Ibu kota Bagaikan Rimba Raya

rmcljm68pkxly5ohd47z
Kumparan

Oleh Reza A.A Wattimena

Di Jakarta, jalan raya seperti rimba raya. Orang saling sodok dan saling tikung.

Ketika gesekan terjadi, makian terlontar. Pukulan dan tedangan kerap kali menyusul.

Aturan diabaikan. Orang berkendara seenaknya.

Berkendara berempat di dalam satu motor. Semua tak pakai helm dan jaket. Kelengkapan surat sudah pasti tak ada. Lanjutkan membaca Ibu kota Bagaikan Rimba Raya

Macet Lagi… Macet Lagi…

si komo lewat tol
Pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional di Universitas Presiden, Cikarang,  Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

            Sewaktu saya kecil, saya punya satu lagu favorit. Judulnya adalah “Si Komo Lewat Tol”. Nada lagu ini begitu mudah untuk melekat di telinga: macet lagi macet lagi.. gara-gara si Komo lewat. Sampai sekarang, ketika menghadapi macet, saya suka bersenandung lagu itu pelan-pelan, sambil menyetir.

Lagu itu adalah tanda keluhan orang-orang kota besar yang harus menghadapi macet setiap harinya. Komo adalah binatang komodo yang menjadi simbol dari segala sesuatu yang menyebabkan kemacetan. Ia besar, kuat dan amat sulit untuk dipindahkan. Ini berarti, semua orang tampak memiliki teori sendiri tentang penyebab kemacetan. Akan tetapi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena penyebab kemacetan itu besar dan kuat, seperti si Komo. Lanjutkan membaca Macet Lagi… Macet Lagi…