Oleh Hendar Putranto, Alumni STF Driyarkara, Dosen di Universitas Multimedia Nusantara, Kandidat Doktoral Universitas Indonesia
Dalam bukunya Psychoanalisis & Religion[1], seorang psikolog terkemuka sekaligus filsuf sosial abad ke-20 bernama Erich Fromm mengatakan bahwa yang menjadi persoalan pelik pada zaman ini adalah kekacauan dan kebingungan spiritual yang menjurus pada keadaan kegilaan tertentu, semacam schizophrenia. Dalam situasi kekacauan dan kebingungan ruhaniah ini, kontak diri dengan realitas batin sudah lenyap dan pikiran diceraikan dari perasaan. Kita mengajari anak-anak kita tentang kebahagiaan hidup dan prinsip-prinsip keutamaan, tetapi mereka dijejali oleh beraneka macam imaji kekerasan dan omong kosong (juga hoax!) yang bertaburan di media cetak, radio dan televisi. Tidak heran jika orang bertanya-tanya, apakah segala macam kebingungan ini dapat dicarikan solusinya? Ada sebagian ahli yang mengatakan agar kita kembali ke ajaran agama tradisional[2] (Cox & Thomson-DeVeaux, 2019) yang dapat menjadi pegangan yang pasti sekaligus penjamin rasa aman di tengah badai kebingungan ini. Namun, apakah benar demikian? Lanjutkan membaca Menuju Religiusitas yang Sejati