur. Puluhan kail berumpan ikan-ikan kecil atau katak kecil ia pasang di permukaan Danau Mesangat. Danau itu dipenuhi ikan-ikan toman (Channa micropeltes)—ikan toman dikenal sebagai predator buas. Danau itu juga adalah habitat bagi buaya badas kuning dan buaya sepit (Tomistoma schlegelii). Meski ada spesies ikan yang lain, target utama tajur Pak Yus adalah ikan toman. Lanjutkan membaca Tentang Relasi Manusia dan Alam
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Hendar Putranto, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena, Pendiri Rumah Filsafat
Oleh Hendar Putranto, Alumni STF Driyarkara, Dosen di Universitas Multimedia Nusantara, Kandidat Doktoral Universitas Indonesia
Oleh Dhimas Anugrah, Pendiri CIRCLES Indonesia
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena