Trauma dan Jiwa Manusia

softwarewelt.de
softwarewelt.de

Belajar dari Franz Ruppert

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Filsafat Politik di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, sedang di München, Jerman

Masa lalu itu penting. Kita dibentuk oleh masa lalu kita. Tentu saja, kita tetap punya kebebasan. Tetapi, kebebasan itu pun juga dibatasi oleh masa lalu kita.

Salah satu bagian masa lalu yang amat penting untuk disadari adalah tentang kehidupan orang tua kita. Sedari kecil, kita membangun hubungan dengan orang tua kita. Mereka, tentu saja, bukan manusia sempurna, tetapi memiliki segala bentuk kekurangan. Kekurangan itu pula yang membentuk kita sebagai manusia, sekaligus cara kita berpikir, merasa, dan melihat dunia, ketika kita dewasa, termasuk segala ketakutan dalam hidup kita.

Di dalam bukunya yang berjudul Trauma, Angst und Liebe: Unterwegs zu gesunder Eigenständigkeit. Wie Aufstellungen dabei helfen (2013), Franz Ruppert, Professor Psikologi sekaligus praktisi psikoloanalitik (Psychoanalytiker) di München, berpendapat, bahwa orang tua juga bisa mewarisi trauma yang mereka punya kepada anaknya. Jadi, orang tua tidak hanya mewariskan ciri fisik, tetapi juga ciri psikologis kepada anaknya. Ciri psikologis itu bisa berupa karakter diri, tetapi juga trauma. Lanjutkan membaca Trauma dan Jiwa Manusia

Iklan

Ateisme dan Problematik di Belakangnya

Narasi Diskusi System Thinking Ateisme

Sabtu 9 April Pk. 09.00-11.30

Oleh Reza A.A Wattimena

Ateisme adalah tema yang kontroversial. Orang yang mengaku dirinya ateis sering dicap tidak bermoral, dan jelmaan setan. Namun kenyataan berbicara berbeda. Ternyata ada orang yang menyatakan dirinya ateis hidup amat bermoral, dan memiliki etos kerja amat baik. Apa yang terjadi? Darimana ia memperoleh sumber nilai moralnya, jika bukan dari agama?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Edvin Mario Suryawan, ketika menjadi pembicara dalam diskusi System Thinking Ateisme, yang dilakukan di Fakultas Psikologi, UNIKA Widya Mandala Surabaya dalam kerja sama dengan Fakultas Filsafat di universitas yang sama. Pertanyaan ini lahir dari penelitian yang dilakukan oleh Edvin untuk skripsinya di Fakultas Psikologi. Diskusi berjalan dari pk. 09.15-11.30 pada Sabtu 9 April 2011. Lanjutkan membaca Ateisme dan Problematik di Belakangnya